You are on page 1of 12

KEPUTUSAN

REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH


NOMOR : TAHUN 2008
TENTANG
PERATURAN TATA TERTIB DAN ETIKA KEHIDUPAN
KAMPUS UNMUHA

Menimban : a. Bahwa dalam rangka pelaksanaan amanah


g persyarikatan Muhammadiyah dan pemberlakuan
Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam, serta
dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan
berbagai kegiatan sivitas akademika lainnya,
diperlukan pedoman Tata Tertib dan Etika Kehidupan
Warga kampus yang bernuansa Islam;

b. Bahwa untuk menjamin dan memelihara suasana


tersebut diperlukan Ketentuan tentang Tata Tertib
dan Etika Kehidupan Warga kampus yang ditetapkan
dengan Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah
Aceh.
Mengingat : 1. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1999 tentang
Pendidikan Tinggi
3. Qaidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah 1999
4. Statuta Universitas Muhammadiyah Aceh

Memperhat : 1. Hasil Rapat Pimpinan Universitas Tanggal 30


ikan April 2008
2. Hasil Konsultasi dengan BPH Universitas
Muhammadiyah Aceh tanggal 30 April 2008

MEMUTUSKAN

Menetapka : 1. Peraturan Universitas Muhammadiyah Aceh Tentang


n Tata Tertib Dan Etika Kehidupan Kampus.
2. Peraturan ini mengikat seluruh warga Kampus
Universitas Muhammadiyah Aceh
3. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan,
dan sewaktu-waktu dapat dilakukan perubahan
sesuai dengan keperluan.

Ditetapkan di Banda Aceh, 14 Sya’ban 1429 H


17 Agustus 2008 M

REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH

Drs. H. Muharrir Asy’ari, Lc. M.Ag

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
1
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pengertian Umum

Pasal 1

Dalam peraturan ini, yang dimaksud dengan :


1. Universitas adalah Universitas Muhammadiyah Aceh;
2. Rektor adalah Rektor Universitas Muhammadiyah
Aceh;
3. Pimpinan adalah Rektor, Pembantu Rektor, Dekan,
Pembantu Dekan, Ketua Lembaga, Direktur Program,
Kampus , dan kepala Biro;
4. Warga adalah Warga kampus Unmuha;
5. Tata tertib dan Etika adalah Tata Tertib dan Etika
Kehidupan Kampus Warga Universitas Muhammadiyah
Aceh;
6. Sanksi adalah tindakan yang dikenakan kepada warga
Kampus yang ternyata terbukti telah melakukan
pelanggaran Tata tertib dan Etika Kehidupan Kampus
Warga Unmuha;
7. Pelanggaran adalah tindakan dan perbuatan yang
bertentangan dengan ketentuan tata tertib dan etika
yang hidup dalam Persyarikatan Muhammadiyah;
8. Larangan adalah hal-hal yang tidak diperkenankan
dilakukan dan dikerjakan oleh warga kampus;
9. Obat terlarang adalah obat psikotropika seperti yang
dimaksud dalam Undang-Undang RI. Nomor 5 Tahun
1997 tentang obat psikotropika;
10. Narkoba adalah bahan sebagaimana dimaksud
dalam Undang-undang RI. Nomor 22 Tahun 1997 tentang
Narkoba;
11. Minuman Keras adalah segala jenis minuman
yang mengandung alcohol dan atau memabukkan seperti
dimaksud dalam Al-Qur’an dan Hadist serta Undang-
undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan
Qanun No. 12 tahun 2003 tentang Khamar.

