You are on page 1of 67

BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Masalah Bahan bangunan merupakan kebutuhan primer dalam proses

pembangunan. Kekuatan sebuah rumah sangat bergantung pada pondasi rumah tersebut. Pondasi yang dibangun pun juga bergantung pada proporsionalitas bahan bangunan yang digunakan. Oleh sebab itu, bahan bangunan dapat dikatakan sebagai kebutuhan primer pada sebuah proses pembangunan. Seiring dengan perkembangan zaman, pembangunan banyak dilakukan di berbagai tempat. Tidak hanya perkotaan yang merupakan pusat kegiatan, namun juga di pedesaan yang tidak terlalu menjadi pusat kegiatan masyarakat. Setiap tahun pembangunan terus mengalami perkembangan yang menyebabkan adanya banyak peluang usaha, salah satunya untuk mendirikan usaha toko bahan bangunan. Oleh karena itu toko bahan bangunan untuk saat ini bisa dikatakan bisnis yang cukup menjanjikan, khusunya di daerah perkotaan yang terdapat banyak pembangunan gedung-gedung, baik untuk pembangunan perumahan, pusat perbelanjaan baru maupun industri atau pabrik-pabrik baru. Hadirnya UD Semoga Jaya yang berada di daerah Kutisari, Surabaya ini mendapat sambutan baik dari semua kalangan, khususnya dari para pengusaha yang ingin mendirikan usaha baru di Kutisari. Di daerah Kutisari pembangunan gencar dilakukan karena dianggap sebagai daerah yang memiliki potensi cukup

-1-

besar dalam bisnis atau dagang. Selain letaknya yang dekat dengan kawasan perindustrian, yakni kawasan Rungkut Industri, daerah Kutisari juga termasuk daerah yang strategis karena merupakan jalur lalu lintas yang menghubungkan antara daerah Rungkut dengan Siwalankerto dan sekitarnya sehingga jalur lalu lintas tersebut sering dilewati oleh penduduk yang berasal dari luar kota. Gencarnya pembangunan yang dilakukan tentu membutuhkan bahan bangunan dalam jumlah besar. Karena selain pembangunan untuk perindustrian, juga untuk pembangunan lain yang lebih bersifat pribadi di daerah Kutisari dan sekitarnya. Oleh karena itu pengusaha UD Semoga Jaya melihat hal tersebut sebagai peluang usaha yang cukup menjanjikan.

2. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk menilai kinerja perusahaan dari berbagai aspek, antara lain:

2.1. Apek Pemasaran

-2-

Dengan meneliti dari berbagai analisis pada aspek pemasaran seperti mengenai analisis peluang usaha, analisis SWOT, penentuan pasar dan variabel marketing mix. 2.2.Aspek Sumber Daya Manusia Aspek sumber daya manusia dapat ditinjau melalui: a. Kebutuhan tenaga kerja dan skill b. Jam kerja c. Sistem penggajian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) 2.3. Aspek operasional Kelayakan aspek operasional (produksi) dapat melalui analisis teknis dan perencanaan pelaksanaan bisnis tersebut. 2.4. Aspek keuangan Dengan berbagai analisis keuangan seperti metode IRR, payback period, NPV, dan PI akan dapat membantu untuk mengetahui kelayakan bisnis tersebut, apakah toko bahan bangunan itu sudah dapat dikatakan layak dalam menjalankan bisnisnya atau masih memiliki berbagai kendala yang cukup berarti dalam mencapai target bisnisnya. 3. Metode Studi Kelayakan Bisnis

-3-

Untuk mengumpulkan data yang akurat sangat diperlukan adanya metode yang tepat, sehingga dapat menghasilkan data yang benar-benar valid sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam studi kelayakan bisnis ini. Metode pengumpulan data dapat diuraikan sebagai berikut:

Observasi Pada tehnik observasi ini kami mengadakan pengamatan secara

langsung dengan meninjau lokasi UD. Semoga Jaya yang terletak di Jl Kutisari Selatan No.103 Surabaya.

Wawancara Merupakan tehnik pengumpulan data dengan cara wawancara atau

tanya jawab secara langsung guna memperoleh data atau informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan studi kelayakan bisnis ini.

Dokumentasi Merupakan pengumpulan data dengan mengambil data dari UD.

Semoga Jaya yang dapat membantu pembuatan studi kelayakan bisnis ini.

4. Profil Perusahaan

-4-

Nama Perusahaan : UD Semoga Jaya Alamat Pemilik Tahun Berdiri : Jl. Kutisari Selatan 103, Surabaya : Bpk Tommy Fransisco Tji : 2005

Jumlah Karyawan : 3 orang Jenis Usaha Proses dagang : Usaha Dagang : Untuk memperoleh barang dagangan, UD Semoga Jaya

menggunakan beberapa cara. Mulai dari order langsung ke produsen, distributor besar, hingga menerima titipan barang dagang dari para sales yang datang. Dalam proses perdagangannya, UD Semoga Jaya melalui beberapa proses, yaitu:
a) Proses jual beli secara langsung, yaitu konsumen datang ke tempat jual

beli untuk melaksanakan proses jual beli.


b) Proses jual beli secara tak langsung, yaitu konsumen hanya memesan

produk dalam jumlah yang cukup besar via telepon dan meminta untuk diantarkan. Hal ini termasuk dalam salah satu keunggulan perusahaan ini, yaitu sistem pesan-antar yang memberi kemudahan bagi para konsumen.

