You are on page 1of 22

TRADISI IDEALIS LATAR BELAKANG DAN PERKEMBANGAN Selaras dengan perkembangan zaman muncul bermacam-macam teori dan ide-ide

de baru. Para arsitek dihadapkan pada tantangan, bagaimana agar desain hasil pemikiran mereka dapat dimengerti oleh masyarakat Tradisi yang idealis heterogen dan macam-macam pada pola hidupnya. memperhatikan fungsionalis,

ekspresif, simbolis, dan sopan santun berusaha menjawab hal diatas. Tradisi ini adalah inti arsitektur modern, karena sebagian arsitek tergabung tradisi ini. Mereka mendesain bangunan yang selaras dengan lingkungannya. Arsitek dari tradisi ini berusaha agar bentuk dapat dipahami, dan merupakan kelanjutan dari paham fungsionalisme. Paham fungsionalisme yang kaku, disempurnakan dengan membuat hasil (produk) dapat dikomunikasikan dengan masyarakat dengan tanpa meninggalkan fungsi sesungguhnya. LE CORBUSIER merupakan PIONIR TRADISI IDEALIS Pemecahan masalah sosial merupakan inti atau masalah utama dalam tradisi idealis ini, tidak hanya menganjurkan solusi masalah saja ; tapi mereka juga mengajukan usulan-usulan atau altematif dengan pertimbangan adanya perubahan di masa datang. Dimulai pada bulan Oktober '20 selama 2 tahun setelah itu, LE CORBUSIER menulis dimajalah L'ESPRIT NOVEAU (suatu kumpulan artikel yang berisi tentang semangat yang baru jelas) yaitu semangat selalu konstruksi dan sintesa konsep dengan

menekankan pada ikatan-ikatan idealis seperti semangat baru, konsep yang jelas, ZEITGEIST, jaman besar. LE CORBUSIER berhasil mengkristalkan seluruh harapan di tahun 20-an itu, tulisan ini mendapat tanggapan yang cepat dan nyata. Gerakan-gerakan yang turut merasakan pandangan ini pada awal tahun 2a-an antara lain: De Stijl (Belanda), Puristme (Paris),

Contructivisme (Rusia dan Hongaria), Ekspresionisme dan Utopian (Jerman), Dadaisme dan Surealisrne (New York), Kritik (Inggris dan USA) dan Formalisme (Cekoslovakia). Hal ini merupakan gabungan eksplosif dari semangat Eropa. Kejadian-kejadian di Eropa terasa cepat bergerak. Pada waktu itu LE CORBUSIER mengerjakan hampir semua prinsip-prinsip untuk karyanya KOTA KONTEMPORER untuk 3 miliar penduduk direncanakan untuk 30 tahun. CIRI-CIRI TRADISI IDEALIS Sulit untuk merumuskan ciri-cirinya (secarah umum), karena kadang-kadang pada suatu periode jauh berbeda dengan periode lain; maka ciri-ciri ini disusun berdasarkan kejayaan periode yang mempengamhi tradisi ini; antara lain: 1. Pada periode Heroic bertitik tolak pada pemecahan masalah sosial berlandaskan idealisme pribadi arsitek dipengaruhi penemuan-penemuan baru mengenai mesin pendewaan terhadap barang-barang sehari-hari ekspensif fungsionalis 2. Pada saat dipengaruhi International Style penggunaan curtain wall dan asesorisnya mulai menggunakan precast slab clean dan simple 3. Pada saat dipengaruhi Metaphysic School menempatkan arsitek pada skala kosmis berdasarkan keinginan untuk membuat dunia lebih baik berdasarkan gagasan bahwa bentuk dapat dihasilkan dari bentuk struktur alami, seperti dome, busur Primitif dalam ekspresinnya, pengesposan bahan yang berstruktur kasar (bata, batu, dan lain-lain) 4. Pada saat dipengaruhi Cybernetic

dalam memecahkan masalah mencoba memberikan alternatif lain, variant yang timbul dari kemampuan dan keistimewaan mesin otomat mass production, standardisasi pertimbangan dari segi ekonomi, sosiologi, dan teori Darwin 5. Pada saat dipengaruhi Semiologi berusaha berkomunikasi/menangkap keinginan masyarakat membuat lingkungan menjadi sesuatu yang bisa dikenal mendamaikan aliran-aliran yang bertentangan setiap unsur dan elemen bangunan berperan tanpa lepas dari kesatuan
CONTOH-CONTOH KARYA TRADISI IDEALIS

LE CORBUSIER 1. Proyek Algier Permainan fungsi menghasilkan tidak hanya plastik symponi untuk kenyamanan penglihatan tetapi juga suatu cara yang membuat fungsi-fungsi vertikal sejelas dan sebaik horizontal dalam kota.
2. Kota kontemporer untuk 3 juta penduduk

ROBERT VENTURI 1. Building board, a football hall of fame o disini diperlihatkan bagaimana arsitek memasukkan suatu klise iklan dalam suatu bangunan tanpa menjadi langue atau parole. Hal ini dipecahkan dengan kontak klise sehingga kontras dengan bentuk-bentuk yang lain atau dengan kata lain tumpah dari suatu permukaan ke permukaan yang lain. o suatu museum yang juga merangkap sebagai penyangga suatu billboard 2 dimensi yang besar.

o Penyelesaian pemakaian bahan yang kontradiktif tampa mengkompromir satu sama lain, sehingga keduanya berhadapan tampa menjadi samar-samar, yang vulgar tidak turun derajatnya dan serius menjadi meyakinkan secara formal.

