You are on page 1of 3

Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Pria

Anatomi Organ Reproduksi Laki-Laki

Organ reproduksi pria terbagi menjadi dua yaitu genetalia eksterna dan interna. Organ
reproduksi luar pada pria sering kali disebut organ kelamin luar karena letaknya berada diluar
tubuh. Adapun yang termasuk organ reproduksi luar pada pria terdiri dari mons pubis, penis
dan skrotum (Maryunani, 2010)

1. Mons Pubis
Mons pubis, merupakan daerah di atas simfisis pubis pria yang ditumbuhi rambut.
Pada pria dewasa, rambut pubis panjang, padat, kasar dan ikal membentuk pola
berbentuk intan dari umbilikus sampai ke anus (Maryunani, 2010)

2. Penis
Penis yaitu alat kelamin luar yang berfungsi sebagai alat persetubuhan serta alat
senggama dan juga sebagai saluran untuk pembuangan sperma dan air seni. Penis
berperan penting dalam hubungan seksual untuk menghantarkan sperma ke dalam
vagina. Penis berbentuk silindris dan merupakan tempat lewatnya uretra. Penis
tergantung diantara kedua paha dan tergantung ke bawah di depan skrotum.

Penis terdiri dari:

1) Radix penis merupakan akar penis dan menempel pada perut


2) Korpus penis merupakan badan penis atau bagian tengah dari penis
3) Glans penis adalah bagian ujung atau kepala penis, bagian yang sensitif. Pada
ujung glans penis terdapat lubang uretra
Badan penis terdiri atas 3 lapisan silinder dan jaringan erektil, yaitu:

 Dua corpora cavernosa berfungsi ketika ereksi


 Satu corpus spongiosum berfungsi sebagai saluran air seni ketika kencing dan
saluran untuk sperma ketika ejakulasi

(Maryunani, 2010)

3. Skrotum
Skrotum disebut juga kantung buah zakar. Skrotum merupakan kantong berkulit tipis
yang mengelilingi dan melindungi testis berwarna gelap dan berlipat-lipat. Skrotum
juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma
terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah
dibandingkan dengan suhu tubuh. Otot kremaster pada dinding skrotum akan
mengendur atau mengencang sehingga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan
suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih
hangat). Skrotum terbagi menjadi dua kantong. Masing-masing kantong mengandung
testis, epididimis dan bagian bawah medula spermatika. (Maryunani, 2010)
Fisiologis Organ Reproduksi Pria
Hormon pada Laki-Laki

a. FSH : Menstimulir spematogenesis


b. LH : Menstimulir Sel Interstial Leydig untuk memproduksi Testosteron
c. Testosteron : Bertanggung jawab dalam perubahan fisik laki-laki terutama organ seks
sekundernya

Produk Sistem Reproduksi Pria

Sperma

Sperma disebut juga spermatozoa. Sperma merupakan hasil produksi dari kelamin pria yang
dikeluarkan bersama-sama dengan cairan mani/semen. Ukuran sperma sangat kecil, dimana
hanya akan nampak dilihat dengan mikroskop yaitu sekitar 4-5 mikron dengan lebarnya 2,5-
3,5 mikron. (Maryunani, 2010)