You are on page 1of 75

Company

LOGO

AGENDA SETTING
Rancangan Pemaparan

1
3 Makna Agenda Setting

2 Kondisi, Issue, & Masalah

3 Prosedur Agenda Setting


Makna
Banyak isu yang masuk ke pemerintah, dan berharap
pemerintah segera mengambil tindakan, ternyata
pemerintah tidak bertindak sesuai dengan yang
diharapkan masyarakat (Howlett & Ramesh, 1995)
Mengedepankan masalah untuk ditangani pemerintah
(Charles O. Jones)
Pencarian dan penyaringan issue (Hogwood & Gunn)
Pengarah dan jendela kebijakan (Kingdon)
Proses di mana keinginan berbagai kelompok dlm
masyarakat diterjemahkan dlm berbagai kegiatan
agar mendapat perhatian serius dr pejabat
pemerintah (Howlett & Ramesh, 1995)

5/15/17
3
Agenda Setting

In this phase, a wide range of conceivable and


differently framed problems are narrowed to a select
set of issues that will become the focus of a policy-
makers attention. This process of moving the problem
from an existing condition of concern (for example, as
in the case of value-added assessment, the
educational community) to one of active governmental
participation is the crux of agenda setting (Baumgartner
and Jones, 1993). Therefore, the main goal of setting
the agenda is to help issues gain and keep the
attention of the media, the public and policymakers.
Agenda setting is

the process by which problems and


alternative solutions gain or lose public
and elite (decision makers) attention.
A fierce competition because government
and society cannot consider every issue at
once--our carrying capacity for dealing
with every issue is too small
Definisi Agenda Setting

Agenda setting adalah sebuah fase dan proses yang


sangat strategis dalam realitas kebijakan publik.

Karena dalam proses inilah ruang untuk memaknai apa


yang disebut sebagai masalah publik dan prioritas dalam
agenda publik dipertarungkan.

Dalam proses ini, jika sebuah isu berhasil mendapatkan


status sebagai masalah publik, dan mendapatkan
prioritas dalam agenda publik, maka isu tersebut berhak
mendapatkan alokasi sumber daya publik yang lebih
daripada isu lain.
Proses agenda setting dalam studi analisis
kebijakan publik, dipahami secara berbeda-beda,
tergantung pilihan mana di antara teknokratis,
pluralis, konflik, atau deliberative yang dipakai.
Agenda Setting

Systemic vs. government agenda


systemic: public is aware of and may be
discussing
government: considered to be those issues
and problems that policymakers are
addressing at a certain time

8
Systemic Agenda
Berisi isu-isu yang dipandang secara umum oleh
masyarakat dan para politisi layak mendapat perhatian dari
pemerintah dan mencakup masalah-masalah yang berada
dalam kewenangan pemerintah untuk menanganinya.
Tiga syarat agar sebauah isu dapat masuk dalam agenda
sistemik: (1) Isu memperoleh perhatian masyarakat luas; (2)
Ada pandangan dr masyarakat bahwa isu tersebut perlu
ditangani; (3) Ada pandangan yang sama dr masyarakat
bahwa masalah tersebuyt merupakan kewajiban dan
tanggungjawab pemerintah untuk mengatasinya.

5/15/17
9
Governmental Agenda

Serangkaian masalah yang secara eksplisit memerlukan


pertimbangan yang serius dari policy makers. Agenda
pemerintah ini terbatas jumlahnya dan biasanya
mempunyai sifat khas.
Keterbatasan ini menyebabkan banyak masalah yang
tidak bisa masuk ke dalam agenda pem.
Ada skala prioritas dalam agenda pemerintah, sehingga
tidak semua masalah ditangani bersamaan.

