You are on page 1of 9

Intervensi dan evaluasi

1. Interverensi Dan Evaluasi tentang mukosa mulut


a. Interverensi
Perencanaan
No. Diagnosa
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji tingkat nyeri pada
keperawatan selama 3x24 jam, nyeri pasien
2. Berikan makanan yang tidak
pada klien dapat berkurang atau hilang
merangsang, seperti makanan
dengan kriteria hasil:
yang mengandung zat kimia
1. Hilangnya rasa sakit dan perih di
3. Hindari makanan yang
mukosa mulu
terlalu panas dan terlalu
2. Lesi berkurang dan berangsur
dingin
sembuh
4. Hindari pasta gigi yang
3. Membran mukosa oral lembab
4. Tidak bengkak dan hiperemi merangsang timbulnya nyeri
5. Suhu badan normal 5. Hindari luka pada mulut saat
1
menggosok gigi atau saat
menggigit makan
6. Anjurkan klien untuk
memperbanyak
mengkonsumsi buah buah
dan sayuran terutama vitamin
B12, Vitamin C dan zat Besi
7. Lakukan elaborasi
pemberian analgesik dan
kortikosteroid
Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji pemenuhan nutrisi
keperawatan selama 3x24 jam, nyeri klien, pola makan dan jumlah
pada klien dapat berkurang atau hilang kalori yang didapat.
2. Ukur berat badan dan tinggi
dengan kriteria hasil:
badan klien.
6. Hilangnya rasa sakit dan perih di
2 3. Kolaborasi dengan ahli gizi
mukosa mulu
dalam memenuhi kebutuhan
7. Lesi berkurang dan berangsur
nutrisi klien.
sembuh
4. Berikan pengetahuan nutrisi
8. Membran mukosa oral lembab
9. Tidak bengkak dan hiperemi kepeda keluarga klien
10. Suhu badan normal
Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1. Identifikasi faktor resiko
3x24 jam klien terbebas dari resiko gangguan pola eleminasi
2. Auskultasi abdomen
konstipasi.
meliputi jumlah dan lokasi
Kriteria hasil:
bising usus
1. Menunjukkan pola eliminasi yang
3. Evaluasi diet dan pemenuhan
teratur
cairan klien.
3 2. Menunjukkan perubahan perilaku,
4. Instruksikan konsumsi serat
pola makan teratur
yang cukup
5. Anjurkan meningkatkan
b. Evaluasi
No. Diagnosa Evaluasi
S: klien mengatakan bahwa, nyeri yang di rasakan sudah agak mendingan.
O: terlihat pada bibir klien sudah tidak terdapat lesi.
1
A: Masalah nyeri teratasi
P: tindakan di hentikan
S: keluarga klien mengatakan klien makan dengan baik
O: BB= 20 kg TB=120 cm
2
A: masalah teratasi
P: hentikan tindakan keperawatan
S: keluarga klien mengatakan klien BAB setiap pagi
O: intake cairan klien= 1500 ml/hari
3
A: masalah teratasi
P: tindakan keperawatan dihentikan
S: klien mengatakan bahwa, saya ketika makan sudah agak enakan
O: terlihat luka pada permukaan mulut klien sudah tidak ada
4
A: Masalah integritas kulit teratasi
P: tindakan dihentikan
S: klien mengatakan bahwa, saya sudah bisa tidur dengan tenang dan
nyaman
5 O: terlihat pasien tertidur pulas di ruang perawatan
A: Masalah pola tidur teratasi
P: tindakan di hentikan
S: Klien mengatakan tidak merasa nyerinya sudah hilang.
O: terlihat uji tes labnya tidak adanya bakteri dan virus
6
A: Masalah Resiko infeksi teratasi
P: tindakan dihentikan
S: Klien mengatakan nafsu makannya sudah kembali seperti sedia kala.
O: pasien sudah menghabiskan makanan yang telah di berikan perawat
7 A: Masalah resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
teratasi
P: tindakan dihentikan
S: keluarga mengatakan pasien sudah mau berbicara dengan temannya lagi
O: bau mulut sudah tidak tercium lagi ketika pasien berbicara
8 A: gangguan konsep diri berhubungan dengan citra dan harga diri menurun
akibat bau mulut teratasi
P: asuhan keperawatan dihentikan
S: keluarga mengatakan pasien telah dapat merawat dirinya sendiri, seperti
berpakaian, dan menyikat giginya
9 O: pasien nampak dapat beraktivitas seperti semula, dan tidak lemah
A: defisit perawatan diri teratasi
P: asuhan keperawatan dihentikan
S: Klien mengatakan sejak saya sakit ibu semakin perhatian
2. Interverensi dan evaluasi tentang integritas kulit
a. interverensi

No
. Tujuan dan KH Intervensi Rasional
Dx
1. Setelah Dilakukan 1. pantau tanda kekurangan 1. Menentukan
Tindakan Keperawatan cairan intervensi
2. observasi/catat hasil intake
2x24 Jam dengan Tujuan selanjutnya
output cairan 2. Mengetahui
volume cairan
3. anjurkan klien untuk banyak
keseimbangan
danelektrolit dalam tubuh
minum
cairan
seimbang (kurangnya 4. jelaskan pada ibu tanda
3. Mengurangi
cairan dan elektrolit kekurangan cairan
kehilangan cairan
5. berikan terapi sesuai advis :
terpenuhi) 4. Meningkatkan
Infus RL 15 tpm
Dengan KH : partisipasi dalam
- Turgor kulit cepat
perawatan
kembali. 5. mengganti cairan
- Mata kembali normal
yang keluar dan
- Membran mukosa
mengatasi diare
basah
- Intake output
seimbang

