You are on page 1of 25

ANATOMI FOSIOLOGI ALAT

REPRODUKSI PRIA DAN


WANITA

BY
Ns.WAGIYO,SKp.,M.Kep.,Sp.Mat
ALAT REPRODUKSI PRIA
1. Penis: Jaringan erektil yang
dapat membesar dan tegang
dan tempat keluarnya sperma
2. Testis: terdiri dari sel-sel
Leydig,terbungkus kulit
skrotum yang longgar untuk
mengatur suhu(relatif suhu
tetap) ,fungsi membentuk
hormon testosteron dan
menyimpan spermatozoa
IRISAN MEMANJANG
3. Epididimis : panjangnya 45
- 50 cm,tempat tumbuh dan
berkembangnya
spermatozoa
4. Kelenjar Prostat : tempat
membentuk cairan saat
ejakulasi
5. Vas Deferens : kelanjutan
sal. Epididimis,bila MOP
sal. Ini yang dipotong
Genetalia Externa

Klitoris

L.Minora

U.Uretra

I.Vagina

Posterior
Labiaa
(commissur
a
GENETALIA EKSTRAGONALDAL

1. Payudara
a. Susunan kelenjar payudara
berada di bawah kulit
b. Sebagian besar jaringan
lemak.
c. Berlobus-lobus (20-40 lobus)
d. Tiap lobus terdiri dari 10-100
alveoli
e. Fungsi utama payudara adalah
laktasi, dipengaruhi hormon
prolaktin dan oksitosin
2. Kulit
Di berbagai area
tertentu tubuh, kulit
memiliki sensitifitas
yang lebih tinggi dan
responsif secara
seksual misalnya kulit
di daerah bokong, lipat
paha dalam perut
bawah umbilikus.
Genetalia Interna
1. seperti buah pir
2. Berat 40 50 gram
3. Fundus
4. Rongga ( korpus )
5. Cervik uteri; terdiri dari
lapisan 3 otot :
endometrium mukosa ,
miometrium, peritonium.
6. Kedudukan uterus
antefleksi.
UTERUS
ANATOMI PELVIS
1. Os coxae kiri dan kanan,
membentuk dinding lateral
dan anterior rongga panggul
yang dibentuk dari 3 tulang
kecil yang bersatu, yaitu os
ilium, os ischium dan os
pubis.
2. Os coccygis dan os sacrum,
bagian dari columna
vertebralis, membentuk
dinding posterior rongga
panggul.
Bidang Bidang/Dinding
Panggul
1. Dinding anterior : pendek, dibentuk oleh
corpus rami dan symphisis ossium pubis
2. Dinding posterior : dibentuk os sacrum dan
os coccygis serta muskulus pyriformis yang
membentang pada permukaan ventral os
sacrum dan diliputi oleh fascie pelvis.
3. Dinding lateral : dibentuk os coxae,
ligamentum sacrotuberosum, ligamentum
sacrospinosum, dan muskulus obturator
internus dengan fascia obturatoria.
4. Dinding inferior / dasar panggul : dibentuk
oleh diaphragma pelvis (mm.levator ani,
mm coccygei, fascia diaphragmatis pelvis,
trigonum urogenitale) yang berfungsi
menahan alat-alat rongga panggul.
UKURAN DIAMETER PANGGUL
YANG MEMILIKI MAKNA PADA OBSTETRIK