PETER SMITTHSON 1. House of The Future o Semua permukaannya dibuat dari bagian-bagian melengkung yang menghubungkan atau berhubungan sehingga mudah dibersihkan. o Prinsip yang diambil disini adalah prinsip sebuah badan mobil, dimana fleksibilitas penyesuaian terhadap situasi mengambil peranan penting untuk menghilangkan efek destruktif dari standardisasi, walaupun standardisasi itu sendiri sesuai dipandang dari segi ekonomi maupun sosiologi. Dalam tradisi dikenal 7 pembabakan yaitu : 1. RATIONAL 2. PURIST 3. HEROIC 4. METAPHYSICAL 5. CYBERNETIC 6. SEMIOLOGIE 7. SIGNIFICANT

RATIONAL ( DARMAN D 131 08 020)

Rasionalismeadalah suatu tujuan yang intinya menjaga komitmen yang kuat untuk menantang estetika yang cubism ( berbentuk kubus / kotak ) untuk memperoleh keseimbangan dan keteraturan pada keseluruhan rancangan. Ciri-ciri gaya arsitektur Rasionalisme. Pada umumnya bangunan gaya arsitektur rasionalisme adalah sebagai berikut: Bentuk bangunan memaksimalkan panggunaan lahan Kontruksi menggunakan : Kayu, besi, logam, kaca, dll ) Bentuk ornamen ornament mengikuti hubungan antara bentuk dan fungsi, dll. Tokoh-tokoh gaya arsitektur rasionalisme. Timbulnya gaya arsitektur rasionalisme akibat dari kekecewaan para arsitek terhadap.cara-cara atau paham cubist dan constructivist. Oleh karena itu para arsitek mengadopsi kedua paham tersebut untuk memperoleh keseimbangan dan keteraturan pada keseluruhan rancangan.Berkembang pada awal abad k-20 di Eropa. Beberapa tokoh penggagas arsitektur rasinalisme: Bauhaus ( 1919 ) Walter Gropius ( 1883 1969 ) Mies van der rohe ( 1887 1965 ), dll. Karena para tokoh tersebut memberikan arti bahwa, arsitektur rasionalisme adalah bentuk penyelarasan atau keseimbangan dari bentuk bangunan terhadap fungsi dari bangunan itu sendiri.

GAYA ARSITEKTUR RASIONALISME Roma, Italia terdapat sebuah rumah gereja yang letaknya bersebelahan dengan menara pissa.Gereja ini termasuk dalam gaya arsitektur rasionalisme.Karena bila kilat dari bentuk dan ciri ciri bangunan ini sama dengan gaya arsitektur rasionalisme.Penggunaan kaca, beton dan kayu. Kelebihan dan kekurangan gaya arsitektur visionary. Gaya arsitektur rasionalisme mempunyai kelebihan dan kekurangan, seperti Mempunyai bentukhalnya gaya arsitektur yang lainnya. Kelebihannya : Yang beragam, sehingga bangunan terlihat menarik dan tidak monoton. Terkesan kokoh, karena konstruksinya menggunakan batu dan beton. Terlihat megah karena Tidak terlihat kuno / tertinggal oleh zaman. bentuknya yang besar Kekurangannya : Melupakan gaya-gaya tradisional, yang dapat memusnakan kebudayaan. Ornamen ornament yang digunakan sama. Sehingga menimbulkan kesan kurang menarik. Dalam proses pembangunan membutuhkan waktu yang lama. Kritik. Seharusnya ornamen ornamen yang digunakan lebih banyak bentuk dan variasinya agar orang melihatnya tidak menimbulkan kesan bosan.

PURIST ( DOLLI BRAHAM TAMBUNAN D 131 08 016)

Purisme berasal dari akar kata pure (murni). Pada era modern arsitekturnya berusaha menjaga kemurnian bentuk geometrikal yang lepas dari ornamen-ornamen seolah-olah arsitektur modern alergi terhadap ornamen. Bentuk harus ditampilkan dengan sejujur-jujurnya (anti kamuflase). Kecenderungan pada era ini adalah bahwa selama fungsi struktural dapat terpenuhi maka fungsi estetika boleh diabaikan. Hal ini menyebabkan tipe-tipe bangunan pada jaman ini hampir sama hanya dibedakan dari fungsinya saja ( bentuk merupakan nomor dua setelah fungsi ) Yang termasuk gaya-gaya utama (mainstream) yang termasuk dalam era modern di antaranya: a. KUBISME tahun 1910 Arsitektur dianggap merupakan salah satu cabang dari seni rupa dan terpengaruh dengan trend seni rupa yang dipopulerkan oleh Pablo Picasso. Cirinya : Geometrisasi fenomena alam, tidak tampil realistik Memperlihatkan bagaimana benda-benda dipengaruhi oleh cahaya Banyak mempermainkan unsur panjang lebar tinggi yang dikomposisikan dengan cahaya (baik alam maupun buatan) Mengganggap arsitektur adalah rancangan ruang bukan kulit. Yang dirancang adalah volume bukan tampilan dari bidang-bidangnya Mengganggap arsitektur adalah sebagai wadah atau kontainer dari suatu aktivitas. Arsitek yang terkenal dari gaya ini: Le Corbusier Arsitektur dianggap sebagai mesin hidup (living machine), yang terdiri dari bagian-bagian yang merupakan sebuah sistem dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya (sistem pencahayaan, sistem struktur, dan sistem utilitas). Falsafahnya tentang arsitektur adalah menciptakan rasa aman, keramah tamahan, kebahagiaan serta kesatuan yang harmonis dari bentuk-bentuk yang ada di bumi ini dan hubungannya dengan skala

