You are on page 1of 133

Anatomy : osteology

Definisi Anatomi

Anatomi = Ilmu mempelajari struktur tubuh mns;


Ilmu Dasar Kedokteran; dengan pendiri Anatomi;
Hippocrates (460 377 BC): Bapak Kedokteran
Istilah Anatomi digunakan oleh Aristoteles (384
322 BC)
Yunani: An (a) + tomus = Anatome
Ana = ke atas; tomus = memotong/mengiris
= memotong/mengiris dan mengangkat ke atas
Latin : dissecare; dis = hancur; lebur; secare =
memotong/mengiris; memotong/mengiris sampai
hancur (mengurai sampai habis)
Cakupan Anatomi

Mempelajari struktur, bentuk dan hubungan


bagian-bagian tubuh, baik yang dapat diamati
dengan mata telanjang dan alat tambahan
Objek yang dipelajari: cadaver (mayat) dan
manusia hidup
Cara mempelajari pada cadaver dengan skalpel
diurai dan diamati dengan mata telanjang;
pembuatan preparat jaringan dengan mikrotome
dan diamati dengan mikroskop; pengamatan pada
manusia hidup untuk mempelajari Anatomi
permukaan dan bagian dalam tubuh dengan alat
endoskopi serta pencitraan organ (non destruktif),
misal : radiologi, USG, MRI
Anatomi & Ilmu terkait
Fisiologi ; Biokimia; Antropologi
Anatomi lebih spesifik : Makroanatomi
(Anatomi Makroskopik/Gross Anatomy);
Anatomi Mikroskopik (Histologi & Sitologi)
Anatomi sistematik
Anatomi regional/Anatomi topografis
Anatomi fungsional
Anatomi perkembangan prenatal
(intrauterine) & postnatal (ekstrauterine)
Anatomi permukaan, Anatomi komparatif
Terminologi Anatomi

istilah khusus (nomenklatur) untuk


menamai masing-masing struktur tubuh
Kata dari bahasa Latin dan Yunani
Nama menggambarkan:Singkat dan
tepat
Ahli Anatomi: Nomina Anatomica,
histologica & embriologica
Nomenklatur regionalis

Caput; collum; truncus; membrum


Caput: terdapat otak, kulit kepala dg capilli;
facies pd norma frontalis: rima palpebrarum,
sepasang nares; satu rima oris
Collum: bentuk conus; basis caudal dg badan;
cranial dg kepala (facies)
Membrum: membrum superius & inferius
pars cingulum & liberum/extremitas)
membrum

membrum superius:
scapular; clavicular; deltoid; axilla;
brachium; cubiti; antebrachium;
carpus; manus (palmar/volar; dorsum);
digiti manus(pollux)
membrum inferius:
gluteal; inguinal;
femur; patella; poplitea;
crus; tarsal; pes (calcaneal; plantar;
dorsum; digiti; hallux)
Posisi Anatomi

Deskriptif ; Selalu dalam posisi anatomi


Berdiri tegak
Mata memandang ke depan lurus
Lengan terletak di samping
Kedua telapak tangan menghadap ke depan
dg ibi jari mengarah ke samping badan
Kaki dg mata kaki berhimpit
Telapak kaki dg ibi jari ke depan
Dari depan, tidak ada tulang panjang saling
menyilang; bagian kanan & kiri merujuk sisi
kanan & kiri subjek
Posisi anatomi
visualisasi untuk bagian badan ke
bagian badan laindg mudah dan tepat,
istilah arah dapat ditetapkan

Deskripsi berbagai posisi lain merujuk


ke posisi anatomi; Antara lain :
posisi supine; prone; trendelenburg
Bidang & garis khayal anatomi

