You are on page 1of 47

ANATOMI DAN FISIOLOGI dr. Adi Rosadi, Sp.

SISTEM RESPIRASI
DR. ADI ROSADI, SP.P
Lahir Malang, 26-12-1968
SD Taman Siswa Malang
SMP Negeri 1 Malang
SMA Batu Malang
FK Universitas Diponegoro Semarang 1996
Spesialis Paru dan Pernapasan FKUI 2008
RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang
RS Bakti Timah Pangkalpinang
Apotek Kimia Farma Jl. Ahmad Yani Pangkalpinang
TORAKS
Anatomi toraks dibagi menjadi pleura, paru, mediastinum,
diafragma dan jantung
Paru dapat dibagi menjadi lobus, segmen, trakea dan bronkus
Rongga mediastinum terdiri atas kelenjar timus, kelenjar limfe
toraks, duktus torasikus, nervus vagus dan pleksus saraf otonom
Struktur toraks meliputi organ vital untuk respirasi dan sirkulasi
SISTEM RESPIRASI MANUSIA
Sistem yang terdiri atas tabung (tubes) dan berperan dalam
pertukaran gas dengan menyaring (filtering) udara dan berjalan
menuju alveoli tempat terjadi pertukaran gas.
Organ sistem respirasi dibagi menjadi Upper Respiratory Tract
(Hidung, rongga nasal, sinus dan faring) dan Lower Respiratory
Tract (Laring, trakea, bronchial tree dan paru)
R
E
S
P
I
R
A
T
O
R
Y

S
Y
S
T
E
M
TRAKEA DAN BRONKUS
Saluran napas tubular terletak
di depan esophagus.
Dari laring sampai vertebra
torakal 5 terbagi menjadi
bronkus utama kanan menuju
paru kanan dan bronkus utama
kiri menuju paru kiri.
THE BRONCHIAL TREE

Pohon bronkus terdiri dari


rangkaian tabung bercabang
dari trakea menuju alveoli.
PARU

Organ utama sistem respirasi


yang mengekstraksi oksigen
dari udara yang dihirup dan
mengeluarkan karbondioksida.
Bronkus dan pembuluh darah
besar masuk ke dalam paru.
RONGGA PLEURA
Pleura: membran tipis, licin dan serous terdiri dari pleura parietal
dan pleura viseral.
Pleura parietal membatasi dg sempurna bagian dalam dinding
dada, diafragma dan mediastinum.
Pleura viseral merupakan kelanjutan pleura viseral bermula dari
hilus paru menutup seluruh permukaan paru termasuk fisura.
Pleura viseral dan parietal tidak saling berlekatan, membentuk
rongga nyata dg lebar 18-20m dan mengandung 5-15 ml cairan
pelumas.
Susunan pleura seperti ini menyebabkan paru yg merupakan
struktur elastik pasif dan dinding dada yg mrpk struktur dinamik yg
diaktifkan oleh otot respirasi dapat bekerja sama secara mekanik
CAIRAN PLEURA
Dalam keadaan normal cairan yang masuk ke rongga pleura
berasal dari kapiler dalam pleura parietal, tapi dalam rongga
interstisial paru, limfe intratoraks, pembuluh darah intratoraks dan
rongga peritoneum.
Membran pleura bersifat permeabel terhadap cairan
Volume cairan pleura normal 0,04 0,2 ml/kgBB (steril dan tidak
berwarna)
Terjadi keseimbangan antara produksi (filtrasi) dan pengeluaran
(absorbsi) cairan pleura (influx dan outflow).
Absorbsi cairan pleura terjadi melalui mikrovili, membran kapiler
dan stoma limfatik.
Cairan pleura mencegah pergesekan (friksi) antara pleura parietal
dan viseral.
Cairan pleura normal mengandung 15 gm/L protein, bersifat alkali
(pH 7,6), terdapat 1700 sel/mm kubik (75% makrofag, 23% limfosit
dan 2% sel mesotel).
K
O
N
T
R
O
L

P
E
R
N
A
P
A
S
A
N
MEDIASTINUM
Mediastinum adalah rongga di antara paru kanan dan kiri yang berisi jantung,
aorta dan arteri besar, pembuluh darah vena besar, trakea, kelenjar timus, saraf,
jaringan ikat, kelenjar getah bening dan salurannya.
Mediastinum terbagi atas 4 rongga penting:
1. Mediastinum superior, mulai pintu atas rongga dada sampai ke vertebra torakal
ke-5 dan bagian bawah sternum
2. Mediastinum anterior, dari garis batas mediastinum superior ke diafragma di
depan jantung
3. Mediastinum posterior, dari garis batas mediastinum superiro ke diafragma di
belakang jantung
4. Mediastinum medial (tengah) dari garis batas Mediastinum superior ke
diafragma di antara mediastinum anterior dan posterior.
RESPIRATION EVENTS
Breathing Moving the air into and out of the lung (ventilation)
External respiration Exchanging gases between the air in the lung and the
blood
Gas transport by blood Transport of oxygen to the body cells and the return of
carbondioxide
Internal respiration Exchanging gases between the blood and the body cells
Cellular respiration Using oxygen in cell process and the production of
carbondioxide
TERIMA KASIH