5/15/17
10
Agenda setting is.....

the process by which problems and


alternative solutions gain or lose public
and elite (decision makers) attention.
A fierce competition because government
and society cannot consider every issue at
once--our carrying capacity for dealing
with every issue is too small
Levels of the agenda
Makna Issue dan Agenda Kebijakan
Issue kabar burung.
Issue kebijakan (policy issues) sering disebut juga
sebagai masalah kebijakan (policy problem).
Policy issues lazimnya muncul karena telah terjadi
silang pendapat diantara para aktor mengenai arah
tindakan yang telah atau akan ditempuh, atau
pertentangan pandangan mengenai karakter
permasalahan itu sendiri.
Dunn (1990) : Issue kebijakan merupakan
produk atau fungsi dari adanya perdebatan baik
tentang rumusan, rincian, penjelasan maupun penilaian
atas suatu masalah tertentu.
Hogwood & Gunn (1986) :
Issue bukan hanya mengandung makna adanya masalah
atau ancaman, tetapi juga peluang-peluang bagi tindakan
positif tertentu dan kecenderungan-kecenderungan yang
dipersepsikan sbg memiliki nilai potensial yg signifikan.
Alfrod & Friedland (1990) :
Issue merupakan kebijakan-kebijakan alternatif
(alternative policies), atau suatu proses yang
dimaksudkan untuk menciptakan kebijakan baru atau
kesadaran suatu kelompok mengenai kebijakan-
kebijakan tertentu yg dianggap bermanfaat bagi mereka
Issue kebijakan muncul karena telah terjadi konflik
atau perbedaan persepsional diantara para aktor atau
suatu situasi problematik yang dihadapi oleh masyarakat
pada suatu waktu tertentu :
Issue kebijakan bersifat subyektif, karena dipengaruhi
persepsi.
Adanya persepsi mempengaruhi status peringkat dari
suatu issue kebijakan.
Dari segi peringkat, issue kebijakan dapat dibagi
menjadi 4 kategori besar (Dunn, 1990) :
Kategori Issue (Dunn, 1990)

Issue Utama

Issue Sekunder

Issue Fungsional

Issue Minor
Dua tahap agenda setting:
a. Issue-search: proses pencairan isuutk
dimasukkan dalam agenda
b. Issue-filtration: proses memilah isu
(Hogwood & Gunn)
Kriteria menyaring isu (Hogwood & Gunn)

Waktu
Bobot politik
Kebakuan sikap politik
Arti penting isu tsb bagi organisasi.
Kriteria Issue menjadi Agenda Kebijakan
Tidak semua issue secara otomatis menjadi
kebijakan publik
Kriteria issue bisa dijadikan agenda kebijakan publik
(Kimber, 1974 ; Salesbury 1976; Sandbach, 1980;
Hogwood & Gunn, 1986) :
1. telah mencapai titik kritis tertentu jika
diabaikan, akan menjadi ancaman yang serius;
2. telah mencapai tingkat partikularitas tertentu
berdampak dramatis;
3. menyangkut emosi tertentu dari sudut kepent.
orang banyak (umat manusia) dan mendapat
dukungan media massa;
4. menjangkau dampak yang amat luas ;
5. mempermasalahkan kekuasaan dan keabsahan dalam
masyarakat ;
6. menyangkut suatu persoalan yang fasionable (sulit
dijelaskan, tetapi mudah dirasakan kehadirannya)
How do issues reach the agenda?

Group reactions to other groups


actions/success
Leadership activity
Crises and Focusing Events
Protest movements
Media coverage or activity
Changes in indicators
Political changes
The relationship between the policy agenda and
the media agenda

Media coverage can lead to increased public


concern
But, Kingdon found that the media didnt drive
the agenda in some fields
But, the media has considerable power to set
the agenda after focusing events
The special role of focusing
events

a rare, sudden, well-known, actually or


potentially harmful event.
Tend to induce sudden attention to issues
Keep in mind, however, that focusing
events can fade fast
KRITERIA PUTUSKAN ISU
MENJADI AGENDA

Technical advice.
Bureaucratic implications.
Political stability & support.
International pressure.

