You are on page 1of 17

Search

http://mucelee.blogspot.co.id/2015/06/aplikasi-mikrobiologi-dalam-berbagai.html

mucelee
this blog contents sains and entertaiments items

 Home
 Sains »
 Intertaments »
 Animal And Behaviour »
 Healt
 Announcement »
 Uncategorized

Home » » APLIKASI MIKROBIOLOGI DALAM BERBAGAI BIDANG

APLIKASI MIKROBIOLOGI DALAM BERBAGAI BIDANG

By mumu didi3:08 AMNo comments


BAB I. PENGANTAR

Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang mikrobia.


Mikrobiologi dapat diaplikasikan pada berbagai bidang, yaitu bidang pertanian dan
lingkungan, pangan dan industri, kesehatan, dan bioteknologi. Di alam ini ada banyak sekali
bakteri. Bakteri-bakteri yang terdapat di alam tidak semuanya merugikan atau bahkan
berbahaya, justru sebagian besar tidak bersifat patogenik dan berperan sangat besar bagi
kehidupan di dunia ini.
Salah satu kajian bidang mikrobiologi adalah bagaimana mikroorganisme dapat
bekerja dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan umat manusia. Penggunaan
mikroorganisme dapat diterapkan dalam bebagai bidang kehidupan, seperti: bidang pertanian
untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian; bidang makanan dan industri untuk
menghasilkan produk makanan alternatif yang kaya dengan gizi serta dapat membatasi
kerusakan bahan pangan dan hasil olahan makanan. Dalam bidang kesehatan penggunaan
mikroorganisme dapat mengetahui lebih dalam tentang penyakit infeksi, penyebarannya serta
cara pengobatannya dengan berbagai cara seperti pemberian antibiotika. Dalam bidang
bioteknologi penggunaan mikroorganisme diaplikasikan dalam pemulihan dan remediasi
lingkungan yang tercemar.
Makalah ini akan membahas tentang aplikasi mikrobiologi dalam bidang pertanian
dan lingkungan yang membahas tentang biopestisida dan biofertilizer, pangan dan industri
yang membahas tentang penggunaan mikroba dalam produksi makanan dan industri
pembuatan bir, wine, dan spirit, kesehatan yang membahas tentang pembuatan antibiotik,
vaksin dan hormon insulin, dan bioteknologi yang membahas peran mikroorganisme dalam
rekayasa genetika dan pembersihan lingkungan.

BAB II. PEMBAHASAN

A. Bidang Pertanian dan Lingkungan


Di bidang pertanian, banyak mirobia yang dimanfaatkan dan berhubungan timbal
balik dengan tanaman. Di bidang lingkungan, mikrobia biasanya dimanfaatkan dalam proses
pembuatan kompos, penjagaan kualitas air agar tetap bersih dan sehat untuk diminum dan
digunakan sehari-hari, maupun secara alami merombak jasad mati di sekitarnya. Contohnya
saja, untuk meningkatkan produktivitas dan tetap menjaga kualitas hasil pertanian kini
banyak orang mulai menggunakan biopestisida dan biofertilizer.
Biopestisida ini berasal dari agen hayati yang ramah lingkungan dan aman bagi
kesehatan. Biopestisida biasanya bekerja secara antagonis spesifik terhadap hama dan
penyakit yang menyerang tanaman pertanian. Oleh karena sifatnya yang antagonis spesifik,
biopestisida hanya menyerang hama dan penyakit target sehingga tidak membahayakan
tanaman pertanian dan manusia yang memakan produk pertanian itu. Biopestisida dapat
berupa biofungisida dan bioinsektisida. Salah satu contoh biofungisida yang digunakan di
Indonesia yaitu pemanfaatan Trichoderma harzianum. Mikroba yang dapat mengendalikan
hama tanaman antara lain yaitu Bacillus thurigiensis (BT).
Trichoderma harzianum dapat menjadi hiperparasit pada beberapa spesies jamur
penyebab penyakit tanaman (Gambar 2.1.). Cara kerja agen pengendali hayati yang bersifat
antagonis dalam menekan populasi atau aktifitas pathogen tumbuhan dapat berupa kompetisi,
hiperparasitisme dan antibiosis. Jamur Trichoderma harzianum bekerja dengan memproduksi
senyawa racun berupa trichodermin, trichodermol dan chrysophanol yang dapat
menyebabkan lisis pada hifa jamur lain. Kelebihan lain dari T. harzianum adalah mampu
membentuk koloni dengan sangat cepat di daerah perakaran tanaman (rhizosfer) sehingga
seperti mantel yang melindungi akar tanaman dari serangan jamur penyakit, mempercepat
pertumbuhan tanaman, dan meningkatkan hasil produksi tanaman.
Gambar 2.1. Trichodema harzianum menginfeksi jamur parasit yang lain
Bacillus thuringiensis bekerja sebagai bioinsektisida dengan cara mengeluarkan racun
di saluran pencernaan serangga (Gambar 2.2).

