You are on page 1of 13

I.

FUNGSI, PERAN dan TANGGUNG JAWAB MANAJER


KEPERAWATAN

a. Pengertian Manajemen Keperawatan


Manajemen adalah pemanfaatan ilmu dan seni dalam proses perencanaan,
pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan (George R. Terry).
Manajemen adalah penggunaan metode ilmiah dalam menentukan cara
terbaik untuk menyelesaikan suatu pekerjaaan (Frederick W Taylor).
Manajemen adalah proses dan kegiatan memimpin dan memberikan arah
penyelenggaraan tugas suatu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
(Ordway Tead).
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan upaya anggota dan penggunaan sumber daya organisasi untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan (James A.F. Stonner).
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaaan melalui orang lain (Mary
Parker Follet).
PERANGKAT MANAJEMEN

1. Man (manusia)
PERANGKAT
2. Money (dana) MANAJEMEN
3. Materials (sarana)
4. Methods (metoda)

Man Money Material Method

12

b. Fungsi manajemen :
1. Perencanaan (planning) berisi philosophy, tujuan, sasaran, kebijakan,
prosedur : perawatan jangka panjang dan jangka pendek, kenyataan pencapaian,
rencana perubahan
2. Pengorganisasian (organizing) yaitu mempertahankan stuktur dan rencana
yang telah ditetapkan, mengorganisasikan pemberian rasa nyaman pasien,
aktivitas kelompok untuk mencapai tujuan unit, Type perawatan yang tepat pada
klien, Pengelompokan kegiatan unit mengacu pada tujuan unit, Power dan
otonomi yang dimiliki. Fungsi lain dari struktur organisasi termasuk uraian tugas,
kekuatan dan otoritas, didalam unsur penggorganisasian terdapat unsur staffing
yaitu rekrutmen, interviewing, orientasi, membuat skedule, pengembangan staff,
pemberdayaan staf
3. Penggerakan (actuating), fungsi ini termasuk mempertahankan sumber daya
manusia, bertanggung jawab terhadap motivasi, managemen konflik, delegasi,
komunikasi, memfasilitasi kerjasama dan kolaborasi
4. Penilaian (evaluation) fungsi ini termasuk mempertahankan kinerja staff,
kuality kontrol, pertanggungan jawab biaya atau keuangan, legal dan kontrol etik,
profesional dan kolegial kontrol. Pada fungsi ini diharapkan untuk menilai
pencapaian tujuan, menilai pelaksanaan asuhan keperawatan, menilai kepuasan
pasien, menilai kepuasan kerja perawat, serta menilai performance apraisal atau
kinerja.
Untuk kemudahan pelaksanaan semua fungsi managemen yang terkait dengan
pengaturan semua unsur manajemen, diperlukan pelbagai alat bantu management
(managerial tools). Pada saat ini pelbagai alat bantu manajemen telah banyak
dikembangkan:
1. SWOT Analysis
2. Balance Score Card
3. Group Desicion Making
4. Chart (pelbagai bentuk)
5. Diagram (pelbagai bentuk)

Khusus untuk kemudahan pelaksanaan fungsi penggerakan, diperlukan


ketetampilan manajemen (managerial skills)
1. Kepemimpinan
2. Komunikasi
3. Motivasi
4. Supervisi
5. Pengarahan
6. Pengawasan