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
2
12. Judi adalah permainan yang mempertaruhkan
nasib dengan menggunakan alat bantu langsung dan
atau tidak langsung sebagai media taruhan dengan uang
atau barang berharga lainnya, sesuai dengan yang
terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist serta perundang-
undangan yang berlaku, Qanun No. 13 Tahun 2003
tentang Meisir (Perjudian);
13. Media ponografi adalah media cetak baik dalam
bentuk media cetak maupun elektronik yang memuat
segala bentuk ucapan dan perbuatan serta gambar yang
bergerak dan atau tidak bergerak yang dapat
merangsang nafsu syahwat, Qanun No. 14 Tahun 2003
tentang Khalwat (Mesum);
14. Senjata adalah setiap jenis alat yang dapat
membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa
sesuai dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun
1951 tentang Senjata Api;
15. Lembaga kemahsiswaan adalah lembaga
kemahasiswaan yang dibentuk dan atau dibina di
Unmuha;
16. Tim Disiplin di tingkat Universitas terdiri dari
pimpinan Universitas, sedang Tim Disiplin di tingkat
Fakultas terdiri dari pimpinan Fakultas dan atau
jurusan/Program Studi;
17. Tim disiplin bertugas mencari fakta, memeriksa
kasus pelanggaran dan atau kejahatan yang dilakukan
mahasiswa dan atau alumnus di dalam maupun diluar
UNMUHA serta memberikan rekomendasi sanksi kepada
pejabat yang berwenang;
18. Yang berwenang menjatuhkan sanksi adalah :
a. Rektor
b. Dekan/Direktur
c. Ketua Jurusan/Program Studi
d. Dosen

BAB II
TUJUAN

Pasal 2

Peraturan Kampus ini dibuat dengan tujuan agar


terpeliharanya kehidupan warga kampus yang Islami dalam
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
3
BAB III
WARGA KAMPUS UNMUHA

Unsur-Unsur

Pasal 3

Warga Universitas Muhammadiyah Aceh terdiri atas unsur :


1. Tenaga akademik yang bertugas melaksanakan
kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi;
2. Tenaga administrasi yang bertugas melaksanakan
kegiatan adm yang menunjang Tri Dharma Perguruan
Tinggi;
3. Mahasiswa yang berstatus sebagai peserta didik, dan
terdaftar pada Unmuha;
4. Alumni Unmuha sebagai lulusan yang dinyatakan
secara resmi dalam keputusan Dekan masing-masing
Fakultas /Akademi tentang yudisium Sarjana;

Hak dan Kewajiban

Pasal 4

1. Setiap warga kampus berhak mendapat keadilan,


perlindungan, untuk menikmati kehidupan yang tertib
dan tentram serta mendapatkan pelayanan yang wajar;
2. Setiap warga kampus berkewajiban untuk
bekerjasama dalam mencapai tujuan Universitas,
menjaga ketertiban dan ketentraman warga serta
mematuhi semua peraturan yang berlaku di kampus
Universitas Muhammadiyah Aceh pada khususnya, dan
peraturan perundang-undangan pada umumnya;
3. Setiap warga berkewajiban memelihara segala fasilitas
dan membantu kelancaran proses penyelenggaraan Tri
Dharma Perguruan Tinggi;
4. Setiap warga kampus berkewajiban menjaga
kebersihan, keindahan dan ketenangan lingkungan
kampus guna mendukung kelancaran proses
penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi;

BAB IV
ETIKA PERILAKU WARGA UNMUHA

Perilaku

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
4
Pasal 5

Setiap warga kampus harus berperilaku sebagai berikut :


1. Bersikap sopan, menjaga harkat dan martabat sesama
warga dan masyarakat ;
2. Berdisiplin dan bertanggung jawab dalam setiap
kegiatan.

Pasal 6

Setiap warga dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut :


1. Melakukan kegiatan yang tidak sopan dan asusila;
2. Melakukan perbuatan yang mendekati zina dan
perbuatan lainnya yang diharamkan di dalam Syariat
Islam;
3. Melakukan perbuatan yang bersifat anarkis, merusak,
merampok, mencuri, pemerasan dan atau merendahkan
harkat dan martabat sesama warga baik dalam atau luar
kampus;
4. Menyalahgunakan nama, lambang dan segala bentuk
atribut Unmuha;
5. Memalsukan atau menyalahgunakan surat atau
dokumen Fakultas dan atau Universitas Muhammadiyah
Aceh;
6. Memiliki, mengambil, menyewa, meminjam,
menggandakan atau menjual sesuatu barang milik
UNMUHA atau milik lembaga kemahasiswaan di
lingkungan UNMUHA secara tidak sah;
7. Memaksa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan
baik langsung atau tidak langsung untuk menghalangi
atau mengganggu atau menggagalkan :
1) Aktivitas civitas akademika, karyawan dan atau
tamu dalam wilayah UNMUHA
2) Penggunaan fasilitas yang dikelola oleh UNMUHA
3) Jalan masuk atau jalan keluar wilayah yang
dikelola UNMUHA.
8. Secara langsung atau tidak langsung, memaksa, atau
menteror pejabat, dosen, karyawan atau sesama
Mahasiswa baik di dalam maupun di luar UNMUHA;
9. Melakukan sesuatu tindakan membahayakan atau
mengancam kesehatan, keamanan atau keselamatan
orang dan atau barang;
10. Menghasut atau membantu orang lain untuk ikut
dalam suatu kegiatan yang mengganggu atau merusak

