You are on page 1of 36

ANATOMI FISIOLOGI

HIDUNG & SINUS PARANASAL

Aulia Kusuma Puteri


30101206564
1
1. NASUS EKSTERNUS
Bentuk piramid di apertura
piriformis
1. Pangkal (radix)
2. Batang (dorsum)
3. Puncak (apex)
4. Sayap (Ala nasi)
5. Kolumela
6. Lubang (nares anterior)

APERTURA PIRIFORMIS
Lubang pd tengkorak ~ buah per
1. Os nasal D et S
2. Proc Frontalis Os Maxilla D et S
3. Proc Alveolaris Os Maxilla
KERANGKA HIDUNG
Tulang
1. Os nasalis D et S
2. Pros Frontalis os
Maxillaris
Tulang Rawan
1. Kartilago lateral
hidung
2. Kartilago alaris
mayor
kaki lateral
kaki medial
3. Kartilago alaris
minor
2. HIDUNG DALAM (Nasus Internus)
VESTIBULUM NASI
Dari nares anterior ke blkg atas
( limen nasi ) ke cavum nasi
CAVUM NASI
Dibatasi oleh vestibulum nasi (anterior) & nares posterior
/koana ( posterior)
Terbagi 2 bagian kanan & kiri oleh septum nasi di tengah
Mempunyai: dasar (lantai), atap, dinding lateral &
medial
...cavum nasi...
DASAR
MEDIAL SEPTUM NASI
1. Proc. Palatinus Os
Maxilla Bagian Tulang
( depan ) 1. Lamina Perpendikularis Os
2. Proc. Horizontalis Os Ethmoid
Palatinus ( blkg ) 2. Vomer
3. Krista Nasalis Os Maxilla
ATAP 4. Krista Nasalis Os Palatina
1. Proc. Nasalis Os Bagian Tulang Rawan
Frontalis 1. Lamina Kuadrangularis
( depan ) ( kartilago septum )
2. Lamina Cribosa Os 2. Kolumela
Ethmoidalis ( tengah )
3. Os Sphenoidalis ( blkg )
...cavum nasi... KONKA NASI MEDIUS
Dibawahnya ada Meatus Nasi
Medius muara Sinus Frontalis,
LATERAL
Etmoid Anterior & Maxillaris
Berbatasan dg dinding
medial Sinus Maxillaris Kompleks Ostiomeatal ( KOM )
Os Maxilla a. Proc. Unsinatus
b. Infundibulum Ethmoid
Terdapat 4 konka
c. Hiatus Semilunaris
d. Bula Ethmoid
e. Agger Nasi
KONKA NASI INFERIOR f. Recessus Frontal
Terbesar & terpanjang
Kaya pembuluh darah Plx. KONKA NASI SUPERIOR
Cavernosus Concharum Dibawahnya ada Meatus Nasi
Superior muara Sinus Ethmoid
Dibawahnya ada Meatus Nasi
Inferior muara Duct. Posterior & Sphenoid
Nasolacrimalis
( Katub Hasner ) KONKA NASI SUPREMA
Terkecil & biasanya rudimenter
Dinding Lateral Rongga Hidung
Konka (tonjolan tulang, dilapisi
mukosa):
konka inferior (KI),
medius (KM)
superior (KS)

septum Meatus nasi:


KM
Meatus nasi inferior: antara
dasar rongga hidung dengan
KI konka inferior
Meatus nasi medius: antara
konka inferior dan medius
Meatus nasi superior: antara
konka medius dan superior 9
Dinding Lateral Rongga Hidung . . . .

LATERAL
Berbatasan dg dinding medial
Sinus Maxillaris Os Maxilla
Terdapat 4 konka
Konka nasi inf. (KI)
Konka nasi med. (KM)
Konka nasi sup. (KS)
Konka supreme

10
SF
RSE KS MS
KM MM

SS
KI

OT MI

Sinus Sfenoid (SS), Sinus Frontal (SF),konka Inferior (KI),


Konka Medius (KM), Konka Superior (KS), Meatus Superior
(MS), Meatus Medius (MM), Meatus Inferior (MI), Ostium
Tuba Eust. (OT), Resesus Sfeno-etmoid (RSE)
KERANGKA SEPTUM NASI

LP

V KK

KP KM
13
MUKOSA OLFAKTORIUS
Septum nasi 1/3 atas
MUKOSA Atap cavum nasi
Konka superior
Epitel Pseudostratified Columnar Non
MUKOSA RESPIRATORIUS Ciliated (Epitel Torak berlapis semu
Septum Nasi 2/3 bawah tanpa silia)
Dasar cavum nasi Tdd 3 sel
Dinding lateral cavum nasi 1. Supporting Cell
dibawah Konka Superior 2. Basal Cell
Nasofaring atas 3. Olfactory Cell
Sinus Paranasalis
Epitel Pseudostratified Columnar
Ciliated (Epitel Torak berlapis
semu bersilia)
Jar. Ikat sub epitel longgar kaya
kavernosa erektil & sel goblet
Diatur saraf Otonom
Mukosa respirasi
Mukosa Respiratori = Epitel Kolumnar
berlapis semu bersilia
Jaringan ikat sub epitel longgar ; banyak
pembuluh darah (jaringan kavernosus) mudah
vasodilatasi /vasokontriksi yg diatur oleh saraf
otonom) berfungsi pada pengaturan volume,
temperatur, kelembaban udara dihirup (air
conditioning)
Terdapat sel-sel Goblet (sel kelenjar mukus).
Pergerakan silia yg diselimuti selaput lendir
(mucosal Blanket) berperan pada auto
clearance
Meliputi - 2/3 bag bawah septum nasi, dinding
lateral kavum nasi dibawah konkha superior,
dasar cavum nasi, 1/2 bag atas Nasopharynx
dan sinus Paranasalis
Mukosilier Hidung
Epitel merupakan:
ciliated pseudo stratified
columnar epithelium.
Mengandung sel goblet
serta kelenjar serus dan
mukus
Silia berjumlah 25-100/sel
dan selalu mengadakan
gerakan menyapu ke arah
belakang (koana) untuk
mendorong selimut lendir
ke nasofaring (1300
gerakan/menit)
17
VASKULARISASI
Pleksus Kiesselbach (Littles
area)
anastomose a. sfenopalatina. A.
etmoid anterior, a. labialis superior &
a. palatina mayor yg terletak
superfisial di bagian depan septum

