You are on page 1of 22

Anestesi pada

Geriatri

Ahmad Amsori
Pembimbing: dr. Wirawan Anggorotomo, Sp.An
SMF ILMU ANASTESI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015

Perubahan Fisiologi Akibat Proses Penuaan

Sistem Kardiovaskular
1. Jantung
Morfologi:
penurunan jumlah miosit, peningkatan ukuran miosit, peningkatan
ketebalan dinding ventrikel kiri, penurunan kepadatan serat konduksi,
penurunan jumlah sel sinus node
Fungsi:
penurunan kontraktilitas intrinsik, pemanjangan waktu kontraksi miokard,
penurunan kecepatan kontraksi miokard, peningkatan kekakuan miokard,
peningkatan tekanan pengisian ventrikel, peningkatan tekanan / ukuran
atrium kiri, pemanjangan waktu potensial aksi

2. Pembuluh darah

Morfologi:
peningkatan diameter dan kekakuan arteri elastika besar,
peningkatan ketebalan tunika
media dan intima,
peningkatan varian sel-sel endotel, peningkatan aktivitas
elastolitik dan kolagenolitik, perubahan proliferasi / migrasi
sel vaskular, perubahan matriks dinding pembuluh darah.
Fungsi:
penurunan
vasodilatasi
yang
dimediasi
oleh
adrenoseptor, penurunan produksi / efek nitrat oksida,
peningkatan kecepatan denyut nadi,

Sistem respirasi
Penurunan elastisitas paru-paru
Penurunan pengembangan dinding dada
Respon pernapasan terhadap hipoksia
menurun
Fungsi silia dan refleks batuk juga
menurun
Penurunan kapasitas difusi oksigen

Sistem Saraf Pusat


Aliran darah otak juga menurun sekitar 10-20% yang
sesuai dengan penurunan sejumlah sel-sel neuron
Sel-sel neuron mengalami penurunan dalam hal ukuran
dan kehilangan beberapa kompleksitas cabang dendritik
dan sejumlah sinapsis
Sintesis dari beberapa neurotransmiter, seperti dopamin,
dan sejumlah reseptornya mengalami penurunan
Degenerasi
sel-sel
saraf
perifer
menyebabkan
perlambatan kecepatan konduksi dan atrofi otot rangka

Sistem Renal
penurunan jumlah glomeruli dan nefron sebesar
hampir 40%.
Aliran darah ginjal menurun sekitar 10% per dekade
setelah usia 50 tahun.
Penurunan laju filtrasi glomerulus / glomerular
filteration rate ((GFR) sebesar 45% pada usia 80
tahun) mencerminkan penurunan bersihan kreatinin
sebesar 0,75 ml / menit / tahun

SistemHepatobilier
Penurunan massa dan aliran darah hepar
Fungsi preservasi hepatoseluler
Penurunan produksi
dengan nutrisi)

albumin

(yang

berkaitan

Peningkatan konsentrasi asam -1-glikoprotein


Kemungkinan
plasma

penurunan

produksi

kolinesterase

Sistem Endokrin
dan
Metabolik
penurunan konsumsi oksigen basal
Penurunan produksi panas, peningkatkan kehilangan
panas, dan pengaturan suhu pada hipotalamus
mungkin diatur pada tingkat yang lebih rendah
Peningkatan resistensi insulin
penurunan respon terhadap obat-obatan adrenergik
("blok endogen")

Sistem Muskulosketal
Massa otot berkurang
Penyakit degeneratif

Evaluasi Praoperatif
dan Manajemen
Perioperatif

Evaluasi Praoperatif dan Manajemen


Perioperatif
Informed Consent
Riwayat Penyakit dan Status Gizi
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan Penunjang Pra operasi

Farmakologi Klinis Obat-Obatan


Anestesi pada Pasien Geriatri
perubahan farmakokinetik (hubungan antara
dosis obat dan konsentrasi plasma) dan
farmakodinamik (hubungan antara konsentrasi
plasma dan efek klinis)
Mayoritas obat-obatan anestesi yang lebih poten
pada pasien usia lanjut
perubahan binding protein plasma. Albumin,
yang cenderung untuk mengikat obat-obatan
yang bersifat asam (misalnya, barbiturat,
benzodiazepin,
agonis
opioid),
biasanya
menurun sesuai pertambahan usia