Gambar 2.2. Proses kerja Bacillus thuringiensis sebagai bioinsektisida


Pemanfaatan mikroba tanah untuk meningkatkan dan mempertahankan kesuburan
tanah dalam sistem pertanian sangat penting. Beberapa mikroba tanah seperti Rhizobium,
Azospirillum dan Azotobacter, bakteri pelarut fosfat, ektomikoriza, dan endomikoriza dapat
dimanfaatkan sebagai biofertizer pada pertanian organik. Bioferlizer berfungsi antara lain
untuk membantu penyediaan dan mempermudah penyerapan hara bagi tanaman, membantu
dekomposisi bahan organik, menyediakan lingkungan rhizosfer yang lebih baik sehingga
pertumbuhan dan produksi tanaman akan meningkat. Oleh karena itu, sekarang banyak
dikembangkan pemupukan tanaman menggunakan biofertilizer. Salah satubiofertilizer yang
akan dibahas di sini adalah Rhizobium dan Azospirillum.
Bakteri Rhizobium adalah salah satu contoh kelompok bakteri yang berkemampuan
sebagai penyedia hara bagi tanaman yang bekerja dengan cara menambat N bebas dari udara.
Dalam bekerja, Rhizobium bersimbiosis dengan akar tanaman legum dan membentuk bintil-
bintil pada akar. Azospirillum mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai
pupuk hayati. Bakteri ini banyak dijumpai berasosiasi dengen tanaman jenis rerumputan,
termasuk beberapa jenis serealia, jagung, cantel, dan gandum. Infeksi yang disebabkan oleh
bakteri ini tidak menyebabkan perubahan morfologi perakaran, meningkatkan jumlah akar
rambut, menyebabakan percabangan akar lebih berperan dalam penyerapan hara. Keuntungan
lain dari bakteri ini, bahwa apabila saat berasosiasi dengan perakaran tidak dapat menambat
nitrogen, maka pengaruhnya adalah meningkatkan penyerapan nitrogen yang ada di dalam
tanah.
B. Aplikasi Mikrobia dalam Bidang Pangan dan Industri
Pertumbuhan populasi manusia yang pesat dimana dalam 40 tahun terakhir mencapai 2
kali lipat dari sebelumnya, mengharuskan tersedianya pemenuhan kebutuhan dasar pangan
manusia dalam jumlah besar. Hasil murni pertanian, peternakan, ataupun perkebunan, dirasa
tidak mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizi manusia. Pengembangan dari teknologi pangan
tepat guna adalah salah satu cara untuk mengatasi problematika di atas. Dalam hal ini peran
mikrobia yang terkaji dalam lingkup mikrobiologi menjadi sangat penting mengingat abilitas
fermentasinya untuk mengubah bahan makanan biasa menjadi bahan pangan yang sarat
nutrisi. Berikut akan dijelaskan keterkaitan antara pengembangan produksi makanan dan
minuman dengan mikrobia yang menguntungkan pada ranah Industri.
B.1. Produksi Makanan
Penggunaan mikrobia dalam dunia pangan antara lain tampak dalam produksi: roti,
olahan susu, cuka, sauerkraut, olahan kedelai, dll. Tabel 3.1 menunjukkan produk yang
dihasilkan menggunakan bantuan mikroba, beserta jenis mikrobanya.
Tabel 2.1. Beberapa Hasil Produk Fermentasi Beserta Mikrobia

