You are on page 1of 67

Dr. HENDRA TS, M.Kes, Sp.

KK

SMF/BAGIAN RSUD ABDUL MOELOEK ILMU


KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FK UNILA

1
Kulit : organ tubuh paling luar, batasi lingkungan luar tubuh
Luas 1,5 m2
Berat 15 % berat tubuh
Kompleks, elastis & sensitif
Variasi : iklim, ras, usia, lokasi tubuh

Histopatologis terbagi 3 lapisan utama :


1. lapisan epidermis
2. lapisan dermis
3. lapisan subkutis
Lapisan epidermis terdiri atas :
a. Stratum korneum/ : paling luar, bbrp sel gepeng mati, inti -,
lapisan tanduk protoplasma jadi keratin/zat tanduk
b. Stratum lusidum : di bwh str.korneum, sel gepeng, inti -,
protoplasma jadi protein (eleidin)
c. Stratum granulosum/ : lapis sel gepeng, sitoplasma berbutir
lapisan keratohialin kasar, inti +.
jelas di telapak tangan & kaki
tidak ada di mukosa
d. Stratum spinosum : bbrp lap sel poligonal, protolasma
jernih, inti di tengah.
Intercellular bridges diantara sel.
Terdapat sel langerhans
e. Stratum basal : sel kubus/kolumnar, baris spt
pagar(palisade). protoplasma basofilik,
inti lonjong&besar, proses mitosis; sel
melanosit diantara sel kolumnar

3
Lapisan dermis
terdiri atas lapisan elastik & fibrosa padat dgn elemen selular
serta folikel rambut

a. pars papilare : menonjol ke epidermis, terdapat ujung


serabut saraf & pembuluh darah
b. pars retikulare : menonjol ke arah subkutis
terdiri atas serabut penunjang, mis
kolagen, elastin & retikulin
matriks : cairan kental as.hialuronat &
kondroitin sulfat
kolagen : lentur (usia = kelenturan )
retikulin mirip kolagen muda
elastin mudah mengembang & > elastis

4
Lapisan subkutis
Terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel lemak
Sel lemak : bulat, besar, inti di pinggir sitoplasma
Lapisan sel lemak /fanikulus adiposa berfungsi
sebagai bantalan & cadangan makanan
Terdapat ujung saraf, pembuluh darah & getah bening
Ketebalan bervariasi bergantung lokasi :
abdomen tebal, kelopak mata & penis tipis

Vaskularisasi kulit
a. pleksus superfisialis di dermis pars papilare
b. pleksus profunda di pars retikulare & subkutis

5
6
7
Gambar kulit & adneksa
8
9
Epidermisa stratified epithelium

10
Adneksa kulit
1. Kelenjar kulit di lapisan dermis
a. kelenjar keringat/glandula sudorifera
kel ekrin : letak superfisial, kecil, sekret encer, di seluruh
permukaan kulit,
terbanyak di telapak tangan & kaki, dahi, aksila
kel apokrin : letak propunda, > besar, sekret kental
di aksila, areola mamma, pubis, labia minora &
saluran telinga luar
b. kelenjar palit/glandula sebasea
- di seluruh permukaan kulit kecuali telapak tangan dan kaki
- letak di samping akar rambut, muara ke lumen akar rambut
- sekresi dipengaruhi hormon androgen
- pubertas : > banyak,ukuran > besar & mulai fungsi aktif

11
Adneksa kulit
2. Kuku
- Bagian terminal lapisan tanduk / str korneum yg menebal
- Terdiri atas :
a. matriks kuku : pembentuk jar kuku baru
b. dinding kuku : lipatan kulit tutupi bag pinggir & atas
c. dasar kuku : bag kulit yang ditutupi kuku
d. alur kuku : celah antara dinding & dasar kuku
e. akar kuku : bag proksimal kuku
f. lempeng kuku : bag tengah kuku dikelilingi dinding kuku
g. lunula : bag lempeng kuku warna putih dekat akar
kuku, bentuk bulan sabit
h. eponikium : dinding kuku bag proksimal, kulit arinya
menutupi permukaan lempeng kuku
i. hiponikium : dasar kuku, kulit ari di bawah kuku bebas
yang menebal

