You are on page 1of 7

“Pertolongan Cedera Pada Olah Raga”

Nama anggota :
Elly Sri Wahyuni ()
Miftahurrahmah ()
Mira Tania ()
Nur Endah Rohmadini ()
Wulan Budi Indraswari ()
Yonata Putri ()

SMAN 1 TAMAN
2010-2011

Pendahuluan
Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani
tetapi juga secara rohani. Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan
berolahraga metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi
dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien.
Belakangan ini kesadaran akan pentingnya olah raga meningkat pesat. Fenomena ini
dapat dilihat dengan bermunculannya pusat kebugaran di berbagai tempat strategis, seperti
mal dan perkantoran. Cukup menggembirakan memang, mengingat betapa pentingnya olah
raga untuk meningkatkan kesehatan. Namun sayangnya meningkatnya minat olah raga
tersebut tidak disertai pengetahuan mengenai pencegahan cedera yang sangat mungkin
terjadi saat berolah raga. Bahkan banyak pelaku olah raga tidak menyadari bahwa dirinya
telah mengalami cedera. Beberapa penderita mengalami nyeri otot berkepanjangan yang
menyebabkan terganggunya fungsi tubuh, misalnya nyeri otot paha belakang yang
menyebabkan seseorang berjalan terpincang pincang, atau tidak dapat naik turun tangga
karena nyeri. Maka dari itu kami merasa penting untuk melakukan sosialisasi mengenai
pencegahan dan penanganan cedera olah raga yang tepat.

Bagaimana mencegah cedera olah raga?

Lakukan aktivitas peregangan sebelum dilakukan olah raga, terutama pada otot yang
akan banyak bekerja pada jenis olah raga tertentu. Lakukan teknik olah raga yang benar,
misalnya pada tennis; gunakan raket yang sesuai dengan besar tangan anda, pada golf;
lakukan gerakan mengayun dengan teknik yang benar, dan masih banyak ciri khas tiap jenis
olah raga yang wajib dicermati sebelum dilakukan. Gunakan perlengkapan yang diperlukan
dengan benar, antara lain; sarung tangan yang tepat, sepatu yang sesuai untuk jenis olah
raga, baju olah raga yang nyaman dan mampu menyerap keringat.
Sebaiknya tidak melakukan olah raga yang belum pernah dilakukan sebelumnya,
dengan intensitas langsung berat dan dalam waktu lama.
Lakukan aktivitas peregangan kembali sesudah melakukan aktivitas olah raga.

Cedera pada Olah Raga


Cedera atau luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang
dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Luka juga dapat merujuk
pada luka batin atau perasaan.
Secara umum, ada beberapa jenis cedera yang kerap kali dialami oleh Atlet . Berikut
adalah kelima jenis cedera tersebut:
1. Keseleo
Keseleo adalah cedera pada ligamen yang
disebabkan oleh perenggangan otot yang melebihi
kapasitas normal.

2. Otot Tertarik atau Kram (Strains)


Kram kaki adalah nyeri akibat spasme otot di kaki yang timbul karena otot
berkontraksi terlalu keras. Daerah yang paling sering kram adalah otot betis di bawah
dan belakang lutut. Nyeri kram dapat berlangsung beberapa detik hingga menit
dengan keparahan bervariasi.

3. Patah atau Retak Tulang (Fractures)


4. Cedera Pada Lutut (Knee Injuries)
Cedera pada persendian lutut dapat disebabkan oleh trauma (benturan), arthritis, atau
aktivitas sehari-hari yang berlebihan, oleh sebab itu nyeri pada lutut menjadi keluhan
yang paling banyak dirasakan oleh setiap orang.

5. Cedera Pada Kepala (Head Injury)


Cedera pada daerah kepala biasanya terjadi karena adanya benturan,
kemungkinan besar seseorang akan pingsan beberapa menit bahkan sampai lebih,
yang disebabkan guncangan keras yang mengganggu fungsi normal
6. Luka

Luka adalah suatu ketidak sinambungan dari kulit dan jaringan dibawahnya
yang mengekibatkan pendarahan dan kemudian dapat mengelami infeksi.