Source: Grindle & Thomas Public Choices & Policy Change (1991:96)
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pendefinisian masalah

Nilai-nilai yang dianut


Pembandingan (kejadian di tempat lain)
Kategorisasi yang dibuat
Cara untuk memahami
masalah
Penetapan indikator
Fokuskan pd event-event penting:
o Krisis
o Pengalaman pribadi
Feed-back
MAKNA AGENDA SETTING

Mengedepankan masalah untuk


ditangani pemerintah (Charles O. Jones)

Pencarian dan penyaringan issue


(Hogwood & Gunn)
Makna Agenda
Setting
Pengarah dan jendela kebijakan
(Kingdon)
Mengedepankan masalah ke
pemerintah

Aktifitas-2 Kategori Kedudu


fungsional kan dlm Output
sistem
Persepsi
Pendefinisian Keharusan-
Mengedepan-
keharusan
kan masalah Identifikasi
Agregasi untuk
ke hadapan maslah
selesaikan
Organisasi pemerintah
masalah
Perwakilan
Pencarian dan penyaringan
issue (1)
Pemerintah bisa aktif/pasif dalam perumusan
agenda kebijakan
Kuat lemah sinyal
Merata tidaknya akses terhadap kebijakan
Load pekerjaan, untuk menganalisa
maupun merespon sc. Politis
Bisa melakukan scanning:
Cara: tidak langsung, bersyarat/ (dg
maksud tertentu)
Bentuk: bisa informal maupun formal
Pencarian dan penyaringan
issue (2)

Informasi-informasi yang diperlukan:


Perubahan struktural dalam masyarakat
Munculnya masalah baru
Solusi baru terhadap masalah
Perlu memahami setting institusional dalam
melakukan pencarian issue
Pencarian dan penyaringan
issue (3)

Peyaringan issue:
Konteks issue : waktu, bobot politis,
kebakuan sikap politik, arti penting
bagi organisasi
Karakteristik issue:
Adakah peluang untuk memilih
Seberapa jauh bisa digalang konsensus
Kompleksitas dan ketidakpastian
Konflik nilai
Pencarian dan penyaringan
issue (4)

Peyaringan issue:
Repercussion (gema permasalahan):
Jumlah yang terkena
Signifikansi bagi yang terkena
Signifikansi orang yang tdk terkena
Eskalasi
Biaya untuk mengambil tindakan dan
analisis
Pengarah dan jendela kebijakan
Variabel-variabel yang terkait:
Pemasalahan
Arus politik (pola hubungan antar stake
holders)
Ekspresi partisipasi
Dipermukaan (mis. Demo)
Tersembunyi (analisis pakar)

Dalam realita ketiganya hadir secara simultan,


menstruktur peluang dan hambatan para aktor
yang memperjuangkan agenda
Pengarah dan jendela kebijakan
(Kingdon)
Membahas mengapa beberapa persoalan muncul sbg
agenda pemerintah, sedangkan yang lain tidak.
Membahas ttg siapa saja yang mempengaruhi
agenda pemerintah, dan mengapa mereka melakukan
itu.
Aliran proses yang memungkinkan hal itu terjadi :
1. Problems stream (persoalan)
2. Policies stream (kebijakan)
3. Politics stream (politik)
Dalam setiap aliran proses, keterlibatan para
partisipan sama kuatnya.
Agenda setting atau pembuatan agenda
bisa dimaknai sebagai proses
mengarahkan kebijakan melalui jendela-
jendela kebijakan yang muncul sebagai
akibat dari dinamika politik yang terjadi
dalam proses agenda setting (Kingdon,
1995)
Kingdons Streams Metaphor

Focusing events reveal problems


Problems Stream :

Suatu permasalahan diperhatikan oleh pemerintah,


karena :
a. Alat dan cara yg digunakan utk mendefinisikan
kondisi sebagai masalah;
b. Merupakan kejadian khusus.
c. Aktor pemerintah memahami kondisi melalui
feed-back dari program yang pernah ada.
Kondisi sesuatu yang berlangsung setiap hari.
Kondisi menjadi masalah, jika :
o Merasa harus merubah
o Merusak nilai-nilai penting
Politics Stream :

Perkembangan pada wilayah politik dapat memicu adanya


agenda kebijakan yang kuat.
Misal :
Adanya perubahan mood/selera nasional
Adanya pemerintahan baru hasil pemilu
Distribusi ideologi dalam lembaga perwakilan
Peran berbagai kelompok kepentingan yang
berhasil/gagal mengarahkan permintaan mereka thd
pemerintah
Upaya pembentukan konsensus.
Kekuatan organisasi politik
Policies Stream :

