You are on page 1of 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah
Subhaanahuu Wata’ala, karena hanya dengan izin dan kuasaNya-lah kami dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Ucapan terimakasih tak lupa
kami sampaikan kepada rekan-rekan yang telah membantu penyelesaian
makalah ini.

Makalah ini berisi tentang hasil analisis persamaan diferensial yang di


terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tiada gading yang tak retak, kalau tak retak maka bukanlah gading”, bertolak
dari peribahasa ini, maka kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini
masih sangat jauh dari tingkat kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran
yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah
ini.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan
bagi kami pada khususnya. Akhhir kata kami mengucapkan kembali asa terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian makalah ini.

Gorontalo, Januari 2011

DARTAR ISI

1
KATA PENGANTAR...............................................................................1

DAFTAR ISI.............................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang..........................................................................3


1.2 Rumusan Masalah.....................................................................3
1.3 Hipotesis ..................................................................................3
1.4 Tujuan Pembuatna Makalah.....................................................4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Penerepan Persamaan Diferensial...........................................5

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.............................................................................7

3.2 Saran........................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................7

BAB I
PENDAHULUAN

2
1.1 Latar Belakang
Persamaan diferensial merupakan salah satu cabang ilmu
matematika. Persamaan diferensial adalah persamaan yang memuat
satu atau lebih turunan dari suatu fungsi yang belum diketahui.
Penerapan persamaan diferensial sering kita temukan di dalam
kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari bahwa manusia dalam kehidupan
kesehariannya sering menerapkan persamaan diferensial. Salah satu
penerapan persamaan diferensial adalah peristiwa jatuhnya air hujan ke
bumi. Peristiwa ini dapat dianalisis dengan menggunakan analisis
persamaan diferensial linier orde satu.
Peristiwa jatuhnya tetes air hujan ke permukaan bumi dengan
menggunakan persamaan diferensial akan di bahas lebih lanjut di
makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah


Apa jadinya jika tetes air hujan jatuh bebas dari awan, tanpa
hambatan udara?

1.3 Hipotesis

kecepatan jatuh tetes air hujan tsb akan bertambah 10 m/s setiap
detik. Tetapi kenyataan di lapangan tidak demikian. Pada titik tertentu
kecepatan jatuh tetes air hujan akan tetap (tidak berubah). Hal
tersebut disebabkan oleh adanya hambatan udara. Semakin besar
kecepatan tetes air, akan semakin besar pula gaya hambatan udara.
Pada kecepatan tertentu, gaya hambatan udara ini akan menyeimbangi
gaya gravitasi, sehingga besar kecepatan akan tidak bertambah lagi.

Fenomena ini dapat ditulis dengan persamaan diferensial seperti


berikut ini (hukum Newton 2)

3
dv
m = mg − bv
dt

di mana m:masa tetes air, v:kecepatan jatuh, g:percepatan gravitasi,


b:koefisian hambatan udara.

1.4 Tujuan
Membuktikan bahwa pada kecepatan tertentu, kecepatan jatuh tetes
air hujan akan tetap. dengan menyelesaikan persamaan diferensial di
atas.

BAB II
PEMBAHASAN

4
Persamaan diferensial di atas ( ) adalah persamaan diferensial orde
dv
m = mg − bv
dt

1, dan dapat diselesaikan dengan cara sebagai berikut.

dv
m = mg − bv
dt

dv b  mg 
=  − v
dt m  b 

dv b
= dt
 mg  m
 − v
 b 

masing masih ruas diintegralkan, menjadi seperti berikut

dv b
∫  mg 
=∫
m
dt
 − v
 b 

dimana C adalah konstanta.


mg b
− ln −v = t +C
b m

Persamaan di atas dapat diubah kedalam bentuk exponensial

dimana A adalah konstanta baru.


b  bt bt
mg − t + C  − −
−v = e m 
= e −C e m
= Ae m
b

5
Bila kecepatan awal tetes air dianggap 0 maka dapat disimpulkan bahwa v=0
saat t=0, sehingga nilai dari konstanta A adalah,

mg
=A
b

Selanjutnya persamaan di atas dapat kita tulis kembali sebagai berikut,

bt
mg mg − m
−v = e
b b

Sehingga akar dari persamaan diferensial ini adalah :

, v adalah persamaan dengan variable waktu t


mg  
bt

v= 1 − e m 
b  

Hubungan kecepatan v dan waktu t ini dapat digambarkan dengan grafik


berikut,

tidak ada lagi pertambahan kecepatan.

Kecepatan akhir vT dapat dihitung dengan

6
, dikenal dengan istilah terminal velocity.
mg   mg
bt

vT = lim 1− e m =
t →∞ b   b
 

BAB III
PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Dengan menyelesaikan persamaan diferensial hukum Newton


II, kita dapat membuktikan bahwa , pada titik tertentu, kecepatan
jatuh tetes air hujan tidak akan bertambah lagi (tetap), berkat adanya
hambatan udara. Kecepatan tersebut dikenal dengan istilah terminal
velocity bernilai mg/b [m/s].

5.2 Saran
Persaman Diferensial banyak diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari sehingga perlu dianalisis kembali.

DAFTAR PUSTAKA :
Persamaan Diferensial Kartono,1994
http://www.gurumuda.com/gerak-jatuh-bebas-gjb
http://www.gurumuda.com/hukum-newton-2
http://www.docstoc.com/docs/28434191/Terapan-Persamaan-
Differensial-Parsial

7
makalah

KECEPATAN AKHIR TETES AIR HUJAN YANG


JATUH BEBAS

Oleh

Anggota Kelompok

1. Nurhuda Pasisingi
2. Iwayan Sumiana
3. Pransiska Bilontalo

8
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2011