• Luka lecet (abrasi) : cedera goresan pada kulit

• Luka sayatan (robek) : cedera yang disebabkan karena benda potongan tajam.

Luka tusuk : cedera karena tusukan benda berujung runcing.

Pendarahan luar:

Terjadi akibat kerusakan dinding pembuluh darah disertai dengan kerusakan


kulit, yang memungkinkan darah keluar dari tubuh.Berdasarkan pembuluh darah yang
mengalami gangguan pendarahan luar dibedakan menjadi:

1. Pendarahan Arteri

Darah yang keluar dari pembuluh nadi keluar menyembur sesuai dengan denyut
nadi dan berwarna merah terang karena masih kaya dengan oksigen.

2. Pendarahan Vena

Darah yang keluar dari pembuluh vena mengalir lambat, berwarna merah gelap
karena mengandung karbon dioksida.

3. Pendarahan Kapiler

Berasal dari pembuluh darah kapiler, darah yang keluar merembes. Pendarahan
ini sangat kecil sehingga hampir tidak memiliki tekanan/semburan. Warnanya
bervariasi antara merah terang dan merah gelap.
Pertolongan Cedera Pada Olah Raga
• Pengertian
Pertolongan pertama pada kecelakaan atau cidera adalah pertolongan yang diberikan
kepada seseorang atau atlit yang sakit mendadak atau mendapat kecelakaan sebelum
mendapat pertolongan seorang professional yaitu dokter.

• Tujuan
1. Mencegah bahaya maut
2. Mencegah cacat permanent pada atlit
3. Mencega inferksi parah pada atlit
4. Meringankan rasa sakit

Jika Anda mengalami cedera pada jaringan otot lunak seperti keseleo, tertarik otot atau
memar, ada sebuah metode pengobatan awal yang sangat efektif yang bisa dilakukan sendiri
di rumah sebelum berobat ke dokter. Metode ini adalah cara terbaik dalam mengatasi cedera
ketimbang Anda datang ke tukang pijat atau urut.
Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan metode RICE(Rest, Ice,
Compress, Elevate).apat membantu pembengkakan yang terjadi setelah cedera akut. Penting
pula untuk diingat bahwa semakin cepat metode ini diterapkan pada pasien atau orang yang
mengalami cedera, akan semakin efektif manfaat hasil yang akan diperoleh.

Tindakan Rest artinya pasien harus mengistirahatkan dan melindungi wilayah otot yang
cedera. Jika terasa sakit saat menahan beban, gunakanlah penopang, dan jika terasa sakit
untuk menggerakan bagian yang cedera, lindungi dengan splint atau kayu belat.

Tindakan Ice artinya kompres bagian cedera dengan es atau sesuatu yang dingin.
Pendinginan dapat mengurangi reduce pembengkakan dan rasa sakit di bagian cedera.
Langkah ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Tempelkan kain dingin atau es yang
dibalut pada bagian cedera selama 20 menit tiga kali sehari dalam 24 jam pertama.

Tindakan Compress artinya tekan bagian yang mengalami cedera dengan menggunakan
perban khusus (ace bandage). Kompresi ini dapat mengurangi pembengkakan di sekitar
cedera. Meskipun balutan ini harus rapi, pastikan bahwa perban ini tidak terlalu ketat karena
dapat menimbulkan mati rasa, geli atau bahkan menambah rasa sakit.

Pada tindakan Elevation, pasien sebisa mungkin harus mengangkat bagian cedera lebih
tinggi di atas jantung. Misalnya jika yang cedera pergelangan kaki, upayakan pasien dalam
posisi tidur kemudian pergelangan kaki diangkat atau ditopang dengan alat supaya posisinya
lebih tinggi dari jantung. Teknik ini mengacu pada prinsip bejana berhubungan dan berguna
untuk mengurangi pembengkakan pada bagian cedera.
Pertolongan pada luka.