You are on page 1of 8

PENGAGLUNASIAN

AGLUNASI ?
Merupakan morfem yang digunakan untuk
menciptakan istilah melalui proses
pengimbuhan
Bahasa yang telah mengalami perubahan
melalui pengimbuhan, pengulangan,
pemajemukan dan pembubuhan lainnya.
Aglutinasi, dalam linguistik, adalah gejala
penggunaan afiks untuk membentuk suatu
pengertian baru dari suatu kata dasar. Gejala ini
sangat umum pada berbagai bahasa, bahkan
pengelompokan bahasa-bahasa dapat dilakukan
menurut gejala ini. Bahasa yang mengandalkan
afiks untuk membentuk kata turunan disebut
sebagai bahasa aglutinatif. Bahasa Indonesia
(bahasa Melayu) dan banyak bahasa-bahasa
Austronesia lain adalah bahasa aglutinatif.
Aglutinasi berasal dari bahasa Latin agglutinare,
yang berarti "untuk menempel pada".
Bahasa aglutinasi : bahasa yang menggunakan
system melekat/menempel dalam pembentukan
katanya. Contoh ; Bahasa Indonesia (terbukti
melalui afiksasi)
Ling a pengimbuhan pd akar kata yg
mengakibatkan perubahan makna atau
pemakaian; b peleburan bunyi bahasa yg
berdampingan.
Pengaglunasian dapat dilakukan melalui:
a. Pemberian afiksasi
b. Reduplikasi
c. Pembentukan serap baku
AFIKSASI
Afiks merupakan imbuhan yang ditambahkan pada kata
dasar dan akan mengubah makna serta membentuk
kata baru. Kata berimbuhan tidak dapat berdiri sendiri
dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar
Afiks dalam bahasa Indonesia secara umum meliputi, a.l.:
1. Prefiks (awalan)
2. Supiks (Akhiran)
3. Infiks (sisipan)
4. Konfiks (awalan dan akhiran)
Reduplikasi
Reduplikasi merupakan pengulangan, baik
seluruh kata dasar maupun pengulangan
sebagian kata dasar.
Dalam bahasa Indonesia reduplikasi
merupakan mekanisme penting dalam rangka
pembentukan kata disamping afiksasi,
komposisi dan akronimisasi
Reduplikasi meliputi
a. reduplikasi Fonologis yakni redupliksasi pada
kata dasar yang bukan akar. Pada reduflikasi ini
dan tidak menghasilkan makna gramatikal
melainkan makna leksikal. Contoh: kupu-kupu,
kura-kura, onde-onde, paru-paru
b. Reduplikasi sintaksis adalah proses
pengulangan terhadap sebuah dasar yang
biasanya berupa akar, tetapi menghasilkan satuan
bahasa yang statusnya lebih tinggi dari pada
sebuah kata.