Pada posisi anatomi


Tubuh dipotong 4 bidang khayal
Pada permukaan tubuh (depan & belakang)
terdapat garis khayal)
Bidang median:
bidang khayal vertikal, berjalan longitudinal
dari depan ke belakang, membagi tubuh
menjadi dua belahan kanan & kiri;
memotong permukaan depan sbg linea
mediana anterior; di permukaan tubuh
belaknag sbglinea mediana posterior
Bidang sagittal
Bidang vertikal melalui tubuh sejajar dengan
bidang median,Melalui garis khayal tertentu:
Margo lateralis sterni :linea sternalis
Pertengahan clavicula :linea
medioclavicularis
Parasternalis :pertengahan linea sternalis
L.medioclavicularis
Papilla mammae :linea mammilaris
Plica axillaris anterior, media & posterior
:linea axillaris anterior, medio-axillaris, &
posterior
Angulus scapula inferior :linea scapularis
Processus transversus vertebrae :linea
paravertebralis
Bidang koronal
Melalui tubuh dengan sudut tegak lurus
dengan bidang median
Membagi tubuh: bagian depan (anterior) &
belakang (posterior)
Bidang koronal disebut juga bidang frontal,
karena melalui daerah dahi (frontal, os
frontalis)
Bidang horisontal
Melalui tubuh pada sudut tegak lurus baik
terhadap bidang media maupun bidang
koronal
Bidang horisontal membagi tubuh menjadi
bagian atas (superior) dan bawah (inferior)
Planes of the body
Planum subcostale
Planum transpyloricum
Planum supracristale
Planum intertuberculare
Planum interspinale
Regiones et partes corporis

Linea mediana anterior


Linea sternalis
Linea parasternalis
Linea medioclavicularis
Linea mammilaris
Linea axillaris anterior
Linea scapularis
Linea paravertebralis
TERMINOLOGI ARAH DAN RELASI
Inferior (caudal): menjauhi kepala,
menuju ekor, lebih dekat ke kaki / bagian
bawah badan
Anterior (ventral) : menuju ke / lebih
dekat depan badan /perut
Posterior (dorsal): menuju ke punggung /
lebih dekat ke punggung
superior (cranial): menuju ke arah kepala,
lebih lekat ke kepala
Medial: menuju ke garis tengah tubuh.
Lateral: menjauh dari garis tengah tubuh
Pasangan istilah (membandingkan
TERMINOLOGI posisi relatif dari
PEMBANDINGAN
dua struktur)
Proximal dan Distal
Proximal : paling dekat dgn badan (untuk
extremitas), tempat asal (untuk pembuluh, saraf,
atau organ)
Distal : paling jauh dari badan atau tempat asal
Superfisial dan profundal
Superficial : lebih dekat atau padapermukaan,
Profundal : jauh dari permukaan tubuh.
External dan internal
External: menuju atau pada sebelah luar
organ/rongga,
Internal : lebih dekat atau di sebelah
dalam dari organ / rongga.

Lainnya antara lain: dexter vs sinister;


frontal vs occipital; radial vs ulnar;
tibial vs fibular
DENTAL TERMINOLOGI
Mesial: Menuju titik di garis tengah
kedua sentral insisivus berhimpit;
Permukaan mesial dari gigi caninus dan
insisivus disebelah medial; Permukaan
mesial molar dan premolar di sebelah
anterior

Distal: menjauhi titik di garis tengah kedua


insisivus berhimpit
Lingual: menuju lidah
Labial: menuju ke bibir, istilah pada
insisivus dan caninus
Occlusal: menghadap ke arcus dentalis
yang berlawanan

