You are on page 1of 2

Anatomi dan Fisiologi Keseimbangan Tubuh

Manusia, karena berjalan dengan kedua tungkainya, relatif kurang stabil dibandingkan dengan makhluk lain yang berjalan dengan empat kaki, sehingga lebih memerlukan informasi posisi tubuh relatif terhadap lingkungan, selain itu diper-lukan juga informasi gerakan agar dapat terus beradaptasi dengan perubahan sekelilingnya. Informasi tersebut diperoleh dari sistim keseimbangan tubuh yang melibatkan kanalis semisirkularis sebagai reseptor, serta sistim vestibuler dan serebelum sebagai pengolah infor-masinya; selain itu fungsi penglihatan dan proprioseptif juga berperan dalam memberikan informasi rasa sikap dan gerak anggota tubuh. Sistim tersebut saling berhubungan dan mempengaruhi untuk selanjutnya diolah di susunan saraf pusat. Secara garis besar, pengaturan keseimbangan tubuh dibagi dalam 4 tahap: 1. Tahap Transduksi Rangsangan gerakan diubah oleh reseptor vestibuler, reseptor visus, reseptor propioseptik, menjadi impuls saraf. 2. Tahap Transmisi Impuls dihantarkan oleh saraf aferen vestibularis menuju ke otak dengan neurotransmitter glutamat. 3. Tahap Modulasi Dilakukan oleh beberapa struktur di otak yang diduga sebagai pusat alat keseimbangan tubuh, antara lain nucleus vestibularis, hipotalamus, nuclei vestibulo-serebelum, Formatio retikularis, nucleus occulomotorius, korteks prefrontalis dan sistem limbik. 4. Tahap Persepsi Dipersepsikan kepada organ-organ perifer seperti mata, otot-otot perifer, pernafasan, dan sebagainya.

Gambar 1. Tahapan Pembentukan Keseimbangan dan Gangguannya

Sumber Sherwood Krisbiyantoro, Aries. 2010. Vertigo. Tinjauan Pustaka. Purwokerto: Jurusan Kedokteran UNSOED.