You are on page 1of 18

Agnes Manik Sari Utami

21060114130125
1 = 6 + 2 3
2 = 3
OPERASI PENJUMLAHAN,
PENGURANGAN, PERKALIAN, DAN
PEMBAGIAN
1 = 6 + 2 3 Perkalian
2 = 3 1 2 = 6 + 2 3 3
= 6 3 6 6 + 2 3
Penjumlahan
= 8 3 6
1 + 2 = 6 + 2 3 + 3
= 6+ 3 + 2 3 1 Pembagian
= 7.732 + 2.464 1 6+2 3
=
2 3
Pengurangan 6+ 2 3 3+
=
3 3+
1 2 = 6 + 2 3 3 6 3 + 6 + 6 2 3
= 6 3 + 2 3+1 =
3+1
4 3+12
= 4.267 + 4.464 = 4
= 3 + 3
OPERASI PENJUMLAHAN,
PENGURANGAN, PERKALIAN, DAN
PEMBAGIAN
1 = 6 + 2 3
2 = 3

Penjumlahan
1 + 2 = 6 + 2 3 + 3
= 6+ 3 + 2 3 1
= 7.732 + 2.464

Pengurangan
1 2 = 6 + 2 3 3
= 6 3 + 2 3+1
= 4.267 + 4.464
OPERASI PENJUMLAHAN,
PENGURANGAN, PERKALIAN, DAN
PEMBAGIAN
Perkalian
1 2 = 6 + 2 3 3
= 6 3 6 6 + 2 3
= 8 3 6

Pembagian
1 6+2 3
=
2 3
6+ 2 3 3+
= 3 3+
6 3 + 6 + 6 2 3
=
3+1
4 3+12
= 4
= 3 + 3
BENTUK POLAR
1 = 6 + 2 3
2
r= 6 2 + 2 3 = 48 = 4 3

2 3
=1 = 300
6
1 = (cos + sin )
1 = 4 3(cos 300 + sin 300 )

2 = 3
2 2
r= 3 + 1 = 4=2

1
=1 3 = 3300
1 = (cos + sin )
1 = 2 (cos 3300 + sin 300 )
1
AKAR BILANGAN KOMPLEKS
1
3
1 3 = 6+2 3
1 = 6 + 2 3
2
r= 6 2 + 2 3 = 48 = 4 3

2 3 1
=1 = 300=
6 6

1
1
=
1
(cos
+2
+ sin
+2 )

n = 3; k= n-1, ... , 0 ( k = 2, 1, 0)
1
n = 3, k = 2, =
6

1
1
3 = 48
1
3
(cos
+2. 2
+ sin
+2. 2 )
3 3
6
= 48 (cos 2500 + sin 2500 )
1
n = 3, k = 1, =
6
1
1
3 +2. 1 +2. 1
1 3 = 48 (cos + sin )
3 3
6
= 48 (cos 1300 + sin 1300 )
1
n = 3, k = 0, =
6
1
1
3 +2. 0 +2. 0
1 3 = 48 (cos + sin )
3 3
6
= 48 (cos 100 + sin 100 )
DOT DAN CROSS PRODUCT
1 = 6 + 2 3
2 = 3
Dengan asumsi
1 = +
2 = +

1 . 2 = ac + bd
=6 3-2 3
=4 3

1 x 2 = +
=6+6
= 12
Nb: hasil cross product di
matlab -12 karena berbeda
arahnya
Agnes Manik Sari Utami

21060114130125
Aplikasi Bilangan Kompleks pada
Dinamika Fluida
Fluida dinamis adalah fluida (bisa berupa zat cair, gas) yang
bergerak.
Ciri-ciri fluida dinamis yang ideal adalah:
Tidak kompresibel, artinya bahwa dengan adanya perubahan
tekanan, volume fluida tidak berubah.
Tidak memngalami gesekan, artinya bahwa pada saat fluida
mengalir,gesekan antara fluida dengan dinding tempat mengalir
dapat diabaikan.
Tidak memngalami gesekan, artinya bahwa pada saat fluida
mengalir,gesekan antara fluida dengan dinding tempat mengalir
dapat diabaikan.
Aliran stasioner, artinya tiap partikel fluida mempunyai garis
alir tertentu dan untuk luas penampang yang sama mempunyai
laju aliran yang sama.
Untuk menghitung potensial aliran, kita perlu
menggunakan persamaan Laplache, yaitu:

Aliran Potensial yang incompressible memenuhi


persamaan Laplache sehingga untuk kasus 2
dimensi menjadi :

Apabila solusi dari persamaan ini telah


didapatkan maka kecepatan u1 & u2 dapat
ditentukan.
Persamaan kontinuitas untuk aliran incompressible 2 dimensi dapat
dipenuhi secara otomatis apabila kita definisikan fungsi arus ()
seperti,

Dengan demikian maka fungsi dan dapat dihubungkan menjadi


persamaan,

Dalam teori bilangan kompleks, persamaan diatas dikenal sebagai


persamaan Cauchy-Riemann. Persamaan ini menjelaskan kondisi
yang harus dipenuhi oleh sebuah fungsi F(z) apabila fungsi tersebut
adalah fungsi analitik dimana:

Dengan demikian, maka kita dapat menggunakan hasil-hasil dari


teori bilangan kompleks untuk mendapatkan solusi dari aliran
inkompresible potensial 2 dimensi dan hal tersebut sangat
memudahkan secara matematis
Apabila fungsi analitik F(z) telah ditentukan, kecepatan u1 dan u2
didapatkan dengan mengambil turunan dari F(z),

sehingga,

Apabila kita gunakan koordinat polar maka,

sehingga,

Kemudian kita lihat integral tertutup dari W

dimana adalah sirkulasi dan m adalah source strength.


Dengan menggunakan Terorema Residu, yang merupakan salah satu
teorema penting dalam teori bilangan kompleks, yang berisi :
Apabila W adalah fungsi analytic kecuali di beberapa titik dalam
domain maka,

di mana Ak adalah residu dari W (Ak bisa berupa bilangan real atau
bilangan kompleks).

Dengan demikian maka,


Kelemahan dari metode ini adalah bahwa metode ini
termasuk metode inverse. Atau dengan kata lain,
dalam metode ini kita menentukan sebuah fungsi
F(z) yang analitik kemudian baru kita lihat aliran apa
yang direpresentasikan oleh F(z).

Akan tetapi metode ini juga memiliki keuntungan


lain, yaitu dengan menggunakan metode ini kita
tidak perlu menyelesaikan persamaan diferensial
parsial dan ini tentunya sangat membantu
Kesimpulan
Bilangan kompleks dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan
berbagai macam persoalan matematika yang kompleks
Dalam makalah ini diaplikasikan bilangan kompleks untuk
bagian dari kajian ilmu dinamika fluida, yaitu potensial aliran
inkompresibel dimensi 2. Dalam penerapannya digunakan
juga persamaan Laplache, Cauchy-Riemann, serta teroema
residu. Dengan menggunakan bilangan kompleks, sangat
memudahkan untuk mencari solusi dari aliran inkompresibel
potensial 2 dimesi secara matematis karena tidak perlu
menyelesaikan persamaan diferensial parsial. Akan tetapi
metode ini juga memiliki kelemahan yaitu harus menentukan
dulu fungsi F(z) yang analitik barulah kemudian bisa dilihat
aliran apa yang direpresentasikan oleh F(z).
Daftar pustaka
[1] Aliran Inkompresibel (2011).
https://labmefluftunhalu.wordpress.com/2011/12. Tanggal Akses :
11 September 2017
[2] Fluida Dinamis (2015).
http://muputipiapa.blogspot.co.id/2015/02/fluida-dinamis.html.
Tanggal Akses : 11 September 2017
[3] Sifat Analitik Fungsi Kompleks (2011).
https://matematiku.wordpress.com/2011/10/13/sifat-analitikfungsi-
kompleks/. Tanggal Akses : 11 September 2017
[4] Ivansyah Okto. Power and Complex Number. Bandung
ITB.2012