Incisal: tepi insisivus untuk menggigit, atau


oklusiMediodistal: sumbu yang berjalan
dari mesial ke distal

Buccolingual & labiolingual: sumbu dari


buccal / labial ke lingual
TERMINOLOGI GERAKAN
Fleksi
:penekukan/pengurangan sudut antara bagian-
bagian; Kaki : dorsofleksi atau dorsifleksi
fleksi kaki ke dorsal; plantarfleksi:
fleksi ke arah plantar.
Ekstensi: pelurusan/penambahan sudut antara
bagian-bagian
Abduksi: gerakan menjauhi bidang median
Adduksi: gerakan ke arah bidang median
Rotasi: gerakan mengelilingi aksis panjang
rotasi medial (endorotasi) & rotasi lateral
(eksorotasi)
Sirkumduksi:Gerakan sirkuler (memutar)
dengan puncak kerucut, kombinasi fleksi,
ekstensi, abduksi dan adduksi
Eversi: Gerakan telapak kaki menjauhi bidang
median, gerak pada waktu permukaan lateral
kaki diangkat
Inversi: Gerakan telapak kaki ke arah bidang
median, gerak sewaktu mengamati telapak
kaki
Supinasi: gerakan memutar lengan bawah
dan tangan sehingga telapak tangan
menghadap anterior
Pronasi: gerakan memutar lengan bawah
dan tangan sehingga telapak tangan
menghadap posterior
Protusi: gerakan ke anterior yaitu gerakan
mengajukan dagu
Retrusi: gerakan ke posterior yaitu
gerakan menarik dagu ke posterior
Protraksi: gerakan menggerakkan bahu ke
depan
Retraksi: gerakan manarik bahu ke posterior
Opposisi: gerakan ujung jari tangan ke ujung
jari-jari lainnya
Reposisi: gerakan ibu jari tangan kembali ke
posisi anatomis
Elevasi: gerakan mengangkat atau menaikkan
bahu
Depresi: gerakan menurunkan/menggerakkan
bahu ke bawah
Principal systems of human body
Integumentary system
Skeletal (+ articular) system
Muscular system
Nervous system
Endocrine system
Circulatory (cardiovascular & lymphatic)
Respiratory system
Digestive (alimentary) system
Urinary system
Reproductive system
Sistem kulit (intugumentum)
Sistem tulang (skeletale)
ARTICULATIONS
: arthrology
structural classification: based on the type of connective
tissue & the presence of synovial cv.
fibrous
cartilaginous
synovial joints
Functional classification: based on the degree of
movement permitted
synarthrosis
amphiarthrosis
diarthrosis
MUSCULAR SYSTEM
: myology
Composed of more than 600 individual muscles
Naming skeletal muscles: on the basis of
distinctive criteria
direction of fibers
location - action
size - shape
number of origin (or heads)
origin and insertion
NERVOUS SYSTEM
: neurology
Central nervous system (CNS)
brain (encephalon)
spinal cord (medulla spinalis)
Peripheral nervous system (PNS)
cranial nerves
spinal nerves
divided into: afferent system
efferent system: Somatic n.s.
Autonomic n.s.
Cranial nerves (12 pairs)

I. Olfactory VII. Facial


II. Optic VIII.Vestibulocochlear
III. Oculomotor IX. Glossopharyngeal
IV. Trochlear X. Vagus
V. Trigeminal XI. Acessory
VI. Abducens XII. Hypoglossal
Spinal nerves (31 pairs)

Cervical nerves: 8 pairs


Thoracic nerves: 12 pairs
Lumbar nerves: 5 pairs
Sacral nerves: 5 pairs
Coccygeal nerves: 1 pair
ENDOCRINE SYSTEM
: endocrinology
Endocrine glands:
pituitary (hypophysis)
thyroid
parathyroids
adrenals (suprarenals)
pancreas
ovaries and testes
pineal (epiphysis cerebri)
thymus
CARDIOVASCULAR SYSTEM
: cardiology & angiology

RESPIRATORY SYSTEM

Respiratory organs:
nose
pharynx
larynx
trachea
bronchi
lungs (pulmo)
DIGESTIVE (ALIMENTARY)
SYSTEM
Alimentary canal / tract:
mouth (oral cavity)
pharynx
esophagus
stomach (gaster, ventriculus)
small intestine:duodenum, jejunum, ileum
large intestine: cecum, colon, rectum, anal canal
DIGESTIVE (ALIMENTARY)
SYSTEM
Associated structures:
teeth
tongue
salivary glands
liver (hepar)
gall bladder (vesica fellea)
pancreas
URINARY SYSTEM

