You are on page 1of 49

ANATOMY EYE

Presented by :
FK-UPN Veteran Jakarta
2012

Orbita (rongga mata)
2 ruangan yang dibatasi tulang dan hubungan sekitarnya
antara lain :
1. Dorsal : di hubungkan dg fossa cranii media melalui
Foramen opticum & fisura orbitalis superior
2. Medial : dihubungkan dg cavum nasi melalui foramina
ethmoidale anterior et posterior & foramen infraorbitalis.
3. Kaudal dihubungkan dengan sinus maxillaris oleh fissura
orbitalis inferior dan foramen infraorbitalis
4. Lateral berhungan dg fossa temporalis melalui foramen
zygomatico-orbitale
5. Kranial berhungan dg regio frontalis melalui foramen
supraorbitale

ORBITA
Isi Orbita
1. Bulbus Oculi (bola mata)
2. N.Opticus
3. Otot-otot bola mata
4. A/V ophtalmica
5. Apparatus lacrimalis
6. Corpus adiposum orbitale
1. Bulbus Oculi
(L.Oculus ;Gk : ophthallmos)
alat untuk melihat (organum visus) menempati
1/3-1/2 bagian anterior orbita.
Diameter kira-kira 21 mm
Dapat dibedakan atas :
1. Segmen anterior (cornea) yg lebih kecil dan
membentuk 1/5 bagian anterior bulbus oculi
serta transparan
2. Segmen posterior yg lebih besar (5/6 bagian
bulbus oculi)

Segmen
anterior
Segmen
posterior
Pembungkus Bulbus Oculi
1. Tunika Fibrosa externum (tunica fibrosa bulbi)
a. Cornea (anterior)
b. Sclera (posterior)
2. Tunika intermedia (tunica vasculosa bulbi, tunica
pigmentosa bulbi, uvea)
a. Iris
b. Corpus ciliare
c. Choroid
3. Tunica interna bulbi : retina

Cornea : bagian depan bulbus oculi yg
transparan, hampir bulat dan biasanya lebar.
Pada usia muda cornea lebih cembung
daripada usia lanjut. Di bagian sentralnya
tebal cornea 0,5 mm sedangkan di bagian
perifer tebalnya 1 mm. Perbatasan cornea
dengan conjungtiva dan sclera membentuk
limbus corneae.

CORNEA

CORNEA

Cornea tidak mempunya pembuluh darah
(avascular) dan dipersyarafi oleh Rr. Ciliares
N.Ophtalmicus
Sclera (Gr: keras)
Bagian yg ke putih-putihan dan meliputi 5/6
bagian posterior tunica fibrosa bulbi. Bagian
depan sclera tertutup oleh selaput lendir
(membrana conjunctiva).
Bagian posterior sklera ditembus oleh
N.Opticus. Bagian sclera yang dilalui olehs
erabut-serabut syaraf yang dinamakan lamina
cribosa sclerae.



Lamina cribosa
sclera
Choroidea
Selaput (membran) tipis, banyak megandung
pembuluh darah dan berwarna kecoklatan.

CHOROIDEA
Corpus Ciliare
Penebalan pada tunika vasculosa bulbus oculi.
Membentang dari ora serrata retinae sampai ke
tepi luar iris dan junctura sclerocornealis.
Permukaan dalamnya dilapisi oleh lapisan tipis
berpigmen dari pars ciliaris retinae.
Terdiri dari 2 bagian : orbiculus ciliaris (m.ciliaris)
& Proc.ciliaris .
M.Ciliaris tersusun dari 2 lapisan otot polos yg
dipersarafi oleh syaraf parasympatis dan simpatis.
Memegang peran pada akomodasi mata.


M.Ciliaris
Proc.
ciliaris
IRIS (Gk:Pelangi)
Bentuk sirkuler,
kontraktil, dan
cembung, terletak di
antara cornea dan
lensa. Bagian tepinya
melekat pada corpus
ciliare & bagian
tengahnya bebas &
membatasi pupil.


Biasanya pupil tampak
berwarna hitam
karena bayangan yg
dipantulkan dr retina
mengalami pembiasan
oleh lensa cornea lalu
kembali ke tempat asal
cahaya tersebut.



Iris membagi ruangan yg terdapat di antara lensa dan
corea menjadi 2 bagian yaitu anterior chamber
(camera oculi anterior) dan posterior chamber
(camera oculi posterior). Camera oculi anterior
dibatasi oleh :
1. Anterior : fasies posterior cornea
2. Posterior : Iris dan bagian sentral lensa

Camera oculi posterior adlh suatu celah kecil di bagian
posterior iris ventral terhadap lig. Suspensorium
lentis dan proc.ciliaris. Pada orang dewasa kedua
kamera oculae berhubungan satu sama lain melalui
pupil.
Kedua camera oculae berisi suatu cairan yg
dinamakan Humor Aqueosa (Aqueous humor).


Camera oculi anterior
Camera Oculi
posterior
RETINA
Membran nervosa yg berisi reseptor-reseptor
khusus yg menerima bayangan objek-objek yg
dilihat. Permukaan luar berhungan dg
choroidea sedangkan permukaan dalam
berhubungan dengan vitreous body.
Batasnya ireguler dan dinamakan ora serata.

