You are on page 1of 4

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM URINARIA

ANFIS SISTEM URINARIA


BY ARWIN LIM

PENGERTIAN
Merupakan suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah
bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih
dipergunakan oleh tubuh.
Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin
(air kemih).

GINJAL
Ginjal suatu kelenjar yang terletak di bagian belakang dari kavum abdominalis di
belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra lumbalis III, melekat langsung pada
dinding belakang abdomen.
Bentuknya seperti biji kacang , panjangnya sekitar 12,5 cm dan tebalnya 2,5 cm (kurang
lebih sebesar kepalan tangan),jumlahnya ada dua buah kiri dan kanan. Setiap ginjal
memiliki berat antara 125 – 175 gram pada laki-laki dan 115 – 155 gram pada
perempuan. Ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki
lebih panjang dari ginjal wanita.
Setiap ginjal diselubungi oleh tiga lapisan jaringan ikat yaitu :
 Fasia renal adalah pembungkus terluar. Pembungkus ini melabuhkan ginjal pada
struktur di sekitarnya dan mempertahankan posisi organ.
 Lemak perirenal adalah jaringan adipose yang terbungkus fasia ginjal. Jaringan ini
membantali ginjal dan membantu organ tetap pada posisinya.
 Kapsul fibrosa adalah membran halus transparan yang lansung membungkus ginjal
dan dapat dengan mudah lepas.
STRUKTUR INTERNAL GINJAL
 HILUS adalah tingkat kecekungan tepi medial ginjal.
 SINUS GINJAL adalah rongga berisi lemak yang membuka pada hilus. Sinus ini
membentuk perlengketan untuk jalan masuk dan keluar ureter , vena dan arteri renalis,
saraf dan limfatik.
 PELVIS GINJAL adalah perluasan ujung proksimal ureter. Ujung ini berlanjut
menjadi dua sampai tiga kaliks mayor, yaitu rongga yang mencapai glandular, bagian
penghasil urine pada ginjal. Setiap kaliks mayor bercabang mejadi beberapa (8-18) kaliks
minor.
 PARENKIM GINJAL adalah jaringan ginjal yang menyelubungi struktur sinus ginjal.
Jaringan ini terbagi menjadi medulla dalam dan korteks luar.
o Medulla terdiri dari massa triangular yang disebut piramida ginjal. Ujung yang sempit
dari setiap piramida, papilla, masuk dengan pas dalam kaliks minor dan ditembus mulut
duktus pengumpul urine.
o Korteks tersusun dari tubulus dan pembuluh darah nefron yang merupakan unit
structural dan fungsional ginjal. Korteks terletak di dalam di antara piramida-piramida
medulla yang bersebelahan untuk membentuk kolumna ginjal yang terdiri dari tubulus-
tubulus pengumpul yang mengalir ke dalam duktus pengumpul.
 Ginjal terbagi-bagi lagi menjadi lobus ginjal. Setiap lobus terdiri dari satu piramida
ginjal, kolumna yang saling berdekatan dan jaringan korteks yang melapisinya.
STRUKTUR NEFRON
Satu ginjal menmgandung 1 – 4 juta nefron yang merupakan unit pembentuk urine.
Setiap nefron memiliki satu komponen vascular (kapiler) dan satu komponen tubular.
 GLOMERULUS adalah gulungan kapilar yang dikelilingi kapsul epitel berdinding
ganda disebut kapsul Bowman. Glomerulus dan kapsul Bowman bersama-sama
membentuk sebuah korpuskel ginjal.
Lapisan viseral kapsul Bowman adalah lapisan internal epithelium . sel-sel lapisan viseral
dimodifikasi menjadi podosit yaitu sel-sel epitel khusus di sekitar kapilar glomerular.
Lapisan parietal kapsul Bowman membentuk tepi terluar kospuskel ginjal.
 TUBULUS KONTORTUS PROKSIMAL,panjangnya mencapai 15 mm dan sangat
berliku. Pada permukaan yang menghadap lumen tubulus ini terdapat sel-sel epithelial
kuboid yang kaya akan mikrovilus (brush border) dan memperluas area permukaan
lumen.
 ANSA HENLE. Tubulus kontortus proksimal mengarah ke tungkai desenden ansa
henle yang masuk kedalam medulla, membentuk lengkungan jepit yang tajam (lekukan)
dan membalik ke atas membentuk tungkai asenden ansa henle.
 TUBULUS KONTORTUS DISTAL juga sangat berliku, panjangnya sekitar 5 mm
dan membentuk segmen terakhir nefron. Disepanjang jalurnya, tubulus ini bersentuhan
dengan dinding arteriol aferen. Bagian tubulus yang bersentuhan dengan arteriol
mengandung sel-sel termodifikasi yang disebut macula densa. Macula densa berfungsi
sebagai suatu kemoreseptor dan distimulasi oleh penurunan ion natrium.
Dinding arteriol aferen yang bersebelahan dengan macula densa mengandung sel-sel otot
polos termodifikasi yang disebut sel juztaglomerular. Sel ini distimulasi melalui
penurunan tekanan darah untuk memproduksi rennin.
Macula densa, sel juztaglomerular dan sel mesangium saling bekerja sama untuk
membentuk apparatus juxtaglomerular yang penting dalam pengaturan tekanan darah.
 TUBULUS DAN DUKTUS PENGUMPUL. Tubulus pengumpul membentuk duktus
pengumpul besar yang lurus. Duktus pengumpul membentuk tuba yang lebih besar yang
mengalirkan urine ke dalam kaliks minor. Kaliks minor bermuara ke dalam pelvis ginjal
melalui kaliks mayor. Dari pelvis ginjal, urine dialirkan ke ureter yang mengarah ke
kandung kemih.
SUPLAI DARAH
 ARTERI RENALIS adalah percabangan aorta abdomen yang mensuplai masing-
masing ginjal dan masuk ke hilus melalui cabang anterior dan posterior. Cabang tersebut
membentuk arteri-arteri interlobaris yang mengalir di antara piramida-piramida ginjal.
 ARTERI ARKUATA berasal dari arteri interlobaris pada area pertemuan antara
korteks dan medulla.
 ARTERI INTERLOBULARIS merupakan percabangan arteri arkuata di sudut kanan
dan melewati korteks.
 ARTERIOL AFEREN berasal dari arteri interlobularis. Satu arteriol aferen
membentuk sekitar 50 kapilar yang membentuk glomerulus.
 ARTERIOL EFEREN meninggalkan setiap glomerulus dan membentuk jarring-jaring
kapilar lain, kapilar peritubular yang mengelilingi tubulus proksimal dan distal untuk
memberi nutrient pada tubulus tersebut dan mengeluarkan zat-zat yang direabsorpsi.
Kapilar peritubular mengalir ke dalam vena korteks yang kemudian menyatu dan
membentuk vena interlobularis.
Arteriol eferen dari glomerulus nefron korteks memasuki jarring-jaring kapilar
peritubular yang mengelilingi tubulus kontortus distal dan proksimal pada nefron
tersebut.
Arteriol eferen dari glomerulus pada nefron juxtaglomerular memiliki perpanjangan
pembuluh kapilar panjang yang lurus disebut vasa recta.
 VENA ARKUATA menerima darah dari vena interlobularis. Vena arkuata bermuara
ke dalam vena interlobaris yang bergabung untuk bermuara ke dalam vena renalis. Vena
ini meninggalkan ginjal untuk bersatu dengan vena kava inferior.