Urinary organs:
kidneys (ren)
ureters
urinary bladder (vesica urinaria)
urethra
REPRODUCTIVE SYSTEM

Male reproductive system:


scrotum
testes
ducts
accessory sex glands
penis
REPRODUCTIVE SYSTEM

Female reproductive system:


ovaries
uterine (fallopian) tubes
uterus
accessory sex glands
vagina
vulva
Further readings

Moore KL. Clinically Oriented Anatomy.


3rd ed. Williams & Wilkins, 1992
Tortora GJ, Anagnostakos NP. Principles of
Anatomy & Physiology. 5th ed. Harper &
Row, 1987
Dorlands Medical Dictionary
Nomina Anatomica
Fungsi:
SYSTEMA menegakkan & menyangga
SKELETALE tubuh
Tulang dan tulang Alat gerak pasif
rawan (organ) (menyediakan pengungkit)
menyusun sistem Tempat menempel otot-otot
rangka tubuh skelet
Skeleton (Latin) = Memberi bentuk dasar tubuh
kerangka Pelindung organ-organ dalam
Osteon = tulang
Penghasil sel-sel darah
(Yunani), os = untuk
Penyimpanan calsium
nama tulang
Menghasilkan hormon
Osteologi = ilmu
tentang tulang osteocalsin
SKELETON
APPENDICULARE (126
TULANG)
MEMBRUM INFERIUS =
62 TULANG
Cingulum = oc coxae = 2
tulang
Extremitas = femur (2),
tibia (2), fibula (2), patella
(2) tarsalia (14),
metatarsalia (10),
phalanx(28) = 60 tulang
MEMBRUM SUPERIUS =
64 TULANG
Cingulum = scapula dan
clavicula = 4 tulang
Extremitas = humerus (2),
radius (2), ulna (2),
carpalia (16), metacarpalia
(10) phalanx (28)
= 60 tulang
Human skeleton
Human skeleton adult: 206 bones