Asam-1 glikoprotein, yang mengikat obat dasar


(misalnya,
anestesi
lokal)
mengalami
peningkatan
Pasien usia lanjut memerlukan dosis obatobatan premedikasi yang lebih rendah
opioid hanya digunakan jika kondisi preoperatif pasien
disertai nyeri berat
Antikolinergik tidak diperlukan karena pada pasien
usia lanjut kelenjar saliva biasanya mengalami atrofi

Obat-obatan Anestesi
Inhalasi
Konsentrasi minimum alveolar (MAC) dari semua
obat-obatan inhalasi berkurang sekitar 4-5% per
dekade di atas usia 40 tahun
pasien usia lanjut membutuhkan volume anestesi
inhalasi yang lebih rendah untuk mencapai efek yang
sama dengan pasien yang lebih muda.
Isoflurane adalah mungkin yang paling sesuai, karena
relatif stabil dalam sistem kardiovaskuler, memiliki
onset dan durasi kerja yang singkat dan hanya 0,2%
dari dosis diberikan yang dimetabolisme

Obat-obatan inhalasi yang kurang larut seperti


sevofluran dan desflurane mengalami metabolisme yang
minimal dan sebagian besar diekskresikan oleh paruparu
Halotan
memiliki
keuntungan
dengan
kurang
menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan, meskipun
obat ini meningkatkan sensitifitas miokardium terhadap
katekolamin dan mungkin dapat memicu takiaritmia
Eter pada pasien usia lanjut sebaiknya diberikan pada
konsentrasi rendah dengan dukungan ventila
Obat-obatan volatile dan intravena biasanya bekerja
lebih lama dengan peningkatan volume pemberian.
Anestesi volatile lebih poten pada usia lanjut, sehingga
kebutuhan MAC berkurang (meskipun onset kerja dapat
meningkat dengan penurunan curah jantung).

Obat-obat Anestesi
Nonvolatile
Secara umum, pasien usia lanjut membutuhkan
dosis yang lebih rendah untuk propofol,
etomidate,
barbiturat,
opioid,
dan
benzodiazepin

Manajemen
Intraoperatif
1. Induksi Anestesi:
Efek puncak obat mengalami penundaan,
diantaranya: midazolam 5 menit, fentanil 6-8
menit, dan propofol 10 menit.
Untuk meminimalkan kedalaman dan durasi
hipotensi, dosis propofol tanpa suplementasi
opioid disesuaikan dengan cara dikurangi 1,0-1,5
mg / kg lean body weight (LBW) dan 0.51.0mg/kg jika diberikan opioid secara bersamaan
khususnya jika disertai juga dengan pemberian
ketamin dosis rendah dan midazolam

2. Sedasi dan Monitoring


Pasien usia lanjut lebih sensitif terhadap efek
sedatif dan depresan dari obat-obatan yang
digunakan untuk sedasi dan juga mengalami
peningkatan risiko untuk efek samping aditif jika
diberikan obat-obatan kombinasi

3. Anestesi umum atau


regional
Anestesi regional mungkin memiliki beberapa
keunggulan dibandingkan anestesi umum,
termasuk jarang menimbulkan tromboemboli,
gangguan kesadaran dan pernafasan pascabedah.

4. Hipotermia
Langkah-langkah untuk mencegah hipotermia
adalah: pembersihan pasca operasi dengan
cairan yang hangat, menggunakan sistem
pemanasan, menghangatkan cairan IV, menjaga
suhu lingkungan tetap hangat, menutupi pasien
dengan selimut sebelum dan setelah operasi

5. Manajemen cairan
Mengelola volume intravaskular yang tepat sangat penting dengan
menghindari kelebihan dan kekurangan pemberian cairan. Karena
adanya peningkatan afterload, penurunan respon inotropik atau
chronotoropic serta gangguan respon vasokonstriksi menyebabkan
pasien usia lanjut sangat tergantung pada preload yang memadai.
Pasien usia lanjut juga rentan terhadap dehidrasi karena penyakit,
penggunaan diuretik, puasa pra operasi dan penurunan respon
haus. Asupan cairan oral hingga 2 - 3 jam sebelum operasi, dan
terapi pemeliharaan cairan yang cukup serta menghindari terapi
diuretik sebelum operasi dapat menghindarkan kejadian hipotensi
mendadak segera setelah induksi anestesia.
Hidrasi yang berlebihan juga harus dihindari pada usia lanjut
dengan ganggaun jantung karena mereka lebih rentan untuk
terjadinya kegagalan sistolik, perfusi organ yang jelek dan
penurunan GFR.

Manajemen pasca
operasi
Manajemen jalan napas
Terapi oksigen
Perawatan intensif
Manajemen Nyeri

Terima kasih