You are on page 1of 1

Abstrak

Tumbuhan kelapa merupakan tumbuhan yang memiliki banyak fungsi baik dari kayu, pelepah dan buahnya. Khusus dari buahnya selain pemanfaatan dari daging dan airnya, batok kelapa pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan karbon aktif. Pada dasarnya semua senyawa organik dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan karbon aktif baik itu kayu dan bulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan penyerapan masing-masing karbon aktif terhadap gas H2 dan NH3 yang didasarkan atas bobot karbon aktif yang bertambah ketika diisolasi bersama gas tersebut. Percobaan dilakukan dengan variable bahan dasar karbon aktif yang berbeda yaitu batok kelapa, bulu ayam, dan kayu rambutan. Pembuatan karbon aktif dengan bahan batok kelapa dapat diperoleh melalui proses pirolisis didalam tanur selama 1 jam dengan suhu 400oC. Hasilnya adalah pada karbon aktif dengan bahan kayu rambutan memiliki penambahan bobot yang lebih besar dibandingkan batok kelapa yaitu 0,7 gram sedangkan pada batok kelapa hanya 0,48 gram dan pada bulu ayam hanya 0,08 gram pasca isolasi dengan gas NH3. Hal yang sama didapati pada keadaan pasca isolasi bersama gas H2, karbon aktif yang memiliki penambahan paling signifikan terjadi pada kayu rambutan yaitu dengan penambahan bobot sebesar 0,49 gram sedangkan pada bulu ayam dan batok kelapa masing-masing yaitu 0,16 gram dan 0,35 gram. Penambahan bobot ini berbanding lurus dengan kemampuan penyerapan, semakin banyak bertambahnya bobot setelah isolasi maka semakin tinggi kemampuan penyerapannya.