You are on page 1of 11

Pencegahan dan

Pengendalian penyakit
Pengertian
Menurut DR. Eko Dudiarto, penyakit adalah
kegagalan mekanisme adaptasi suatu organisme
untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan
atau tekanan sehingga timbul gangguan pada
fungsi atau struktur organ atau sistem tubuh.

Pengendalian penyakit adalah suatu


tindakan aktivitas yang bertujuan untuk
mengurangi atau menekan terjadinya suatu
kegagalan dalam kegiatan pengendalian
penyakit
Pencegahan penyakit adalah upaya
mengarahkan sejumlah kegiatan
untuk melindungi klien dari ancaman
kesehatan potensial.dengan kata
lain, pencegahan penyakit adalah
upaya mengekang perkembangan
penyakit, memperlambat kemajuan
penyakit, dan melindungi tubuh dari
berlanjutnya pengaruh yang lebih
membahayakan.
Penilaian pencegahan dan
pengendalian kesehatan
1. Health Promotion
a. Kapan harus dilakukan promosi
kesehatan?
Promosi kesehatan sebenarnya tidak
hanya untuk mencegah tetapi lebih luas
dari itu, adalah untuk meningkatkan
status kesehatan masyarakat dengan
cara memberikan penyuluhan,
pendidikan kesehatan dan contoh PHBS.
b.Siapa yang menjadi pelaksana
promosi kesehatan?
Promosi kesehatan ini adalah tanggung
jawab setiap orang/masyarakat. Tetapi
dalam tatanan formal, tentu saja
adalah menjadi kewajiban dari
pemerintah untuk melakukan
sosialisasi tentang promosi kesehatan
ini melalui lembaganya yang bernama
Puskesmas, Posyandu serta petugas
kesehatan dan kader.
c.Data apa saja yang dibutuhkan?
Sebelum melakukan promosi kesehatan,
dibutuhkan data demi menunjang keberhasilan
program ini antara lain data demografi, meliputi
jumlah penduduk, distribusi penduduk, usia, jenis
kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan
sebagainya.
d.Indikator keberhasilan program?
Indikator keberhasilan program bisa dilihat dan
diuji dari bertambahnya pengetahuan masyarakat
tentang PHBS, mampu menyediakan sarana dan
prasarana PHBS serta indikator pamungkas yang
diharapkan adalah perubahan perilaku masyarakat
kearah perilaku hidup bersih dan sehat.
2. Health Prevention & Specific Protection

a. Kapan harus dilakukan?


Health prevention dilakukan bila ditemukan
kasus penyakitdisuatu daerah atau ditempat
lain yang memungkinkan menyebar atau
bisa terjadi di daerah tersebut.
b. Siapa yang menjadi pelaksana?
Pelaksana dalam program ini adalah
pemerintah melalui lembaga Puskesmas,
Posyandu, BP4, Petugas Kesehatan dan
didukung oleh seluruh masyarakat.
C. Data apa saja yang dibutuhkan?
Hampir sama seperti promosi kesehatan, data
yang dibutuhkan dalam health prevention
diantaranya data demografi, meliputi jumlah
penduduk, distribusi penduduk, usia, jenis
kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan
sebagainya. Ditambah data kunjungan pasien
di Puskesmas atau instansi kesehatan lain
sebagai penguat dalam memberikan
kampanye health prevention. Serta jauh lebih
penting adalah pemberian pencegahan
seperti imunisasi BCG bagi balita yang
diselenggarakan melalui program Posyandu.
d. Indikator keberhasilan program?
Indikator keberhasilan program
bisa diukur dari bertambahnya
pengetahuan masyarakat tentang
suatu penyakit dan perubahan
perilaku masyarakat kearah perilaku
hidup bersih dan sehat demi
menghindari terjangkitnya penyakit.
3. Medical Curative (early diagnose + prompt treatment)

a.Kapan harus dilakukan?


Pengobatan (deteksi dini + pengobatan
cepat & tepat) segera dilakukan begitu
ada warga yang mengeluhkan gejala
suatu penyakit.
b.Siapa yang menjadi pelaksana?
Pengobatan dan deteksi dini dapat
dilakukan di Puskesmas, Rumah Sakit,
klinik dan dokter praktek swasta.
C. Data apa saja yang dibutuhkan?
Data yang dibutuhkan dalam program
pengobatan ini adalah data jumlah,
nama dan alamat kunjungan pasien
dengan keluhan mirip penyakit yang
insidensinya sedang tinggi
D.Indikator keberhasilan program?
Indikator keberhasilan yang diharapkan
adalah kepatuhan minum obat yang
baik, kepedulian mengenai PHBS