Terkait dengan proses mengkaitkan masalah dengan


solusi, karena seringkali dalam perumusan kebijakan
pemerintah sering abai mengkaitkannya (solusi
alternatif).
Evaluasi solusi.
Upaya persuasif.
Dalam proses ini, teknokrat dan akademisi berupaya
meyakinkan pihak birokrat atau politisi, melalui
alternatif-alternatif solusi masalah
Teknokrat dan akademisi inilah yang disebut dengan
policy entrepreneur.
Coupling (perangkaian) dan Policy Windows :

Tiga aliran tersebut sangat berbeda satu dengan yang lain,


tapi suatu ketika akan bergabung menjadi satu ideal.
Tapi seringkali, penggabungan hanya terjadi sebagian
Misal :
Solusi dan masalah sama, tapi tidak didukung iklim
politik.
Problem/proposal dan politik, tapi tidak ada
kesadaran untuk menyelesaikan masalah/solusi
Policy Windows :

Suatu peluang, dimana ketiga aliran (problems, policies dan


politics) bisa bertemu bersamaan, sehingga issue-issue
bisa menjadi agenda.
Proses policy windows jendela dibuka oleh kejadian-
kejadian, baik dalam aliran masalah atau dalam aliran
politik.
Policy entrepreneur s begitu ada kesempatan yang
muncul (policy windows), maka issue dapat diangkat
menjadi agenda, jika ada pihak-pihak yang mampu
mempertemukan ketiga aliran tersebut ini yang oleh
Kingdon disebut sbg policy entrepreneurs.
Policy Entrepreneurs :

Policy entrepreneurs terdiri dari pejabat pemerintah,


PNS karir, pelobi, akademisi atau wartawan
Arah dan tujuan dari policy entrepreneurs adalah :
1. Mendesakkan masalah tertentu ke agenda yang
lebih tinggi.
2. Mendesakkan masalah seiring dengan proses
memperlunak sistem.
3. Membuat penggabungan
Agenda setting sebagai proses

Masalah Masalah Issue


privat publik kebijakan

Agenda
sistemik

Agenda
institusional
Penciptaan issue

inisiator
Terciptanya
issue

Perangkat
pemicu
Aktor, Institusi dan Proses Politik

Aktor-aktor Organisasi
Organisasi
Kebijakan Kemasyara-
dalam sistem
Internasional (Sub-sistem katan
Kebijakan)

Organisasi
negara

Howlet & Ramesh, 1995


Menciptakan dan
mengembangkan issue

Penyelarasan (peran reajustor)


Exploitasi (peran aktivis advokasi dan
political enterpreuner)
Reaksi sesaat (peran circumstantial
reactors)
Niat baik (ada do-gooders)
Perangkat pemicu
Internal:
Bencana alam
Kejadian tak terduga
Perubahan teknologi
Ketimpangan
Eksternal:
Pengaruh globalisasi
Konflik internasional

Perkembangan issue tergantung dari


dinamika antar kedua jenis pemicu
Mengapa sejumlah issue
diabaikan ? (Kingdon)

Kerancuan/ketidakjelasan nilai
Tidak dianggap sebagai urusan pem
Sudah menjadi rutinitas
Ditimpa oleh issue lain
Corak agenda setting berdasarkan tipe kebijakan

Dukungan publik
Inisiator
perdebata
n Tinggi Rendah

Eksponen INISIASI
INISIASI
masyarak DARI
DARI LUAR
at DALAM
Pemerinta KONSOLIDAS
MOBILISASI
h I
SISTEM KEBIJAKAN PUBLIK

STAKEHOLDE
R

LINGKUNGAN KEBIJAKAN
KEBIJAKAN PUBLIK

Kondisi geo-politik internasional DPR


Kondisi ekonomi nasional Presiden
Otonomi Daerah
Kondisi politik nasional Mendagri
Sikap DPRD Tokoh Daerah
Preferensi,
Tindakan &
Perilaku
INFORMASI yang BAYANGAN
dimiliki, KERANGKA TENTANG
TEORI dan NILAI- REALITAS
NILAI yang dianut (HASIL
analis kebijakan ANALISIS)
lensa
pandang

perspektif REALITA
Mengapa perlu kesadaran
akan perspektif ?

o Pre-konsepsi yang berbeda-beda tentang


obyek kajian.
Pre-konsepsi: Optimis vs. skeptis

Setengah kosong ?