manusia. Selain itu desainnya dipengaruhi oleh bentuk-bentuk geometris, penggunaan beton eksposed dan permainan bayangan (seperti seni patung) Frank Lloyd Wright Dengan paham dasar organic architecture, arsitektur diang-gap sebagai unsur organik dari alam (naturally). Karyanya yaitu museum Guggenheim di New York didisain seperti siput betonspiral yang ber-kelanjutan naik dari lantai sampai keatas. Sedang dalam karyanya yaitu Johnson Administration Building kolom beton bertulangnya berbentuk seperti bunga lili . Lantainya berbahan pirex glass yang memberikan cahaya difus, jadi pengunjung yang datang seakan-akan membayangkan dirinya berada di dalam kolam dan di bawah naungan bunga-bunga Lili. Dalam mengembangkan semangat Purisme, Wright selalu menunjukkan keaslian karakteristik materialnya, Dimana batu digunakan sebagai batu, kayu sebagai kayu dan kaca sebagai kaca. Pengaplikasian konsep ini dapat kita lihat pada Fallingwater. Unutuk menunjang kesan Natural bangunan yang berdiri di atas air terjun ini, material lantai dan dindingnya adalah batu alam. Konsep Kubisme yaitu permainan unsur vertikal dan horisontal yang juga dimasukkan dalam karya ini. Hal ini terlihat pada permainan-permainan kantilever-kantilever betonnya.

PERIODE HEROIC ( HAYYINUN HAYATI D 131 08 017)

Berawal dari tradisi logis. Arsitek-arsitek berusaha mengatasi masalah sosiaI yang dihadapi masyarakat, yang hal ini hanya menurut ideal si arsitek. Jadi secara tidak sadar arsitek menganggap dirinya sebagai pahlawan. Contoh periode heroic: KOTA KONTEMPORER oleh LE CORBOSIER, antara lain berisi : pemisahan garis fungsi-fungsi utama

sistem-sistem sirkulasi kota taman jalan-jalan dalam blok apartement Secara politis karya ini antara lain campuran dari ideologiideologi yang bertentangan,mendapat kritik pedas dari semua pihak, misalnya : KOMUNISME PERANCIS dengan sebutan PERENCANA FASIC, sebab pemerintahan pusat yang kuat dijalankan oleh kelompok-kelompok elite pengusaha dan selain itu ada masalah perbedaan kelas dalam masyarakat (guru dan manajer). Sikap mendua dari LE CORBUSIER terlihat dari karyanya: FREEHOLD MAISONNETTE SCHEME (1922) yang cenderung mengarah kepada sosial utopia dan komunisme serta kapitalis pragmatis dan didukung pertimbangan ekonomi yang mantap. Proyek ini dengan sifat fungsional, estetis, langsung ditiru oleh konstruktivis sosial yang dikembangkan menjadi rumah-rumah komunal. Oleh sebab itu dan sebab lain LE CORBUSIER dicap sebagai antek-antek komunis oleh kaum reaksioner. Sebagai pembelaan diri ia mengeluarkan buku : Toward and New Architecture (1923) yang dialiri suatu chapter architecture or Revolution. LE CORBUSIER dituduh lagi menjadi penganut aliran marxisme ortodoks karena ia mencoba memecahkan masalah sosial dengan cara arsitektur tanpa revolusi. Hal ini dihadapkan pacta posisi yang sama dari setiap arsitek idealis. Ketika ditekan oleh tuduhan ini, LE CORBUSIER beralih lagi dan sikap apolitic pragmatis ke justifika teknokrat (netral dan efisien). Hal ini dinyatakan pada bagian akhir bukunya yang berjudul The City Of Tomorrow Pada 1928 Helena de Mandrot di Swiss, dibawah bimbingan LE CORBUSIER membawa suatu ide untuk mempertemukan arsitek dalam suatu kongres internasional (CIAM I).

