You are on page 1of 18

TES HUMAN PAPILLOMA VIRUS

POST TERAPI UNTUK NEOPLASIA


INTRAEPITELIAL SERVIKAL
REKUREN: SUATU TINJAUAN
SISTEMIK
Oleh :
Wulan Margasari Soemardji
Pembimbing :
Dr. R.A.A.Mewengkang, SpOG

TUJUAN
Evaluasi karakteristik dari test HPV,
khususnya Hybrid Capture 2
Evaluasi follow-up setelah terapi neoplasia
intraepitelial servikal
Mendeteksi adanya residu atau neoplasia
intraepitelial servikal rekuren tingkat 2

METODE PENELITIAN
Medline :
Penelitian-penelitian yg relevan
Yg dipublikasikan antara 1992 & September
2007
Dari 1107 situs teridentifikasi 20 artikel
yg memenuhi kriteria inklusi

HASIL
Penelitian dgn test Polymerase Chain
Reaction terlalu heterogen
Identifikasi 5 penelitian Hybrid Capture 2 &
kolposkopi.
Hybrid Capture 2 pooled sensitivity
90.7% (95% CI, 75.4-96.9%) & pooled
specificity 74.6% (95% CI, 60.4-85.0%)
Test sitologi servikal pooled sensitivity
76.6% (95% CI, 62.0-86.0%) & pooled
specificity 89.7% (95% CI, 22.7-99.6%)

KESIMPULAN
Test Hybrid Capture 2 mengidentifikasi
91% wanita dgn residu / NIS rekuren tingkat
2
30% wanita kolposkopi pd evaluasi
follow-up

Kata kunci : neoplasia intraepitelial servikal,


kolposkopi, Hybrid Capture 2, metaanalisis,
papilomavirus

Hybrid Capture 2 (HC2)

Identifikasi 13 tipe HPV onkogenik (16, 18, 31, 33,


35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68)
mendeteksi HPV DNA-RNA hybrid sampel yg
ditangkap antibodi
Satu-satunya test HPV yg disetujui Food & Drug
Administration di Amerika Serikat
Tiga tinjauan sistematis utk mengevaluasi tes HPV
dlm konteks follow-up post terapi NIS prospektif
& retrospektif
Memberikan perkiraan sensitivitas & spesifisitas
tanpa memandang tipe HPV yg diperiksa ataupun
teknik deteksi HPV yg digunakan

Suatu tinjauan sistematis & metaanalisis


utk menentukan karakteristik tes HPV post
terapi utk deteksi residu atau NIS rekuren
tingkat 2 evaluasi keluaran potensial
dari strategi2 tes yg berbeda-beda

MATERIAL DAN METODE

Medline situs relevan dr 1 Juni 1992 - 20


September 2007
Wanita diterapi utk NIS tingkat apapun dgn
konisasi, loop excisional procedures, ablasi
laser, atau krioterapi
Pernah melakukan tes HPV dlm 12 bulan
terapi, & min 12 bln evaluasi follow-up.
Evaluasi kolposkopi dg biopsy (apabila
tersedia) dari semua hasil (+) menentukan
proporsi wanita dgn & tanpa penyakit stlh
terapi

MATERIAL DAN METODE


Perbedaan histologik antara NIS 2 & NIS 3
sulit sehingga digunakan NIS 2 sbg ambang
Tes sitologi batasan adanya atypical
squamous cells of undetermined
significance (ASCUS) (+)

MATERIAL DAN METODE

HASIL
20 penelitian:
1 penelitian HC1
8 penelitian HC2
11 penelitian PCR heterogen (2-25 tipe
virus)

KOMENTAR
90.7% wanita dgn residu atau rekuren NIS
2 dpt diidentifikasi dgn tes HC2
Tes HC2 + tes sitologi sensitivitas lbh
besar (93.1%) dibandingkan dgn hasil dari
tes tunggal, tetapi hasil spesifisitasnya lbh
rendah dibandingkan dgn spesifisitas HC2
tunggal (75.7%)

KOMENTAR PRIBADI

Hub antara HPV risiko tinggi dgn CIN & kanker


serviks test HPV dpt dipertimbangkan sbg
skrining alternatif selain sitologi serviks
Mempertimbangkan sensitivitas &
spesifitasnya, test HPV sebaiknya tidak dipakai
skrining serviks secara tersendiri, tetapi
bersama dgn sitologi & kolposkopi, bahkan
histopatologi apabila diperlukan
Masih perlu penelitian lebih lanjut tentang
pengaruh vaksin HPV terhadap angka kejadian
neoplasia intraepitelial servikal rekuren

TERIMA KASIH