You are on page 1of 2

ABSTRAK

Notaris sebagai pejabat umum kepadanya dituntut tanggung jawab terhadap akta
yang dibuatnya. Apabila akta yang dibuatnya ternyata di belakang hari mengandung cacat
hukum maka hal ini perlu dipertanyakan, apakah akta ini merupakan kesalahan Notaris atau
kesalahan para pihak yang tidak memberikan dokumen atau keterangan yang sebenarnya
dalam pembuatan akta tersebut. Semua kegiatan yang dilakukan oleh Notaris khususnya
dalam membuat akta akan selalu dimintakan pertanggungjawaban.
Apabila akibat kelalaian atau kesalahan Notaris dalam membuat akta dapat
dibuktikan maka kepada Notaris yang bersangkutan dapat dimintakan pertanggungjawaban
baik secara pidana (Pasal 66 UUJN) maupun perdata (Pasal 84 UUJN). Oleh karena itu guna
melindungi dirinya, sikap kewaspadaan dan kehati-hatian sangat dituntut dari seorang
Notaris. Namun demikian, dalam prakteknya tidak sedikit Notaris yang mengalami masalah
sehubungan dengan akta yang telah dibuatnya dinyatakan batal demi hukum oleh putusan
pengadilan sebagai akibat ditemukannya cacat hukum dalam pembuatannya misalnya
ternyata dokumen yang diberikan salah satu pihak tidak benar.
Jenis penelitian tesis ini adalah penelitian normatif, dengan metode pendekatan
penelitian yuridis normatif, artinya penelitian ini cenderung menggunakan bahan hukum
primer dan bahan hukum sekunder. Sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis. Analisis data
dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Selanjutnya dilakukan
evaluasi dan analisis secara kualitatif untuk membahas permasalahan berdasarkan peraturan
perundangan dengan metode deduktif. Uraian hasil analisis dideskripsikan secara kualitatif
dengan menggunakan interpretasi dan logika hukum sehingga memperoleh gambaran baru
atau menguatkan suatu gambaran yang sudah ada untuk menjawab permasalahan dan
membuat kesimpulan serta saran yang bermanfaat.
Faktor-faktor yang menjadi penyebab suatu akta menjadi batal atau dapat dibatalkan
oleh putusan pengadilan adalah dengan tidak dipenuhinya syarat materil maupun syarat
formil dalam suatu akta yaitu syarat subjektif dan syarat objektif perjanjian sebagaimana
yang diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Apabila terjadi cacat
hukum dalam suatu akta Notaris tersebut dapat ditolak sebagai alat bukti dalam suatu proses
peradilan.
Tanggung jawab Notaris apabila terbukti secara pidana telah melanggar ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku maka Notaris dapat dijatuhi hukuman pidana
dan akta tersebut dapat menjadi batal apabila ada upaya untuk membatalkan akta tersebut
melalui proses peradilan perdata di pengadilan dan apabila dalam persidangan perdata
Notaris terbukti salah maka Notaris tersebut diwajibkan memberikan ganti rugi, biaya, dan
bunga kepada para pihak yang menderita kerugian.
Putusan pengadilan negeri yang telah berkekuatan hukum tetap dimana isi
putusannya telah menjadikan akta yang dibuat Notaris batal demi hukum atau tidak
mempunyai kekuatan hukum, dapat dimintakan pembatalannya dengan mengajukan gugatan
ke Pengadilan Tata Usaha Negara untuk membatalkan akta tersebut sesuai dengan
kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang No. 9
Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan
Tata Usaha Negara.

Kata Kunci : Akta Otentik, Tanggung Jawab Notaris, Pembatalan Akta.

Universitas Sumatera Utara


ABSTRACT

A notary as a public official has to be responsible for the deeds he has made.
If it is found out that the deeds are legally defective, the problem which will arise is
that whether it is because of the notary’s fault, or probably because of the clients’
error by giving the wrong documents or information in the process of making the
deeds. All activities done by the notary in making the deeds will be the notary’s
responsibility.
If the notary’s negligence and error in making the deeds can be proved, he
will be charged guilty with a criminal act (Article 66 of UUJN) or with civil act
(Article 84 of UUJN). Therefore, in order to protect himself from being charged
guilty, he has to be on the alert and cautious. In practice, however, many notaries
experience such problems that the deeds he has made are canceled by the Court’s
ruling since it is found out that they are legally deficient; for instance, one of the
documents is false.
The type of the research was a normative study with judicial normative
method. It meant that this research tended to use the primary and secondary legal
materials. The nature of this research was descriptive analytic. The data were
obtained by collecting the primary and secondary data and evaluated and analyzed
qualitatively. The problems discussed were based on legal provisions with deductive
method. The results of the analysis were described qualitatively by using legal
interpretation and logic so that a new description was obtained or strengthened in
order to answer and to draw the conclusions and worthwhile suggestions.
Some factors which cause a deed to be canceled or abrogated by the Court’s
ruling are the absence of legal materials or formal requirements in a deed; namely,
the subjective and the objective requirements of an agreement as it is stipulated in
Article 1320 of the Civil Code. If there is a legal deficiency in a notarial deed, it can
be dismissed as evidence in a court’s hearing. If it has been proven that the notary
violates legal provisions, he can be imposed to prison and the deed can be canceled if
there is an effort to cancel it through the process in the Civil Court. If in the civil
Court’s hearing the notary is charged guilty, he has to give compensation, cost, and
interest to the parties who have suffered financial loss.
The District Court’s ruling which has final and conclusive states that the notarial
deed is legally canceled and does have any legal force, can be asked for the
cancellation by filing a complaint to the State Administrative Court to cancel the deed
which is in line with the authority of the State Administrative Court, based on Article
53 of Law No. 9/2004 on the amendment of Law No.5/1986 on State Administrative
Court.

Keywords: Authentic Deed, Notary’s Responsibility, Cancellation of Deed

ii

Universitas Sumatera Utara