Skeleton axiale: 80 16 or 8 pairs: maxilla, os


bones palatinum, os
ossa cranii : zygomaticus, os nasale,
7 single: os vomer, os os lacrimale, os
frontale, os occipitale, parietale, os temporale,
os sphenoidale, os concha nasalis
mandibulare, os inferior
hyoideum, os 26 : 7 V. Cervicales, 12
ethmoidale V. Thoracales, 5 V
6 or 3 pairs ossicula lumbales, 1 sacrum, 1
auditiva: malleus, coccyx
incus, stapes;1 sternum 24 or 12 pairs os costae
Skeleton appendiculare 126 bones
Ossa membri Ossa membri
superioris;64 bones inferioris
Cingulum pectorale 62 bones
(pectoral girdle) -4 Cingulum pelvicum-
scapula, clavicula 2; coxae
Pars libera arm : 6; Pars libera leg 8
humerus, radius, femur, tibia, fibula,
ulna patella
Manus hand: 54 Pedes feet : 52
carpalia 16 tarsalia 14
metacarpal 10 metatarsalia-10
phalanges - 28 phalanges - 28
CARTILAGO: jaringan cartilago, model
(pra) tulang, penyusun organ, di
persendian (sendi diarthrosis - gerak)
Susunan:Condrocytus, condroblastus (di
pericondrium)
Serabut collagen (tekanan), elastis
(regangan)
Matriks proteoglikan
(mukopolisakarida): asam sulfat
chondroitin, asam hyaluronid
Avaskulas & tanpa innervasi
Selubung: pericondrium
Gambaran mikroskopik kartilago (hyalin)
Klasifikasi kartilago
1. Cartilago hyalina
Banyak dijumpai, dapat menulang
Cartilago septi nasi, epiglottis, thyroidea,
cricoidea, bronchus, cartilago costalis,
cartilago articularis, cartilago embryonal,
discus epiphysealis
susunan: condrocytus bergerombol
matriks jernih-transparan, tembus cahaya
indeks bias serabut collagen sama dgn
matriks
2. Cartilago fibrosa
Cartilago articularis temporomandibularis
susunan: condrocytus tesebar
serabut collagen tampak
3.Cartilago elastica
Jarang menulang/kalsifikasi
Cartilago auricula, tuba auditiva, cartilago
corniculata
Susunan: serabut elastis pada matriks
TULANG
Jaringan hidup, terdiri atas jaringan
tulang, saraf, dlll
Susunan:
Sel tulang: Osteocytus, Osteoblastus
(oeteogenik), Osteoclastus (absorbsi tulang)
Jaringan interseluler = osteoid Matriks:
Hydroxyapatit (glikoprotein) (67%)
Garam calsium (ca phosphat & carbonat)
Serabut collagen (33%)
Sel, jaringan, organ & sistem tubuh
Individu manusia = tingkatan organisme
Sistem tubuh asosiasi organ-organ
berbagai fungsi bagi makhluk hidup
Organ = struktur tertentu dalam bentuk &
fungsi; tersusun bbrp jaringan; dpt dikenali
& dibedakan dg organ lain
Jaringan = kumpulan sel-sel & matriks
intersellulernya; jaringan ikat & pengisi
( jar.lemak; darah, tulang & cartilago);jar.
Epitel; jar. Otot & jar. saraf
sel
Unit struktural terkecil dlm tubuh manusia
Hidup dg prinsip keseimbangan miliu
interna dan externa (homeostasis)
Struktur/arsitektur sel: membran sel
(dinding sel) & protoplasma: protoplasma
& organella: misalnya: nucleus, ribosoma,
reticulum endoplasmicum kasar & halus,
badan Golgi, mitikondria, lysosoma
Nucleus : nucleolus & materi DNA
(kromosom)
Structural organizations of the body

organism level
system level
organ level
tissue level
cellular level
molecules level
chemical level
Struktur jaringan tulang
Pola Struktur Compacta
Struktur tulang keras, lebih berat, kekuatan
besar, tak memungkinkan difusi makanan,
pembuluh darah ke lacuna, melalui canalis
Volkmann, Canalis centralis Haversian dan
canaliculi.
Osteocytus dengan spicula/processus berada di
lacuna.Lacuna dikelilingi lamella-lamella
Osteon: canalis centralis, lamella, lacuna,
osteocytus &canalicul . Pola silinder di
sekeliling canalis centralis
Pola struktur trabecular
(spongiosa)
Struktur lembaran-
lembaran bercabang-
cabang dengan ruang
diisi sumsum tulang,
pola susunan
lembaran- lembaran
mencerminkan
kekuatan yang melalui
tulang
Os longum : epiphysis &
diaphysis
Struktur tulang (os
longum)
Diaphysis, metaphysis
(zona pertumbuhan),
epiphysis (Ujung),
Diaphysis: periosteum,
endosteum,
cavitas medullaris
Klassifikasi tulang, bentuknya:
Os breve (tulang pendek)
Os longum (tulang panjang)
Os planum (tulang pipih)
Os irregulare (tulang tak beraturan)
Os Pneumaticum (tulang berisi ruang
udara)
Os sesamoidea (tulang seperti biji-
tumbuh ditendo)
Pertumbuhan tulang dan remodelling (os
longum)
Prinsip-prinsip: adanya pusat ossifikasi
primer/model cartilago
Pertumbuhan interstisial (memanjang)
cartilago discus epiphysialis, epiphysis:
sekunder
pertumbuhan aposisional pada tulang
remodelling, ossifikasi
bentuk tulang tetap konstan
dipengaruhi: Nutrisi dan hormon
OSTEOGENESIS DAN OSSIFIKASI
Proses kejadian dan pembentukan tulang

