You are on page 1of 18

ANATOMI DAN FISIOLOGI

SISTEM ENDOKRIN
Ghina Rahma
Preti Amalia

Imas Siti Kartini

1115055

1115056
1115041

Anggie Hardianingsih 1115061


Siti Naela Saadah 1115072
La ode Muhammad R
Siska Ayu F

1115075

1315003

PENGERTIAN SISTEM ENDOKRIN


Kata endokrin berasal dari kata yunani yang
berarti sekresi ke dalam; zat aktif utama dari
sekresi interna ini disebut hormon, dari kata
yunani yang berarti merangsang. Sistem
endokrin berinteraksi dengan sistem saraf untuk
mengatur dan mengkoordinasi aktivitas tubuh.
Pengendalian endokrin diperantarai oleh
pembawa pesan kimia atau hormon, yang dilepas
oleh kelenjar endokrin kedalam cairan tubuh,
diabsorbsi kedalam aliran darah, dan dibawa
melalui sistem sirkulasi menuju jaringan (sel)
target.

KARAKTERISTIK KELENJAR
ENDOKRIN
Kelenjar endokrin tidak memliki duktus.
Kelenjar ini mensekresi hormon langsung kedalam cairan jaringan disekitar selsel nya. Sebaliknya, kelenjar eksokrin seperti kelenjar saliva, mensekresi
produknya kedalam duktus.
Kelenjar endokrin biasanya mensekresi lebih dari satu jenis hormon (kelenjar
paratiroid yang hanya mensekresi hormon paratiroid merupakan suatu
pengecualian).
Dalam tubuh manusia telah di identifikasi sekitar 40-50 jenis hormon
Hormon-hprmon baru ditemukan diberbagai bagian tubuh termasuk disaluran
gastrointestinal (GI), Sistem Saraf Pusat (SSP) dan saraf perifer.
Konsentrasi hormon dalam sirkulasi hormon adalah rendah
Hormon yang bersirkulasi dalam aliran darah hanya sedikit jika dibandingkan
dengan zat aktif biologis lainnya, seperti glukosa dan kolesterol
Walaupun hormon dapat mencapai sebagian besar sel tubuh, hanya sel target
tertentu yang memliki reseptor spesifik yang dapat dipengaruhi.
Kelenjar endokrin memiliki persediaan pembukuh darah yang baik.
Kelenjar mikroskopis, kelnjra tersebut terdiri dari korda atau sejumlah sel
sekretori yang dikelilingi banyak kapilar yang ditopang jaringan ikat.


KELENJAR-KELENJAR PADA SISTEM ENDOKRIN
Kelenjar hipopisis anterios dan posterior
Kelenjar Hipofisis terletak di dasar tengkorak, di dalam fosa
hipofisis tulang sfenoid. Kelenjar itu terdiri atas dua lobus adalah
pars intermedia, untuk memudahkan mempelajari fungsinya maka
dipandang dua bagian, yaitu lobus anterior dan posterior.
Lobus anterior kelenjar hipofisis menghasilkan sejumlah hormon
yang bekerja sebagai zat pengedali produksi sekresi dari semua
organ endokrin lain.
Hormon pertumbuhan (hormon somatropik) mengendalikan
pertumbuhan
Hormon tirotropik mengendalikan kegiatan kelenjar tiroid dalam
menghasilkan tiroksin.
Hormon adrenokortikotropik (ACTH) mengendalikan kegiaan
kelenjar suprarenal dalam
menghasilkan kortisol yang berasal dari korteks kelenjar
suprarenal ini.

Hormon gonadotropik:

Hormon perangsang folikel,( follicle-stimulating hormonFSH),merangsang perkembangan


folikel Graaf di dalam ovarium dan pembentukan spermatozoa di
dalam testis.
Luteinising hormon (LH) atau interstitial-cell-stimulatinghormon(ICSH)
Mengedalikan sekresi ustrogen dan progesteron di dalam ovarium
dan testosteron di dalam testis.
Hormon ketiga dari hormon gonadotropik ini ialah luteotrofin atau
prolaktin,
mengendalikan sekresi air susu, dan mempertahankan adanya
korpus luteum selama hamil.
Sekresi lobus posterior : Lobus posterior kelenjar hipofisis
mengeluarkan sekret dua jenis hormon : Hormon anti- diuretik
(ADH) mengatur jumlah air yang melalui ginjal, sedangkan
hormon oksitoksik merangsang kontraksi uterus sewaktu
melahirkan bayi dan mengeluaran air susu sewaktu menelahirkan
bayi dan pengeluaran air susu sewaktu menyusui.

KELENJAR TIROID

Kelenjar tiroid terdiri atas dua buah lobus yang


terletak di sebelah kanan dan kiri trakea, dan
diikat bersama oleh secarik jaringan tiroid yang
disebut ismu tiroid dan yang melitasi trake di
sebelah depannya.
Struktur. Kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah
besar vesikel yang dibatasi epitelium
silider,mendapat persediaan darah berlimpah,
dan yang disatukan jaringan ikat. Sel itu
mengeluarkan sekret cairan yang bersifat lekat
yaitu koloida tiroid, yang mengandung zat
senyawa yodium: zat aktif yang utama dari
senyama yodium ini ialah hormon tiroksin

. Sekret ini mengisi vesikel dan dari sini berjalan


ke aliran darah, baik langsung maupun melalui
saluran limfe.
Fungsi.Sekresi tiroid diatur sebuah hormon dari
lobus anterior kelenjar hipofisis, yaitu hormon
tirotropik.
Fungsi kelenjar tiroid sangat erat bertalian
dengan kegitan metabolik dalam hal pengatur
susunan kimia dala jaringan ; bekerja sebagai
perangsang proses oksidasi, mengatur
penggunaan oksigen ,dan dengan sendirinya
mengatur pengeluaran karbodioksida.

