You are on page 1of 12

Anatomi dan Fisiologi Kardiovaskuler

Disusun Untuk memenuhi salah satu tugas kelompok Mata kuliah IDK III

Kelompok 5
Agung Aliyanto D. Harry Iskandar Fikri Chalis Putra Gilang Femilda Ipan saripahlawan M. Hilmansyah M. Ibrahim Lisela Anisa Retna Kusuma Dewi Selva Silviana E Kelas : I A

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kota Sukabumi


Jalan Karamat No. 32 Telp (0266) 210215

A[Type text]

Page 1

Organogenesis Jantung
Organogenesis adalah proses pembentukan organ atau alat tubuh. Pertumbuhan ini diawali dari pembentukan primitif menjadi fetus (bentuk definitif) kemudian berdiferensiasi menjadi memiliki bentuk dan rupa yang spesifik. Organogenesis terdiri dari 2 periode, yaitu pertumbuhan antara dan pertumbuhan akhir. Selama pertumbuhan terjadi transformasi dan diferensiasi bagian-bagian tubuh embrio dari bentuk primitif menjadi bentuk definitif, yang khas bagi suatu spesies, seperti adanya bentuk katak, ayam atau sapi. Periode pertumbuhan akhir, penyelesaian bentuk definitif menjadi suatu bentuk individu (pertumbuhan jenis kelamin, roman/wajah yang khas bagi individu).

Lokasi dan Struktur Jantung


Jantung manusia terletak dirongga dada sebelah kiri, tepatnya diatas diafragma. Lapisan jantung ini terbagi menjadi 3 bagian : 1. Perikardium Merupakan lapisan jantung yang terdapat disebelah luar, yang merupakan selaput pembungkus, yang terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan parietal dan lapisan viseral yang bertemu di pangkal jantung dan membentuk kantung jantung. Di antara kedua lembar ini terdapat kavum perikardii yang berisi cairan. Jantung terdiri dari empat ruang yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel). 2. Miokardium Merupakan lapisan yang terdapat di tengah dan merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot-otot jantung. Myocardium adalah jaringan otot jantung yang paling tebal dari jantung dan berfungsi sebagai pompa jantung dan bersifat involunter. 3. Endokardium Merupakan lapisan jantung yang terdapat di sebelah dalam sekali yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lendir yang melapisi permukaan rongga jantung. Endocardium adalah lapisan tipis dari endotelium yang melapisi lapisan tipis jaringan penghubung yang memberikan suatu batas yang licin bagi ruang-ruang jantung dan menutupi katup-katup jantung. Endocardium bersambung dengan endothelial yang melapisi pembuluh besar jantung. GAMBAR Atrium kanan Atrium kanan menerima darah dari cava superior,cava inferior dan sinus koronarius.Pada bagian antero superior atrium kanan terdapat lekukan ruang yang berbentuk daun telinga yang disebut aurikel,pada bagian posterior dan septal licin dan rata tetapi daerah lateral dan aurikel permukaannya kasar serta tersusun dari serabut-serabut otot yang berjalan pararel yang disebut pactinatus. Tebal dinding antrium kanan 2 cm. Ventrikel kanan Ventrikel kanan membentuk hampir sebagian besar permukaan depan jantung.Bagian dalam dari ventrikel kanan terdiri dari tonjolan-tonjolan yang terbentuk dari ikatan jaringan serabut otot jantung yang disebut trabeculae carneae.

Beberapa trabeculae carneae merupakan bagian yang membawa sistem konduksi dari jantung. Daun katup trikuspid dihubungkan dengan tali seperti tendon yang disebut dengan chorda tendinea yang disambungkan dengan trabekula yang berbentuk kerucut yang disebut papillary muscle. Ventrikel kanan dipisahkan dengan ventrikel kiri oleh interventrikuler septum. Darah dari ventrikel kanan melalui katup semilunar pulmonal ke pembuluh darah arteri besar yang disebut pulmonary trukyang dibagi menjadi arteri pulmonal kanan dan kiri. Atrium kiri Atrium kiri membentuk sebagian besar dasar jantung.Atrium kiri menerima darah dari paru-paru melalui empat vena pulmonal.Seperti pada atrium kanan bagian dalam atrium kiri mempunyai dinding posterior yang lunak. Darah dibawa dari atrium kiri ke ventrikel kiri melalui katup bikuspid dimana mempunyai dua daun katup. Ventrikel kiri Ventrikel kiri membentuk apex dari jantung seperti pada ventrikel kanan mengandung trabecula carneae dan mempunyai chorda tendinea yang dimana mengikat daun katup bikuspid ke papillary muscle.