1. Endocondralis/cartilaginea/enchondralis
Sel mesenchyma (mesoderma) menjadi
condroblastus dan melalui model cartilago,
kemudian diubah menjadi tulang dengan
pertumbuhan dan remodelling
Model untuk sebagian besar tulang-tulang
2. Intramembranosa/endesmalis
Tulang berkembang langsung dalam
jaringan ikat, tanpa
model cartilago.
Sel mesenchyma (mesoderma) menjadi
osteoblastus dan membentuk pulau
pembentukan tulang :membentuk
tulang dengan aposisi dan
remodellingmodel tulang atap dan sisi
cranium, clavicula, mandibula, ossa
sesamoidea
SKELETAL SYSTEM
: osteology
Axial skeleton
skull (cranialia), auditory ossicle, hyoid
vertebral column
sternum, ribs
Appendicular skeleton
pectoral (shoulder) girdle = cingulum pectorale
upper extrimities = pars libera membri superioris
pelvic (hip) girdle = cingulum pelvicum
lower extrimities = pars libera membri inferioris
TERMINOLOGI BANGUNAN PADA
TULANG DAN ORGAN
A. Istilah-istilah untuk bagian-bagian yang
meninggi/menonjol
Tuber: suatu tonjolan besar membulat/tumpul
tuber parietale; tuber frontale
Protuberantia: lebih menonjol dari tuber
protuberantia occipitalis externa; puncak penonjolan
Tuberculum: tuber yang kecil
tuberculum majus et minus (humerus)
tuberculum conoideum (kerucut) clavicula
tuberculum supra et infragleoidale scapulae
Cranium: Dorsal view
Condylus : suatu bulatan pada ujung tulang
dekat persendian yang merupakan bagian dari
persendian
condylus occipitalis
condylus lateralis et medialis femur; tibia
Epicondylus: suatu tonjolan di atas condylus,
tidak tuk bersendi
epicondylus medialis et lateralis femur
Juga: tonjolan sebagai bukit
Juga (jugum) alveolaria mandibula et maxilla
Cranium : inferior view
Spina: tonjolan seperti duri (umumnya panjang,
tajam)
spina ischiadica spina nasalis
spina scapulae spina palatinae
spina mentalis
Processus: tonjolan yang meruncing
proc. coracoideus (paruh burung gagak)
scapula
proc. coronoideus (=coracoideus) mandibula
proc. mastoideus
proc. spinosus (duri) vertebra
proc. styloideus (ujung pensil)
scapula
Crista:
suatu rigi yang meninggi
crista iliaca
crista sacralia
crista intertrochanterica (aspek posterior)
crista tuberculi majoris et minoris humeri

Linea: suatu rigi yang tidak meninggi


linea aspera (tidak rata) femur
linea glutea ilium, linea mylohyoidea
mandibula
Limbus:
suatu peninggian yang tumpul,lebar (bibir),
batas
limbus acetabuli
Pecten:
suatu rigi,&alur tidak begitu lebar & tinggi
(sisir)
pecten ossis pubis
Eminentia:
untuk suatu daerah yang meninggi
eminentia arcuata
Cornu: bangunan sebagai tanduk
cornu inferius et superius cartilago thyroidea
Caput:
suatu bulatan yang besar
caput humeri
caput femoris
caput radii
caput ulna
caput tali
Capitulum: caput yang kecil
capitulum humeri
Torus: Suatu penebalan tulang
Torus mandibularis (facies interna corpus)
tuberositas:
permukaan tulang yang kasar, peninggian
yang bervariasi, tempat perlekatan otot
tuberositas deltoidea (humerus)
tuberositas glutea (femur)
tuberositas tibiae

