You are on page 1of 7

Biomassa

Merupakan sumber energi tertua


didunia yang berasal dari
tumbuhan misalnya dari serpihan
kayu atau sisa produk pertanian
seperti ampas buah jarak

Briket ampas jarak


Pemanfaatan minyak jarak menimbulkan
terbentuknya ampas jarak sebesar 60 70% dari berat biji jarak. Ampas tersebut
dapat di olah kembali menjadi sumber
energi biomassa berupa briket arang

Proses pengarangan biomassa


A. Pencacahan
pencacahan dilakukan untuk memperkecil ukuran
bahan biomassa untuk mempermudah proses karbonasi
B. pengarangan (karbonasi)
merupakan proses pembakaran tanpa adanya
oksidasi yang bertujuan agar bahan biomassa bernilai
kalor tinggi sehingga mudah dibakar.

Tahapan Temperatur proses Karbonasi


pembentukan arang
1.

2.

3.

Temperatur 20 - 110C
menguapkan air yang terikat dalam biomassa
(pengeringan)
Temperatur 110 - 270C
Terjadi penyerapan panas, membentuk CO, CO2,
asam asetat dan methanol
Temperatur 270 - 290C
awal dari proses dekomposisi dengan pelepasan
panas. Campuran gas dan uap dilepaskan bersama
tar

4.

5.

Temperatur 290 - 400C


struktur biomassa terdekomposisi dengan melepaskan uap.
Uap yang terlepaskan terdiri dari gas-gas yang terkondensasi
Temperatur 400 - 500C
pembentukan biomassa menjadi arang berlangsung
mendekati sempurna namun arang yang terbentuk masih
mengandung 30% tar. Untuk melepaskan tar dilakukan
penambahan panas dengan menaikan temperatur hingga
500C sehingga proses karbonisasi selesai

Proses pembriketan

Penghalusan arang biomassa


untuk mempermudah proses
pencampuran
Pencampuran
mencampur bahan arang telah
dihaluskan dengan bahan lainnya seperti
bahan perekat, tanah liat maupun kapur
agar sehomogen

Pembriketan
Bahan yang telah tercampur dicetak untuk
menaikan kerapatan bahan agar
meningkatkan nilai kalor per volumenya
Pengeringan
dilakukan untuk mengurangi kadar air
yang terikat dalam briket serta untuk
meningkatkan nilai kalor. Dapat dilakukan
dengan cara dijemur matahari