Hasilnya: Pameran Weissonhof, yang menetapkan arsitek modern sebagai gaya tahun '20-an (segi positif). LE CORBUSIER kalah dalam liga nasional karena tidak berkompromi dengan aliran modern (segi negatif). CIAM terbagi dalam 2 golongan yang bertentangan : 1. Arsitektur formalis dari Perancis 2. Arsitektur fungsionalis dari Jerman yang terjadi karena perbedaan borjuis reformis dan marxis revolusionalis. Kelompok ini tidak mengenal adanya pembagian kelas dalam masyarakat. Karena pertentangan ini (CIAM) mengalami kemunduran arsitek Jerman (Ernst May dan Haunes Meyer) membuat suatu kontrol dari pihak pemerintah berdasarkan opini publik, contoh : Kasus Frankfurt Jerman yang memperlihatkan bahwa dinas tata kota berpengaruh pada perkembangan arsitektur. Sebelum kejayaan tradisi idealis pada periode heroic berakhir dikemukakan dua tradisi idealis dan harapan untuk peningkatkan mutu. 1. Kepahlawanan yang terjadi pada kehidupan yang sehari-hari (mengagung-agungkan objek sehari-hari seperti pipa air, botol anggur, knop pintu, mesin) 2. Periode heroic berarti semangat kepahlawanan dari setiap individu untuk mengubah masyarakat. Contoh : monumen atau Mies Van Rohe, bersikap apolitik pragmatis dan secara fatal menghormati pada kekuatan struktur yang ada sehingga merancang monumen komunis ini. Sikap apolitik ini sangat mempengaruhi kemunduran tradisi idealis sesudah periode heroic. Pada dasarnya aliran sosial utopian yang menjiwai karya LE CORBUSIER, GROPIUS dan arsitek-arsitek CIAM menjadi mundur pada saat estetik dari internasional style merajai dunia.

ARSITEK HEROIK DAN ARSITEKTUR HEROIK Imbangan dari arsitek pahlawan adalah bangunan heroik, yang diceritakan sebagai bintang secara terpisah,Jika beberapa terbitan berfokus kepada sejumlah gedung yang sama maka proses tersebut akan memperkuat kesan dan kesolidan citra gedung yang bersangkutan.Dengan penekanan yang berlebihan kepada kepada metode ini maka bisa saja muncul bahaya dimana kita justru akan mengabaikan gedung yang sedang kita bicarakan. Beberapa contoh antara lain Menara Eiffel di paris, Gedung Sydney Opera House di Australia, Tower Bridge di London dan Taj Mahal di India, yang merupakan monumen budaya yang telah dipisahakan atau diisolasi dari konteks pembangunan mereka sendiri. Jika arsitektur dipandang hanya milik para arsitektur, baik itu heroik ataupun tidak, maka orang tidak hanya akan semakin tidak memahami peran yang dimainkan para arsitetek tapi juga bisa mencurigai mereka. Banyak asitek arsitek Amerika,misalnyaMichael Graves dan Robert Venturi,yang mempunyai reputasi yang tinggi sebagai seorang arsitek tanda tangan , dimana mereka diminta untuk membubuhi tandan tangan terkenal mereka pada bagian depan sebuah gedung penting yang telah didesain luar dan dalam. segala aktifitas para arsitek yang berujung pada pencarian kambing hitam jika hasilnya tidak sesuai dengan kehendak

METAFISIK ( ANGGORO HASTOMO PUTRA D 131 04 042) International Style tersaingi oleh Bureaucratic School, karena terjadi kontradiksi dengan antara keunggulan teknik dan visual tidak dari dapat bangunan kekurangan-kekurangan yang

disangkal dari arti bangunan sesungguhnya. Dalam tradisi idealis ada aliran New Brutalism, selain itu ada aliran metafisile dimana arsitek seperti Louis Khan, Aldo Van Eyek dan James Stirling termasuk dalam aliran ini.

Karya-karya mereka merupakan derivat-derivat dari prinsip-prinsip yang terdapat pada periode heroik yang menunjukkan bahwa bagaimanapun juga arsitek tidak lepas dari pemikiran sosial maupun politik yang menjadi nabi prinsipini adalah Louis Khan. Karya-karya arsitek yang dihasilkan oleh METAPHYSICAL SCHOOL adalah primitif dalam ekspresi, tidak fundamentalis, tegas, jelas berdasarkan elemen-elemen rang teratur yang secara konseptual dihasilkan arsitek Sebagai contoh: Karya James Stirling, St

Andreus

Residence

merupakan pengulangan bentuk unit kamar tidur, dan hal ini mempunyai kelebihan mengurangi dalam fungsi mengidentifikasikan arsitekknya. efisien dalam ekspresi danjuga yang

Dalam semua kasus ini penekannya pada segi mental dan kemauan masyarakat diutamakan dibandingkan bahan-bahan dasarnya. CYBERNETIC SHOOL (DIESSELA VISKA S. D 131 08 021) Banyaknya kemungkinan baru seperti desain komputer, bank data desain 3 dimensi holograpic, dan komunikasi laser dan produksi otomatis (automated production). Kebencian pada produkproduk mesin (karena patern yang diprogramkan itu-itu saja). Salah satu dalil dalam ars modern yang disetujui oleh LE CORBUSIER dan WALTER GROPIUS ialah buku arsitek harus mendesain type-type