5. Manfaat Penelitian

-5-

Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: 5.1.Bagi perusahaan Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk mengetahui kesesuaian antara manfaat yang dicari dengan persepsi konsumen dalam menggunakan barang dagangan yang ditawarkan, baik meliputi harga maupun kualitas barang tersebut. 5.2.Bagi peneliti Penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui kegiatan pemasaran yang nyata agar dapat dibandingkan dengan ilmu yang didapat dari bangku kuliah. Sehingga kita bisa mengaplikasikan secara langsung teori-teori yang ada dan mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan dari setiap aspek yang kita teliti. 5.3. Bagi lembaga fakultas ekonomi Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan penelitian lebih lanjut dan juga untuk menambah koleksi karya ilmiah di perpustakaan Universitas Negeri Surabaya yang nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun karya ilmiah.

BAB II

-6-

LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS


1. Analisis Pemasaran

Untuk mempertahankan kelangsungan usahanya, untuk berkembang dan memperoleh keuntungan, perusahaan harus melakukan fungsi pokoknya yaitu pemasaran. Dalam analisis pemasaran, ada beberapa komponen yang dianalisis yaiu:
1.1. Identifikasi Pasar

1.1.1 Segmen Pasar Segmen pasar yang dituju tidak terbatas pada golongan tertentu karena kebutuhan akan bahan bangunan adalah untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal atau papan yang merupakan kebutuhan primer manusia 1.1.2 Pembedaan Produk Pembedaan produk diartikan sebagai cara agar produk yang dimiliki berbeda dengan produk para pesaing atau dengan kata lain memilki karakteristik yang dapat membedakannya dengan toko bahan bangunan yang lain. Karakteristik yang dimaksud dalam hal ini bukan berarti karakteristik dari produk yang dijual, namun lebih mengarah ke berbagai jenis produk yang dijual. UD Semoga

-7-

Jaya sebagai perusahaan dagang tidak memproduksi produk namun menjual produk milik produsen. Sedangkan pesaingnya juga demikian, sehingga tidak ada karakteristik produk yang ditawarkan karena karakteristik produk dibuat oleh produsen. Namun, UD Semoga Jaya tetap memiliki Pembedaan Produk, yaitu dengan variasi-variasi produk yang dijual yang berbeda dengan pesaing. Contohnya adalah beberapa produk sampingan atau produk utama yang berasal dari produsen yang berbeda. Selain itu, UD Semoga Jaya juga menjual beberapa produk pelengkap yang sangat dibutuhkan oleh konsumen setempat. Hal ini dilakukan karena banyaknya konsumen yang menanyakan apakah toko tersebut menjual produk yang mereka butuhkan. Sehingga UD Semoga Jaya melakukan beberapa inovasi denagn menjual beberapa produk yang sebenarnya tidak sesuai dengan bidang usahanya, yaitu galangan atau toko bahan bangunan. UD Semoga Jaya juga menjual beberapa alat listrik, gas LPG beserta perlengkapannya, seperti selang gas, regulator dsb. 1.1.3 Target Pasar Bisnis bahan bangunan ini pasarnya sangat luas bahkan tidak terbatas. Ha lini disebabkan karena kebutuhan akan bahan bangunan dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat, tidak hanya untuk kalangan pengusaha saja. Kebutuhan akan bahan

-8-

bangunan merupakan salah satu kebutuhan yang penting untuk mewujudkan kebutuhan penting lainnya, yaitu kebutuhan akan tempat tinggal maupun tempat usaha. Karena jika kita akan mendirikan sebuah bangunan, pastinya akan membutuhkan beberapa bahan yang hanya tersedia di toko bangunan terdekat. UD Semoga Jaya memiliki target pasar khusus yaitu pasar untuk golongan menengah ke atas dan menengah ke bawah. Lokasi usaha dekat dengan pemukiman masyarakat golongan menengah ke atas dan masyarakat golongan menengah ke bawah. Karena lokasi yang dekat itu, maka masyarakat tersebut dipilih sebagai target pasar yang potensial. 1.1.4 Wilayah Cakupan wilayah UD Semoga Jaya meliputi derah Kutisari dan sekitarnya.
1.1.5

Kelompok Ceruk Pasar UD Semoga Jaya adalah masyarakat

Kelompok ceruk pasar

sekitar. Contohnya masyarakat umum, kontraktor, dan wiraswasta. 1.2. Variable Marketing Mix 1.2.1. Product

-9-

Produk utama yang ditawarkan berupa bahan-bahan bangunan. Contohnya pasir , semen , cat dll. Selain itu juga terdapat produk tambahan yang dijual. Meliputi barang-barang tertentu yang

bukan merupakan bahan bangunan atau berupa jasa pengiriman, namun barang-barang tersebut dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Contohnya alat-alat listrik, kuas lukis, gas LPG beserta produk pelengkapnya seperti selang gas, regulator, dll. 1.2.2. Place Lokasi yang dipilih cukup strategis, yaitu daerah Kutisari karena berada di daerah perdagangan dan pemukiman penduduk. Sebagai tempat usaha, lokasi ini dekat dengan sarana umum sehingga memudahkan operasional. Contohnya lokasi ini dekat dengan kawasan Rungkut Industri dan Jl Siwalankerto. Selain itu, lokasi ini juga dekat dengan sarana umum lain yaitu stasiun pengisian bahan bakar (pom bensin). 1.2.3. Price Harga yang ditawarkan berdasarkan pada harga pasar dan analisis keuangan. Bahkan pada barang-barang tertentu harga ditentukan sesuai atau sama dengan HPP, contohnya semen. UD Semoga Jaya tidak mengambil keuntungan atau laba dari barang-barang tersebut. Namun keuntungan berupa poin yang diberikan oleh