c. sistem manajerial di keperawatan


Jika managemen merupakan proses dimana aspek interpersonal dan teknikal
digunakan untuk mencapai tujuan organisasi (murray & dicroce 1997), sedangkan
manager adalah orang yang mengelola proses kerja untuk mencapai tujuan
organisasi.
Di tatanan unit keperawatan sistem manajerial meliputi tiga tingkatan
diantaranya adalah Top manajer, middle manajer dan lower manajer.
Untuk Top Manajer menentukan kebijakan keperawatan ditingkat atas,
menerjemahkan kebijakan dan aturan organisasi yang ada di institusi,serta
mengelola manajer pada tingkat middle manager, sebagai contohnya adalah
direktur keperawatan.
Middle manajer merupakan sistem manajerial di keperawatan yang berada
pada posisi tengah. Manajer ini bertugas menerjemahkan dan meneruskan
kebijakan dari top manager, mengelola manager pada tingkat front line seperti
kepala ruang, kepala seksi, koordinator penanggung jawab unit perawatan, serta
penanggung jawab unit.
Lower manajer adalah manajer yang berada pada tingkatan yang paling
rendah yang bertugas mengelola staf perawatan (provider) yang memberikan
pelayanan keperawatan pada pasien ( customer), yang termasuk dalam jajaran
lower manajer tersebut adalah kepala ruang dan , ketua tim perawatan.
Manajemen keperawatan adalah proses mengelola sumber daya manusia
keperawatan dari top manajer, middle manajer, sampai lower manajer untuk
melaksanakan pelayanan keperawatan melalui pelaksanaan asuhan keperawatan
kepada pasien, keluarga, serta kelompok masyarakat oleh staf perawat.
Tanggung jawab manajer Keperawatan adalah :
1. mencapai goal atau tujuan rumah sakit sebagai institusi dan atau bagian
bidang keperawatan
2. mempertahankan kualitas asuhan keperawatan dengan segala keterbatasan
fasilitas yang ada
3. mendorong motivasi staf perawatan dan pasien, sehingga menurunkan angka
absen kerja dan memperbaiki produktivitas
4. meningkatkan kemampuan staff, peer dan bawahan untuk malakukan
perubahan dalam rangka mencapai kualitas
5. mengembangkan kekuatan, spirit, dan tanggung jawab moral dari tim
6. mengembangkan profesional staf,yang menjadi tanggung jawabnya
7. mencari kesempatan untuk meningkatkan kemajuan dan pengembangan hal-
hal baru di bidang keperawatan( enterprenir )
8. mengambil tindakan untuk memperbaiki dan menghadapi gangguan masalah
yang tidak diharapkan(penanganan gangguan )
9. menentukan sumber daya manusia yang dibutuhkan dan mengalokasikan
sesuai dengan kebutuhan (pengalokasi sumber daya)
10. mewakili bagian atau institusi dalam melakukan tawar menawar atau sebagai
penengah ( penegosiasi)
Ada 4 keterampilan manajerial yang spesifik dibutuhkan perawat untuk
menunjang keberhasilan tingkat pencapaian pengeloaan dan kepemimpinan yaitu :
1. Keterampilan Teknikal
Meliputi keterampilan menggunakan alat-alat, teknik, prosedur, atau pendekatan-
pendekatan khusus, diharapkan manajer keperawatan dapat mengembangkan
keahlian yang berhubungan dengan teknikal di area praktek profesionalnya. Dapat
diperoleh dengan pendidikan dan pelatihan
2. Keterampilan Hubungan Manusia
Diantaranya adalah keterampilan memilih, memotivasi, bekerjasama dan
memimpin para pegawai/perawat baik individual maupun kelompok. Untuk dapat
berperan aktif perlu mengetahui cara mengkaji dan mengenal kemampuan diri dan
orang lain, cara memotivasi orang lain, cara berkomunikasi yang informatif, jenis
dan tingkat pengarahan yang dibutuhkan oleh perawat untuk dapat melakukan
pekerjaannya dengan baik
3. Keterampilan Konseptual
Seorang manajer keperawatan harus mampu mengintegrasikan dan
mengkoordinasikan aktivitas maka harus memiliki konsep manajemen dan
kepemimpinan mengenai gambaran menyeluruh tentang areanya, membedakan
penugasan yang tergantung pada orang lain, bersama atau mandiri, perubahan