arsitek yang beraneka ragam (invariant archetypes), standar atau object types yang kemudian bisa diulang tanpa akhir dengan produksi massal. Pertimbangan LE CORBUSIER adalah ekenomi sosiologi dan teori Darwin. Kaum sosiologis mengatakan bahwa anomik yang coforminty akibat standarnisasi tersebut sangat merusak hubungan sosial, individu. Sedangkan yang lain mengatakan otomatisasi yang dihasilkan oleh produksi cybernetic bisa membawa kita ke kehidupan organik, dunia pekerjaan tangan dimana tiap bentuk berbeda dengan bentuk selanjutnya dengan ongkos yang sama, kecepatan, dan efisien yang sama untuk suatu produksi ulang. Rumah dimasa datang dibangun dengan sistem perakitan dimana panil-panilnya berlainan yang bisa dipasang menurut sikon. Produksi cybernetic (sering disebut Revolusi II) akan mengembalikan lingkungan pada zaman sebelum industri dimana produksi bisa dipesan. Manusia dikontrol oleh sistem budayanya bukan hanya hubungan ekonomi semata. Contoh: - Cambridge Faculty of History, oleh James Striling dan Michael Wilford. Ilmu telah lama menjabat sebagai sumber metafora untuk

arsitektur, sering secara langsung mempengaruhi pembentukan ruang dibangun. Setiap teknologi melihat ini, dengan ekstensi logis, salah satu pengukuran. Sepanjang sejarah, instrumen untuk merekam gambar telah menjadi instrumen untuk menciptakan arsitektur. Tapi apakah instrumen tersebut hanya merupakan produk usia mereka, atau itu sendiri membentuk masyarakat? Eksplorasi mode melihat dan pengembangan perspektif di masa Renaissance yang dihasilkan tidak hanya merupakan representasi arsitektur, tetapi juga produksi arsitektur. Perspektif adalah alat untuk membuat arsitektur baru, untuk mengubah realitas, bukan hanya alat untuk membuat tubuh tool, manusia dan lingkungan binaan di sekitarnya. Sebuah bagaimanapun, sangat-berakar dalam

masyarakat di mana ia sedang dikembangkan. Sumbu, kotak dan fasad, semua representasi dan metafora dari kehidupan publik yang pria di pusat. Dengan mendukung arsitektur modern, non-representasi persepsi gambar menjadi kurang dan

subjektif dan lebih abstrak, meniadakan bahasa arsitektur klasik yang "sistem visual". Pengembangan axonometric proyeksi ortografi, yang bergeser representasi dari realitas tiruan ke membangun mental, mungkin juga berhubungan dengan pengembangan ilmu-ilmu pada awal abad lalu. Geometri dan fisika di satu sisi, ilmu-ilmu sosial dan teori-teori persepsi didalilkan oleh psikologi Gestalt, di sisi lain. Arsitektur selalu terkait dengan praktek visual lainnya, dan tidak sulit untuk memahami pengaruh besar bahwa fotografi dan film telah di atasnya, pada abad terakhir. Dalam sebuah artikel yang berjudul The motorisasi dari Realita, Lars Spuybroek menekankan pengaruh bioskop dalam karya Le Corbusier, mengatakan bahwa kita tidak akan mampu memahami arsitektur, sebuah ruang kontinum "", jika bukan karena bioskop. Demikian pula, kita harus mempertimbangkan mobil dan televisi ketika memikirkan Venturi atau Postmodernisme. Spuybroek menulis bahwa "melihat mesin", seperti film, televisi dan sekarang komputasi, harus dilihat sebagai motorisasi "dari" realitas, sebagai mempercepat realitas itu sendiri. Pada abad
ke-20,

teknologi baru dan perkembangan komputer sangat

mengubah cara kita melihat dunia, jauh sebelum menjadi alat untuk merancang dan menghasilkan arsitektur. Meskipun demikian penting untuk menekankan bahwa bukan komputer itu sendiri yang telah berubah arsitektur, tetapi karena kedua alam dan masyarakat telah berubah, arsitektur yang dihadapkan dengan tantangan baru. Konsep virtual reality sangat bersifat lambang, dalam waktu perubahan besar. Kita sekarang hidup dalam masyarakat berbasis

informasi, yang merupakan landasan bagi proses globalisasi yang kita alami berasumsi. Banyak saat ini dari sosiolog dan sejarawan bahwa masyarakat ini mendahului penemuan komputer. Apakah ini benar atau tidak, kita hidup di dunia kemungkinan yang tidak terbatas, di mana hari setelah perbedaan hari lebih kecil dan jarak pendek. Ini benar-benar mencerminkan makna etimologis realitas maya: virtual sebagai tempat kebajikan, kapasitas, kemungkinan. Menurut perbedaan filosofis lama antara kapasitas dan bertindak, virtual reality adalah apa-apa kecuali menunggu aktualisasi potensi penuh, efek penuh belum bukti. Dalam perspektif semacam itu, arsitektur menyajikan konten virtual yang kuat. Arsitektur bukanlah kumpulan bangunan luar biasa atau seperangkat aturan. Hal ini lebih berkaitan dengan prinsip kreatif, proses itu sendiri yang merancang. Perbedaan antara bangunan dan niat yang melahirkan itu, sangat penting untuk definisi arsitektur modern. Dalam Essai sur l'art-nya, yang ditulis sekitar tahun 1780, Etienne-Louis Boulle menyatakan bahwa "produksi pikiran, penciptaan, merupakan arsitektur". Realitas desain, dalam sudut pandang ini, justru realitas virtual. Karakteristik potensi ini juga hadir di kota kontemporer, kacau dan didominasi oleh kebetulan. Kota ini tidak lebih keseluruhan, dan selesai entitas lengkap, terbuat dari fungsi statis dibagi dengan jelas. Ini adalah kompleks dan terus berubah fenomena, dicirikan oleh pergeseran hubungan. Selalu tidak lengkap, selalu sempurna.Sebuah tempat yang kemungkinan tak terbatas. Dalam ketidakpastian dan kebingungan aspek visual