Vaskularisasi dan Sistem Konduksi Jantung


Didalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang menghantarkan aliran listrik dan memiliki sifat-sifat khusus yaitu: Otomatisasi: kemampuan untuk menimbulkan listrik secara spontan

Ritmisasi : pembentukan impuls yang teratur Daya konduksi :kemampuan untuk menyalurkan impuls Daya rangsang :kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsangan

Berdasarkan sifat tersebut maka secara spontan dan teratur jantung menghasilkan impulsimpuls yang disalurkan melalui system hantar untuk merangsang otot jantung dan bias menimbulkan konduksi. Bila system konduksi berfungsi normal,maka atrium berkontraksi kira-kira1/6 dtk lebih dulu dari kontraksi ventrikel sehingga memungkinkan pengisian ekstra pada ventrikel sebelum ventrikel ini memompa darah ke sirkulasi sistemik.

Otot Jantung, Siklus dan Pengaturan Pompa Jantung


Otot Jantung
Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot. Otot jantung merupakan jaringan istimewa karena kalau dilihat dari bentuk dan susunannya sama dengan otot lurik, miofibrilnya mempunyai daerah terang dan gelap dengan teratur, tetapi batas sel-selnya jelas dan mempunyai

inti di tengah. Tiap sel memiliki cabang yang menghubungkan dengan sel yang ada di sampingnya. Percabangan ini disebut Synctium. Cara kerjanya menyerupai otot polos yaitu diluar kemampuan kita yang dipengaruhi oleh saraf autonom. Atau dengan kata lain Otot jantung berkontraksi seperti otot polos, yaitu bekerja tidak sadar. Reaksi terhadap rangsang cepat, bekerjanya teratur, dan tidak mudah lelah. Otot ini hanya terdapat pada dinding jantung, sehinggga disebut otot jantung. Fungsi Otot ini memompakan darah terus menerus melalui sistem sirkulasi sehingga sel- sel mendapat suplai oksigen dan bahan makanan yang tetap.

Siklus Jantung Siklus Jantung merupakan kejadian yang terjadi dalam jantung selama peredaran darah. Siklus ini terjadi dalam 2 fase yaitu : Konstriksi (Sistole) Sistole adalah periode kontraksi otot. Berlangsung selama 0,3 detik. 1. Dirangsang oleh nodus sino-atrial, dinding atrium berkontraksi, memeras sisa darah dari atrium ke dalam ventrikel 2. Ventrikel melebar untuk menerima darah dari atrium dan kemudian mulai berkontraksi 3. Ketika tekanan dalam ventrikel melebihi tekanan dalam atrium, katup AV menutup. 4. Ventrikel terus berkontraksi. Katup pulmonalis dan aorta membuka akibat peningkatan tekanan ini. 5. Darah menyembur kelua dari ventrikel kanan ke dalam arteria pulmonalis dan darah dari ventrikel kiri menyembur ke dalam aorta. 6. Kontraksi otot kemudian berhenti, dan dengan dimulainya relaksasi otot, siklus baru dimulai.
Pengendoran (Diastole)

Diastole adalah periode istirahat yang mengikuti periode kontraksi 1. Darah vena memasuki atrium kanan melalui vena cava superior dan inferior 2. Darah yang teroksigenasi melewati atrium kiri melalui vena pulmonalis 3. Kedua katup atriumventrikular (tricuspidalis dan mitralis ) tertutup dan darah dicegah untuk memasuki atrium ke dalam ventrikel.

4. Katup pulmonalis dan aorta tertutup, mencegah kembalinya dari arteria pulmonalis ke dalam ventrikel kanan dan dari aorta ke dalam ventrikel kiri. Pengaturan Pompa Jantung Pada tiap siklus jantung terjadi sistole dan diastole secara berurutan dan teratur dengan adanya katup jantung yang terbukaPdan tertutup. Pada saat itu jantung dapat bekerja sebagai suatu pompa sehingga darah dapat beredar ke seluruh tubuh. Selama satu siklus kerja jantung terjadi perubahan tekanan di dalam rongga jantung sehingga terdapat perbedaan tekanan. Perbedaan ini menyebabkan darah mengalir dari rongga yang tekanannya lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah.