penugasan yang dapat merangsang perubahan dibagian lain, menghubungkan
kerja kelompoknya dengan orang lain (dokter,kerohanian,ahli gizi,dll) dan
departemen lain (radiologi, laboratorium,apotek, gizi,dll)
4. Keterampilan Mendiagnosa
Meliputi kemampuan menetapkan masalah dan penyebabnya melalui pemeriksaan
dan analisis. Kecepatan manajer keperawatan dalam mengkaji dan menentukan
masalah dengan tepat memberi kepuasan bagi administrasi.
Agar penggerakan manusia dalam manajemen dapat terlaksana dengan baik
diperlukan pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan (leadership)
1. Kepemimpinan adalah proses dimana seseorang mempengaruhi sekelompok
orang untuk mencapai tujuan bersama (P.G. Northouse, 2004)
2. Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi, memotivasi dan
memberdayakan orang lain mau berkontribusi untuk efektifitas dan keberhasilan
organisasi (House et al, 1999)
3. Kepemimpinan adalah kemampuan mengembangkan dan
mengkomunikasikan visi kepada sekelompok orang yang akan mewujudkan visi
tersebut (Kenneth Valenzuela, 2007)
4. Kepempimpinan adalah proses menimbulkan pemahaman tentang apa yang
dilakukan bersama agar mereka mengerti dan bersedia melaksanakannya (Drath &
Palus, 1994)
5. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas sekelompok orang
yang terorganisir untuk mencapai tujuan (Rauch & Behling, 1984)
6. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi perilaku orang lain kearah
tujuan kelompok dengan menghormati sepenuhnya kebebasan masing-masing
orang dalam kelompok (Roman Catholic Diocese of Rochester)
Teori kepemimpinan
1. Great man theory : seseorang menjadi pemimpin karena memang dilahirkan
untuk jadi pemimpin
2. Charismatic theory: seseorang menjadi pemimpin karena karisma yang
dimiliki
3. Trait theory : seseorang menjadi pemimpin karena bakat khusus yang
dimiliki, baik karena diperoleh sejak lahir (dulu) atau karena dipelajari (sekarang)
4. Situational theory: seseorang menjadi pemimpin tergantung dari situasi yang
dihadapi
Unsur Kepemimpinan
1. Adanya seseorang sebagai pemimpin
2. Adanya karakteristik khusus yang dimiliki pemimpin
3. Adanya seseorang atau sekelompok orang yang akan dipimpin (bawahan)
4. Adanya situasi lingkungan yang menguntungkan pemimpin
Karakteristik Pemimpin
Memiliki karakteristik yang berbeda bermakna dengan bawahan yang dipimpin,
yang secara sederhana dibedakan atas tiga lebih
1. Lebih akal
2. Lebih mental
3. Lebih fisik
Gaya Kepemimpinan :
• Menunjuk pada perilaku pemimpin. Berada pada dua kutup ekstrim (Mc
Gregor): Teori X (Autokratis) dan Teory Y (Laissez-Faire)
1. Autocratic style: pimpinan menetapkan sendiri semua keputusan, sedangkan
bawahan hanya melaksanakan apa yang telah diputuskan oleh pemimpin.
2. Democratic style : pimpinan menetapkan keputusan bersama bawahan,
berkonsultasi dan mendorong munculnya partisipasi dari bawahan
3. Laissez faire style : pimpinan tidak menetapkan keputusan apapun, melainkan
menyerahkan sepenuhnya kepada bawahan
KECENDERUNGAN DAN ISSUE
MANAJEMEN
• Managed care and more: roles • Focus on patient safety
of consumers in decision • Electronic medical records
making • Cost containment
• Compliance • Pay for performance
• Cash and operating losses • Information technology: gets
• Consolidation: merger, market respect
share, maximize efficiencies • Consolidation of insurers:
• Process improvement contribution not benefit
• Make tract for the information • Nurse staffing: mandatory staff
superhighway levels vs nursing shortages
• Donwsizing and streamlining • Healthcare professional
• Healthcare goes vertical: shorttage
networking and quality • The aging “baby boom”
• Cost accounting: implement • The uninsured: number and
basic principles distribution