- 10 -

produsen atau penyuplai barang. Jadi, UD Semoga Jaya tidak hanya mendapatkan keuntungaan dari konsumen, namun juga dari produsen dengan pemberian poin yang nantinya akan ditukarkan dengan beberapa hadiah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 1.2.4. Promotion Promosi yang dilakukan hanya bersifat mulut ke mulut atau promosi yang dilakukan oleh pelanggan secara tidak langsung kepada orang lain. Cara promosi seperti ini sangat bergantung kepada pelanggan. Agar pelanggan mempromosikan UD Semoga Jaya kepada orang lain, maka pelanggan tersebut harus mendapat kepuasan dari UD Semoga Jaya. Misalnya dengan menjual barangbarang yang berkualitas dengan harga yang murah sehingga kepuasan pelanggan sangat diutamakan. 1.3. Strategi Pemasaran Pemasaran produk oleh UD Semoga Jaya adalah dari mulut ke mulut, menjual beberapa barang dengan harga pokok, memberikan diskon jika membeli dalam jumlah besar, dan memberikan pelayanan jasa pengiriman barang ke konsumen. UD Semoga Jaya juga pernah memberikan promo kepada pelanggannya, dengan memberikan hadiah tertentu atas pembelian beberapa item. Misalnya bila pelanggan membeli dua buah cat merk tertentu, maka pelanggan akan mendapatkan bonus kaos atau payung.

- 11 -

Namun promosi tersebut hanya berlaku sementara bila persediaan masih ada. Hadiah yang ditawarkan oleh UD Semoga Jaya tersebut sebenarnya juga berasal dari hadiah yang diberikan oleh produsen karena UD Semoga Jaya membeli produknya dalam jumlah yang cukup banyak. Sisi positif dari teknik promosi ini adalah memaksimalkan stock yang dimilkinya. Sisi negatifnya adalah UD Semoga Jaya kurang mengutamakan promosi untuk perusahaannya. UD Semoga Jaya tidak membuat anggaran yang digunakan khusus untuk kebutuhan promosi tersebut. 1.4.Perkiraan Jumlah Permintaan Mengingat bahwa kebutuhan akan tempat tinggal atau bangunan di kawasan Kutisari cukup tinggi, maka kemungkinan jumlah permintaan yang muncul cukup besar dan permintaan di masa mendatang cukup terjamin. Hal ini diperkirakan akan bertahan jika kondisi yang ada tetap atau mengalami pertumbuhan ke arah positif. Hal tersebut dimaksudkan bila kendala yang ada tidak cukup berarti atau tidak terlalu berpengaruh terhadap kestabilan perkembangan UD Semoga Jaya.
1.5. Posisi Perusahaan Menurut Analisis BCG ( Boston Consulting Group )

Analisis BCG adalah suatu analisis mengenai profitabilitas perusahaan dan situasi persaingannya. Analisis BCG terdiri dari analisis :
a.

Stars: Produk berada pada tingkat pertumbuhan pangsa pasar

yang tinggi dan menguasai pasar yang relatif besar. Selain itu, dibutuhkan dana yang besar agar dapat tetap beroperasi dengan baik

- 12 -

sehingga tidak mengalami kemunduran yang dapat dimanfaatkan oleh pesaing, karena kemunduran tersebut akan dianggap sebagai peluang usaha oleh para pesaing.
b.

Cash Crows: Pertumbuhan produk yang lamban dan rendah

sehingga investasinya juga rendah.


c.

Question Marks: Pertumbuhan produk tinggi dan menguasai

pangsa pasar yang rendah sehingga keuntungan rendah namun dana investasinya besar.
d.

Dogs: Produk berada pada tingkat pertumbuhan yang pasar

yang rendah dan pangsa pasar yang kecil sehingga dana yang ada adalah untuk kelangsungan usaha. Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa UD Semoga Jaya berada pada posisi Cash Crows. UD Semoga Jaya pertumbuhan produknya lambat dan arus kas yang kecil. Hal ini dikarenakan UD Semoga Jaya sedang mengalami masa tumbuh. Sehingga investasi yang dilakukan cukup besar.

2. Analisis SWOT

- 13 -

Analisis SWOT mengkaji lingkungan sebuah usaha. Dalam hal ini adalah usaha penyedia bahan-bahan bangunan. Lingkungan yang dimaksud disini terdiri dari : 2.1.Faktor Internal Kekuatan 1. Sebagai salah satu dari usaha bangunan yang cukup lama

berdiri. UD Semoga Jaya memiliki suatu nilai tambah karena lebih dulu dikenal masyarakat.
2.

Barang-barang yang ditawarkan berkualitas dan sesuai

dengan kebutuhan masyarakat.


3.

Selain menyediakan kebutuhan bahan bangunan, UD

Semoga Jaya juga menyediakan kebutuhan pelengkap lain, seperti berbagai macam alat listrik, pelengkap kebutuhan kompor gas, seperti regulator dan selang gas. 4.
5.

Harga yang ditawarkan dapat dijangkau oleh target pasar. Pelayanan yang lengkap. Misalnya dengan produk tambahan

berupa jasa pengiriman sehingga pelanggan tidak perlu membawa barang-barang mereka dengan susah payah, namun dapat dikirim dengan tambahan dana sebagai biaya pengiriman.

Kelemahan

- 14 -

1.