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
5
fungsi dan tugas UNMUHA sesuai dengan peraturan yang
berlaku;
11. Membawa, menyimpan atau menggunakan
suatu benda atau barang yang patut disadari dan atau
diketahuinya dapat membahayakan diri sendiri dan atau
orang lain, misalnya senjata api, senjata tajam, bahaya
kimia, bahan beracun, bahan peledak, dan lain-lain;
12. Melakukan suatu tindakan yang patut disadari
atau setidak-tidaknya patut diketahuinya bahwa tindakan
itu mengganggu, mengancam atau membahayakan
dirinya dan atau orang lain;
13. Menolak atau tidak bersedia melaporkan atau
mempertanggungjawabkan keuangan dan kegiatan
kemahasiswaan menurut peraturan yang berlaku di
UNMUHA;
14. Menghina, mengancam nama baik almamater
atau melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan
sivitas akademika UNMUHA;
15. Melakukan perbuatan yang disadari atau
setidak-tidaknya diketahuinya sebagai perbuatan curang
dan atau perbuatan tercela lainnya;
16. melakukan tindakan di dalam maupun di luar
UNMUHA yang dilarang menurut peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia maupun yang
berlaku di luar Indonesia;
17. Menggunakan pakaian yang disadarinya atau
setidak-tidaknya diketahuinya melanggar norma-norma
kesopanan, kesusilaan dan ajaran agama;

Penampilan

Pasal 7

1. Setiap warga kampus berkewajiban untuk berpakaian


sesuai dengan tuntunan Syariat Islam;
2. Rambut bagi laki-laki rapi tidak gondrong;
3. Khususnya bagi non-muslim supaya berpenampilan
sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam
persyarikatan Muhammadiyah dan Syariat Islam di
Provinsi Nanggroe Aceh Darusslam.

Pasal 8
Pakaian bagi laki-laki sebagai berikut :
1. Pakaian tidak menyerupai pakaian aksesoris
permpuan;

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
6
2. Pakaian tidak transparan, diutamakan baju kemeja,
khusus untuk kegiatan akademi dilarang memakai kaos
oblong;

Pasal 9
Pakaian bagi perempuan sebagai berikut :
1. Pakaian menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan
telapak tangan;
2. Pakaian tidak tipis dan tidak tampak kulit di
dalamnya;
3. Pakaian tidak sempit dan tidak menggambarkan
bentuk tubuh.

Pasal 10
Setiap warga kampus pada setiap kegiatan akademik
harus memakai sepatu kecuali untuk hal-hal khusus yang
dinilai layak atau dapat memakai sandal seperti pada saat
akan melakukan shalat, menjalankan praktikum, penelitian
tertentu dan keadaan khusus lainnya.

Pasal 11
Pakaian untuk kegiatan olahraga dan kesenian untuk
laki-laki dan perempuan diatur sesuai dalam Qanun.