Hamulus :
tonjolan tulang berbentuk kait
hamulus ossis hamati
Trochanter:
tonjolan tumpul, kasar, pada femur
trochanter major et minor
Malleolus:
tonjolan pada gelang kaki
malleolus medialis (tibia), malleolus lateral
fibulae
Tegmen:
Peninggian tulang membentuk seperti atap
tegmen tympani
promontorium: lengkung depan
promontorium sacralis
B. istilah-istilah untuk bagian yang
mendalam
Fovea:
suatu cekungan seperti lembah, sempit
fovea sublingualis et mandibularis
mandibulae
Foveola:
fovea yang kecil lekuk-lekuk kecil
foveola granularis os parietale
Impressio :
suatu cekungan disebabkan oleh desakan alat
lain berbentuk spesifik
imprissio trigemini - tegmen tympany(n.
trigeminus)
Fissura:
suatu celah antara 2 (bagian) tulang
fissura orbitalis superior et inferior
fissura petrotympanica
fissura sphenopetrosa
Incisura:
suatu takik pada tepi tulang
Incisura ischiadica
incisura radialis
incisura scapulae
incisura ulnaris
incisura mandibulae
Sulcus:
suatu parit, alur yang panjang
sulcus intertubercularis humeri
sulcus mylohyoideus mandibulae
sulcus sinus sigmoideus os occipitale

Fossa:
daerah seperti lembah (dalam&luas,seperti
magkok))
fossa acetabuli
fossa olecrani
fossa cranii anterior, media et posterior
fossa canina maxilla
fossa digastrica
fossa infra et supraspinata
humerus
Fossula:
fossa yang kecil
fossula fenestra cochleae
Sella:
lekuk seperti saddle/pelana
sella turcica (pelana kuda)
Planum :
permukaan yang rata
planum polpiteum
Facies:
permukaan tulang untuk bersendi (tidak
luas)
facies articularis acromialis
Internal view of cavitas cranii
(basis cranii)
C. Istilah-istilah untuk lubang-lubang

Apertura :
pintu masuk ke dalam suatu rongga
apertura piriformis/nasalis anterior (cavitas
nasi)
apertura thoracis superior

Ostium:
muara/pintu ke saluran/ ke dalam rongga
(jaringan : ostium pharyngeum et
tympanicum tuba auditoriae)
Cranium : frontal view
Porus: lubang umumnya : pintu masuk/muara
keluar saluran pada tulang
porus acusticus internus et externus (meatus
auricularis interna et externa)

Foramen: lubang pada tulang, tidak


berkanal/bersaluran- mengikuti pembuluh
darah waktu masuk ke tulang mengikuti
jalannya saraf menembus tulang
foramen magnum foramen ovale
foramen nutricium foramen
jugulare foramen mandibulae
foramen rotundum foramen infrorbitale
Cranium: lateral view
Orificium:
Lubang seperti porus untuk jaringan
orificium urethra externum
Foramina: lubang kecil
foramina cribrosa (saringan)
ethmoidale
aditus: pintu masuk rongga
aditus pelvis
aditus ad antrum
D. Istilah-istilah untuk saluran-saluran
Canalis: canal, saluran rioll (berpipa) pada
tulang saluran pada tulang berujung dan
pangkal
canalis caroticus
Meatus: saluran berbentuk liang pada tulang
(gang)
meatus acusticus externus
Ductus: canalis bermukosa untuk distribusi
produk kelenjar ; pipa, saluran berdinding
dilapisi selaput lendir; ductus choledochus
Canaliculi : kanal yang kecil (jaringan)
Ductilus : pipa yang kecil
E. istilah-istilah untuk rongga-rongga

cavum: rongga yang besar (relatif)


cavum abdominale cavum thoracis
Cavitas: rongga yang kecil (relatif)
cavitas nasi cavitas medullaris
cavitas oris
Sinus: rongga tertutup berisi udara dalam tulang
cranii (relatif besar)
sinus frontalis sinus maxillaris
sinus sphenoidalis
Cellula:
rongga kecil dalam tulang berisi udara,
lebih dari satu
cellula ethmoidea anterior, media et
posterior
Anthrum :
Beberapa cellulae menyatu,
membentuk rongga
anthrum mastoideum