URETER
Terdiri dari dua saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih.
Panjangnya 25-30 cm, dengan penampang ± 0,5 cm. ureter sebagian terletak dalam
rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari :
 Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
 Lapisan tengah lapisan otot polos
 Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa.
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltic setiap 5 menit sekali
yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam vesika urinaria.
Ureter berjalan hampir vertical ke bawah sepanjang fasia muskulus psoas dan dilapisi
oleh peritoneum.

VESIKA URINARIA
Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet, terletak di
belakang simpisis pubis di dalam rongga panggul. Bentuknya seperti kerucut yang
dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis
medius.
Bagian vesika urinaria terdiri dari :
 Fundus yaitu bagian yang menghadap ke arah belakang dan bawah, bagian terpisah
dari rectum oleh spatium rectovesicle yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferent,
vesika seminalis dan prostat.
 Korpus yaitu bagian antara verteks dan fundus.
 Verteks, bagian yang runcing ke arah muka dan berhubungan dengan ligamentum
vesika umbilikalis.

Dinding vesika urinaria terdiri dari :


 Lapisan luar (peritoneum)
 Tunika muskularis (lapisan otot)
 Tunika sub mukosa
 Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).

URETRA
Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi
menyalurkan air kemih keluar.
Pada laki-laki uretra berjalan berkelok-kelok melalui tengah-tengah prostat kemudian
menembus lapisan fibrosa, yang menembus tulang pubis ke bagian penis panjangnya ±
20 cm.
Uretra pada laki-laki terdiri dari :
 Uretra prostatika
 Uretra membranosa
 Uretra kavernosa
Lapisan uretra laki-laki terdiri dari : lapisan mukosa, dan lapisan sub mukosa.
Uretra pada wanita terletak di belakang simfisis pubis berjalan miring sedikit ke arah atas
, panjangnya kurang lebih 3-4 cm.
Lapisan uretra wanita terdiri dari : tunika muskularis, lapisan spongiosa, dan lapisan
mukosa.
Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan
uretra disini hanya berfungsi sebagai saluran ekskresi.