Ora serata
Serabut saraf retina berakhir pada ora serata
tetapi suatu lapisan tipis akan memanjang ke
depan proc.ciliaris dan iris sehingga
membentuk pars ciliaris retina.
Pada retina terdapat Rhodopsin (visual purple)
yg memegang peranan untuk melihat.
Tepat di tengah bagian posterior retina
terdapat dan sesuai dg axis opticus bulbus
oculi terdapat suatu daerah oval berwarna
kekuning-kuningan macula

Bagian tengah macula terdapat suatu lekukan
yg dinamakan fovea centralis. Retina pada
fovea centralis sangat tipis.
Kira-kira 3 mm ke arah nasal dari macula lutea
(bintik kuning) terdapat discus nervi optici
(bintik buta).
MEDIA REFRAKSI MATA
1. CORNEA
2. Humor aqueosa
3. Vitreous body
4. Zonula ciliaris
5. Lensa cristalina
Aqueosa Humor
Mengisi camera occuli anterior et posterior.
Dibentuk oelh proc ciliaris lalu memasuki
camera occulia posterior dan selanjutnya
memasuki camera occuli melalui pupil.

Corpus Vitreum
Massa gelatin yg transparan yg mengisi 4/5
bagian posterior bulbus oculi dan melekat ke
ora serata
Zonula Ciliaris
Menetapkan lensa pada posisinya. Di sebelah
dorsal terdapat suatu saluran yg menyerupai
kantong dan dinamakan spatia zonularis.
Lensa Cyrstallina
Bentuk : bikonveks, diameter : kira-kira 1 cm. Terdiri atas 2 permukaan
(facies anterior dan facies posterior) yg dipisahkan oleh suatu tepi
yg bulat dan dinamakan equator. Facies posterior lebih konveks
(cembung) dari facies anterior.
Terdiri atas :
1. Capsula lentis : yg membentuk pembungkus elastis dimana zonula
ciliaris menyatu.
2. Epithelium yg berbentuk kuboid dan terdapat di bagian anterior
lensa.
3. Fibrae lentes (lensa fibers) berasal dari epitelium. Inti lensa
(nucleus lentis) terdapat di tengah dan lebih keras dari bagian
luarnya (korteks lentis) .
Kekeruhan pada lensa disebut cataract.
Organa oculi accessoria
Organa oculi accessoria
Terdiri dari:
1. Musculi oculi
2. Fasciae oculi
3. Suiperciliae (eyebrows)
4. Palpebrae oculi (eyelids)
5. Conjuctivae
6. Apparatus lacrimales


Musculi oculi
1. M. Levator palpebrae superioris
Origo: fascies inferior ala parva ossis sphenoidalis
Insertio:
- Lamella superficialis: menyatu dengan pars
superior septum orbitalis; lalu melanjutkan diri ke
palpebralis m. orbicularis oculi
- Lamella medialis: margo superior tarsus superior
- Lamella profunda: menyatu dengan perluasan
fascia m. rectus conjunctivae
Musculi oculi
2. Keempat otot-otot lurus bola mata berasal dari
anulus tendineus communis yang membungkus N.
opticus.
Anulus tendineus communis dibedakan menjadi 2:
-Ligamentum (tendon) zinni
-Ligamentum (tendon) superior lockwood


3. M. Obliques superior
Origo: os. Sphenoidalis kranimedial canalis, lalu
berjalan ke depan di antara atap dan dinding
medial orbita kranial terhadap m. rectus
medialis
Insertio: pada bagian posterolateral sclera
tertutup oleh m. rectus superior.
4. m. obliquaa inferior:
Origo: fascies orbitales maxillae lateral terhadap
sulcus lacrimalis
Insertio: pars lateralis sclera di antara mm. recti
superior at lateralis.
Aksio otot-otot bola mata
1. M. levator palpebra superioris, mengangkat
palpebra superior dan merupakan antagonis
langsung dari m. orbicularis oculi.
2. Aksio ke 6 otot-otot bola mata mengelilingi 3
sumbu gerak yg saling tegak lurus: axis
verticalis (abductio-adductio), axis
lateromedialis (elevatio-depresio), dan axis
anteroposterior (extorsio-intorsio)

Innervatio otot-otot bola mata
1. N. III (N. occulomotorius):
m. Levator palperbrae superioris
m. Obliquus inferior
m. Rectus superior
m. Rectus medialis
1. N. IV (N. trochlearis) m. obluquus superior
2. N. VI (N. abducens) m. rectus lateralis
Fascia oculi
Adalah suatu lapisan tipis yang membungkus
bulbus oculi mulai dari N. opticus sampai ke
daerah ciliaris.

Supercilia (alis mata)
Adalah 2 baris lengkungan menonjol yang
membatasi margo superior orbita.
Palpebrae
Terdapat di depan bulbus oculi untuk
melindunginya.
Palebrae superior lebih mudah digerakkan
daripada palpebrae inferior.
Diantara kedua tepi palpebrae superior et
inferior terdapat fisura palpebralis, sedangkan
pertemuan keduanya disebut commisura
palpebralis (canthus)