You are on page 1of 13

Deteksi Lipid

Ekstraksi

Ekstraksi merupakan teknik pemisahan berdasarkan sifat kelarutan suatu


senyawa berdasarkan kepolarannya.
Ekstraksi di sini berfungsi sebagai tahapan awal analisis (preparasi)
Pelarut yang sering digunakan ialah kloroform-metanol (2:1).
Penambahkan air untuk membentuk dua fasa yang terpisah, dengan lipid
berada di lapisan kloroform.
Kromatografi Lapis Tipis digunakan sebagai teknik analisis apakah hasil
ekstraksi sudah sesuai dengan yang diinginkan.
Uji Salkowski

Uji ini dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolestrol.


Kolestrol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang
sama ditambahkan asam sulfat.
Asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid.
Apabila dalam sampel tersebur terdapat kolestrol, maka lapisan kolestrol
dibagian atas menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah
menjadi kuning dengan warna flouresens hijau.
Teknik Liebermann-Burchard
Prinsip :
Warna hijau yang dihasilkan dari reaksi kolestrol dan kolestrol ester dengan asetat
anhidrat dan asam sulfat pekat.

Warna hijau yang dihasilkan tidak secara spesifik untuk kolestrol atau esternya
Karena ini merupakan hasil reaksi keduanya.

Uji Bilangan Penyabunan

Jumlah mg KOH yang dibutuhkan untuk menyabunkan 1 gram lemak atau


minyak.
Uji Bilangan Iodin
Bilangan Iodin merupakan ukuran derajat ketidakjenuhan suatu senyawa.

Asam lemak jenuh biasanya padat dan asam lemak tidak jenuh adalah cair;
karenanya semakin tinggi bilangan yodium semakin tidak jenuh dan semakin lunak
lemak tersebut

Bila Bilangan Iodin tersebut lebih tinggi dari normal mengindikasikan ada pemalsuan
dengan jenis lemak lain yang mempunyai bilangan yodium lebih tinggi. Sebaliknya
bila

Bila Bilangan Iodin adalah lebih rendah dari normal maka hal itu berarti bahwa
lemak telak mengalami perlakuan khusus, biasanya berupa penguraian lemak untuk
memisahkan asam oleat dari trigliserida. Dengan demikian akan diperoleh lemak
yang sangat tinggi kandungan ester-ester palmitat dan stearat.
Uji Bilangan Iodin

Contoh nilai BI beberapa lemak :


Lemak kuda : 69.
Minyak tumbuh-tumbuhan atau minyak ikan (tidak dihidrogenasi) > 100

12,69
=
()
Uji Bilangan Asam

Menunjukkan banyaknya asam lemak bebas dalam minyak dan dinyatakan dengan
mg basa per 1 gram minyak.

Bilangan asam juga merupakan parameter penting dalam penentuan kualitas


minyak. Bilangan ini menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang ada dalam
minyak akibat terjadi reaksi hidrolisis pada minyak terutama pada saat pengolahan .

Kerusakan minyak secara umum disebabkan oleh proses oksidasi dan hidrolisis.
Proses oksidasi dipercepat dengan adanya sinar matahari dan menyebabkan asam
lemak yang teroksidasi menjadi tengik. Bau tengik merupakan hasil pembentukkan
senyawa-senyawa hasil pemecahan hidroperoksida.

56,1
=
()
Uji Bilangan Reichert-Meissl

Volume (ml) NaOH 0,1 N yang dipakai untuk menetralkan asam lemak yang
menguap dan larut dalam air, yang diperoleh dari penyulingan 5 gram
minyak atau lemak pada kondisi tertentu.

Perhitungan :
Bilangan Reichert-Meissl = 1,1 x (A-B)
A = jumlah ml NaOH 0,1N untuk titrasi contoh
B = jumlah ml NaOH 0,1N untuk titrasi blanko
Diagram Alir Analisis Lipid dengan Instrumentasi
Kromatografi Gas Cair

Sampel yang dimasukkan ke dalam alat ini harus memiliki konsentrasi


yang rendah serta memiliki struktur molekul yang tidak relative rumit.
Sampel lipid direaksikan terlebih dahulu dengan campuran
methanol/NaOH atau methanol/HCl untuk membentuk fatty acyl methyl
esters. Setelah itu, fatty acyl methyl esters baru dimasukkan ke dalam
instrumentasi kromatografi gas cair.
Puncak yang didapat dibandingkan dengan waktu retensinya dengan
ester metil asam lemak baku.
Beberapa asam tak jenuh tak dapat diidentifikasi hanya dengan KGC.
Dalam hal ini perlu dilakukan KLT-AgNO3 untuk menentukan derajat
ketakjenuhannya.
Mass Spectroscopy (MS)

Digunakan sebagai detektor kromatografi baik kromatografi gas,


kromatografi cair, dan kromatografi gas cair.

Spektra yang dihasilkan memiliki nilai kuantitatif M/Z di mana M merupakan


massa molekul relatif dan Z ialah jumlah elektron yang terionisasi. Karena
hanya 1 untuk sebagian besar senyawa, maka nilai spektra yang dihasilkan
merupakan massa molekul relatif senyawa itu sendiri.
Mass Spectroscopy (MS)
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
(High Performance Liquid Chromatography)
Fase diam : silika yang dimodifikasi secara kimiawi atau fase terikat. Fase diam yang
paling populer digunakan adalah oktadesilsilan (ODS atau C18) dan kebanyakan
pemisahannya adalah fase terbalik.

Fase gerak : campuran metanol atau asetonitril dengan air atau dengan larutan
bufer.

Untuk solut yang bersifat asam lemah atau basa lemah, peranan pH sangat krusial
karena kalau pH fase gerak tidak diatur maka solut akan mengalami ionisasi atau
protonasi.

Terbentuknya spesies yang terionisasi ini menyebabkan ikatannya dengan fase diam
menjadi lebih lemah dibanding jika solut dalam bentuk spesies yang tidak terionisasi
karenanya spesies yang mengalami ionisasi akan terelusi lebih cepat.