2 Setelah dilakukan 1. Teliti keluhan nyeri, cacat 1. Identifikasi


tindakan keperawatan intensitasnya (dengan skala0- karakteristik nyeri
2x24 jam dengan 10). & factor yang
2. Anjurkan klien untuk
Tujuan : rasa nyaman berhubungan
menghindari allergen
terpenuhi, klien terbebas merupakan suatu
3. Lakukan kompres hangat
dari distensi abdomen hal yang amat
pada daerah perut
dengan KH : 4. Kolaborasi penting untuk
Berikan obat sesuai indikasi
- Klien tidak memilih intervensi
Steroid oral, IV, & inhalasi
menyeringai kesakitan. Analgesik : injeksi novalgin 3x1 yang cocok &
- Klien mengungkapkan
amp (500mg/ml) untuk
verbal (-) Antasida dan ulkus : injeksi
mengevaluasi ke
- Wajah rileks
ulsikur 3x1 amp (200mg/ 2ml)
- Skala nyeri 0-3 efektifan dari terapi
yang diberikan.
2. Mengurangi
bertambah beratnya
penyakit.
3. Dengan kompres
hangat, distensi
abdomen akan
mengalami
relaksasi, pada
kasus peradangan
akut/peritonitis
akan menyebabkan
penyebaran
infeksi.
4. Kortikosteroid
untuk mencegah
reaksi alergi.
5. Analgesik untuk
mengurangi nyeri.
3 Setelah Dilakukan 1. Mengobservasi TTV 1. kehilangan cairan
2. Jelaskan pada pasien tentang
Tindakan Keperawatan yang aktif secar
penyebab dari diarenya
2x24 Jam dengan Tujuan : terus menerus
3. Pantau leukosit setiap hari
Konsistensi BAB lembek, 4. Kaji pola eliminasi klien akan
frekwensi 1 kali perhari setiap hari mempengaruhi
5. Kolaborasi
dengan KH : TTV
- Konsul ahli gizi untuk
2 Klien dapat
- Tanda vital dalam
memberikan diet sesuai
mengetahui
batas normal (N: 120-
kebutuhan klien.
penyebab dari
60 x/mnt, S; 36-37,50 - Antibiotik: cefotaxime 3x1
diarenya.
c, RR : < 40 x/mnt ) amp (500mg/ml)
3 Berguna untuk
- Leukosit : 4000 –
mengetahui
11.000
- Hitung jenis leukosit : penyembuhan
1-3/2-6/50-70/20-80/2- infeksi
4 Untuk
8 mengetahui
konsistensi dan
frekuensi BAB
5 Metode makan
dan kebutuhan
kalori didasarkan
pada kebutuhan.

b. Evaluasi

No
. Hari/tgl Catatan Perkembangan
Dx
1. Selasa S : Kien mengatakan bahwa masih merasa lemas
10/5/2011 O:- Klien masih tampak lemas
Aktifitas klien masih dibantu keluarganya
A : Masalah belum teratasi
2. P : Intervensi 1-4 dilanjutkan

S : Klien mengatakan bahwa perutnya masih tersa sakit


O:- Kien tampak menyeringai kesaklitan
Klien terus memegangi perutnya
3. Skala nyeri 3
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi 1,3,4,5 dan 6 dilanjutkan

S : klien mengatakan bahwa klien BAB berkali-kali,sudah mulai


berkurang 2x/hari, masih merasa mual tapi tidak sampai muntah.
O : - klien BAB 2x/hari
- Turgor kulit kembali < 1 detik
- Mata tidak cowong
- Klien merasa mual sehingga tidak menghabiskan porsi makannya
- Klien tidak muntah
A : Masalah gangguan pola eliminasi BAB teratasi sebagian
P : Pertahankan intervensi 1-4 dilanjutkan
Kaji intak output cairan setiap 8 jam
Pantau tanda-tanda dehidrasi

3. Intervernsi dan Evaluasi tentan Perfusi jaringan


a. interverensi
Diagnosa Perencanaan
keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
Seielah dilakukan - Monitor statsrespirasi.
tindakankeperawatan selam 45menit - Monitoringneurologi
diharapkan masalahkeperawatan - Monitor
Gangguan perfusi
dapat teratasidengan kriteria hasil : ukuran,kesimetrisan dan
jariancerebral - Respon motorik terhadap reaksi pupil.
styiulus baik - Monitor
berhubungande
- Verbalisasi baik. tingkatkesadaran.
ngan kerusakan - Orientasi baik - Monitor
- Menuruti perintah tingkatorientasi.
jaringanotak.
- Monitor trend GCS
- Monitor vital sign

b. Evaluasi

NoDX Evaluasi
S : klien mengatakan merasa nyaman dan tidak
dapatmengarekakan kedua tangan dan kedua kaki.
O : klien tidak dapat mengerakkan kedua tangan dan
kakiMonitor TTV TD: 190/100 mmHg N: 92 RR: 22
S:35,5C
A : masalah keperawatan belum teratasi
P : lanjutkan intervensi dan kaji masalah keperawatan yanglain