You are on page 1of 5

ANALISIS DATA AKREDITASI

SEKOLAH/MADRASAH PROVINSI
NUSA TENGGARA BARAT
KABUPATEN LOMBOK TIMUR
KOMPONEN
NO JENJANG
ISI PROSES KL PTK SARPRAS PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENILAIAN RATA-RATA

1. SD 78 78 67 75 75 77 90 81 77.6

2. MI 83 78 69 81 76 78 88 81 79.3

3. SMP I 72 68 65 67 81 77 81 86 74.6

4. SMP II 83 78 70 73 75 79 90 72 77.5

5. MTS 84 77 73 71 72 79 90 81 78.4

6. SMA I 86 84 77 78 81 85 89 82 82.8

7. SMA II 89 83 80 81 73 85 80 84 81.9

8. MA I 87 92 92 90 77 85 88 76 85.9

9. MA II 84 82 80 80 72 83 88 86 81.9

10. SMK I 87 78 79 73 83 78 87 87 81.5

11. SMK II 76 66 72 69 76 69 76 78 72.8

RATA-RATA 82.6 78.5 74.9 76.2 76.5 79.5 86.1 81.3 79.5
MIN 74.9
MAKS 86.1
KABUPATEN SUMBAWA
KOMPONEN
NO JENJANG RATA-RATA
ISI PROSES KL PTK SARPRAS PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENILAIAN

1. SD 86 80 71 78 75 82 91 83 80.8

2. MI 89 82 71 74 86 83 92 83 82.5

3. SMP 86 83 76 78 81 82 87 83 82.0

4. MTS 82 84 81 70 69 89 94 89 82.3

5. SMA 90 86 88 83 89 90 90 89 88.1

6. MA 83 87 80 89 74 84 89 94 85.0

7. SMK 91 91 82 82 86 84 92 86 86.8

RATA-RATA 86.7 84.7 78.4 79.1 80.0 84.9 90.7 86.7 83.9

MIN 78.4

MAKS 90.7
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
KOMPONEN
NO JENJANG RATA-RATA
ISI PROSES KL PTK SARPRAS PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENILAIAN

1. SD 83 85 71 84 64 71 83 79 77.5

2. MI - - - - - - - - -

3. SMP 89 89 83 85 83 87 87 87 86.25

4. MTS 89 86 86 86 83 85 85 86 85.75

5. SMA 90 85 84 82 81 84 90 90 85.75

6. MA - - - - - - - - -

7. SMK 88 85 77 80 83 79 79 81 81.5

RATA-RATA 87.8 86 80.2 83.4 78.8 81.2 84.8 84.6 83.35

MIN 78.8

MAKS 87.8
Jadi berdasarkan hasil analisis data dari keempat kabupaten/kota yaitu
Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Bima dan Kabupaten
Sumbawa Barat, diperoleh bahwa komponen standarisasi yang memiliki nilai
rata-rata terendah dari delapan komponen yang dinilai adalah komponen
sarana dan prasarana, dan adapun solusi yang ditawarkan untuk mengatasi
permasalahan tersebut adalah sebagai berikut:
- Pelibatan dunia usaha dan industri sebagai wadah penimba pengalaman
belajar siswa.
- Pemberdayaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah dimaksudkan untuk
mengupayakan secara mandiri dari kekurangan atau kebutuhan fasilitas
termasuk upaya menghambat kerusakan sarana dan prasarana melalui
program maintenance and repair, kegiatan production based training dan
unit produksi & jasa, rekonstruksi dari fasilitas yang sudah lama tidak
difungsikan.
- Pelibatan masyarakat terutama orang tua siswa sangat dibutuhkan dalam
memecahkan masalah dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasana
sekolah.
- Pelibatan pemerintah baik pusat maupun daerah merupakan suatu
kewajiban sebagai sumber suporting utama dalam mengatur
keberlangsungan sekolah, baik proses maupun investasi