Kurangnya kemampuan dalam hal mengatasi persaingan

usaha sehingga beresiko mengalami kerugian. 2. 3. Kurangnya usaha dalam hal pemasaran. Belum menemukan tempat yang strategis untuk membuka

cabang usaha. 2.2.Faktor eksternal Peluang Peluang yang ada adalah semakin berkembangnya daerah Kutisari yang berarti akan banyak terjadi pembangunan, contohnya adalah saat ini di kawasan Kutisari banyak muncul permukiman penduduk dan ruko-ruko atau tempat usaha sehingga daerah Kutisari menjadi lokasi yang strategis. Selain itu, kawasan Kutisari berada di daerah perbatasan Surabaya-Sidoarjo, kawasan industri dan jalan utama lalu lintas daerah Rungkut-Siwalankerto. Pada awal berdiri, daerah Kutisari memang berpotensi besar karena berada di dekat kawasan industri. Dapat disimpulkan bahwa terdapat cukup banyak lalu lintas barang yang membuat kawasan Kutisari menjadi ramai. Selain itu, potensi lain datang dari karyawan yang bekerja di pabrik. Karyawan tersebut dapat ditarik sebagai target pasar yang sangat potensial. Ancaman

- 15 -

Ancaman yang muncul dalam bisnis ini adalah banyak muncul pesaing. Dengan semakin berkembangnya daerah Kutisari, maka semakin banyak pula pesaing yang muncul karena melihat potensi yang ada di daerah tersebut. Selain itu, munculnya persaingan dalam berbagai hal salah satunya adalah persaingan harga yang membuat UD Semoga Jaya harus menyesuaikan dengan harga yang ada agar tidak kehilangan pelanggan sehingga daerah Kutisari bukan lagi merupakan lingkungan usaha yang baik bagi UD Semoga Jaya. Sebenarnya UD Semoga Jaya sudah memiliki tempat yang strategis, yaitu daerah Kutisari yang berada di jalur lalu lintas yang ramai, dekat dengan kawasan industri dan pasar serta pemukiman penduduk. Namun, ada satu faktor utama yang dapat mempengaruhi laju perkembangan usahanya, yaitu pesaing. Terlalu banyak toko-toko bahan bangunan yang berada di kawasan Kutisari tersebut. Melihat kesuksesan UD Semoga Jaya dalam beberapa tahun kebelakang, banyak pihak yang ingin mendirikan usaha yang sama. Bahkan toko bahan bangunan lain hanya berjarak dua rumah dari tempat usaha UD Semoga Jaya didirikan sehingga laju perkembangan usaha tersebut mulai menurun bahkan berada pada titik statis yang tidak memberikan banyak keuntungan yang cukup berarti
3. Analisis Operasional

3.1.Penentuan Pola Operasional ( persediaan )

- 16 -

Penentuan jumlah barang di dalam perencanaan produk harus diikuti dengan penetapan pola operasi untuk periode yang bersangkutan. Sebab penjualan perusahaan berbeda setiap bulannya. Ada 3 macam pola operasi dalam usaha ini adalah pembeliaan barang dagang. 1.Stabilitas Persediaan Pola produksi ditetapkan stabil (tidak berubah-ubah) dari waktu ke waktu. Fluktuasi penjualan akan ditutup dengan persediaan barang dagang akhir 2.Stabilitas Persediaan Barang Dagang Akhir Jumlah persediaan ditentukan sama dari waktu ke waktu 3.Persediaan akhir tidak stabil Metode ini mengikuti fluktuasi penjualan. Berdasarkan penjelasan di atas maka pola persediaan yang digunakan oleh UD Semoga Jaya adalah pola persediaan akhir tidak stabil. Karena pembeliaan barang dagang disesuaikan dengan permintaan dan persediaan akhir atau persediaan yang masih ada. Teknis pembeliaan barang dagang adalah barang dagang berasal dari tempat lain atau berasal dari sales bahan bangunan yang datang ke toko tersebut. 3.2.Pengendalian Operasional

- 17 -

Pengendaliaan disini adalah pengendalian aliran barang dan kas yang masuk agar tidak melebihi kas yang dimiliki. Sehingga untuk proses operasional berikutnya diperlukan pengendalian yang mencakup beberapa tahap, yaitu: 1.Perencanaan Menentukan barang dagang yang akan dibeli dan berapa jumlah pembelian barang dagang tersebut. Disini juga direncanakan setiap proses-prosesnya. 2.Penjadwalan Penentuan kapan suatu pekerjaan akan dimulai dan kapan harus selesai. 3.Follow Up Pengawasan terhadap proses-proses di atas agar tidak mengalami penyimpangan.

4. Analisis Sumber Daya Manusia Menurut Drs. Malayu S.P Hasibuan (2005:10) Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja

- 18 -

agar efektif dan efisien guna membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. 4.1.Gambaran Umum UD Semoga Jaya di Kutisari UD Semoga Jaya di Kutisari adalah sebuah perusahaan dagang yang menjual alat-alat dan bahan-bahan bangunan. Tujuan berdirinya UD Semoga Jaya adalah semakin banyaknya permintaan bahan bangunan karena saat ini sedang gencar-gencarnya pembangunan mall-mall besar, perumahan, pabrik, perusahaan, dll. 4.2.Tenaga Kerja UD Semoga Jaya memiliki 5 orang tenaga kerja, yang terdiri dari 1 orang direktur, 1 orang admin, 1 orang pelayan toko, 1 orang supir angkut, dan 1 orang kuli angkut. Semua tenaga kerja tersebut berasal dari daerah Surabaya dan sekitarnya. 4.3.Pengaturan Jam Kerja Jam kerja pada UD Semoga Jaya mempunyai pengaturan tersendiri bagi para karyawannya. Untuk masalah ini UD Semoga Jaya tidak menerapakan sistem shift kerja. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1.1. Jam Kerja No 1. Hari Senin-Jumat Pukul 09.00-20.00 Istirahat 12.00-13.00

- 19 -

2.

