You are on page 1of 9

TUGAS

PROSES PRODUKSI II
PERKEMBANGAN MESIN (TEKNOLOGI) CNC

DOSEN : YOHANES,ST.,MT

NAMA : ADRI NIM : 1007133656 KELAS : SI-A

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS RIAU 2012

PERKEMBANGAN MESIN (TEKNOLOGI) CNC


Kuspriyanto, Hari Seputro Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung kuspriyanto@yahoo.com, hseputro@yahoo.com 1) Pendahuluan Kontrol numerik pertama kali di Amerika Serikat oleh John T. Pearson yang bekerja sama dengan Massachussetts Institute of Teknologi (MIT) sekitar awal tahun 50-an. Pearson menggunakan pita berlubang yang berisikan data koordinat posisi untuk mengontrol gerakan alat potong relatif terhadap benda kerja pada sebuah mesin perkakas (mesin milling) konvensional, yang dilengkapi dengan motor servo di ketiga sumbu utamanya, yang kemudian dipercaya sebagai prototype mesin NC yang pertama.

Pada awal tahun 70-an sebuah perkembangan yang sangat penting terjadi di dunia mesin NC, di mana akibat perkembangan teknologi komputer maka dimungkinkan untuk menggunakan komputer internal pada mesin perkakas NC yang akhirnya dikenal dengan nama CNC (Computer Numerical Control). Tujuan utama dari sistem CNC adalah menggantikan sebanyak mungkin perangkat keras (hardware) dari mesin NC Konvensional dengan perangkat lunak (software), sehingga dimungkinkan untuk menyimpan program, mengedit program, pengecekan program dalam komputer dan lain sebagainya

2) Jenis Mesin CNC Di industri menengah dan besar, akan banyak dijumpai penggunaan mesin CNC dalam mendukung proses produksi. Secara garis besar, mesin CNC dibagi dalam 2 (dua) macam, yaitu : a. Mesin bubut CNC b. Mesin frais CNC

1|Page

a. Mesin bubut CNC

Gambar 1. Mesin Bubut CNC

b. Mesin frais CNC

Gambar 2. Mesin frais CNC

3) Cara Mengoparasikan Mesin CNC Secara umum, cara mengoperasikan mesin CNC dengan cara memasukkan perintah numeric melalaui tombol-tombol yang tersedia pada panel instrument di tiap-tiap mesin. Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik yang membuat mesin tersebut. Namun demikian secara garis besar dari karakteristik cara mengoperasikan mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu :

2|Page

a. Sistem Absolut Pada sistem ini titik awal penempatan alat potong yang digunakan sebagai acuan adalah menetapkan titik referensi yang berlaku tetap selama proses operasi mesin berlangsung. Untuk mesin bubut, titik referensinya diletakkan pada sumbu (pusat) benda kerja yang akan dikerjakan pada bagian ujung. Sedangkan pada mesin frais, titik referensinya diletakkan pada pertemuan antara dua sisi pada benda kerja yang akan dikerjakan.

Gambar 3.Referensi Absolut

b. Sistem Incremental Pada system ini titik awal penempatan yang digunakan sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir. Untuk mesin bubut maupun mesin frais diberlakukan cara yang sama. Setiap kali suatu gerakan pada proses pengerjaan benda kerja berakhir, maka titik akhir dari gerakan alat potong itu dianggap sebagai titik awal gerakan alat potong pada tahap berikutnya.

3|Page

Gambar 4.Referensi Inkremental

Sejalan dengan berkembangnya kebutuhan akan berbagai produk industri yang beragam dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, maka telah dikembangkan berbagai variasi dari mesin CNC. Hal ini dimaksud untuk memenuhi kebutuhan jenis pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Berikut ini tahapan perkembangan dan berbagai variasi mesin CNC.

4) Tahapan Perkembangan mesin Numerical`Control (CNC) Era 1960-an mulai dipelajari oleh U.S. Airforce untuk merancang komponen pesawat terbang.Kemampuan ini dapat menghemat biaya untuk pemesinan presisi berbentuk contour. Pada 1947, Parson mengemukakan ide pembuatan kurva data 3-axis secara otomatis dan menggunakan data untuk mengkontrol mesin. Parson menggunakan punched card untuk mengontrol posisi mesin. Pada 1949, Parson dan U.S. Airforce menciptakan prototipe programmable milling machine. Pada 1952, awal mulanya ditampilkan mesin milling NC three-axis Cincinnati Hydrotel. Dewasa ini, pasaran mesin NC di Amerika masih di dominasi oleh mesin buatan Jepang