The Applied Management Systems, Inc, 200822

KECENDERUNGAN DAN ISSUE


KEPEMIMPINAN
• Leading virtual teams • Balancing organizational
• Global outsourcing structure, culture and
• Complex Projects strategy
• Cultural issues created by • Leading in crisis
global outsourcing • Leadership in strategic
• Small group leadership planning
• Issues created by our • Servant leadership
rapidly changing technology • Trends and growth in
• Leading change Thought Leadership
• Leading teams with strong • Creating trust in a virtual
cross-functional skill sets and outsourced world
• Leading high-performance • Leadership traits
work teams necessarily to deal with
these challenges

The Advantage of Leadership, 200823

B. RINGKASAN
Penerapan konsep manajemen menuntut para pelaku yang terlibat dalam
manajemen keperawatan untuk selalu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen
berdasarkan filosofi, misi, visi, tujuan dan sesuai dengan kondisi pelayanan
kesehatan yang ada, sehingga bentuk pelayanan keperawatan yang diberikan akan
sejajar dengan tingkat kemajuan pelayanan kesehatan yang terjadi
Dalam rangka mengantisipasi manajemen keperawatan diperlukan
keterampilan seorang manajer untuk melaksanakan fungsinya dan sesuai dengan
tingkatan manajerial yang di tempatinya. Perawat manajer harus dapat
mengantisipasi perubahan issue manajemen dan kepemimpinan yang sedang
terjadi.
Lingkup manajemen yang terdiri dari manajemen operasional dan manajemen
asuhan perawatan, melalui upaya fasilitasi, koordinasi, integrasi, dan penunjang
perlu ditingkatkan melalui peningkatan komunikasi dan pembinaan hubungan
serta kepemimpinan yang tepat sehingga tujuan institusi yang telah ditetapkan
dapat dicapai melalui strategi manajemen keperawatan yang dapat mengantisipasi
perkembangan pelayanan keperawatan dimasa mendatang.
II. JENIS PERENCANAAN YANG DISUSUN KEPALA RUANGAN
URAIAN TUGAS KEPALA RUANGAN RAWAT INAP
1. Merencanakan jumlah dan kategori tenaga, jumlah dan jenis peralatan, jenis
kegiatan / asuhan keperawatan.
2. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh pelayanan
3. Menyusun dan mengatur jadwal dinas
4. Melaksanakan orientasi tenaga baru
5. Memberikan pengarahan dan motivasi kepada tenaga keperawatan dan tenaga
lainnya.
6. Bekerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan di ruangan
7. Mengadakan pertemuan berkala dengan tenaga keperawatan dan kebidanan.
8. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
9. Mengenal dan mengetahui penggunaan barang/alat serta mengusahakan
pengadaannya.
10. Menyusun permintaan rutin (alat, obat dan bahan lainnya)
11. Mengatur pemeliharaan alat
12. Mempertanggung jawabkan pemeliharaan alat/inventaris peralatan.
13. Melaksanakan orientasi kepada pasien dan keluarganya tentang peraturan,
fasilitas dan kegiatan rutin ruangan.
14. Mengatur penempatan pasien diruangan
15. Membantu memecahkan masalah yang dihadapi pasien dan keluarganya
sehubungan dengan perawatannya.
16. Menjaga perasaan pasien dan petugas agar merasa aman dan terlindungi
17. Memelihara dan mengembangkan system pencatatan dan pelaporan.
18. Memberikan penyuluhan pada pasien dan kelurganya sebatas
kewenangannya.
19. Bekerja sama dengan seluruh sub unit dan profesi di UPT Puskesmas
Pangkalan Kasai.
20. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik.
21. Memotivasi tenaga perawatan dan non perawatan dalam menjaga kebersihan
22. Meneliti pengisian sensus harian pasien
23. Memeriksa dan meneliti daftar permintaan dan penyajian diet pasien
24. Memelihara buku register dan berkas medik
25. Membuat laporan harian dan bulanan
26. Menilai pelaksanaan asuhan keperawatan
27. Menilai upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dibidang
keperawatan
28. Menilai siswa/mahasiswa sesuai dengan program dari institusi
pendidikannya.
29. Memberikan masukan kepada kepala sug bagian tata usaha dan kepala UPT
Puskesmas Pangkalan Kasai dalam pembuatan Daftar Penilaian Pelaksanaan
Pekerjaan Pegawai (DP3) bagi tenaga yang berada dibawah tanggung
jawabnya.
30. Mengendalikan pendayagunaan peralatan keperawatan, obat-obatan secara
efektif dan efisien.
31. Mengawasi sistem pencatatan dan pelaporan serta semua kegiatan di ruangan.

TUGAS KEPALA RUANG, PERAWAT PRIMER, PERAWAT ASOSIAET


URAIAN TUGAS KEPALA RUANG, PERAWAT PRIMER, PERAWAT
ASOSIAET

I. KEPALA RUANGAN
Seorang perawat profesional yang diberi wewenang dan tanggung jawab dan
mengelola kegiatan pelayanan perawatan di satu ruang rawat.
Tugas Pokok
Mengawasi dan mengendalikan kegiatan pelayanan Keperawatan di ruang rawat
yang berada di wilayah tanggung jawabnya.
Uraian Tugas
1. Melaksanakan fungsi perencanaan, meliputi :
a. Merencanakan jumlah dan kategori tenaga perawatan serta tenaga lain sesuai
kebutuhan.
b. Merencanakan jumlah jenis peralatan perawatan yang diperlukan sesuai
kebutuhan.
c. Merencanakan dan menetukan jenis kegiatan/asuhan keperawatan yang akan
diselenggarakan sesuai kebutuhan pasien.

2. Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan, meliputi :


a. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan ruang rawat.
b. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga perawatan dan tenaga lain sesuai
kebutuhan dan ketentuan atau peraturan yang berlaku.
c. Melaksanakan program orientasi kepada tenaga perawatan baru atau tenaga
lain yang akan bekerja diruang rawat.
d. Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga perawatan untuk
melaksanakan asuhan keperawatan sesuai ketentuan/standar.
e. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada dengan cara bekerja sama
dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan di ruang rawat.
f. Mengadakan pertemuan berkala dengan pelaksana perawatan dan tenaga lain
yang berada diwilayah tanggug jawabnya.
g. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang perawatan antara lain
melalui pertemuan ilmiah.
h. Mengenal jenis dan kegunaan barang/peralatan serta mengusahakan
pengadaannya sesuai kebuthan pasien agar tercapai pelayanan yang optimal.
i. Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat, obat dan bahan lain yang
diperlukan diruang rawat.
j. Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar selalu dalam
keadaan siap pakai.
k. Mempertangungjawabkan pelaksanan inventarisasi peralatan.
l. Melaksanakan program orientasi kepada pasien dan keluarganya, meliputi
penjelasan tentang peraturan rumah sakit, tata tertib ruangan, fasilitas yang ada
cara penggunaannya serta kegiatan rutin sehari-hari di ruangan.
m. Mendampingi dokter selama kunjungan keliling (visite dokter) untuk
pemeriksaan pasien dan mencatat program pengobatan, serta menyampikan
kepada staf untuk melaksanakannya.
n. Mengelompokan pasien dan mengatur penempatannya di ruang rawat menurut
tingkat kegawatannya, infeksi dan non infeksi untuk memudahkan pemberian
asuhan keperawatan.
o. Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien yang dirawat untuk mengetahui
keadaanya dan menampung keluhan serta membantu memecahkan masalah
yang dihadapinya.
p. Mejaga perasan pasien agar merasa aman dan terlindungi selama pelaksanaan
pelayanan perawatan berlangsung.
q. Memberi penyuluhan kesehatan terhadap pasien atau keluarga dalam batas
kewenangan.
r. Menjaga perasaan petugas agar merasa aman dan terlindungi selama
pelaksanaan pelayanan perawatan berlangsung.
s. Memelihara dan mengembangkan sistem pencatatan dan pelaporan asuhan
keperawatan dan kegiatan lain yang dilakukan secara tepat dan benar. Untuk
tindakan perawatan selanjutnya.
t. Mengadakan kerjasama yang baik dengan kepala ruang yang lain, seluruh
kepala bidang, kepala bagian, kepala instalasi dan kepala unit di RS.
u. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara petugas, pasien
dan keluarganya, sehingga memberikan ketenangan.
v. Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien ruangan.
w. Memeriksa dan meneliti pengisian daftar permintaan makanan berdasarkan
macam dan jenis makanan pasien, kemudian memeriksa dan meneliti ulang
saat penyajian sesuai dengan diitnya.
x. Memelihara buku register dan berkas catatan medik.
y. Membuat laporan harian dan bulanan mengenai pelaksanaan kegiatan asuhan
keperawatan, serta kegiatan lain di ruang rawat.
3. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian meliputi :
a. Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan yang telah
ditentukan.
b. Melaksanakan penilaian terhadap upaya peningkatan pengetahuan dan
ketrampilan di bidang perawatan.
c. Mengawasi dan mengendalaikan pendayagunaan peralatan perawatan serta
obat-obatan secara efektif dan efisien,
d. Mengawasi pelaksanaan sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan asuhan
keperawatan serta mencatat kegiatan lain di ruang rawat.

