You are on page 1of 14

INTOXIKASI

ACCIDENTAL
Pasien datang tidak sadar dengan
keterangan post meminum peptisida 5
jam SMRS. Setelah pasien sadar, pasien
mengaku tidak sengaja meminum
ANAMNESIS
peptisida. Kejadian berlangsung ketika
pasien sedang di sawah, pasien merasa
pusing kemudian secara terburu-buru
mengambil kaleng yg berisi peptisida.
Pasien mengira kaleng tsb berisi air minum
bekal untuk ke sawah.
KU :
Vital Sign
TD : 100/60 mmHg PEMERIKSA
RR : 20 kali/menit AN FISIK
Nadi : 100 kali/menit
Suhu : 36.4 C
Status Generalis
Mata : Pin point pupil
Hidung : Discharge (-)
Telinga : Sekret (-/-), serumen (-/-)
Mulut : Sianosis (-), kering (-)
Inspeksi : Spider Angioma (-)
Palpasi : Vokal fremitus kanan kiri cont.
sama
Perkusi : Sonor
Auskultasi : Vesikuler (++), Ronkhi (--),
Wheezing (--)
Abdomen
Inspeksi : Asites (-), caput medusa (-)
Auskultasi : Peristaltik (+)
Perkusi : Timpani (+), ukuran hepar
dbn
Palpasi : Nyeri tekan (-), supel (+)
Ekstremitas : Akral hangat (++), Edema (--)
HEMATOLOGI
Hb : 10,8 [12 - 18] g/dl PEMERIKSA
Leukosit : 20,57 [4 - 11] ribu/ul AN
Eritrosit : 4,89 [4,5 5,5] ribu/ul PENUNJANG
Trombosit : 378 [150 - 450] ribu/ul
Hematokrit : 36,1 [42 - 52] %
Eosinofil : 0 [2 - 4] %
Basofil : 0 [0 - 1] %
Batang : 1 [2 - 5] %
Segmen : 90 [51 - 67] %
Limfosit : 5 [20 - 35] %
Monosit : 4 [4 - 8] %
FUNGSI GINJAL cont
Ureum : 27 [17 - 43] mg/dl
Creatinin : 0.52 [0,60 1,10] mg/dl
FUNGSI HATI
SGOT : 29 [<37]
SGPT : 22 [<41]
ELEKTROLIT
Natrium : 141,2 [137 - 145]
Kalium : 2,92 [3,5 - 5,1]
Klorida : 103,3 [98 - 107]
GDS : 212 [80 - 200]
O2 NRM 10 lpm
pasang NGT
IVFD RL 15 tpm
inj. Ceftriaxon 1gr/12 jam
inj. Dexametason 1A
TATALAKSA
inj. Ranitidin 1A NA DI IGD
inj. Dipenhidramin 1A

Konsul dr Agus Yuha, SpPD.


Advice:
HD cito jika sesak
inj. Omeprazol 1A/12 jam
inj. Asam tranexamat !A
Syr. Sucralfat 3x1 cth
Sulfat atropine 2mg setiap 15 menit sampe terjadi
atropinisasi. Jika sudah tapering off:
2mg/ 30 menit 2mg/60 menit 2mg/2 jam hingga
2mg/ 48 jam
DEFINISI
Tidak ada batasan yang jelas mengenai keracunan
insektisida. Beberapa penelitian menjelaskan
keracunan insektisida adalah apabila ditemukannya
kadar kolinesterase dalam darah menggunakan
pemeriksaan spektrofotometer
1. Self poisoning TERJADINY
Ketidaktahuan dan kekurang hati-hatian dalam A
peng-gunaan. Penderita biasanya menggunakan
KERACUNA
insektisida dengan dosis yang berlebihan.
2. Attempted poisoning
N
Sengaja ingin mengakhiri hidup.
3. Accidental poisoning
Murni akibat kecelakaan, tanpa sengaja. Sering
ditemu-kan pada anak-anak.
4. Homicidal poisoning
Kesengajaan pelaku meracuni orang lain.
FARMAKOL
OGI
INSEKTISID
A
PATOGENE
SIS
MANIFESTA
SI KLINIS
1. Stabilisasi resusitasi ABC
2. Dekontaminasi bertujuan untuk menurunkan PENATALAKSANA
pemaparan terhadap racun, mengurangi absorbsi dan
mencegah kerusakan AN
Dekontaminasi gastrointestinal:
pemberian bahan pengikat atau kabon aktif,
pengenceran atau
mengeluarkan isi lambung dengan cara induksi
muntah atau aspirasi dan nasogastric lavage
3. Eliminasi mempercepat racun yang beredar
dalam darah atau dalam saluran gastrointestinal
setelah lebih dari 4 jam.
4. Antidotum
Atropin
Pralidoksim
TERIMAKASIH