You are on page 1of 2

ABSTRAK Filariasis adalah penyakit menular menahun yang disebabkan cacing filaria, dengan vektor berbagai jenis nyamuk.

Pada tahun 2009, ada satu penderita filariasis kronis di Desa Sigara-gara. Wilayah Sigara-gara daerah endemis filariasis (Mf 1,4%) sejak tahun 2005. Jenis penelitian ini adalah survei dengan tipe explanatory research yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh karakteristik (umur, pendidikan, dan pendapatan) dan persepsi kepala keluarga tentang program pemberantasan filariasis (pengobatan massal, survei darah jari, dan penyuluhan) terhadap tindakan pencegahan filariasis di Desa Sigara-gara tahun 2010. Populasi adalah seluruh Kepala Keluarga Desa Sigara-gara dan penetapan jumlah sampel menggunakan metode simple random sampling diperoleh sampel sebanyak 95 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap tindakan pencegahan filariasis adalah pendapatan (p=0,003), persepsi tentang pengobatan massal (p=0,000), dan persepsi tentang survei darah jari (0,019). Variabel yang tidak memiliki pengaruh dengan tindakan pencegahan filariasis adalah umur, pendidikan, dan persepsi tentang penyuluhan. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan kepada Puskesmas Patumbak melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang filariasis dan program pemberantasan filariasis agar menjadi lebih optimal dan keberhasilan pengobatan dapat dicapai.

Kata kunci: Filariasis, Pencegahan, Persepsi, Karakteristik

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT Filariasis is chronic infectious disease caused filarial worm, of which its vectors are many kinds of mosquitoes. In 2009, there was one sufferer in Desa Sigara-gara . Distric Sigara-gara is a filariasis endemic area (MF rate 1.4%) since 2005. The type of research was explanatory approach that aimed to explain the influence of individual characteristics (age, education, and income) and perception head of family on filariasis eradication program (the mass treatment of filariasis, finger blood taking, and health education) on the filariasis prevention practice at Sigara-gara village in 2010. The population were all the head of family in Sigara-gara village and the sample was determined by simple random sampling technique was obtained sample of 95 people. Data were collected by using questionnaire and were analyzed by using multiple linear regression. The results of research showed that variables which had significant influence on the filariasis prevention practice were income (p= 0,003), perception of mass treatment (p = 0.000), and perception of finger blood taking (0,019). The variables which had no influence on preventing filariasis were age, education, and perception of health education. Based on the result,iIt is expected that Patumbak health care to do health promotion about filariasis and filariasis eradication program to be more optimal and successful treatment can be achieved.

Keywords: Filariasis, Prevention, Perception, Characteristic

Universitas Sumatera Utara