dominan. Pengaruhnya pada arsitektur sangat besar. Adegan perkotaan yang kini menjadi representasi dari dirinya sendiri. Dalam perubahan lingkungan terus menerus, kita hanya bisa melihat foto dalam gerakan. Hari ini kita berpikir bentuk sebagai produk waktu. Jika perspektif tua itu instrumen untuk melihat bentuk dalam ruang, komputer adalah sebuah alat untuk melihat bentuk dalam waktu. Kami tidak melihat lagi

pada objek, apakah statis atau dalam gerakan, tapi gerakan saat melewati objek. Hari ini telah datang untuk mencari menghitung bukan berarti menggambarkan gambar dalam ruang. Arsitek kurang menarik dan kurang dan menghitung lebih dan lebih. Mereka telah berhenti pemodelan bentuk dari luar, dan menghasilkan dari dalam. Dalam arsitektur ini, komputer itu sendiri adalah konsep, proses, instrumen untuk mewujudkan proyek tersebut. Salah satu fitur yang paling membingungkan dalam proses ini, seperti yang juga ada di dalam kota, adalah tingkat tinggi yang sangat dari kesewenang-wenangan penelitian. Arsitektur bentuk yang digunakan untuk hasil akhir dari sebuah proses, dan keindahannya adalah keindahan akhir ; kesetimbangan sering dinamis, tetapi bentuknya seharusnya mendominasi gerakan. Sebuah dihasilkan bentuk arsitektur-komputer tidak dapat lagi berpura-pura untuk mencapai status ini. Ini tetap merupakan berhenti sewenang-wenang dalam proses tak berujung transformasi geometri lain. Tapi mengapa tidak perancang menghentikan proses pada satu tahap, dan bukan? Menurut Antoine Picon, profesor sejarah arsitektur dan teknologi di Universitas Harvard, di antara masalah-masalah lain yang berkaitan dengan realitas virtual, masalah skala yang sangat mencolok. Yang kabur dari yang sangat besar dan sangat kecil, dan krisis skala yang merupakan konsekuensi utama, juga cenderung untuk mencerminkan evolusi dasar dari masyarakat kita. Spesialis sering mengatakan bahwa globalisasi dicirikan oleh penindasan terhadap perantara antara global dan lokal, antara organisasi di seluruh dunia dan individu. Hal ini menarik untuk mengamati bagaimana kategori visi yang berkembang dalam arah yang sama, dan bagaimana sugestif kini kekuatan geometri fraktal untuk menggambarkan dunia. Sebuah dunia di mana kompleksitas yang akan ditemukan di setiap tingkatan. Berbicara tentang multiplisitas ini, beberapa teori menyatakan bahwa kita harus memikirkan kembali cara untuk mewakili kota

kontemporer. Baru dan modus yang berbeda dibutuhkan representasi, mode mampu menggambarkan kualitas dan fragmentaris kompleks wilayah perkotaan modern. Sekali lagi, film menjadi salah satu instrumen yang paling relevan, untuk eksplorasi kondisi hadir dalam budaya urban. Teknologi baru sehingga tidak hanya di kalangan penyebab kompleksitas, tetapi mereka adalah alat yang membantu kita untuk memahaminya. Bahkan, keanekaragaman tidak berakar secara eksklusif untuk revolusi teknologi abad terakhir. Dua Perang Dunia mengacaukan tatanan politik dan berubah juga cara kita memandang realitas. Sebuah krisis cita-cita menyebabkan kurangnya kepercayaan pada nilai-nilai absolut. Kami tiba-tiba untuk mempertimbangkan diri dalam cara relatif lebih banyak. Dalam keragaman situasi di sekitar kita, tidak yakin lagi. Kami memahami bahwa kita adalah bagian dari kompleksitas, dan bahwa kompleksitas adalah bagian dari kita. Ini adalah salah satu alasan mengapa media elektronik sudah seperti pengaruh yang besar pada arsitektur. Seperti kata Nelson Goodman, disiplin ini, seperti ilmu pengetahuan, adalah tentang cara kita "membuat dunia", dan hari ini, komputer merupakan gejala dari sebuah perubahan besar, dalam cara kita membuat dunia. "-Arsitektur Komputer dihasilkan adalah tentang realitas yang tidak stabil koneksi tak terbatas", sebagai Picon juga menulis. Dalam waktu yang sudah didominasi oleh multiplisitas besar situasi, komputer adalah suatu alat yang memungkinkan kita untuk berkembang biak bahkan kemungkinan ini.