Setengah penuh ?
Perlu kesadaran akan perspektif

o Adanya kesulitan mendapatkan pengamatan yang


utuh tentang suatu fenomena.
Illustrasi: deskripsi 5 orang buta tentang
gajah.
Implikasi: Kajian akademisi harus
membatasi cakupan kajian, namun memiliki
kejelasan perspektif.
Manifestasi: variasi bidang keilmuan adalah
variasi perspektif dalam memandang
fenomena.
o Ilmu politik kekuasaan
o Psikologi kejiwaan
o Ekonomi kesejahteraan
Perlu kesadaran akan
perspektif
o Kehirauan (concern) seseorang sangat
dipengaruhi stand-point-nya (titik dimana
dia berpijak).
Titik pijak Kehirauan
Administrat Kelangsungan prosedur,
or & militer terlaksananya perintah
Politisi Tercapainya tujuan
diri/kelompoknya
Pengusaha Keuntungan
Aktivis Perubahan tatanan
Preferensi, Preferensi,
tindakan dan tindakan dan
perilaku X perilaku Y

BAYANGAN
BAYANGAN TENTANG
TENTANG REALITA
REALITA

INFORMA
SI yang
dimiliki, REALITA INFORMASI
KERANG yang dimiliki,
KA TEORI lensa KERANGKA
lensa
dan NILAI- pandang
pandang
TEORI dan
NILAI NILAI-NILAI
yang yang dianut
dianut analis kebijakan
analis
kebijakan perspektif
Variasi berdasarkan
lingkup

disain mendisain
kebijakan

formula formulaasi
kebijakan
keputusan memutuskan
otoritatif opsi kebijakan
Komprehensifitas dan
derajat perubahan

system, paradigma,
budaya

disain

Mekanisme,
prosedur, tatanan,
aksi-reaksi
formula

keputusan Langkah untuk


otoritatif ditempuh
Kewajaran atau
normalitas = konsistensi
kaitan antara asumsi, nilai dan sudut
pandang

asumsi- nilai nilai


asumsi yang dianut

jendela
pandang
Aspek-aspek yang
dikedepankan
Rasionalitas:
Pembuat kebijakan
Sasaran kebijakan
Berbedaan dan perjuangan kepentingan
Konflik dan kerja sama
Aksi-reaksi
Pengelolaan
Keteraturan dalam pencapaian tujuan
Kemenangan-kekalahan aktor dalam
proses
Perspektif teknokratis

Penyebab Kebijakan Efek


Perspektif Agenda setting
prosedural
Pengambilan
keputusan

Implementasi

Output

Outcome
Kebijakan publik sebagai
tahapan administrasi publik
Kondisi awal masyarakat
Mengedepankan keadaan dalam agenda politik
Inisiasi oleh suatu organ pemerintah yg relevan
Review sumberdaya dan kendala
Penentuan pilihan
Pengabsahan pilihan
Implementasi, termasuk penciptaan output
Terjadinya dampak dan evaluasinya
Feed back:
Thd mereka yg mengambil inisiatif dan
memelihara proses
Efek masyarakat yang terkena efek
Keterbatasa
n
Agenda setting Pendekatan
Administratif
Pengambilan Cenderung dimaknai sebagai
keputusan previllage pejabat negara

Proses kebijakan bukanlah


sekedar persoalan prosedur
Implementasi
Reduksi proses menjadi
prosedur menjadikan kita tidak
Output faham/peduli bagaimana
konversi output menjadi
outcome (dampak).
Perlu diungkap dengan
perspektif lain: kebijakan publik
Outcome sebagai fenomena sosial-politik
Perspektif: SISTEM

Interaksi antar
aktor-aktor Keputusan

Pengambilan
terkait: kebijakan:

keputusan
Aspirasi: Untungkan
Tuntutan Agregasi
Penentuan DSP fihak tertentu.
Dukunga Rugikan fihak
Tawar-menawar
n lain
Briging, mediasi,
arbritasi
Penegakan
prosedur