No. Produk Fermentor Produksi


1 Roti Ragi, Saccharomyces Fermentasi pada suhu ± 25OC dalam
cerevisiae beberapa jam, ragi menghasilkan sedikit
alcohol dan banyak CO2. CO2 membuat roti
mengembang.
2 Yogurt Streptococcus Biasa disebut krim asam. Asam laktat 2-3%
thermophilus, yang dihasilkan pada proses fermentasi
menyebabkan susu mengental.
Lactobacillus bulcaricus
3 Keju Brevibacterium linens, Bl dan Pc mengeluarkan enzim proteolitik,
Penicillium camemberti, sedang Lipase pada Pr melepaskan asam
lemak berantai pendek seperti butirat,
Penicillium roquerforti, kaproat, dan kaprilat yang membuat variasi
Propionibacterium sp. rasa pada keju. Propionibacterium
dll. memproduksi asam propionat, asam asetat,
dan CO2, membuat tekstur keju berlubang-
lubang (keju swiss).
4 Cuka Acetobacter aceti Mengandung 4% asam asetat.
5 Sauerkraut dan Lactobacillus sp., Asinan kubis dan mentimun. Dibutuhkan
Pickles Leuconostoc dalam pengawetan makanan.
mesenteroides
6 Tempe Rhizopus oryzae, Hifa jamur melakukan penetrasi ke dalam
Rhizopus olygosporus. biji untukselanjutnya terjadi fermentasi
tempe. Nutrisi tempe lebih tinggi daripada
kedelai biasa.
7 Kecap Aspergilus oryzae, Aspergilus oryzae memfermentasi zat
Pediococcus soyae, tepung menjadi glukosa. Glukosa diubah
menjadi asam dan alcohol oleh mikrobia
Torulopsis sp., Aspergilus lainnya.
rouxii
B.2. Industri Bir, Wine, dan Spirit
Secara umum, minuman keras seperti bir, wine, whiskey, dll dibuat dari fermentasi biji
atau buah. Wine terbuat dari anggur, bir dari biji-bijian sereal, misalnya barley. Agen
fermentasinya adalah Saccharomyces sp. Setelah proses fermentasi selesai dan dihasilkan
berbagai macam jenis alcohol, maka bir didistilasi untuk memisahkan antara alcohol dengan
materi lain yang tidak dipergunakan.
Gambar 2.3. Proses Fermentasi Bir.
Sumber : Jacquelyn G Black. Microbiology: Principles and Exploration 8th
Edition

B.2. Industri Penting Lainnya


Ruang lingkup mikrobiologi dalam bidang industri memang sangat luas.
Mikroorganisme dapat digunakan sebagai agen sebagai agen pemroduksi bahan-bahan
berguna bagi manusia seperti bahan bakar (biofuels), bahkan digunakan sebagai pengekstrak
logam dan mineral seperti tembaga, besi, uranium, arsenic, timah, seng, kobalt, dan nikel.
C. Bidang Kesehatan
C.1. Antibiotik
Antibiotika adalah suatu zat yang dihasilkan oleh organisme tertentu dan berfungsi untuk
menghambat pertumbuhan organisme lain yang ada di sekitarnya. Antibiotika dapat diperoleh
dari jamur atau bakteri yang diproses dengan cara tertentu. Pembuatan antibiotik dilakukan
dengan fermentasi.