Pleksus Woodruff
anastomose a. sfenopalatina & a.
faringeal posterior yg terletak di
bawah posterior ujung akhir konka
inferior
INERVASI

1. Saraf Pembau : N. Olfactorius


2. Saraf Sensoris : cab. N. Trigeminus
N. Opthalmicus N. Ethmoidalis Anterior
N. Maxillaris melalui Ganglion Sphenopalatina
3. Saraf Otonom
Simpatis : Ganglion Cervikalis Superior
Ganglion Sphenopalatina
Parasimpatis : N. Facialis
Ganglion Sphenopalatina
N. Vidianus
Gambar : Suplai Saraf
FUNGSI HIDUNG

I. FUNGSI PERNAFASAN
Menyiapkan udara ~ keadaan fisiologis paru
1. Mengatur jumlah udara yang masuk
2. Menyiapkan udara pernafasan
a. Menyaring
Vibrissae partikel kasar
Mucous Blanket ( palut lendir) partikel halus
b. Melembabkan
- Sel Goblet palut lendir
c. Memanaskan
- Conchae nasi ( terutama konka inferior), kaya pembuluh
darah
3. Desinfeksi
a. Mucous Blanket
b. Enzym Lyzozym
c. Suasana asam (Ph 6,5)
d. S i l i a
e. Sel fagosit, limfosit, histiosit
(sub mucosa)
f. Kelenjar getah bening regional
mucocillary blanked
II. FUNGSI PENGHIDU
mukosa olfaktorius di atap cavum nasi, concha
superior & 1/3 bagian atas septum bekerja sama
dengan fungsi pengecapan

III. FUNGSI RESONANSI SUARA & PROSES BICARA


Bila buntu hidung bindeng sulit mengucapkan huruf
m, n, ng, ny, (rinolalia oklusa).
Bila hidung terbuka, mis celah bibir (labioshcisis) dan
celah langit-langit (palatoshcisis) sulit mengucapkan
huruf b, d, p, k, g, t (rinolalia aperta)

IV. FUNGSI DRAINASE & VENTILASI


dari sinus paranasales & kelenjar lacrimalis

V. REFLEK NASAL
Reflek Nasal.
Bila mekanisme pembersihan yg diatas
blm efektif Mengiritasi terjadinya
bersin (bakteri dan debu dlm palud lendir,
partikel-partikel lbh besar, benda asing, bau
tertentu)
Mekanisme spt batuk, ttp epiglotis menutup semburan
melalui hidung
- Kecepatan 160 km /jam, semua dilontarkan
- Mata terpejam duktus nasolakrimalis tertutup
tak ke mata

25
SINUS PARANASAL
(adl rongga didalam tulang disekitar hidung)

SINUS MAKSILA
SINUS FRONTAL
SINUS ETMOID
(ANTERIOR & POSTERIOR)
SINUS SFENOID
Posterior Group Anterior Group
- Sinus Ethmoidalis Posterior - Sinus Maxillaris
- Sinus Sphenoidalis - Sinus Frontalis
bermuara pada meatus nasi - Sinus Ethmoidalis Anterior
nasi superior bermuara pada meatus
nasi medius (KOM)
28
Sinus Maksila (SM) Terletak di tulang maksila
kanan dan kiri
Sinus paling besar
Atap : dasar orbita(X)
Dinding medial sinus =
Dinding lateral rongga
hidung(XX)
Dasar sinus tempat akar
X gigi geraham atas (P2
Ost M1dan M2)
SM Lantai sinus maksila 5
10 mm lebih rendah dp
XX dasar cavum nasi
Ostium di meatus nasi
medius (di KOM)
DS 29
Sinus Etmoid (SE)
Terdiri banyak sel di dalam
tulang etmod, dibagi : grup
anterior dan grup posterior
Grup anterior drainase ke
meatus nasi medius di KOM,
Grup posterior ke meatus nasi
SE SE superior
Atap berbatasan dengan fosa
SS SS kranii anterior, dinding lateral:
lamina papirasea (dinding
medial orbita)

30
Sinus Frontal (SF)
Pada os frontal (tulang dahi)
SF Sepasang, kanan dan kiri,
SF tidak sama besar, kadang-
kadang hanya tumbuh
sebelah
Ke atas dan belakang
berbatasan dengan fosa kranii
anterior
Ke bawah berbatasan dengan
rongga orbita
Ostium di meatus nasi medius
(di KOM)

31
Sinus Sfenoid (SS)
Di tulang sfenoid, kanan
dan kiri
Ostium di resesus sfeno-
etmoid
Ke atas berbatasan
dengan hipofise
Ke lateral berbatasan
dengan fosa kranii
SS
SSS medius
Ke bawah berbatasan
dengan nsofaring
32
DRAINASE SINUS Posterior
ETMOIDALIS & SFENOIDALIS
DRAINASE SINUS Anterior
FRONTALIS & MAKSILARIS

34
DRAINASE DUKTUS NASOLAKRIMALIS

Di meatus Nasi Inferios

35