EMPAT KELENJAR PARATIROID


Di setiap sisi kelenjar tiroid terdapat dua kelenjar
kecil, yaitu kelenjar paratiroid, di dalam leher.
Sekresi paratiroid, yaitu hormon paratiroid
mengatur metabolisme zat kapur dan
mengendalikan jumlah zat kapur di dalam darah
dan tulang.

DUA KELENJAR ADRENAL


Kelenjar adrenal atau kelenjar suprarenalis
terletak diatas kutub sebelah atas tiap ginjal
jelenjar adrenal terdiri dari bagian luar yang
berwarna kekuning-kuningan yang disebut
korteks dan yang menghasilkan kortisol (hidro
kortison), dengan rumus yang mendekati
kortison dan atas bagian medula dibagian dalam
yang menghasilkan adrenalin (epfirin) dan
noradrenalin (norepifrin).

PULAU-PULAU LANGERHANS PADA PANKREAS


ENDOKRIN

Kepulauan langherhans pada pankreas


membentuk organ endokrin yang mengekresikan
insulin, yaitu sebuah hormon anti diabetika, yang
diberikan dalam pengobatan diabetes. Insulin
adalah sebuah protein yang dapat diturut
dicernakan oleh enzim-enzim pencernaan protein
dan karna itu tidak diberikan melalui mulut
melainkan dengan suntikan subcutan. Insulin
mengendalikan kadar glukosa dan bila digunakan
sebagai pengobatan dalam hal kekurangan,
seperti pada diabetes, akan memperbaiki
kemampuan sel tubuh, mengabsorpsi dan
menggunakan glukosa dan lemak

DUA OVARIUM
Merupakan kelenjar reproduksi utama wanita
dan memproduksi :
Estrogen, yang mengatur fungsi reproduksi dan
karakteristik seksual sekunder.
Progesteron, yang menstimulasi vaskularisasi
endomentrium serta mempertahankan
kehamilan;
Relaksin,polipeptida yang juga ditemukan pada
plasenta dan uterus yang mungkin berperan
penting dalam persalinan dengan melunakan
serviks serta merelaksasi ligamen pelvis;
Inhibin, yang menghambat produksi FSH .

DUA TESTIS
Merupakan kelenjar reproduksi utama pria yang
memproduksi :
Testosteron yang mengontrol fungsi reproduksi
dan karakteristik seksual sekunder.
Inhibin, yang menghambat sekresi FSH.
Miillerian inhibiting hormon (MIH), hormon fetal
yang membuat duktus Mullerii mengalami
dediferensisasi.

KELENJAR PINEAL
Terletak dalam otak dan melibat dalam irama,
misalnya irama reproduksi hewan yang
berkembang biak menurut musim. Perannya
pada manusia belum diketahui dengan pasti.
Kelenjar pineal memproduksi melatonin.

KELENJAR TIMUS.
Kelenjar timus terletak didalam toraks, kira-kira
pada ketinggian bifurkasi trakea. Warnanya
kemerah-merahan dan terdiri atas dua lobus
pada bayi yang baru lahir sangat kecil dan
beratnya kira-kira 10 gram atau lebih sedikit.
Ukurannya bertambah, pada masa remaja
beratnya dari 30 sampai 40 gram, dan kemudian
mengerut lagi. Fungsinya belum diketahui,
tetapi diperkirakan ada hubungannya dengan
produksi antibodi.

Hormon

Hormon endokrin, adalah hormon yang disekresi olehorgan atau


jaringan utama yang termasuk bagian sistem endokrin.
Neurohormon, disintesis dalam sel-sel saraf neurosekresi. Zat ini
berfungsi dan disekresi seperti hormon, tetapi biasanya bekerja
dalam jarak yang lebih pendek dan jelas.
Prostaglandin adalah zat seperti hormon yang merupakan
derivat asam lemak asam arakidonat. Zat ini terbentuk dalam
jumlah kecil pada jaringan tubuh baik saat kondisi normal dan
patologis.
Mekanisme cara kerja hormon
Ada dua mekanisme utama pada hormon dan molekul yang
berkaitan dengan hormon tersebut untuk menghasilkan efeknya.
Pertama, melalui stimulasi kerja enzim yang ada dalam sel
Kedua, mengaktivasi gen yang terlibat melalui traskripsi dan
translasi.

HORMON LOBUS ANTERIOR


Hormon Pertumbuhan (growth hormone [GH])
atau Hormon Somatototropik (STH) adalah
sejenis hormon prortein. Hormon ini
megnendalikan pertumbuhan seluruh sel tubuh
yang mampu memperbesar ukuran dan jumlah,
disertai efek utama pada pertumbuhan tulang
dan masa otot rangka.
Hormon perangsang-tiroid (thyroid-stimulating
hormone [TSH])
Hormon adrenokortikotropik (adenocorticotropic
hormone [ACTH]) juga desebut kortikotropin.

Hormone yang berkaitan dengan ACTH.


ACTH, endorfin dan hormon perangsang
melanosit (melanocyte-stimulating hormone
[MSH]) semuanya merupakan derivat dari
proopiomelanokortin (POMC), sejenis molekul
prekursor besar yang diproduksi lobus anterior
dan intermedia pada hipifisis.
Gonadotropin
Hormon perangsang folikel (follicle-stimulating
hormone [FSH]) dan luteinizing hormone (LH),
disebut hormon gonadotropik karena hormon ini
mengatur fungsi gonad.

Prolaktin (PRL disekresi selama masa


kehamilan dan saat menyusui setelah
melahirkan.
Hormon kelenjar adrenal