Kepala ruangan
Tugas Pokok : Menyelenggarakan, mengawasi serta mengendalikan kegiatan
pelayanan keperawatan di ruang rawat yang berada di wilayah tanggung
jawabnya.
Kedudukan atau tanggung jawab :
a. Secara administrasi dan fungsional bertanggung jawab kepada kepala seksi
keperawatan
b. Secara teknis operasional bertanggung jawab kepada dokter penanggung
jawab/dokter yang berwenang/kepala SMF
Uraian tugas :
1. Mengatur dan mengendalikan asuhan keperawatan
a. Membimbing pelaksanaan asuhan keperawatan
b. Mengawasi serah terima setiap dinas pagi
c. Membimbing dalam penerapan proses keperawatan dan memulai pelaksanaan
asuhan keperawatan
d. Mengadakan diskusi untuk pemecahan bersama masalah yang ada
2. Mengkoordinir/mengatur tenaga keperawatan :
a. Membuat daftar dinas
b. Mengatur pembagian tenaga setiap hari
c. Mengatur cuti tahunan
d. Bersama Ka. SMF membuat DP3
e. Memperhatikan kesejahteraan tenaga
f. Orientasi tenaga baru
3. Mengatur pengendalian logistic
a. Mengatur kelengkapan inventaris keuangan
b. Mengawasi kelangkapan kebutuhan sehari-hari termasuk makan pasien untuk
ruangan rawat inap
c. Mengajukan permintaan kebutuhan alat-alat ruangan dan makan pasien untuk
rawat inap
d. Melaporkan sarana dan prasarana yang rusak ke IPSRS
e. Membuat laporan tahunan
4. Mengatur mengendalikan kebersihan ruangan
a. Mengatur tenaga kebersihan
b. Mengawasi perlengkapan alat-alat diruangan
c. Menilai dan melaporkan pelaksanaan kebersihan
5. Mengadakan koordinasi :
a. Mengadakan rapat dengan staf ruangan satu kali sebulan dan sewaktu-waktu
bila diperlukan
b. Menciptakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dengan pasien,
keluarga dan tim kesehatan
6. Pencatatan dan pelaporan
a. Membuat laporan ruangan
b. Membuat laporan harian ke Kasi Perawatan
c. Membuat laporan sensus harian
d. Membuat laporan-laporan berkala/bulan
e. Mencatat dan merinci pembayaran pasien
7. Inpentaris ketenagaan asuhan keperawatan
a. Ketenagaan
b. Asuhan keperawatan
c. Peserta didik
d. Infeksi nosokomial
e. Menyimpan data pegawai

Kepala ruangan adalah orang yang berperan untuk :


- Menerima pasien baru
- Memimpin rapat
- Megevaluasi kinerja perawat.
- Menyediakan material
- Melakukan perencanaan dan pengawasan
- Melakukan pengarahan dan pengawasan.

Tanggung jawab kepala ruangan


Secara garis besar, tanggungjawab kepala ruangan terbagi menjadi empat, yaitu
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
1. Perencanaan
Tahap perencanaan:
a. Menunjuk ketua tim bertugas diruangan masing-masing.
b. Mengikuti serah terima pasien di shift sebelumnya.
c. Merencanakan strategi pelaksanaan keperawatan.
d. Mengatur dan mengandalikan asuhan keperawatan.
2. Pengorganisasian
Tahap pengorganisasian:
a. Merumuskan metode penugasan yang digunakan.
b. Merumuskan tujuan metode penugasan.
c. Membuat rincian tugas ketua tim dan anggota tim secara jelas.
d. Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan, membuat proses dinas,
mengatur tenaga yang ada setiap hari, dll.
3. Pengarahan
Tahap pengarahan:
a. Memberi pengarahan tentang penugasan kepada ketua tim.
b. Memberi motivasi dalam peningkatan pengetahuan keterampilan dan sikap.
c. Melibatkan bawahan sejak awal hingga akhir kegiatan.
d. Membimbing bawahan yang mengalami kesulitan dalam melakukan tugasnya.
e. Menigkatkan kolaborasi dengan anggota tim lain.
Pengawasan
Pengawasan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:
a. Melalui komunikasi
Mengawasi dan berkomunikasi langsung dengan ketua tim maupun pelaksana
mengenai askep yang diberikan kepada pasien.
b. Melalui supervise
Supervise dapat dilakukan dengan cara
1. Pengawasan langsung melalu inspeksi, mengamati sendiri, atau melalui laporan
langsung secara lisan dan memperbaiki atau mengawasi kelemahan-kelemahan
yang ada saat itu juga.
2. Pengawasan tidak langsung melalui mengecek daftar hadir ketua tim,
membaca, dan memeriksa rencana keperawatan serta catatan yang dibuat
selama dan sesudah proses keperawatan dilaksanakan.
3. Evaluasi yaitu mengevaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan
rencana eperawatan yang telah disusun bersama ketua tim.
4. Audik keperawatan