12
Adneksa kulit
3. Rambut
Jenis rambut :
1. rambut terminal : rambut kasar, >> pigmen
di kepala, alis, bulu mata, ketiak &
genitalia eksterna
2. rambut velus : rambut halus, << pigmen
hampir di seluruh tubuh
Penampang rambut dibagi :
a. kutikula : lap keratin, pelindung thd kekeringan & pengaruh luar
b. korteks :serabut polipeptida, kandung pigmen
c. medula :lap sel kolumnar berisi keratohialin, badan lemak &
rongga udara
tidak terdapat pada rambut velus
13
Gambar anatomi kuku
14
Gambar anatomi kuku
15
16
Gambar anatomi folikel rambut

17
Fungsi kulit
1.Proteksi
2.Absorpsi
3.Ekskresi
4.Persepsi
5.Termoregulasi
6.Pembentukan pigmen
7.Keratinisasi
8.Pembentukan vit D

18
Fungsi kulit
1.Fungsi proteksi
Pelindung tubuh terhadap :
- gangguan fisis/mekanis
lemak, ketebalan kulit, keratinisasi, & jaringan penunjang
- gangguan kimiawi
sifat str korneum impermeabel thd zat kimia & air
keasaman kulit lindungi kontak kimiawi
- gangguan panas
melanosit : pelindung thd pajanan matahari/radiasi UV
- infeksi
keasaman kulit (hasil ekskresi keringat & sebum) pH 5-6,5

19
Fungsi kulit
2. Fungsi absorpsi
- penyerapan cairan mudah menguap & larut lemak
- permeabilitas kulit thd O2, CO2 & uap air fungsi respirasi
- absorpsi dipengaruhi : ketebalan kulit, hidrasi, kelembaban,
metabolisme & vehikulum
- absorpsi : melalui celah antara sel, menembus sel epidermis >>>
atau muara kelenjar

3. Fungsi ekskresi
- hasil kelenjar : keringat, sebum
- sisa metabolisma : NaCl, as urat, & amonia.

20
Fungsi kulit
4. Fungsi persepsi
Terdapat ujung saraf sensoris di dermis & subkutis :
- Badan ruffini : sensasi panas
- Badan Krause : sensasi dingin
- Badan Meissner & Merkel Ranvier : sensasi raba
- Badan Paccini : sensasi tekanan

5. Fungsi termoregulasi
- keluarkan keringat & kontraksi otot pembuluh darah kulit

21
Fungsi kulit
6. Pembentukan pigmen
- melanosit dilapisan basal
- warna kulit dipengaruhi oleh :
sel melanosit, & besar butiran pigmen (melanosom),
ketebalan kulit, reduksi Hb, Oksi Hb, & karoten

7. Fungsi keratinisasi
- sel basal akan berproliferasi dan diferensiasi
sel basal sel spinosum sel granulosum sel lusidum sel tanduk
- proses time over kulit : 14 28 hari

8. Pembentukan vit D
- kemampuan mengubah 7 hidroksi kolesterol dgn bantuan sinar
matahari

22
RUAM-RUAM KULIT
(EFLORESENSI)
Pengertian

Efloresensi ialah perubahan-perubahan


yang timbul diatas permukaan kulit
disebabkan oleh karena proses
patologis pada kulit.
Jenis Jenis Ruam Kulit

1. Ruam Kulit Primer


2. Ruam Kulit Sekunder
1. Makula
2. Eritem
3. Papula
4. Nodula
5. Vesikula
Ruam Kulit Primer
6. Bula
7. Pustula
8. Urtikaria
9. Tumor
10. Kista
1. Makula

Adalah Efloresensi primer yang hanya berupa


perubahan warna kulit tanpa perubahan
bentuk.

Contoh :
Tinea versikolor, Morbus Hansen,
Melanoderma, Leukoderma, Purpura,
2. Eritema
Adalah makula yang berwarna merah.

Contoh :
Dermatitis, Lupus eritematosus.
3. Papula

Adalah penonjolan padat di atas


permukaan kulit, berbatas tegas,
berukuran kurang dari 1 cm.
4. Nodula

Sama seperti papula tetapi diameternya


lebih besar dari 1 cm.