Distensibilitas Vaskuler, Fungsi Vena dan Arteri


Sistem vaskuler memiliki peranan penting pada fisiologi kardiovaskuler karena berhubungan dengan mekanisme pemeliharaan lingkungan internal dengan sirkulasi darah yang berfungsi sebagai sistem transpor oksigen, karbondioksida, makanan, dan hormon, serta obat-obatan ke seluruh jaringan sesuai dengan kebutuhan metabolisme setiap sel dalam organ tubuh. Darah dari sistem vaskuler memiliki fungsi yang tidak sama dalam menunjang sistem sirkulasi karena tidak selamanya susunan histologis tiap bagian pembuluh darah ada dalam sistem vaskuler. Sistem pembuluh darah berfungsi untuk tempat mengalirnya darah dari jantung menyebar ke seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung. Pembuluh darah arteri merupakan pembuluh darah yang keluar dari jantung yang membawa darah ke seluruh bagian dan alat tubuh. Pembuluh darah arteri yang paling besar yang keluar dari ventrikel sinistra disebut Aorta. Sedangkan Pembuluh darah vena (pembuluh darah balik) merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari bagian atau alat-alat tubuh masuk ke dalam jantung. Pada vena terdapat katup kebanyakan katup-katup itu terdiri dari dua kelompok yang gunanya untuk mencegah agar darah tidak kembali lagi. Vena-vena yang ukurannya besar diantaranya vena kava dan vena pulmonalis.

Dinding pembuluh darah arteri terdiri dari tiga lapis: Lapisan luar disebut tunika advensia : tersusun dari jaringan ikat dan mengandung serabut syaraf, pembuluh darah yang mempengaruhi dinding arteri (vasavasorum). Lapisan tengah disebut tunika media : terdiri dari kolagen, serat otot polos dan elastis damn mempertahankan elastisitas dan ketegangan arteri juga berfungsi sebagai penyokong primer dari arteri. Lapisan dalam disebut tunika intima: lapisan mulus sel-sel endotel yang menyediakan permukaan non trombogenik untuk aliran darah. Dinding pembuluh darah vena juga teridiri dari tiga lapisan yang sama dengan arteri tapi lebih tipis. Sirkulasi sistemik terdiri dari : Arteri Berfungsi untuk transportasi darah dengan tekanan yang tinggi ke jaringan. Karena itu system arteri mempunyai dinding yang kuat dan darah mengalir dengan cepat menuju jaringan. Dinding aorta dan arteri relative mengandung banyak jaringan elastis. Dinding tersebut teregang waktu sistol dan mengadakan recoil pada saat diastole. Arteriol Adalah cabang terujung dari system arteri dan berfungsi sebagai katup pengontrol untuk mengatur pengaliran ke kapiler. Arteriol merupakan tempat utama resistensi aliran darah dan perubahan kecil pada diameternya menyebabkan perubahan yang besar pada resistensi perifer. Kapiler Berfungsi sebagai tempat pertukaran cairan dan nutrisi antara darah dan ruang interstitial. Venula Dinding venul hanya sedikit lebih tebal daripada kapiler. Berfungsi menampung darah dari kapiler dan secara bertahap bergabung kedalam vena yang lebih besar. Vena Berfungsi sebagai jalur transformasi dari jaringan kembali ke jantung. Karena tekanan vena sangat rendah maka dinding vena tipis, walaupun demikian dinding vena berotot dan ini memungkinkan vena untuk berkontraksi sehingga mempunyai kemampuan untuk menyimpan atau menampung darah dalam jumlah kecil atau tergantung dari kebutuhan tubuh

Fungsi utama pembuluh darah arteri untuk mendistribusikan darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh jaringan tubuh. Sedangkan fungsi utama pembuluh darah mengalirkan darah yang membawa sisa metabolisme karbondioksida dari jaringan kembali ke jantung. Pada peredaran darah paru, pembuluh arteri banyak mengandung darah miskin oksigen dan banyak karbondioksida, sedangakan pembuluh vena mengandung darah yang kaya akan oksigen.