1. Pelvic inlet
Diameter transversa (DT) + 13.5 cm.
Conjugata vera (CV) + 12.0 cm.
Jumlah rata-rata kedua diameter
minimal 22.0 cm.
2. Mid pelvis
Distansia interspinarum (DI) + 10.5
cm. Diameter anterior posterior (AP) +
11.0 cm. Jumlah rata-rata kedua
diameter minimal 20.0 cm.
3. Pelvic outlet
Diameter anterior posterior (AP) + 7.5
cm. Distansia intertuberosum + 10.5
cm. Jumlah rata-rata kedua diameter
minimal 16.0 cm.
BIDANG HODGE
1. Bidang Hodge I adalah bidang pintu
atas panggul, dengan batas tepi atas
simfisis.
2. Bidang Hodge II adalah bidang
sejajar H-I setinggi tepi bawah
simfisis
3. Bidang Hodge III adalah bidang
sejajar H-I setinggi spina ischiadica
4. Bidang Hodge IV
adalah bidang sejajar H-I setinggi
ujung bawah os coccygis
KLASIFIKASI PANGGUL CALDWELL-
MOLOY
EDDOKRIN REPRODUKSI DAN
SIKLUS MENSTRUASI
Hipotalames :
1. GnRH
2. TRH (Thyrotropin Releasing
Hormone)
3. CRH (Corticotropin Releasing
Hormone).
4. GHRH (Growth Hormone
Releasing Hormone).
5. PRF (Prolactin Releasing Factor).
Hipofisis :
1. FSH (Follicle Stimulating
Hormone).
2. LH (luteinizing hormone).
Ovarium
1. Berfungsi gametogenesis /
oogenesis, dalam pematangan
dan pengeluaran sel telur
(ovum).
2. Selain itu juga berfungsi
steroidogenesis, menghasilkan
estrogen (dari teka interna
folikel) dan progesteron (dari
korpus luteum), atas kendali
dari hormon-hormon
gonadotropin.
Endometrium
1. Lapisan dalam dinding kavum uteri,
berfungsi sebagai tempat implantasi
hasil konsepsi.
Selama siklus haid, jaringan
endometrium berproliferasi, menebal
dan mengadakan sekresi, kemudian
jika tidak ada pembuahan /
implantasi, endometrium rontok
kembali dan keluar berupa darah /
jaringan haid.
2. Jika ada pembuahan / implantasi,
endometrium dipertahankan sebagai
tempat konsepsi.
Fisiologi endometrium juga
dipengaruhi oleh siklus hormon-
hormon ovarium
Resume Endokrin Reproduksi
FERTILISASI DAN
PERKEMBANGAN EMBRIO
1. Pada saat pria dan
wanita coitus dari
saluran reproduksi pria
dilepaskan cairan mani
berisi sel-sel sperma.
2. Spermatozoa bergerak
cepat dari vagina ke
dalam rahim, masuk ke
dalam tuba.
3. Fertilisasi adalah
bertemunya sel sperma
dan ovum.
1. Sekali telah terjadi penembusan zona oleh satu sperma,
terjadi reaksi khusus di zona pellucida yang bertujuan
mencegah terjadinya penembusan lagi oleh sperma
lainnya.
2. Setelah sel sperma mencapai oosit, terjadi :
a. Reaksi zona mengeras.

b. Oosit menyelesaikan pembelahan miosis keduanya


menjadi pronukleus wanita.
c. Inti sel sperma membesar membentuk pronukleus
pria.
d. Ekor sel sperma terlepas dan berdegenerasi.

e. Pronukleus pria dan wanita, masing-masing


haploid, bersatu dan membentuk zigot yang
memiliki jumlah DNA genap / diploid.
PERKEMBANGAN EMBRIO
1. Sel telor atau ovum yang telah
dibuahi disebut sigot (3 4 hari)
2. Zigot mulai menjalani pembelahan
awal mitosis sampai beberapa kali.
3. Sel-sel yang dihasilkan dari setiap
pembelahan disebut blastomer.
4. Hari ke 5 - 6,ruang antar sel ini
kemudian bersatu dan memenuhi
sebagian besar massa zigot
membentuk rongga blastokista
dalam keadaan ini disebut embrio.
IMPLANTASI

1. Pada akhir minggu


pertama (hari ke-5-7)
zigot mencapai cavum
uteri
2. Lapisan endometrium
kaya pembuluh darah
Kontak antara zigot
dengan endometrium
terjadi infiltrasi sel
trofoblas sigot dengan
endometrium sehingga
terjadilah implastasi.
PLASENTA

1. Hari 8-9 perkembangan


trofoblas sangat cepat
2. Trofoblas yang banyak
rongga vakuola terinfiltrasi
pembuluh darah
endometrium sehingga
terbektuklah sirkulasi utero
plasenter.
3. Hari ke 14-15 seluruh
trofoblas sudah dialiri
darah ibu.
Plasenta Terbentuk Pada Hari Ke 16

1. Bentuk bundar / oval


2. Diameter 15-25 cm, tebal 3-5
cm.
3. Berat rata-rata 500-600 g
4. Insersi tali pusat, tengah, lateral
/ pinggir.
5. Tampak daerah2 yang menonjol
(kotiledon) yang diliputi selaput
tipis desidua basalis.
6. sirkulasi darah ibu di plasenta
sekitar 300 cc/menit (20
minggu) meningkat sampai 600-
700 cc/menit (aterm).
FUNGSI PLASENTA
1. Nutrisi : memberikan bahan
makanan pada janin
2. Ekskresi : mengalirkan keluar sisa
metabolisme janin
3. Respirasi : memberikan O2 dan
mengeluarkan CO2 janin
4. Endokrin : menghasilkan hormon-
hormon : hCG, HPL,
estrogen,progesteron.
5. Imunologi : menyalurkan berbagai
komponen antibodi ke janin
6. Farmakologi : menyalurkan obat-
obatan yang mungkin diperlukan
janin, yang diberikan melalui ibu.
7. Proteksi : barrier terhadap infeksi
bakteri dan virus, zat-zat toksik .