You are on page 1of 24

Anatomi dan Fisiologi Ginjal

Kelompok 1
Indah Puspa Pratiwi
Aida Fitria Qisti
Beta Sonya Andini
E. Nuraeni
Feby Arie Dwi Putri
Hinggit Sugiarto
Muhamad Haryadi
Ressabela Putri R
Sefti Nuraeni
Yuliyanita


Pengertian Sistem Perkemihan
Sistem perkemihan atau sistem urinaria,
adalah suatu sistem dimana terjadinya
proses penyaringan darah sehingga darah
bebas dari zat-zat yang tidak
dipergunakan oleh tubuh dan menyerap
zat-zat yang masih di pergunakan oleh
tubuh
Struktur dan Fungsi Urinaria
(Ginjal, Ureter, Kandung
Kemih, dan Uretra)
Struktur Ginjal
Fungsi Ginjal
Menyaring/Membersihkan Darah
Mengatur Volume Darah
Mendaur Ulang Air, Mineral, Glukosa, dan Gizi
Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia
Darah
Menjaga Darah agar Tidak Terlalu Asam
Penghasil Hormon

U
r
e
t
e
r

Kandung Kemih (VESICA URINARIA)
Uretra
Mekanisme Ginjal dan Pengaturan
Volume Darah dan Cairan
Ekstraselular, Kalium, Kalsium,
Fosfat, dan Magnesium


Mekanisme Kontrol Volume Cairan
Tubuh

Kestabilan cairan tubuh yang relatif sangat
mengagumkan karena adanya pertukaran
cairan dan zat terlarut yang terus menerus
dengan lingkungan eksternal. Adanya asupan
cairan yang sangat bervariasi yang harus
disesuaikan dengan pengeluaran yang
sebanding dari tubuh untuk mencegah
penurunan atau peningkatan volume cairan
tubuh (Guyton dan Hall, 2006).

Keseimbangan Elektrolit

Di dalam tubuh manusia, terdapat beberapa
cairan elektrolit, diantaranya:
A. Natrium
Pengaturan natrium dalam tubuh terjadi
terutama melalui ekskresi natrium oleh ginjal
bukannya melalui asupan natrium.

B. Kalium
Pengaturan kadar kalium darah dikendalikan oleh
aldosteron. Hormon lain yang menstimulasi asupan
selular terhadap kalium adalah insulin dan epinefrin.
C. Kalsium dan fosfat
Pengaturan konsentrasi kalsium dalam CES dan
plasma darah terutama dilakukan melalui mekanisme
hormonal.
D. Magnesium
Fungsi magnesium: aktivitas enzim, neurokimia dan
eksitabilitas otot. Magnesium diatur oleh ginjal.


Pengaturan Keseimbangan Asam-Basa

Keseluruhan mekanisme eksresi urine asam atau
basa oleh ginjal adalah sebagai berikut :
Sejumlah besar HCO
3
-
difiltrasi secara terus
menerus ke dalam tubulus, bila HCO
3
-
ini
dieksresikan ke dalam urine, akan menghilangkan
basa dari darah. Sejumlah besar H
+
juga
disekkresikan ke dalam lumen tubulus oleh sel
epitel tubulus, sehingga menghilangkan asam dari
darah.


Kompartemen Cairan Tubuh
Cairan intraseluler (CIS)
Cairan intraseluler (CIS) mengacu
pada cairan dalam milyaran sel
tubuh. Kurang lebih dua pertiga
cairan tubuh, adalah cairan
intraseluler

Cairan ekstraseluler (CES)
Cairan ekstraseluler (CES) yang terdiri dari
seluruh cairan tubuh di luar sel. Mengandung
sepertiga air tubuh.
Cairan ekstraseluler terdiri dari kompartemen
penting, antara lain:
a. Cairan intertisial
b. Plasma darah adalah bagian cair dari darah
dan mencapai seperempat CES.
c. Cairan transeluler

Pembentukan Urin Oleh Ginjal
Terdapat 3 hal penting yang
berhubungan dengan proses
pembentukan urin, yaitu :
Filtrasi (Penyaringan)
Reabsorbsi (Penyerapan Kembali)
Augmentasi (pengeluaran)

Pengaturan Osmolaritas Cairan
Ekstraselular Dan Konsentrasi Natrium
Pengaturan osmolaritas cairan ekstrasel
berhubungan erat dengan konsentrasi
natrium karena natrium merupakan ion
terbanyak dalam ruang ekstrasel. Secara
normal, konsentrasi natrium plasma
diatur dalam batas yang kecil 140 sampai
145 mEq/L dengan konsentrasi rata-rata
sekitar 142 mEq/L.
Miksi
Miksi adalah proses pengosongan kandung kemih.
Proses ini terdiri dari 2 langkah utama:
(1) Kandung kemih secara progresif terisi sampai
tegangan di dindingnya meningkat di atas nilai
ambang, yang kemudian mencetuskan langkah
kedua;
(2) Timbul refleks saraf yang di sebut refleks miksi
(reflek berkemih) yang berusaha mengosongkan
kandung kemih atau, jika ini gagal, setidak-tidaknya
menimbulkan kesadaran akan keinginan untuk
berkemih.

Diuretik
Diuretik adalah zat yang meningkatkan
laju pengeluaran volume urin
Diuretik disebabkan oleh 2 macam
mekanisme yaitu :
1. Diuretik air
2. Diuretik osmotik
Tanda-Tanda Normal System Urinaria

Jumlahnya rata-rata 1-2 liter sehari, tetapi beda-
beda sesuai jumlah cairan yang dimasukan.
Warnanya bening oranye pucat tanpa endapan,
tetapi adakalanya jenjot lendir tipis tanpak
terapung di dalamnya.
Baunya tajam.
Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan
pH rata-rata 6.
Berat jenis berkisat dari 1010 sampai 1025.

Komposisi urine normal

Jumlah persen air dan benda padat dalam urine
adalah seperti berikut:
Air
Ureum
Asam urat
Kretin
Elektrolit atau garam

Terima Kasih