Sabtu

09.00-13.00

Asumsi: istirahat termasuk makan dan sholat 4.4.Hari Libur yang Ditetapkan Dalam satu minggu kerja, UD Semoga Jaya menetapakan hari

Minggu sebagai hari libur Dalam satu tahun bekerja, UD Semoga Jaya menetapkan tiga hari

cuti untuk hari raya keagamaan. 4.5.Gaji dan Upah Adapun gaji tenaga kerja yang diberikan oleh UD Semoga Jaya atas kinerja yang telah dilakukan oleh tenaga kerja tersebut: Tabel 1.2. Daftar Gaji Keterangan Direktur Admin Pelayan toko Kuli angkut Supir angkut Jumlah 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang Gaji/bulan 2 juta 1,5 juta 700 ribu 750 ribu 750 ribu Gaji/tahun 24 juta 18 juta 8,4 juta 9 juta 9 juta

4.6.Deskripsi Pekerjaan Deskripsi pekerjaan bagi tenaga kerja UD Semoga Jaya dapat dilihat dalam tabel berikut:

- 20 -

Tabel 1.3. Deskripsi Pekerjaan No 1. 2. 3. 4. 5. Jenis Pekerjaan Direktur Admin Pelayan toko Kuli angkut Supir angkut Deskripsi Pekerjaan Memimpin dan mengelola perusahaan Mengelola administrasi perusahaan Melayani konsumen Mengangkut barang-barang dagangan Mengantar barang dagangan ke konsumen

4.7.Persyaratan Pekerjaan yang Diperlukan Tabel 1.4. Kualifikasi Pekerjaan No Jenis Pekerjaan Umur Jenis Kelamin Keterampilan Persyaratan Fisik dan Mental 1. Direktur Bebas Bebas Mampu memimpin Sehat jasmani

dan mengelola rohani, perusahaan dengan baik cakap, tegas, cerdas, jujur, tidak mudah putus asa,

- 21 -

dan ulet. 2. Admin >20<45 Bebas Mampu mengelola administrasi dengan baik 3. Pelayan toko >17<50 Bebas Mampu Jujur, dapat dipercaya dan ulet. Ramah, dan giat,

berkomunikasi sabar, dengan baik cakap. Harus

4.

Kuli angkut

>20<35

Laki-laki Mampu mengangkat beban-beban berat

mempunyai fisik kuat. Harus mengetahui semua jalan di daerah yang

5.

Supir angkut

>20<35

Laki-laki Mampu mengantar barang dagangan sampai tangan konsumen dengan cepat dan dalam

ke Kutisari dan sekitarnya.

kondisi baik

4.8.Struktur Organisasi UD Semoga Jaya di Kutisari

- 22 -

Struktur organisasi merupakan gambaran skematis hubungan dan kerjasama orang-orang yang terdapat dalam suatu wadah organisasi. Struktur organisasi dalam perusahaan sangat diperlukan karena di dalamnya tercermin adanya sistem kerjasama yang baik, artinya perusahaan telah menetapkan hak-hak dan kewajiban bagi karyawannya. Struktur organisasi dapat dirumuskan sebagai perwujudan yang menjelaskan tentang tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing jabatan yang ada dalam struktur organisasi kerja perusahaan. Struktur organisasi yang baik akan menunjukkan keberhasilan suatu perusahaan.

Direktur

Admin

Pelayan Toko

Kuli Angkut

Supir Angkut

Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi UD Semoga Jaya adalah sebagai berikut: Direktur a. Sebagai pemilik modal dan sekaligus pemilik usaha

- 23 -

b.

Berhak meminta pertanggungjawaban dari karyawan atas

hasil kerja dan penjualan Administrasi dan keuangan

a. Bertugas mengelola administrasi perusahaan b. Bertanggung jawab mengurusi keluar masuknya dana di perusahaan Pelayan toko

a. Bertugas melayani konsumen dengan baik b. Bertugas menjaga citra perusahaan Kuli angkut

a. Bertugas mengangkut barang dagangan ke dalam toko b. Mengangkut barang dagangan dari toko ke kendaraan pengangkut Supir angkut

a. Bertugas mengantarkan barang sampai ke tujuan yang telah ditentukan 4.9.Rekruitmen SDM (karyawan) Kebutuhan SDM

Tabel 1.5. Junlah Tenaga Kerja

- 24 -

No 1. 2. 3. 4. 5.

Jenis Pekerjaan Direktur Admin Pelayan Toko Kuli Angkut Supir Angkut

Jumlah Tenaga Kerja I orang I orang 1 orang 1 orang 1 orang

Ketersediaan Tenaga Kerja Calon-calon tenaga kerja untuk UD Semoga Jaya berasal dari kota

Surabaya dan sekitarnya, karena di Surabaya ketersediaan tenaga kerja sangat banyak dan untuk memperolehnya pun sangat mudah. Proses Perekrutan Proses perekrutan tenaga kerja yang ada pada UD Semoga Jaya tidak semuanya sama. Proses perekrutan ini disesuaikan dengan kebutuhan akan tenaga kerja itu sendiri.

- 25 -

5. Analisis Keuangan 5.1. Laporan Keuangan

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2005

Pendapatan: Penjualan 156.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2005 Pembelian Beban angkut Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2005 120.000.000 6.000.000 126.000.000 (65.000.000) 60.000.000

- 26 -

HPP Laba kotor Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya air Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan Jumlah beban-beban Rugi Bersih 456.000 40.800.000 1.260.000 660.000 240.000 3.000.000 650.000 245.000

(121.000.000) 35.000.000

(47.311.000) 12.311.000

- 27 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN PERUBAHAN MODAL Per 31 Desember 2005

Modal awal Rugi bersih Prive 12.311.000 100.000

35.000.000

(12.411.000) Modal akhir 22.589.000

- 28 -

UD SEMOGA JAYA NERACA Per 31 Desember 2005

AKTIVA Aktiva lancar: Kas Persediaan BD Perlengkapan Jumlah aktiva lancar Aktiva tetap: Peralatan toko Peny. peralatan toko 4.300.000 (475.000) 3.825.000 Kendaraan Peny. kendaraan 45.000.000 (4.500.000) 35.000.000 5.000.000 15.000.000 55.000.000