Contoh :
Prurigo nodularis.
5. Vesikula

Adalah gelembung yang berisi cairan


serosa dengan diameter kurang dari 1 cm.

Contoh :
Varisela, Herpes Zoster
6. Bula
Adalah vesikel dengan diameter lebih besar
dari 1 cm.
Contoh :
Pemfigus, luka bakar.

Jika vesikel/bula berisi darah disebut


vesikel/bula hemoragik, jika bula berisi nanah
disebut bula purulen
7. Pustula

Adalah vesikel berisi nanah.

Contoh :
Variola, Varisela, Psoriasis pustulosa.
8. Urtikaria
Adalah penonjolan di atas permukaan kulit
akibat edema setempat dan dapat hilang
perlahan-lahan.

Contoh :
Dermatitis medikamentosa, gigitan serangga.
9. Tumor
Adalah penonjolan di atas permukaan
kulit berdasarkan pertumbuhan sel
maupun jaringan tubuh.
10. Kista
Adalah penonjolan di atas permukaan kulit
berupa kantong yang berupa cairan serosa
atau padat atau setengah padat.

Contoh :
Kista epidermoid.
1. Skuama
2. Krusta
3. Erosi
4. Ekskoriasi
5. Ulkus
6. Rhagaden
Ruam Kulit Sekunder
7. Sikatrik
8. Abses
9. Likhenifikasi
10. Guma
11. Hipepigmentasi
12. Hipopigmentasi
1. Skuama
Adalah pelepasan lapisan tanduk dari
permukaan kulit. Dapat berupa sisik halus
(TV), sedang (dermatitis) atau kasar
(psoriasis). Skuama dapat berwarna putih
(psoriasis), Coklat (TV), atau seperti sisik
ikan (iktiosis)
2. Krusta
Adalah onggokan cairan darah, kotoran,
nanah, dan obat yang sudah mengering di
atas permukaan kulit.
Contoh :
Impetigo krustosa, dermatitis kontak.

Krusta dapat berwarna hitam (pada


jaringan nekrosis), merah (asal darah)
atau coklat (asal darah, nanah, serum)
3. Erosi

Adalah kerusakan kulit sampai stratum


spinosum. Kulit tampak menjadi merah
dan keluar cairan serosa.

Contoh :
Dermatitis kontak.
4. Ekskoriasi

Adalah kerusakan kulit sampai ujung


stratum papilaris sehingga kulit tampak
merah disertai bintik-bintik perdarahan.

Contoh :
Dermatitis kontak, Ektima.
5. Ulkus

Adalah kerusakan kulit (epidermis dan dermis)


yang memiliki dasar, dinding, tepi, dan isi.

Contoh :
Ulkus Tropikum, ulkus durum.
6. Rhagaden
Adalah belahan-belahan kulit dengan
dasar yang sangat kecil/dalam.

Contoh :
keratoskisis, keratodermia.
7. Sikatrik (Parut)
Adalah jaringan ikat yang menggantikan
epidermis dan dermis yang sudah hilang.
Jaringan ikat ini dapat lebih cekung dari
kulit sekitarnya (sikatrik atrofi), dapat lebih
menonjol (sikatrik hipertrofi), dan dapat
normal (eutrofi/luka sayat). Sikatrik tampak
licin, garis kulit dan adneksa hilang
8. Abses

Adalah Efloresensi sekunder berupa


kantong berisi nanah di dalam jaringan.

Contoh :
Abses Bartholini dan abses banal.
9. Likhenifikasi

Adalah penebalan kulit sehingga garis-garis


lipatan/relief kulit tampak lebih jelas.

Contoh :
Prurigo, Neurodermatitis.
10. Guma
Adalah efloresensi sekunder berupa
kerusakan kulit yang destruktif, kronik,
dengan penyebaran serpiginosa.

Contoh :
Sifilis gumosa.
11. Hiperpigmentasi

Adalah penimbunan pigmen berlebihan,


sehingga kulit tampak lebih hitam dari
sekitarnya.

Contoh :
Melasma, pasca inflamasi.
12. Hipopigmentasi

Adalah kelainan yang menyebabkan kulit


menjadi lebih putih dari sekitarnya.

