You are on page 1of 20

TUGAS GIZI

Diet HIV AIDS


Fakultas Kedokteran
Universitas Lampung
2015
Kelompok 4

Tutorial 12
Tutorial 13
Tutorial 14
Tutorial 15
HIV
(Human Immunodeficiency Virus)
HIV dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang
sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat
merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada
akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit
walaupun yang sangat ringan sekalipun.

Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi


tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian
merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi
Diet HIV AIDS
Gizi bagi penderita HIV/AIDS

Bahan makanan dengan zat gizi yang baik dan seimbang


diperlukan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) untuk
mempertahankan, meningkatkan fungsi sistem imun dan
meningkatkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi,
dan menjaga ODHA tetap aktif dan produktif menjalani
hidupnya.

Jika seorang ODHA mempunyai status gizi yang baik, maka


daya tahan tubuh akan lebih baik sehingga memperlambat
memasuki tahap gawat AIDS (acquired immune deficiency
syndrome).
A Guide for Nutritional Care and Support, 2004
prinsip-prinsip dasar untuk mempersiapkan makanan bagi
penderita HIV-positif:

Konsumsi diet tinggi sayuran, buah-buahan, biji-


bijian, dan kacang-kacangan.
Pilihlah makanan rendah lemak sebagai sumber
protein.
Kurangi gula, minuman ringan dan makanan
mengandung gula.
Perhitungan

Untuk mempertahankan berat badan namun tanpa


menambah lemak, maka seorang penderita HIV-positif
perlu meningkatkan jumlah kalori. Perhitungannya :

Konsumsi 17 kalori per pon berat tubuh untuk


mempertahankan berat badan.
Konsumsi 20 kalori per pon berat tubuh jika
mengalami infeksi.
Konsumsi 25 kalori per pon berat tubuh jika berat
tubuh menurun.
Vitamin yang dibutuhkan

Vitamin A dan beta-karoten: hijau tua, kuning, sayuran


berwarna oranye, atau merah dan buah, hati, telur utuh, susu
Vitamin B: daging, ikan, ayam, biji-bijian, kacang-kacangan,
kacang putih, alpukat, brokoli, dan sayuran berdaun hijau
Vitamin C: buah jeruk
Vitamin E: sayuran berdaun hijau, kacang, dan minyak
nabati
Selenium: biji-bijian, kacang-kacangan, unggas, ikan, telur,
dan selai kacang
Zinc: produk susu daging, unggas, ikan, kacang-kacangan,
kacang, dan susu, dan lainnya
INTERVENSI GIZI UNTUK ODHA
Prinsip dan Syarat diet

Prinsip : tinggi kalori tinggi protein 6) Bentuk makanan sesuai dengan keadaan
pasien.
Syarat diet 7) Hindari makanan yang merangsang
pencernaan baik secara mekanik, termik, dan
1) Energy tinggi, tambahan energy sebanyak 13% kimia.
untuk setiap kenaiikan suhu 1 0C. 8) Vitamin dan mineral tinggi terutama
2) Protein tinggi, yaitu 1,1-1,5g/kgBB namun tidak vitamin A, B12, C, E, asam folat, kalsium, Mg,
lebih dari 20% total energy perhari untuk
Zn, Se. Hindari suplemen megadosis karena
memelihara dan mengganti jaringan sel tubuh
yang rusak. dapat menekan kekebalan tubuh
3) Lemak cukup 20-30% dari kebutuhan energy 9) Kebutuhan Cairan cukup (disesuaikan
total. Bila terdapat malabsorpsi lemak gunakan dengan kondisi pasien, jika ada gangguan
MCT. Dapat pula diberikan omega 3 yang menelan konsistensi makanan harus sesuai
diberikan bersama MCT yang berfungsi dan bertahap). Cairan 30-35 cc/kg BBI/hari
meningkatkan fungsi kekebalan. ( 20% dari makanan, 80% dari minuman)
4) Mengkonsumsi cukup serat terutama serat yang 10)Makanan diberikan dalam porsi kecil dan
mudah larut.
sering
5) Diberikan elektrolit, kehilangan elektrolit
disebabkan karena mual dan muntah sehingga 11) Hindari makanan yang merangsang
perlu diganti. Elektrolit yang utama antara lain pencernaan baik secara mekanik, termik, dan
Na, K, Cl. kimia
Tujuan, prinsip, dan syarat diet pada
pasien Dewasa
Energi
Tujuan, prinsip, dan syarat diet pada pasien Ibu
Hamil

Energi

Iodine
Lemak
Tujuan, prinsip, dan syarat diet pada pasien
Infant dan Children
Tujuan
Rekomendasi Pemberian Makan Bayi: (dari ibu
HIV positif)

ASI eksklusif disarankan untuk ibu dengan HIV kecuali terdapat


makanan pengganti yang AFASS
Jika tersedia makanan pengganti yang AFASS maka hentikan
pemberian ASI dari ibu
Lakukan inisiasi (ASI/ pengganti ASI) dalam waktu 1 jam kelahiran
Mixed feeding dihindari karena meningkatkan MTCT (Mother to
child transmission)
ASI Eksklusif direkomendasikan untuk ibu dengan HIV positif selama
6 bulan pertama kecuali bila ada makanan pengganti ASI yang
Acceptable, Feasible, Affordable, Sustainable, dan Safe (AFASS)
untuk ibu dan bayi sebelum mencapai waktu 6 bulan
Saat pengganti ASI telah AFASS, menghindari pemberian ASI oleh
ibu HIV positif direkomendasikan
Rekomendasi Pemberian Makan Bayi: (bayi yang terinfeksi
HIV positif)

HIV+, weight loss & pertumbuhan jelek perlu adanya penambahan 25-30% energy.
Diberikan dari diet, tetapi jika tidak adekuat/ ada tanda defisiensi maka perlu adanya
suplementasi
Bayi baru lahir dan anak usia 6-59 bulan diberikan high dose supplementation vitamin A
setiap 6 bulan seperti anak yang tidak terinfeksi (6-12 bulan diberikan suplementasi vitamin A
100.000IU dan > 12 bulan diberikan suplementasi vitamin A 200.000IU setiap 4-6 bulan
sekali)
Jika anak mengalami diare, perlu adanya suplementasi Zinc
Anak dengan HIV+ tetap diberikan ASI eksklusif bahkan sampai usia 2 tahun
Untuk anak-anak yang tanpa gejala (asymptomatic), energi yang dibutuhkan mengalami
peningkatan 10% dari kebutuhan normal (anak-anak dengan usia yang sama dan sehat)
Ketika anak-anak sudah terdapat gelaja (symptomatic) tanpa penurunan berat badan, energi
yang dibutuhkan mengalami peningkatan 20%-30% dari kebutuhan normal (anak-anak
dengan usia yang sama dan sehat).
Ketika anak-anak sudah terdapat gelaja (symptomatic) dan dengan penurunan berat badan,
energi yang dibutuhkan mengalami peningkatan 50%-100% dari kebutuhan normal (anak-
anak dengan usia yang sama dan sehat).