- 29 -

40.500.000 Jumlah aktiva tetap Jumlah aktiva 44.325.000 99.325.000

PASSIVA Utang: Utang dagang Utang bank Utang bunga Jumlah utang Modal: Modal akhir 31 Desember 2005 Jumlah passiva 22.589.000 99.325.000 6.716.000 60.000.000 10.020.000 76.736.000

- 30 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2006

Pendapatan: Penjualan 168.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2006 Pembelian Beban angkut Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2006 HPP Laba kotor 144.000.000 7.200.000 151.200.000 (70.000.000) (141.200.000) 26.800.000 60.000.000

- 31 -

Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya air Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan 456.000 40.800.000 1.440.000 660.000 240.000 3.500.000 680.000 253.000 (48.029.000) Rugi bersih 21.229.000

- 32 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN PERUBAHAN MODAL Per 31 Desember 2006

Modal 1 Januari 2006 Rugi bersih 31 Desember 2006 Prive 21.229.000 100.000

22.589.000

(21.329.000) Modal 31 Desember 2006 1.260.000

- 33 -

UD SEMOGA JAYA NERACA Per 31 Desember 2006

AKTIVA Aktiva lancar: Kas Persediaan BD Perlengkapan Jumlah aktiva lancar Aktiva tetap: Peralatan toko Peny. peralatan toko 3.825.000 (475.000) 3.350.000 Kendaraan Peny. kendaraan 40.500.000 (4.500.000) 35.000.000 10.000.000 9.544.000 54.544.000

- 34 -

36.000.000 Jumlah aktiva tetap Jumlah aktiva 39.350.000 93.894.000

PASSIVA Utang: Utang dagang Utang bank Utang bunga Jumlah utang Modal: Modal 31 Desember 2006 Jumlah passiva 1.260.000 93.894.000 22.614.000 60.000.000 10.020.000 92.634.000

- 35 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2007

Pendapatan: Penjualan 192.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2007 Pembelian Beban angkut Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2007 HPP Laba kotor 162.000.000 8.400.000 170.400.000 (90.000.000) (140.400.000) 51.600.000 60.000.000

- 36 -

Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya air Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan 456.000 40.800.000 1.500.000 840.000 240.000 4.000.000 700.000 278.000 (48.814.000) Laba bersih 2.786.000

- 37 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN PERUBAHAN MODAL Per 31 Desember 2007

Modal 1 Januari 2007 Laba bersih Prive 2.786.000 (100.000)

1.260.000

2.686.000 Modal 31 Desember 2007 3.946.000

- 38 -

UD SEMOGA JAYA NERACA Per 31 Desember 2007

AKTIVA Aktiva lancar: Kas Persediaan BD Perlengkapan Jumlah aktiva lancar Aktiva tetap: Peralatan toko Peny. peralatan toko 3.350.000 (475.000) 2.875.000 Kendaraan Peny. Kendaraan 36.000.000 (4.500.000) 35.000.000 20.000.000 14.088.000 69.088.000

- 39 -

31.500.000 Jumlah aktiva tetap Jumlah aktiva 34.375.000 103.463.000

PASSIVA Utang: Utang dagang Utang bank Utang bunga Jumlah utang Modal Modal 31 Desember 2007 Jumlah passiva 3.946.000 103.463.000 29.497.000 60.000.000 10.020.000 99.517.000

- 40 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2008

Pendapatan: Penjualan 162.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2008 Pembelian Beban angkut Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2008 HPP Laba kotor 138.000.000 6.600.000 144.600.000 (95.000.000) (109.600.000) 52.400.000 60.000.000

- 41 -

Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya aire Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan 456.000 39.600.000 2.000.000 750.000 250.000 4.500.000 675.000 262.000 (48.493.000) Laba bersih 3.907.000

- 42 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2009

Pendapatan: Penjualan 150.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2009 Pembelian Beban angkut Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2009 HPP Laba kotor 126.000.000 4.800.000 130.800.000 (75.000.000) (115.800.000) 34.200.000 60.000.000

- 43 -

Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya aire Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan 456.000 39.600.000 2.000.000 750.000 250.000 5.000.000 650.000 251.000 (48.957.000) Rugi bersih 14.757.000

- 44 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2010

Pendapatan: Penjualan 152.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2010 Pembelian Beban angkut Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2010 HPP Laba kotor 129.000.000 5.000.000 134.000.000 (92.000.000) (102.000.000) 50.000.000 60.000.000

- 45 -

Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya aire Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan 456.000 39.600.000 2.000.000 750.000 250.000 5.500.000 650.000 251.000 (49.457.000) Laba bersih 543.000

- 46 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2011

Pendapatan: Penjualan 168.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2011 Pembelian Beban angkut Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2011 HPP Laba kotor 132.000.000 5.000.000 137.000.000 (104.000.000) (93.000.000) 75.000.000 60.000.000

- 47 -

Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya aire Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan 456.000 39.600.000 2.000.000 840.000 240.000 7.000.000 750.000 450.000 (51.336.000) Laba bersih 23.664.000

- 48 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2012

Pendapatan: Penjualan 168.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2012 Pembelian Beban angkut Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2012 HPP Laba kotor 135.000.000 5.500.000 140.500.000 (110.000.000) (90.500.000) 77.500.000 60.000.000

- 49 -

Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya aire Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan 456.000 39.600.000 2.200.000 900.000 250.000 7.500.000 750.000 450.000 (52.106.000) Laba bersih 25.394.000

- 50 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2013

Pendapatan: Penjualan 174.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2013 Pembelian Beban angkut Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2013 HPP Laba kotor 143.000.000 6.600.000 149.600.000 (117.000.000) (92.600.000) 81.400.000 60.000.000