Mikrosirkulasi dan Sistem Limfatik

Pengaturan Aliran Darah Oleh Jaringan, dan Pengaturan Humoral


Tekanan darah sangat penting dalam sistem sirkulasi darah dan selalu diperlukan untuk daya dorong yang mengalirkan darah di dalam arteri, arteriola, kapiler dan sistem vena sehingga terbentuk aliran darah yang menetap

Pengendalian tekanan darah secara humoral atau cairan kimia adalah pengendalian tekanan darah yang diperankan oleh bahan seperti hormon antaralain : vasopresin, kortikosteroid, renin-angiotensin, efinefrin, norepinefrin, bradikinin, serotinin, dan ion-ion yang terdapat di dalam cairan tubuh misalnya bahan elektrolit lokal (ion kalsium) yang memiliki kemampuan rangsangan vasokonstriksi arteriola. Secara umum bahan kimia yang memengaruhi tekanan darah pada sistem seperti bradikinin, serotin menyebabkan pertambahan radius pada penampang pembuluh darah arteriola. Sedangkan angiotensin, vasopresin menyebabkan pengurangan radius arteriola. Tetapi bahan seperti epinefrin, norepinefrin, kalsium dapat memengaruhi tekanan darah melalui efek pada jantung ataupun pembuluh darah yaitu meningkatkan efektifitas pompa jantung.

Perangsangan Ritmik pada Jantung Jantung dapat bergerak yaitu mengembang dan menguncup yang disebabkan oleh adanya rangsangan yang berasal dari susunan saraf otonom. Rangsangan ini diterima oleh jantung pada simpul saraf yang terdapat pada atrium dextra dekat masuknya vena kava. Dari sini rangsangan akan diteruskan ke dinding atrium dan juga ke bagian septum kordis oleh nodus

Stroke Volume, Cardiac Output serta Faktor yang berpengaruh Pada keadaan normal (fisiologis) jumlah darah yang dipompakan oleh ventrikel kiri dan ventrikel kanan sama besarnya. Bila tidak maka akan terjadi penimbunan darah di tempat tertentu. Misalnya bila jumlah darah yang dipompakan ventrikel kanan lebih besar dari ventrikel kiri, maka jumlah darah tidak dapat diteruskan oleh ventrikel kiri ke

peredaran darah sistemik sehingga terjadi penimbunan darah di paruparu.

Faktor yang mempengaruhi pekerjaan Jantung : 1. Beban awal Otot jantung diregangkan sebelum ventrikel kiri berkontraksi, berhubungan dengan panjang otot jantung, peningkatan beban awal menyebabkan kontraksi ventrikel lebih kuat dan meningkatkan volume curah jantung. 2. Kontraktilitas Faktor yang kedua yang mempengaruhi stroke volume adalah kontraktilitas yaitu kekuatan kontraksi. Hal-hal yang meningkatkan kontraktilitas disebut positif inotropik agent. Positif inotropik agent mendorong masuknya kalsium dalam aksi potensial jantung,yang memperkuat serabut otot berkontraksi.Sitimulasi simpatis dari ANS (Automatik Nervous System ) sepeti epineprin dan norepineprin,meningkatkan tingkat kalsium di cairan ekstra seluler,dan semua obat digitalis mempunyai efek positif.Sebaliknya hambatan pada simpatis dari ANS,anoksia, asidosis, beberapa obat anestesi ( Contohnya Halothane ) dan meningkatnya kalium dicairan ekstra seluler mempunyai efek inotropik negative. 3. Kalsium channel blocker mempunyai efek inotropik negative dengan mengurangi masuknya kalsium,mengurangi kekuatan denyut jantung. 4.

EKG Normal Elektrokardiografi (EKG) adalah rekaman perubahan elektrik yang ter jadi pada jantung akibat denyut jantung. EKG normal menunjukkan : Gelombang P : Dihasilkan oleh kontraksi atrium, selama 0,10 detik. Kompleks QRS: dihasilkan oleh kontraksi vertikel , berlangsung sampai 0,09 detik. Gelombang T : Dihasilkan oleh relaksasi ventrikel Interval PR : adalah waktuyang dibutuhkan impuls untuk melalui berkas ventrikel. EKG adalah rekaman pada kertas yang berjalan dengan kecepatan 25 mm per detik, setiap mm pada kertas mewakili