4|Page

a) Mesin Bubut CNC Modern

Gambar 5.Mesin Bubut CNC Modern

b) Mesin Frais CNC Modern

Gambar 6. Mesin Frais CNC Modern

5) Mesin CNC Generasi Baru Operator mesin CNC yang akan memasukkan program pada mesin sebelumnya harus sudah memahami gambar kerja dari komponen yang akan dibuat pada mesin tersebut. Gambar kerja biasanya dibuat dengan cara manual atau dengan computer menggunakan program CAD (Computer Aided Design). Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang computer, maka telah dikembangkan suatu software yang berisi aplikasi gambar teknik dengan CAD yang sudah dapat
5|Page

diminta untuk menampilkan program untuk dikerjakan dengan mesin CNC. Aplikasi program tersebut dikenal dengan sebutan CAM (Computer Aided Manufacturing). Software CAM pada umumnya dibuat oleh pabrik yang membuat mesin CNC dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja mesin CNC yang diproduksinya.

Dengan menggunakan software CAM, seorang operator cukup membuat gambar kerja dari benda yang akan dibuat dengan mesin CNC pada PC. Hasil gambar kerja dapat dieksekusi secara simulasi untuk melihat pelaksanaan pengerjaan benda kerja di mesin CNC melalui layer monitor. Apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan, maka dapat diperbaiki tanpa harus kehilangan bahan. Jika hasil eksekusi simulasi sudah sesuai dengan yang diharapkan, maka program dilanjutkan dengan eksekusi program mesin. Program mesin yang sudah jadi dapat langsung dikirim ke mesin CNC melalui jaringan atau kabel atau ditransfer melalui media rekam.

a). Tampilan Gambar Kerja dengan software CAD/CAM

Gambar 7. Tampilan Gambar Kerja dengan software CAD/CAM

6|Page

b). Tampilan Simulasi Mesin Bubut CAM

Gambar 8. Tampilan Simulasi Mesin Bubut CAM

c). Tampilan Simulasi Mesin Frais CAM

Gambar 9. Tampilan Simulasi Mesin Frais CAM

6) Masa Depan Mesin CNC Dengan perkembangan teknologi informasi, maka di masa datang dimungkinkan input mesin CNC dapat berasal dari gambar kerja manual yang dibaca melalui scan, kemudian diinterpretasikan oleh PC yang terkoneksi dengan mesin CNC. Hasil dari pembacaan scan akan diolah oleh software pada PC menjadi program simulasi berupa CAD/CAM. Selanjutnya hasil simulasi akan dieksekusi menjadi program mesin CNC yang siap dieksekusi untuk membuat benda kerja.

7|Page

7) Kesimpulan a. Mesin CNC sangat berperan dalam industri manufaktur yang memproduksi komponen atau bagian suatu mesin/alat yang presisi dengan jumlah massal. b. PC sebagai input bagi mesin CNC peranannya sangat dominan dalam kinerja mesin CNC. Mesin CNC yang digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan tingkat kesulitan yang tinggi dibutuhkan PC dengan kinerja yang tinggi pula. c. Mesin CNC memiliki kode standar sebagai input yang dapat dieksekusi melalui PC yang direkomendasikan oleh pabrik mesin CNC untuk mengoperasikan mesin CNC. d. Industri pembuat mesin CNC selain menyediakan software untuk mesin CNC juga menyediakan software perancangan CAD/CAM yang bersinergi dengan mesin CNC yang diproduksinya.

8) Daftar Pustaka [1] ESPRIT The Right Choice, Copyright 2000 - 2003, DP Technology Corp. All Rights Reserved. 1150 Avenida Acaso, Camarillo, CA 93012 USA esprit@dptechnology.com Phone: +1 805 388 6000 Fax: +1 805 388 308 [2] EMCO MAIER & CO, Petunjuk Pemrograman EMCO TU-2A, Friedmann-Maier-Strabe 9, A-5400 Hallein, Austria, 1988. [3] EMCO MAIER & CO, Petunjuk Pemrograman EMCO TU-3A, Friedmann-Maier-Strabe 9, A-5400 Hallein, Austria, 1988. [4] Franek Laser & Fab System, 9501 Chicago Ave So Mpls 55420. [5] Global Spec The Engineering Search Engine, 1999-2005 Global Spec. All rights reserved. Global Spec Inc. 350 Jordan Rd, Troy, NY, 12180. [6] James V. Valentino and Joseph Goldenberg, Introduction to Computer Numerical Control, Publisher : Regents/Prentice Hall. [7] JPN. Sumarno, Pengenalan Teknologi Komputer dan Manfaatnya, Copyright 19962003. AIII-ITB. Allright Reserved.
8|Page