- 51 -

Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya air Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan 456.000 39.600.000 2.200.000 956.000 250.000 8.000.000 750.000 483.000 (52.695.000) Laba bersih 28.705.000

- 52 -

UD SEMOGA JAYA LAPORAN LABA RUGI Per 31 Desember 2014

Pendapatan: Penjualan 180.000.000

HPP: Persediaan 1 Januari 2014 Pembelian Beban angkut 0Pembelian bersih Persediaan per 31 Desember 2014 HPP Laba kotor 150.000.000 7.000.000 157.000.000 (125.000.000) (92.000.000) 88.000.000 60.000.000

- 53 -

Beban-beban: Beban perlengkapan Beban gaji Biaya telepon Biaya listrik Biaya air Beban sewa Biaya bensin Beban pemeliharaan 456.000 39.600.000 2.200.000 956.000 250.000 8.500.000 780.000 510.000 (53.252.000) Laba bersih 34.748.000

- 54 -

5.2. Analisis Keuangan PP ( Payback Periode )

Payback periode dalam analisis keuangan UD Semoga Jaya digunakan untuk mengetahui Payback Periode (dalam rupiah). I0 c d c

PP = t +

Keterangan : PP Io T = Periode pengembalian proyek = Investasi awal = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas kumulatifnya belum menutup investasi awal c d = Arus kas kumulatif pada tahun ke-t = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun t + 1

Tabel 1.6. Payback Periode Tahun 0 2005 2006 2.786.000 2007 Usaha dagang (35.000.000) -12.311.000 -21.229.000 Kumulatif 0 -12.311.000 -33.540.000 -30.754.000

- 55 -

3.907.000 2008 2009 2010 2011 2012 28.705.000 2013 34.748.000 2014 -14.757.000 543.000 23.664.000 25.394.000

-26.847.000 -41.604.000 -41.061.000 -17.397.000 7.997.000 36.702.000 71.450.000

PP = 8 +

35.000.000 - 7.997.000 36.702.000 - 7.997.000 27.003.000 28.705.00

= 8+

= 8 + 0.94 = 8,94 tahun

DPP (Discounted Payback Period)

DPP = t +

I O PVC PVd PVC

Keterangan : PVc = Arus kas didiskonto kumulatif pada tahun ke-t

- 56 -

PVd

= Arus kas didiskonto kumulatif pada tahun ke-t + 1Mo

Asumsi = Biaya Modal adalah 5 %

Tabel 1.7. Discounted Payback Period Tahun 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Usaha Dagang (35.000.000) -12.311.000 -21.229.000 2.786.000 3.907.000 -14.757.000 543.000 23.664.000 25.394.000 PVIF 1 0,9524 0,907 0,8638 0,8227 0,7835 0,7462 0,7101 0,6768 0,6446 0,6139 PV -35.000.000 -11.724.996,4 -19.254.703 2.406.547 3.214.289 -11.562.110 405.187 16.818.004,8 17.186.659,2 18.503.243 21.331.797,2 -11.724.996,4 -30.979.699,4 -28.573.152,4 -25.358.863,4 -36.920.973 -36.515.786 -19.697.781,6 -2.511.122,4 15.992.120,6 37.323.917,8 Kumulatif

DPP

=9+

35.000.000 15.992.120 ,6 37.323.917 ,8 - 15.992.120 ,6 19.007.879,4 21.331.797,2

=9+

= 9 + 0,89

- 57 -

= 9,89 tahun

NPV (Net Present Value)

Metode ini memperhatikan time value of money.

NPV =

t =0

CFt (1 + k ) t

Keterangan : CFt K n = Arus kas yang diharapkan pada tahun ke-t = Biaya modal proyek = Umur proyek

Tabel 1.8. Net Present Value Tahun 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Usaha Dagang (35.000.000) -12.311.000 -21.229.000 2.786.000 3.907.000 -14.757.000 543.000 23.664.000 25.394.000 PVIF (5%,t) 1 0,9524 0,907 0,8638 0,8227 0,7835 0,7462 0,7101 0,6768 0,6446 0,6139 PV -35.000.000 -11.724.996,4 -19.254.703 2.406.547 3.214.289 -11.562.110 405.187 16.818.004,8 17.186.659,2 18.503.243 21.331.797,2

- 58 -

NPV

2.323.918

IRR (Internal Rate of Return)

Tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan akan diterima sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal. Tabel 1.9. Internal Rate of Return Tahun Usaha Dagang PVIF (5%,t) 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 (35.000.000) -12.311.000 -21.229.000 2.786.000 3.907.000 -14.757.000 543.000 23.664.000 25.394.000 1 0,9524 0,907 0,8638 0,8227 0,7835 0,7462 0,7101 0,6768 0,6446 0,6139 -35.000.000 -11.724.996,4 -19.254.703 2.406.547 3.214.289 -11.562.110 405.187 16.818.004,8 17.186.659,2 18.503.243 21.331.797,2 -11.724.996,4 -30.979.699,4 -28.573.152,4 -25.358.863,4 -36.920.973 -36.515.786 -19.697.781,6 -2.511.122,4 15.992.120,6 37.323.917,8 PV Kumulatif

- 59 -

NPV

= 37.323.918 35.000.000 = 2.323.918

Tabel 1.10. Net Present Value Tahun Usaha Dagang 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 (35.000.000) -12.311.000 -21.229.000 2.786.000 3.907.000 -14.757.000 543.000 23.664.000 25.394.000 PVIF (6%,t) 1 0,9434 0,89 0,8396 0,7921 0,7473 0,705 0,6651 0,6274 0,5919 0,5584 -35.000.000 -11.614.197 -18.893.810 2.339.126 3.094.735 -11.027.906 382.815 15.738.926 15.932.196 16.990.490 19.403.283 -11.614.197 -30.508.007 -28.168.881 -25.074.146 -36.102.052 -35.719.237 -19.980.311 -4.048.115 12.942.375 32.345.658 PV Kumulatif

NPV

= 32.345.658 35.000.000 = -2.654.342

IRR

= 5+ = 5+

37.323.918 - 35.000.000 (6-5) 37.323.918 - 32.345.658 2.323.918 4.978.260

- 60 -

= 5 + 0,47 = 5,47 %

MIRR (Modified Internal Rate of Return)

Suatu tingkat diskonto yang menyamakan antara nilai sekarang dari terminal value atau terminal cash flow dengan investasi awalnya.