Contoh :
Skleroderma, Vitiligo.
Beberapa efloresensi
khusus
1. Kanakuli
2. Milia
3. Komedo
4. Eksantema
5. Roseola
6. Purpura
1. Kanakuli
Yaitu ruam kulit berupa saluran-saluran
pada stratum korneum, yang timbul sejajar
dengan permukaan kulit.

Contoh :
Skabies.
2. Milia
Yaitu penonjolan di atas permukaan kulit
yang berwarna putih, yang ditimbulkan
penyumbatan saluran kelenjar sebasea,
seperti pada akne sistika.
3. Komedo

Adalah ruam kulit berupa bintik-bintik


hitam yang timbula akibat proses oksidasi
udara terhadap sekresi kelenjar sebasea
dipermukaan kulit.

Contoh : Akne.
4. Eksantema

Adalah ruam permukaan kulit yang timbul


serentak dalam waktu singkat dan tidak
berlangsung lama, biasanya didahului demam.

Contoh : Demam berdarah.


5. Roseola

Adalah Eksantema lentikular


berwarna merah tembaga seperti.

Contoh : sifilis, Frambusia


6. Purpura

Adalah perdarahan di dalam/di bawah


kulit yang tampak kemerahan, dan tidak
hilang pada penekanan kulit.

Contoh : Dermatitis medikamentosa.


Ukuran

1. Miliar : sebesar kepala jarum pentul


2. Lentikular : sebesar kacang hijau-jagung
3. Numular : sebesar uang logam seratus
rupiah
4. Plakat : lebih besar dari uang logam
seratus rupiah.
Gambaran
1. Liniar : seperti garis lurus.
2. Sirsinar/anular : melingkar seperti cincin
3. Arsinar : menyerupai bulan sabit.
4. Polisiklis : menyerupai bunga.
5. Korimbiformis : bila efloresensi besar
dikelilingi oleh efloresensi kecil (hen and
chicken configuration)
Bentuk

1. Bundar (impetigo)
2. Lonjong (pitiriasis rosea)
3. Serpiginosa (sifilis stadium II)
4. Herpetiformis
5. Konfluen
6. Iris formis (eritema multiforme)
Lokalisasi / Penyebaran
- Soliter
- Multipel
- Regional
- Diskrit
- Simetris
- Bilateral
- Unilateral
- Universal
- Generalisata
Pemeriksaan yang dapat
dilakukan :

1. Pemeriksaan darah rutin, feses dan


kemih, serta kimia darah
2. Pemeriksaan sediaan apus basah
3. Pemeriksaan sekret/bahan-bahan
dari kulit dengan pewarnaan khusus
LAMPUNG RM.KK 1
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

ANAMNESI Ruang No.Rek.Med :


S .
Nama : ... Umur L/P :
.
Tanggal : .......... Dokter
muda...
Dari : pasien sendiri/ayah/ibu/orang lain Dokter :
..

1.KELUHAN UTAMA :
2. KELUHAN TAMBAHAN :
3. RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT :
PEMERIKSAA
N Ruang : No.Rek.Med : .
FISIK Nama : .. Umur L/P : .
STATUS GENERALIKUS :
Keadaan umum:
Kesadaran :
Tinggi Badan : cm
Tekanan Darah: mmHg
Berat Badan : kg
Nadi : x/mnt
Gizi :
Pernapasan : x/mnt
Suhu : c
Kepala
Mata :
Hidung :
Telinga :
Mulut :
Tenggorokan :
Leher :
Dada :
Perut :
Ekstremitas :
Kelenjar Getah Bening :
STATUS DERMATOLOGIKUS / VENEREOLOGIKUS
A.PEMERIKSAAN PENUNJANG DERMATOLOGI :

B. PEMERIKSAAN SYARAF TEPI :

C. PEMERIKSAAN LABORATORIK :
RINGKASAN DATA :

DIAGNOSIS BANDING :

DIAGNOSIS KERJA :
PEMERIKSAAN ANJURAN :

PENATALAKSANAAN :

Lampung,
Dokter yang bertanggung jawab,
(.)
Tanda tangan dan nama jelas
67