Proses fermentasi penisilin didahului oleh tahapan seleksi strain Penicillium


chrysogenum pada media agar dan perbanyakan. Penicillium chrysogenum yang dihasilkan
dapat mencapai konversi yield maksimum sebesar 13 – 29 %. Hasil tersebut difermentasi ke
dalam fermentol pada suasana asam (pH 5,5). Selama proses fermentasi berlangsung
dilakukan pengadukan, sementara udara steril dikeluarkan kedalam fermentol. Temperatur
operasi dijaga konstan selama fermentasi penisilin berlangsung dengan cara mensirkulasikan
air pendingin. Kapang aerobik dibiarkan tumbuh selama 5 – 6 hari saat gas CO2 mulai
terbentuk. Ketika penisilin ini dihasilkan jumlahnya telah maksimum, maka cairan hasil
fermentasi tersebut didinginkan hingga 28oF (2oC), dan dimasukkan kedalam rotari vacum
filter untuk memisahkan miselia dan penisilin. Miselia akan dibuang, sehingga diperoleh
filtrat berupa cairan jernih yang mengandung penisilin. Tahap ekstraksi dan Kristalisasi
dilakukan untuk mendapatkan penisilin yang siap dikonsumsi. Jamur Penicillium notatum
dan Penicillium crysogenum mengeluarkan zat penisilin yang dapat mematikan bakteri yang
hidup disekitarnya. Karena kemampuannya zat penisilin dibuat sebagai antibiotik.

C.2. Vaksin
Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif
terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh
organisme lain. Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga
tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil
pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb). Vaksin akan mempersiapkan
sistem kekebalan manusia atau hewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu,
terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk
melawan sel-sel degeneratif (kanker).
Contoh vaksin yang mudah dikembangkan adalah pembuatan virus polio inaktif.
Mikroorganisme yang digunakan adalah Poliovirus yang merupakan virus RNA kecil yang
terdiri atas tiga strain berbeda. Proses produksi vaksin inaktif polio secara umum melalui
penyiapan medium (sel vero) untuk pengembangbiakan virus, penanaman atau inokulasi
virus, pemanenan virus, pemurnian virus dan inaktivasi virus.
Gambar 2.4. Proses Pembuatan Vaksin
C.3. Hormon Insulin
Rekayasa DNA dapat digunakan untuk memproduksi hormon. Hormon-hormon yang
telah diproduksi, misalnya insulin, hormon pertumbuhan, kortison, dan testosteron.
Contohnya adalah hormon insulin manusia yang dihasilkan dengan bantuan Escherechia coli.
Produksi insulin dapat dilakukan dengan cara mentransplantasikan gen-gen pengendali
hormon tersebut ke plasmid bakteri. Keberhasilan memindahkan gen insulin manusia ke
dalam bakteri sudah dapat diperoleh, yaitu melalui bakteri-bakteri yang tumbuh dengan
metode fermentasi. Teknik Plasmid bertujuan untuk membuat hormone dan antibodi. Misal
untuk membuat hormon insulin dengan teknik plasmid. Gen atau DNA dipotong dengan
Enzim Endonuklease Restriksi Gen atau DNA disambung dengan Enzim Ligase.
Langkah dalam pembuatan insulin yaitu mengisolasi plasmid dari E. coli. Plasmid
merupakan salah satu bahan genetik bakteri yang berupa untaian DNA berbentuk lingkaran
kecil. Pemotongan segmen plasmid menggunakan enzim restriksi endonuklease, sementara
itu DNA yang di isolasi dari sel pankreas dipotong pada suatu segmen untuk mengambil
segmen pengkode insulin. Pemotongan dilakukan dengan enzim yang sama. DNA kode
insulin tersebut disambungkan pada plasmid menggunakan bantuan enzim DNA ligase.
Hasilnya adalah kombinasi DNA kode insulin dengan plasmid bakteri yang disebut DNA
rekombinan. DNA rekombinan yang terbentuk disisipkan kembali ke sel bakteri. Bakteri E.
coli berkembangbiak, maka akan dihasilkan koloni bakteri yang memiliki DNA rekombinan.
Setelah tumbuh membentuk koloni, bakteri yang mengandung DNA rekombinan
diidentifikasi menggunakan probe. Probe adalah rantai RNA atau rantai tunggal DNA yang
diberi label bahan radioaktif atau bahan fluorescent dan dapat berpasangan dengan basa
nitrogen tertentu dari DNA rekombinan. Pada langkah pembuatan insulin ini probe yang
digunakan adalah ARNd dari gen pengkode insulin pankreas manusia. Memilih koloni
bakteri mana yang mengandung DNA rekombinan, caranya adalah menempatkan bakteri
pada kertas filter lalu disinari dengan ultraviolet. Bakteri yang memiliki DNA rekombinan
dan telah diberi probe akan tampak bersinar. Bakteri yang bersinar inilah yang kemudian
diisolasi untuk membuat strain murni DNA rekombinan. Dalam metabolismenya, bakteri ini
akan memproduksi hormon insulin.