CF
t= 1

(1 + k ) n t = I0

(1 + M IRR ) n

Tabel 1.11. Modified Rate of Return Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Usaha dagang -12.311.000 -21.229.000 2.786.000 3.907.000 -14.757.000 543.000 23.664.000 25.394.000 FVIF (5%,t) 1,5513 1,4775 1,4071 1,3401 1,2763 1,2155 1,1576 1,1025 1,05 1,000 FV -19.098.054 -31.365.848 3.920.181 5.235.771 -18.834.359 660.017 27.393.446 27.996.885 30.140.250 34.748.000

- 61 -

60.796.289

35.000.000

60.796.289 (1 + MIRR) 10 60.796.289 35.000.000

(1 + MIRR)10 (1 + MIRR) 10 log (1 + MIRR) 10 log (1 + MIRR) log (1 + MIRR) (1+ MIRR) MIRR

= 1,737 = log 1,737 = 0,2398 = 0,02398 = 1,0568 = 0,0568 = 5,68 %

PI (Profitability Index)

Perbandingan antara nilai sekarang dari aliran kas masuk di masa yang akan datang dengan nilai investasi. PV cash in flow PV cash out flow

PI =

Tabel 1.12. Profitable Index Tahun 0 2005 2006 Usaha Dagang (35.000.000) -12.311.000 -21.229.000 PVIF 1 0,9524 0,907 PV -35.000.000 -11.724.996,4 -19.254.703 -11.724.996,4 -30.979.699,4 Kumulatif

- 62 -

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

2.786.000 3.907.000 -14.757.000 543. 000 23.664.000 25.394.000

0,8638 0,8227 0,7835 0,7462 0,7101 0,6768 0,6446 0,6139

2.406.547 3.214.289 -11.562.110 405.187 16.818.004,8 17.186.659,2 18.503.243 21.331.797,2

-28.573.152,4 -25.358.863,4 -36.920.973 -36.515.786 -19.697.781,6 -2.511.122,4 15.992.120,6 37.323.917,8

PI

37.323.917 ,8 35.000.000

= 1,066

- 63 -

BAB III PENUTUP


1. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan penjelasan di atas mengenai UD Semoga Jaya di Jl Kutisari Selatan 103, Surabaya, maka dapat disimpulkan : 1.1.Analisis Pemasaran UD Semoga Jaya kurang menguasai pasar dan memiliki strategi pasar yang kurang baik sehingga UD Semoga Jaya tidak dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. 1.2.Analisis SWOT UD Semoga Jaya memiliki kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya adalah berupa nama baik sebagai salah satu usaha dagang yang telah lama berdiri, mempunyai mutu produk yang berkualitas dan harga yang terjangkau. Sedangkan kelemahannya adalah kurangnya kemampuan

dalam hal mengatasi persaingan usaha sehingga beresiko mengalami kerugian, kurangnya usaha dalam hal pemasaran, dan belum menemukan tempat yang strategis untuk membuka cabang usaha. 1.3.Analisis Operasional Ditinjau dari aspek operasionalnya, pengelolaan UD Semoga Jaya kurang terstruktur dan terencana dengan baik karena tidak menentunya

- 64 -

perputaran persediaan barang dagang disebabkan UD Semoga Jaya hanya melakukan pembelian jika stock barang sudah habis. 1.4. Analisis SDM Ditinjau dari aspek SDM, UD Semoga Jaya ini akan lebih bertambah maju jika menambah jumlah karyawannya tapi juga diikuti dengan pembukaan cabang usaha. Dalam hal perekrutan tenaga kerja, UD Semoga Jaya bersikap selektif agar tenaga kerja yang direkrut sesuai dengan kebutuhan. 1.5.Analisis Keuangan Dalam hal keuangan, UD Semoga Jaya mengalami pasang surut. Hal ini disebabkan karena jumlah permintaan yang tidak menentu sedangkan jumlah pembelian yang dilakukan oleh UD Semoga Jaya tetap. Akibatnya, UD Semoga Jaya kadang mendapatkan untung yang besar dan kadang pula mendapatkan rugi yang besar pula. Namun, beberapa tahun belakangan ini UD Semoga Jaya mulai mendapatkan titik terang dalam berusaha. Buktinya adalah mulai besarnya laba yang diperoleh oleh UD Semoga Jaya.

- 65 -

2. Saran Ditinjau dari lima aspek tersebut, sebaiknya UD Semoga Jaya lebih merencanakan dan mengelola usahanya dengan membuat suatu sistem yang lebih terstruktur dan terencana yang mencakup operasional dan perencanaan usaha sehingga dapat mengendalikan kinerja usaha dengan baik dan memperoleh keuntungan yang maksimal.

- 66 -

Daftar Pustaka
Jusup, Al Haryono. 2005. Dasar-dasar Akuntansi Jilid 2. Yogyakarta: STIE YKPN. Purwohandoko. 2009. Dasar-dasar Manajemen Keuangan I. Surabaya: Unipress. Sumarni, Murti. 1999. Pengantar Bisnis. Solo: Gramedia Pustaka Utama.

- 67 -