BAB V
PENGANIAYAAN DAN PERKELAHIAN
Pasal 12

1. Setiap mahasiswa yang menganiaya sesama


mahasiswa atau orang lain baik di dalam maupun di luar
Unmuha dikenakan sanksi skorsing selama-lamanya 2
(dua) semester dan atau kerja sosial part time di unit-unit
Unmuha atau amal usaha Perserikatan Muhammadiyah
selama-lamanya 2 (dua) semester;
2. Setiap mahasiswa yang menganiaya pejabat, dosen,
karyawan dan atau orang lain baik di dalam maupun di
luar Unmuha dikenakan sanksi skorsing selama-lamanya
2 (dua) semester dan atau kerja sosial part time di unit-
unit Unmuha atau amal usaha Perserikatan
Muhammadiyah selama-lamanya 2 (dua) semester;
3. Pengulangan tindakan seperti disebutkan dalam Pasal
12 ayat (1) dan ayat 2 (dua) atau perbuatan tersebut
mengakibatkan luka berat atau mati dikenakan sanksi
langsung diberhentikan sebagai mahasiswa.
/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
7
4. Setiap mahasiswa yang terlibat perkelahian baik di
dalam maupun di luar Unmuha dikenakan sanksi skorsing
1 (satu) semester atau kerja sosial di unit-unit Unmuha
atau amal usaha Perserikatan Muhammadiyah selama-
lamanya 1 (satu) semester;
5. Pegulangan perbuatan sebagaimana ketentuan pasal
12 ayat (4) di atas dikenakan sanksi setinggi-tingginya
diberhentikan sebagai mahasiswa;
6. Apabila perbuatan yang ditentukan dalam ayat (4) dan
(5) pasal 12 ini berakibat cacat atau mati dikenakan
sanksi langsung diberhentikan sebagai mahasiswa.

BAB VI
ETIKA KEGIATAN AKADEMIK
Kegiatan Akademik
Pasal 13

1. Dalam setiap kegiatan akademik agar dimasukkan


nilai-nilai ajaran Islam dan moralitas dalam setiap mata
kuliah;
2. Penjadwalan kegiatan kuliah dan akademik lainnya
harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu kegiatan ibadah seperti shalat, puasa dan
lain-lain;
3. Penggunaan pas foto berjilbab dibolehkan bagi setiap
warga muslimah untuk setiap keperluan kegiatan
administrasi dan akademik.

Pasal 14

1. Setiap warga kampus berkewajiban mentaati


peraturan tata tertib akademik yang berlaku;
2. Setiap warga kampus berkewajiban menjaga
kehidupan akademik berdasarkan kebenaran dan
kejujuran.
3. Setiap warga kampus berkewajiban untuk menta’ati
nilai-nilai yang ada dalam Tridarma Perguruan Tingg, dan
tidak dibenarkan melakukan kegiatan politik di Kampus
Universitas Muhammadiyah Aceh.

Kecurangan Akademik, Plagiasi dan Perjokian

Pasal 15
/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
8
1. Setiap warga kampus dilarang melakukan segala
bentuk tindakan pemalsuan dokumen akademik, plagiasi,
menggunakan pernyataan dan gagasan, pemilikan data
dan berbagai sumber milik orang lain menjadi miliknya
tanpa izin;
2. Setiap warga kampus dilarang melakukan kegiatan
dan atau terlibat perjokian yakni menggantikan
kewajiban orang lain atau digantikan oleh orang lain
dalam setiap kegiatan seperti ujian regular maupun ujian
penerimaan mahasiswa baru dan lain-lain.

BAB VII
OBAT TERLARANG DAN NARKOTIKA, MINUMAN KERAS,
JUDI MEDIA PORNOGRAFI DAN PEMILIKAN SENJATA

Obat terlarang dan Narkotika


Pasal 16

1. Setiap warga kampus dilarang memiliki, membuat,


membawa, menyimpan, memperdagangkan dan
mengedarkan obat terlarang dan narkotika;
2. Setiap warga kampus dilarang menggunakan obat
terlarang dan narkotika untuk dirinya sendiri atau orang
lain kecuali untuk keperluan penelitian dan pengobatan
yang sah.

Minuman Keras
Pasal 17
Setiap warga kampus dilarang menggunakan,
membuat, menyimpan, memperdagangkan dan
mengedarkan minuman keras.

Judi
Pasal 18
Setiap warga kampus dilarang melakukan perjudian
dan atau membantu terselenggaranya segala bentuk
perjudian.