Salah satu contoh yang paling jelas, kekhawatiran komputer sebagai alat untuk produksi arsitektur. Banyak bentuk yang tidak mungkin untuk membayangkan sebelumnya, sekarang mudah divisualisasikan pada

layar. Komputer juga dapat menghitung cara bentuk-bentuk ini harus segera direalisasi, dan sering mengatur keseluruhan proses produksi, seperti di Museum Guggenheim di Bilbao,. Namun demikian, dampak terbesar dari cybernetics tidak dalam produksi, tetapi dalam modus konseptualisasi arsitektur. Komputer dan media elektronik pada umumnya, telah berubah pada tahun-tahun terakhir sudut pandang kita pada realitas secara keseluruhan. Picon mengutip lagi, "ilmu pengetahuan dan arsitektur bertemu ketika mereka berdua memberikan kontribusi pada pembangunan budaya persepsi". Ini adalah alasan mengapa teknologi baru, mengubah persepsi kita tentang dunia, sehingga mempengaruhi cara kita memodifikasinya. Visi sangat penting, dalam berurusan dengan arsitektur, bahwa setelah kita melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, kami tidak bisa membantu akan ke arah itu. Ilmu dan berbagi arsitektur hubungan kompleks dengan masyarakat; evolusi tergantung pada evolusi masyarakat, tetapi pada saat yang sama pengaruh dan memodifikasi itu. Seperti yang sering terjadi, dalam waktu dari perubahan sosial dan teknologi, beberapa nilai yang pernah diberikan sebagai tertentu kini dipertanyakan. Di antara mereka, adalah masalah esensi arsitektur. Jika kita menganggap kecantikan sebagai arsitektur utama ambisi itu, masalah tampaknya akan sulit untuk memecahkan.Karena kita tidak lagi tertarik pada keindahan arsitektur klasik idealis, bagaimana memutuskan apakah sebuah gumpalan atau komputer yang dihasilkan bentuknya cantik atau tidak? Dalam waktu fluks yang tak terbatas, kita perlu kesempatan kepastian. Jawabannya tidak terletak dalam pencarian nilainilai estetika, karena teknologi baru membuka berbagai kemungkinan bahwa kita belum menjelajahi. Nilai harus ditemukan di tempat lain. Virtual realitas arsitektur memberikan kesempatan untuk

membangun kembali hubungan kuat tidak hanya dengan seni dan sains, tetapi juga dengan subjek utama mereka: manusia. Dalam era digital, kita memperoleh kepribadian yang kompleks, dengan kapasitas yang kuat

untuk menjadi terhubung ke jaringan raksasa. Namun kesempatan ini berbagi pengalaman luas dalam skala dunia mungkin meratakan's individualitas satu. Kita dapat berbagi potensi yang sama, tapi kami tidak akan pernah sama. Arsitektur era virtual harus mencoba untuk menjaga manusia keluar dari virtuality nya, mengingat dia dalam kompleksitas penuh kepribadian yang sebenarnya. Dalam dunia di mana ruang dan waktu yang ketat terhubung, di mana jarak dan perbedaan kecil hari demi hari, arsitektur dapat mempertimbangkan membedakan kita. Hal ini, tentu saja, hanyalah salah satu kemungkinan yang tidak terbatas.

SEMIOLOGI (SRI SUNDARI D 131 08 018 ) Produksi cybernetic (Rev. Industri II) membuat dampak pada lingkungan seperti halnya kejadian pada zaman sebelum revolusi industri terdahulu. Seperti telah disebutkan bahwa, lebih baik menyatakan manusia diatur oleh signs yang menyeluruh pada kebudayaannya dan tidak oleh kemampuan ekonominya saja. Demikian teori mengenai signs, semiology, menjadi landasan penting, karena hal ini memberikan bermacam-macam variasi sistem komunikasi. Teori semiology akan menjelaskan hubungan antara bermacam-macam sumber-sumber kolektif, langue dan pilihan individual dan kreasinya, parole. Menurut Ferdinand de Saussme: 1. Langue = berasal dari language yang berarti cara berkomunikasi antara manusia. Dalam arsitek yang dimaksud adalah suatu ciri umum yang mudah dikenal dan dipahami oleh masyarakat. 2. Parole = Suatu cara pengungkapan keinginan pribadi (speech) Dalam arsitek hal ini berarti suatu pemasukan keinan pribadi dari sang pencipta kedalam karyanya dengan tanpa

memperhatikan lingkungan masyarakat apakah karya tersebut dapat diterima atau tidak. Penggunaan signs dari sumber-sumber yang berbeda-beda meningkat dikalangan arsitektur. Jika ia menggunakan sumbersumber yang terlampau jauh berbeda dengan harapan dan keinginan kolektif, maka ia gagal dalam berkomunikasi. Robert Venturi telah memperlihatkan dan menerangkan bagaimana cara seorang arsitek dapat menggabungkan eliche, citra, dan iklan pada disain suatu bangunan tanpa harus terjatuh pada salah satu ekstrim di atas. Kaum Facis cenderung menyimpan dan menahan pengalaman, dalam suatu masyarakat yang pluralis ada kewajiban untuk mengenal tuntunan-tuntutan yang bermacam-macam dan masalah sosial yang terjadi. Contoh bangunan semiologi Boston University Complex oleh Jose Louis Sert

Contoh membutuhkan

ini

kemungkinan manusia bisa berdampingan dan sain bentuk sama dengan diselaraskan lain. Pada hubungan lingkungannya jika fungsi

kenyataannya

antara bentuk dan fungsi atau signifer dan signifea sangat susah ditentukan dan selalu menjadi pertanyaan. Semiologi School menekankan suatu bentuk (dari suatu bentuk) suatu kawasan lingkungan bisa dikenal oleh masyarakatnya.