Gambar 2.5. Proses Pembuatan Insulin


D. Bidang Bioteknologi
Bioteknologi merupakan ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip biologi yang
memanfaatkan jasad hidup untuk meningkatkan potensi makhluk agar menghasilkan
produk dan jasa yang bermanfaat. Penerapan bioteknologi biasanya menggunakan
mikroorganisme. Mikroorganisme memiliki peranan yang sangat penting dalam
pengembangan bioteknologi di berbagai bidang kehidupan.
Aplikasi mikroorganisme dalam bioteknologi diantaranya sebagai berikut:
D.1. Rekayasa Genetika
Rekayasa Genetika merupakan teknik biologi modern saat ini. Rekayasa genetika
melibatkan pemindahan gen atau lebih dikenal dengan Transgen, yaitu menyisipkan/
mengintroduksikan gen asing yang ada pada organisme tertentu kedalam organisme lain
sehingga mampu mengekspresikan gen asing tersebut.
 Transgenik pada Tumbuhan
Berbagai peneliti dari ilmuwan pertanian sekarang mampu memberikan gen-gen
pengkode sifat-sifat yang bermanfaat pada sejumlah tanaman pangan, misalnya sifat
penundaan pematangan buah peningkatan nilai gizi serta resistensi terhadap pembusukan dan
penyakit. Gen ini dapat ditransfer dari tumbuhan yang lain dengan menggunakan sebuah
vector ( pembawa DNA) berupa plasmid.
Vektor yang paling umum digunakan untuk mengintroduksikan tanaman adalah sebuah
plasmid, disebut plasmid Ti ( Ti plasmid) dari bakteri tanah Agrobacterium tumefaciens.
Plasmid ini mengintegrasikan salah satu DNA nya, dikenal dengan DNA T, kedalam DNA
kromosom sel tanaman inangnya. Plasmid Ti rekombinan ini selanjutnya diintroduksikan
kedalam kultur sel melalui metode elektroporasi, yaitu sel tanaman yang akan menerima gen
asing harus mengalami pelepasan dinding sel hingga menjadi protoplas (sel yang
kehilangan dinding sel. Selanjutnya sel diberi kejutan listrik dengan voltase tinggi untuk
membuka pori-pori membran sel tanaman sehingga DNA asing dapat masuk ke dalam sel
dan bersatu (terintegrasi) dengan DNA kromosom tanaman.
Kemudian, dilakukan proses pengembalian dinding sel tanaman. atau dikembalikan pada
Agrobacterium yang kemudian diberikan sebagai suspensi cair untuk menginfeksi suatu
tanaman yang dikehendaki atau pada sel- sel tanaman yang dikultur. Begitu plasmid diambil
oleh sel tanaman, DNA T nya berintegrasi kedalam DNA kromosom sel . Hasil akan
menunjukkan bahwa sel-sel yang telah tertransformasi pembawa transgen yang dikehendaki
dapat meregenerasi tanaman utuh yang menunjukkan sifat baru yang diberikan oleh transgen.
Gambar 2.6. Proses Pemanfaatan Mikroba dalam Rekayasa Genetika
 Budidaya Hewan
Teknologi DNA memungkinkan ilmuwan menghasilkan hewan transgenic yang
mempercepat proses pembiakan selektif. Tujuannya menciptakan hewan transgenic yang
sama dengan tujuan pembiakan tradisional, misalnya dengan membuat bulu domba dengan
kualitas wol yang lebih baik, sapi yang dewasa dalam jumlah singkat.
D.2. Pembersihan Lingkungan
Para ahli bioteknologi mampu mentansfer gen gen pengkode protein kemampuan
metabolisme yang berharga dari suatu mikrobia tertentu kedalam mikroorganisme lain,
yang digunakan untuk mengatasi masalah lingkungan.
Saat ini banyak bakteri yang mampu mengekstraksi logam berat seperti tembaga
timbel, dan nikel dari lingkungan yang menggabungkan logam-logam itu menjadi senyawa
tembaga sulfat atau timbel sulfat. Mikroba yang direkayasa genetic bisa menjadi penting
dalam penambangan mineral maupun pembersihan limbah pertambangan yang kaya toksik,
karena kemampuannya dalam mendegradadi hidrokarbon dan senyawa kimia lainnya.
Sehingga dapat digunakan di pusat limbah cair atau mengolah limbah sebelum dilepas ke
lingkungan. Salah satu mikroba yang berperan dalam mengekstraksi logam berat: Nitrobacter
sp
Biofuel atau bahan bakar hayati dari tanaman pangan seperti jagung , kedelai dan
singkong. Dalam teknik ini tidak ada rekayasa genetika yang terlibat akan tetapi Untuk
menghasilkan etanol, pati yang dibuat secara alamiah oleh tumbuhan diubah menjadi gula
yang kemudian difermentasikan oleh mikroorganisme. Proses ini mampu menghasilkan
bahan bakar yang ramah lingkungan.