Media Pornografi
Pasal 19
Setiap warga kampus dilarang membuat, memiliki,
membawa, menyimpan, menyebarkan, memperlihatkan dan
memperdagangkan segala bentuk media pornografi.
/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
9
Senjata
Pasal 20
Setiap warga kampus dilarang membawa senjata api,
senjata tajam dan senjata lainnya yang dapat
membahayakan jiwa.

BAB VIII
KEGIATAN PENYEBARAN IDEOLOGI

Pasal 21

Setiap warga kampus dilarang melakukan kegiatan


penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Islam atau
yang dapat mengganggu kerukunan hidup beragama baik
antar umat Islam maupun umat beragama lainnya.

BAB IX
KEWENANGAN PIMPINAN

Pasal 22

1. Pimpinan berwenang menerima laporan atas setiap


pelanggaran Tata Tertib dan Etika;
2. Pimpinan berwenang memanggil warga kampus yang
melanggar tata Tertib dan Etika, mengadili dan
menentukan sanksi terhadap mereka yang melanggar
Tata Tertib dan Etika;
3. Pimpinan berwenang memanggil pihak-pihak yang
terkait untuk dimintai pendapat, saran dan sesuatu yang
diketahuinya tentang pelanggaranTata Tertib dan Etika di
lingkungannya masing-masing;
4. Pimpinan berwenang menyelesaikan pelanggaran Tata
Tertib dan Etika di lingkungannya masing-masing;
5. Apabila dirasakan perlu Rektor dapat membentuk
suatu panitia adhoc untuk menyelesaikan kasus-kasus
pelanggaran Tata Tertib dan Etika;
6. Apabila tersangka merasa keberatan atas pemberian
sanksi terhadap dirinya dapat mengajukan keberatan
kepada Rektor;
7. Pimpinan berkewajiban menyusun laporan lengkap
tentang duduk perkara yang ditanganinya serta
penyelesaian kepada Rektor.
/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
10
BAB X
HAK PEMBELAAN

Pasal 23
Setiap warga kampus yang disangka melakukan
pelanggaran mempunyai hak untuk membela diri. Sesuai
dengan ketentuan hukum yang berlaku.

BAB XI
SANKSI

Pasal 24

1. Jenis sanksi yang dapat dijatuhkan adalah :


a. Diberhentikan sebagai mahasiswa Unmuha;
b. Pencabutan gelar kelulusan atau kesarjanaan
dan sebagai alumnus Unmuha dengan segala hak dan
kewajiban yang melekat (seperti legalisir dan lain-
lain), khusus bagi alumnus;
c. Diberhentikan sebagai mahasiswa Unmuha
untuk sementara waktu/skorsing, selama-lamanya 2
semester;
d. Kerja sosial secara part time dalam unit-unit di
lingkungan Unmuha, atau di amal usaha persyarikatan
Muhammadiyah;
e. Mengganti kerugian baik dalam bentuk barang
dan atau dalam bentuk uang dalam jumlah tertentu;
f. Sanksi akademik, dapat berupa :
Sub a : pembatalan Mata Kuliah yang sedang
atau telah di tempuh
sebagian atau seluruhnya.
Sub b : pembatalan nilai Mata Kuliah yang telah di
tempuh sebagian
atau seluruhnya.
g. Peringatan Lisan;
h. Peringatan Tertulis;

2. Penjatuhan jenis sanksi sebagaimana dalam ketentuan


ayat (1) huruf a-h tersebut dapat dilakukan secara
alternative atau kumulatif.

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
11
BAB XII
PENUTUP

Pasal 25

1. Dengan ditetapkan TataTertib dan Etika Kehidupan


Warga Kampus ini, Tata Tertib yang bertentangan
dengan Tata Tertib dan Etika Kehidupan Warga kampus
ini dinyatakan tidak berlaku lagi;
2. Peraturan akademik pada setiap fakultas tetap berlaku
sepanjang tidak bertentangan dengan tata Tertib dan
Etika Kehidupan warga kampus;
3. Hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan ini
akan diatur secara tersendiri.

Pasal 26

Peraturan ini mulai berlaku sejak keputusan ini ditetapkan.

/opt/scribd/conversion/tmp/scratch2531/45191697.doc
12