Umpan balik
PUBLIC
HEARING
RUMUSKAN
DAN
EVALUASI PUTUSKAN,
ALTERNATIF- KOMUNIKASIKAN,
ALTERNATIF Perspektif PIMPIN
Social marketing

KETERLIBATAN
STAKEHOLDERS
KONSULTASIKAN, Pendidikan thd
policy makers IMPLEMENTASI
LIBATKAN,
ttg. Kebutuhan KEBIJAKAN
AKOMODASIKAN
stake holders
dan efek kebij.
Pendidikan thd.
stakeholders ttg.
DEFINISI issue kebijakan
MASALAH MONITOR
DAN DAN
SETTING SESUAIKAN
AGENDA
REDISAIN
KEBIJAKAN
Sumber: J.A. Altman, 1994
INT
KE ERV
BIJ EN KON
AK SI FLIK
AN
D AN
KER
JA S
AMA
ALOKASI SISTEM SOSIAL
REGULASI struktur sosial
DISTRIBUSI
REDISTRIBUSI
tata kelembagaan
sistem nilai INSENTIF DAN
pola perilaku DISINSENTIF
dll.
E
PEMBAHARUAN DAN STATUS QUO KEB FEK
IJA
KA
N
Masing-masing model berbeda
dalam memandang:
Cakupan pengamatan.
Bayangan tentang individu.
Ketidakpastian, informasi dan
keyakinan
Sifat dan peran berbagai kelompok.
Level tindakan.
Fase-fase kebijakan yang dicermati.
Faktor-faktor pendorong masuknya
isu ke dalam Agenda Pemerintah

1. Adanya ancaman thd keseimbangan


antarkelompok, kemudian kelompok tersebut
melakukan reaksi dan menuntut tindakan
pemerintah utk mengatasi masalah tersebut.
2. Didorong adanya pertimbangan politik dan
kepentingan umum.
3. Adanya krisis atau peristiwa luar biasa.
4. Adanya gerakan protes atau demonstrasi dari
kelompok tertentu.

5/15/17
67
Sistem Kebijakan Publik

Adalah keseluruhan pola kelembagaan dalam


pembuatan kebijakan publik yang melibatkan hubungan
empat elemen kebijakan, yaitu maslah kebijakan publik,
pembuatan kebijakan publik, kebijakan publik, dan
dampaknya terhadap kelompok sasaran.
Sebagai suatu sistem, maka dalam sistem kebijakan
publik ada unsur: Input, proses, dan output. Kebijakan
publik merupakan produk (output) dr sejumlah input
yang diproses melalui mekanisme politik.

5/15/17
68
Company

Peran Informasi dalam


LOGO

Pembuatan Kebijakan Publik


Pentingnya Informasi

Dalam proses formulasi kebijakan, informasi tentang


suatu masalah publik sangat dibutuhkan. Keakuratan
dan kecukupan informasi sangat menentukan kualitas
kebijakan publik yang dihasilkan.
Tidak tersedianya informasi yang memadai akan
menyebabkan kebijakan publik yang dihasilkan tidak
sesuai, bahkan gagal dalam mengatasi masalah publik
tersebut.

5/15/17
70
Cara mengungkapkan informasi

Data angka-ngka statistik


Grafik
Gambar (foto-foto)
Peta

5/15/17
71
Sepuluh Propinsi Tertinggi dan Terendah
Berdasarkan Siswa Putus Sekolah di
SMK

Propinsi Terendah Propinsi Tertinggi


Riau 0,73 Sulut 3,58
Bali 0,95 Jambi 3,19
NTB 0,94 Kalsel 2,35
Kepri 1,00 Malut 2,29
Banten 1,06 Kalteng 2,28
Kaltim 1,07 Sultra 2,26
Sumsel 1,14 Sulteng 2,06
DKI 1,19 Sulsel 2,06
Lampung 1,32 Maluku 1,92
Jateng 1,35 Kalbar 1,89

5/15/17 Sumber : Survei Dasar Pendidikan Nasional 2003


72
5/15/17 73
5/15/17 74
Company
LOGO

Thank You !