SIGNIFICANT (MAS LOKITA PURNAMASARI D 131 07 002)

Ketika kita berpikir tentang memilih gaya sitekturuntuk situs tertentu, yang biasanya datang ke pikiran adalah cara di mana garis horizontal rumah bergaya Prairie mencerminkan dataran datar yang terbuka lebar di Barat Tengah, atau bagaimana menumpuk berturutturut sampai teras, tangga, beranda dan cerita memungkinkan rumah untuk masuk ke bukit. Tapi bila situs yang akan ditampung adalah pengelompokan perbatasan banyak yang berkelok-kelok masuk dan keluar, memberikan berbagai properti lebar dan kedalaman, bukan hanya setiap gaya bangunan dapat dibangun di atasnya. Salah satu contoh adalah gedung apartemen diperpanjang didirikan untuk Englehart Perusahaan Konstruksi di sudut barat laut dan 104 Jalan Kayu pada tahun 1928 dan 1929.. Fronted di sisi Jalan Kayu oleh taman rumput seperti dengan taman bunga dan pohonpohon, gedung memanjang 311 meter dari utara ke selatan dan 104 meter dari timur ke barat. Rumah apartemen dirancang oleh perusahaan dari Lindblad & Carlson, rekan tentang durasi setahun antara Elmer C. Carlson adalah sebuah southsider dan diperkirakan desain itu terutama nya. Ia lahir di Swedia pada 20 Januari 1897, dan datang ke Amerika Serikat dengan orang tuanya. Ia belajar di Institut Teknologi Armour (sekarang Illinois Institute of Technology) dan Akademi Seni Rupa Chicago, tetapi tidak mendapatkan gelar dari salah satu lembaga tersebut. Ia menerima pelatihan profesional melalui kerja dengan beberapa arsitek atau perusahaan termasuk Holabird & Root. Dari tahun 1929 pada dia berlatih di sendiri. Sebelum Depresi ia khusus di rumah-rumah apartemen besar, tapi setelah itu ia menjadi terkenal karena tempat tinggal satu keluarga dalam gaya Moderne Seni, banyak dari mereka yang terletak di Beverly / Morgan Park. Situs untuk bangunan Englehart Perusahaan Konstruksi,

selain besar, juga tidak teratur. Pada sudut barat laut properti bebek gedung di belakang sebuah rumah di Jalan Kayu ke sebuah siku-siku dari banyak yang menonjol ke belakang rumah tetangga pada 104 Street. Untuk alasan ini ujung utara bangunan tenun seperti jurang diagonal atas jalan yang mendekati pintu masuk utara. Pintu masuk ke bagian jurang seperti dijaga dengan menghadapi menara oktagonal dengan atap runcing, dan pada akhir proyeksi jauh pintu masuk dan dinding melengkung memecah bidang datar dari tebing jurang itu. Jauh di selatan, dinding bangunan utama sejajar dengan Wood Street, tetapi ini rusak oleh halaman yang memegang pintu masuk paviliun, yang sangat dihias pada tingkat lantai dasar. Jendela sebagian besar dikelompokkan dalam tiga, seringkali memproyeksikan pada cerita di atas kotak bay didukung baik oleh kurung dan corbelling, di mana lapisan masing-masing batu bata mendukung memperpanjang sedikit lebih jauh ke luar dari lapisan bawah. Tanjung kotak tampilan dekoratif setengah-kayu, dan kadang-kadang dibatasi oleh Gables dengan bargeboards dekoratif. Jendela di lantai dasar seringkali soliter daripada dikelompokkan, dan hal ini memungkinkan arsitek untuk mempekerjakan bulat atau oval jendela dengan keystones di atas, bawah, dan sisi di sana-sini. Lain dari jendela tunggal yang persegi dengan batu bata mereka mengganggu framing. Pada atap, dua dari sudut layar menara kecil bernama bartizans, dan pada beberapa titik ada crenellations. Mungkin seharusnya bahwa, dengan semua elemen berbeda, efeknya akan menjadi kacau, tetapi karena pengelompokan jendela disimpan secara kaku satu di atas, lain arti keseluruhan adalah suatu kerangka tertib di mana unsur bermain yang diperkenankan, baik, bermain. Bangunan yang sangat besar secara simultan menampilkan martabat dan dekorasi menyenangkan. Ini adalah inti dari pesona Tudor, juga sebagai aspek yang memungkinkan untuk menyelaraskan dengan berbagai lingkungan dengan efektif.