BAB III. PENUTUP


SIMPULAN
1. Aplikasi mikrobiologi dalam bidang pertanian dan lingkungan yaitu biopestisida dengan
memanfaatkan Trichoderma harzianum sebagai agen pengendali hayati untuk menekan
penyakit layu pada tanaman dan Bacillus thuringiensis sebagai insektisida.
2. Aplikasi mikrobiologi dalam bidang pangan dan industri dengan memanfaatkan bebagai
macam mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae, Streptococcus thermophilus,
Lactobacillus bulcaricus, Brevibacterium linens, Penicillium camemberti, Penicillium
roquerforti, Propionibacterium sp, Acetobacter aceti, Lactobacillus sp., Leuconostoc
mesenteroides, Rhizopus oryzae, Rhizopus olygosporus, Aspergilus oryzae, Pediococcus
soyae, Torulopsis sp., Aspergilus rouxii melalui fermentasi.
3. Aplikasi mikrobiologi dalam bidang kesehatan dengan memanfaatkan Penicillium
chrysogenum untuk pembuatan antibiotik, virus dalam pembuatan vaksin, dan plasmid
bakteri untuk pembuatan hormon insulin.
4. Aplikasi mikrobiologi dalam bioteknologi dengan memanfaatkan plasmid TI dari
Agrobacterium tumifaciens untuk rekayasa genetika dan Nitrobacterium sp. dalam
pembersihan lingkungan.

Daftar Pustaka

Black, Jacquelyn G. 2012. Microbiology: Principles and Exploration 8th Edition. USA : John Wiley
& Sons, Inc.
Prasetyo, Budi. 2011. Peranan Bakteri dibidang Pertanian.
http://adsberbagi.blogspot.com/2011/12/peranan-bakteri-di-bidang-pertanian.html. Diakses
tanggal 16 September 2012.
Prihatini, T., A. Kenjtanasari, dan Subowo. 1996. Pemanfaatan Biofertilizer untuk Peningkatan
Produktivitas Lahan Pertanian. Jurnal Litbang Pertanian XV (1).
Campbell. Biologi Edisi Kedelapan. Jilid 1 . 2010. Jakarta: Erlangga.
Abbas AK, Lichtman AH. Antibodies and antigens. In: Schmitt WR, Krehling H, editors. Cellular
and molecular immunology. 5th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2005. p. 43-64.

Riswahyudi, A. H. & Syahrudin, Elisna. 2011. Mikrobiologi Kesehatan. Departemen Pulmonologi


dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI-RS Persahabatan, Jakarta.
http://www.klikpdpi.com/jurnal.

Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Related Posts:

 Three Minute Thesis (3MT) Three minutes may not seem like much time
to explain an 80,000 word PhD thesis that has taken years to research and develop,
but that’s exactly what … Read More

 SEQUENCING. . .: metode untuk memahami kehidupan Sekuencing


adalah metode yang digunakan untuk menentukan urutan nukleotida pada sekuen
atau untaian DNA. Meskipun penemuan struktur DNA dobel helix… Read More

 slow motion cat.… Read More

 Amazing: Indonesia has a long chrowing Chicken without pause, until 23


seconds Pelung chicken is a native chicken from Cianjur, a type of chicken native to
Indonesia with three genetic trait. The first is voice crowed long until… Read More

 Sequensing DNA secara otomatis Sequencing DNA secara otomatis


menggunakan flurosense sebagai reporter. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh
Leroy Hood pada tahun 1986, yang m… Read More

← Newer Post Older Post → Home

0 comments:

Post a Comment
Search

 Popular
 Tags
 Blog Archives

Amazing: Indonesia has a long chrowing Chicken without pause, until 23 seconds

Pelung chicken is a native chicken from Cianjur, a type of chicken native to Indonesia
with three genetic trait. The first is voice crowed ...

Gunung Padang, Indonesia, the oldest pyramid on the earth?

Frank Joseph: “The first archaeological survey of Gunung Padang appears in a


“Report, the Department of Antiquities” (Rapporten van de O...

SEQUENCING. . .: metode untuk memahami kehidupan

Sekuencing adalah metode yang digunakan untuk menentukan urutan nukleotida


pada sekuen atau untaian DNA. Meskipun penemuan struktur DNA d...

Three Minute Thesis (3MT)

Three minutes may not seem like much time to explain an 80,000 word PhD thesis
that has taken years to research and develop, but that’s exa...


APLIKASI MIKROBIOLOGI DALAM BERBAGAI BIDANG

BAB I. PENGANTAR Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu


tentang mikrobia. Mikrobiologi dapat diaplikasikan pada berb...

Sequensing DNA secara otomatis

Sequencing DNA secara otomatis menggunakan flurosense sebagai reporter . Metode


ini pertama kali diperkenalkan oleh Leroy Hood pada tahun 1...

G Protein-Coupled Receptors: Structural Dynamics and Functional Implications


(Penerima Nobel 2012 bidang biochemistery, 10 okt 2012)

BAB I PENDAHULUAN Ilmu pengetahuan tentang biologi molekuler


mengalami perkembangan yang sangat pesat, hanya kurang ...

How Fast Your Cat ????????

The domestic cat is a small, usually furry, domesticated, and carnivorous mammal.
They are often called housecats when kept as an indoor p...

MITOKONDRIA DAN PENUAAN (mitochondria and aging)

A. STRUKTUR MITOKONDRIA Mitokondria merupakan organel yang berbentuk


lonjong, berukuran 0,5-1 μ m. Mitokondria memiliki 2 lapis membra...


Nice Cat Expression

in every expression its look cute, Rigt!!!

Powered by Blogger.

About Me

mumu didi
View my complete profile

Blog Archive
 ▼ 2015 (14)
o ▼ June (14)
 happy monkey family: parents protect theirs childr...
 LOGO STIKES PERINTIS TRANSPARAN
 slow motion cat.
 Three Minute Thesis (3MT)
 Sequensing DNA secara otomatis
 Amazing: Indonesia has a long chrowing Chicken wit...
 SEQUENCING. . .: metode untuk memahami kehidupan
 Nice Cat Expression
 How Fast Your Cat ????????
 APLIKASI MIKROBIOLOGI DALAM BERBAGAI BIDANG
 Gunung Padang, Indonesia, the oldest pyramid on t...
 SEL DEWASA DAPAT DIJADIKAN BERSIFAT PLURIPOTENT
(R...
 MITOKONDRIA DAN PENUAAN (mitochondria and aging)
 G Protein-Coupled Receptors: Structural Dynamics a...

Recent Posts
Text Widget
Download

 Wikipedia
Text Widget
 Labels
o cat
o evolusi
o logo

Copyright © 2015 mucelee | Powered by Blogger


Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com
NewBloggerThemes.com