You are on page 1of 38

ANATOMI DAN FISIOLOGI

sistem integumen

dr. Nanang Roswita Paramata,M.Kes


ANATOMI KULIT
PENDAHULUAN

Kulit
– Organ tubuh paling luar
– Luas kulit dewasa : 1.5m2
– Berat : ± 15% berat badan
– Organ esensial & vital, cermin kesehatan &
kehidupan
– Sangat kompleks, elastis dan sensitif,
bervariasi (pada keadaan iklim, umur, seks,
ras, lokasi tubuh)
PENDAHULUAN

– Warna kulit :
 warna terang (fair skin)
 pirang & hitam
 merah muda  telapak kaki & tangan
bayi
 hitam kecoklatan  genitalia dewasa
PENDAHULUAN

–Kelembutan dan ketebalan kulit :


 elastis & longgar  palpebra, bibir,
preputium
 tebal & tegang  telapak kaki & tangan
dewasa
 tipis  muka
 lembut  leher & badan
 berambut kasar kepala
ANATOMI KULIT SECARA HISTOPATOLOGIK

– Tiga lapisan utama:


 Epidermis = kutikel
 Dermis = korium, kutis vera, true skin
 Sub kutis = hipodermis
Lapisan epidermis

 stratum korneum
 stratum lusidum
 stratum granulosum
 stratum spinosum
 stratum basale
Lapisan epidermis
• Lapisan kulit paling superfisail
• Memiliki ketebalan bervariasi disetiap
bagian tubuh yang paling tebal
adalah di telapak kaki dan tangan
• Tidak terdapat pembuluh darah tp lapisan
paling dalam terendam di dalam cairan
interstisial dari dermis
memberikan oksigen dan nutrien, serta
dialiri limfe.
Lapisan epidermis
 Penggantian total epidermis berlangsung sekitar
sebulan.
 Pemeliharaan epidermis yang sehat bergantung
pada tiga proses sebagai berikut :
1. Dekuamasi (peluruhan) sel berkeratin
dari permukaan.
2. keratinisasi sel yang efektif mendekati
permukaan
3. Pembelahan sel yan terus-menerus
dilapisan lebih dalam dengan sel baru yang
terbetuk, yang terdorong kepermukaan
Lapisan epidermis
 Rambut, sekresi kelenjar sebase, dan
duktus kelenjar keringat harus melalui
epidermis untuk mencapai permukaan.
 Permukaan epidermis yang menonjol oleh
tonjolan sel di dermis disebut papila
Lapisan dermis

– Di bawah epidermis
– Lebih tebal drpd epidermis
– Lapisan elastik & keras,
Lapisan dermis
– Pars papilare
– Pars retikulare
Lapisan dermis

 Pars papilare:
– bagian yg menonjol ke epidermis
– berisi ujung serabut saraf dan pembuluh
darah
 Pars retikulare:
– bagian di bawahnya yg menonjol ke arah
subkutan
– serabut penunjang (kolagen, elastin, dan
retikulin)
Lapisan subkutis
• Jaringan ikat longgar, berisi sel lemak
• Lapisan sel lemak ( panikulus
adiposa)
berfungsi sebagai cadangan lemak
ADNEKSA KULIT

1. Kelenjar - kelenjar kulit


2. Rambut
3. Kuku
1. Kelenjar-kelenjar kulit

a. Kelenjar keringat (glandula sudorifera)


 Kelenjar ekrin
– kecil-kecil, superfisial di dermis,
sekret encer
– seluruh permukaan kulit
– telapak tangan & kaki, dahi &
aksila >>
– dipengaruhi saraf kolinergik,
panas, stres emosional
Kelenjar-kelenjar kulit

 Kelenjar apokrin
– lebih besar
– lebih profunda, sekret lebih kental
– berperan pd pubertas
– dipengaruhi saraf adrenergik
– aksila, areola mamae, pubis, labia
minora, sal. telinga luar
Kelenjar-kelenjar kulit
b. Kelenjar palit (glandula sebasea)
– seluruh permukaan kulit manusia (+),
telapak tangan & kaki (-)
– dipengaruhi hormon androgen
– anak-anak : jumlah kelenjar sedikit,
pubertas : lebih besar & banyak, mulai
berfungsi secara aktif
2. Kuku
– Kuku  bagian terminal lapisan tanduk
(stratum korneum) yang menebal
– Pertumbuhan kuku 1mm/minggu
Kuku
– Bagian-bagian kuku :
 Akar kuku : bgn yg terbenam dalam kulit
jari
 Badan kuku : bgn yg terbuka diatas dasar
jaringan lunak kulit pada ujung jari
 Bgn kuku yg bebas : bgn paling ujung
 Alur kuku : sisi kuku yg agak mencekung
 Eponikium : kulit tipis yg menutupi kuku di
bgn proksimal
 Hiponikium :kulit yg ditutupi bgn kuku yg
bebas
3. Rambut

– Bgn rambut :
• Akar rambut : bgn yg terbenam dlm kulit
• Batang rambut : bgn yg berada di luar kulit

– 2 tipe rambut
• Lanugo : rambut halus, tdk berpigmen  bayi
• Rambut terminal : rambut lbh kasar, pigmen
>>, medula (+) dewasa
Rambut

– Dewasa  rambut di kepala, bulu


mata, rambut ketiak, rambut
kemaluan, kumis, janggut
– Rambut halus di dahi dan badan
lain  rambut velus
Rambut

– Siklus pertumbuhan rambut :


• fase anagen (pertumbuhan) : 2 – 6 tahun
(kec.pertumbuhan 0,35 mm/hari)
• fase katagen (involusi temporer)
• fase telogen (istirahat) : beberapa bulan

– Rambut normal dan sehat : berkilat, elastis,


tidak mudah patah, dapat menyerap air
FISIOLOGI KULIT
PENDAHULUAN
Fungsi utama kulit:
• proteksi
• absorpsi
• ekskresi
• persepsi
• pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)
• pembentukan pigmen
• keratinisasi
• pembentukan vitamin D
Faal kulit

1. Fungsi proteksi
– Proteksi terhadap gangguan fisis /
mekanis, kimiawi, panas, infeksi
– Bantalan lemak, tebalnya lapisan kulit,
serabut jaringan penunjang
Faal kulit

– Melanosit  pajanan sinar MT


– Stratum korneum & lapisan keasaman
kulit  zat-zat kimia
– pH kulit 5 - 6,5  infeksi bakteri / jamur
– Proses keratinisasi  sawar (barier)
mekanis ok sel-sel mati melepaskan diri
secara teratur.
Faal kulit

2. Fungsi absorpsi,
– Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi
tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban,
metabolisme, jenis vehikulum

– Penyerapan  celah antara sel, sel-sel


epidermis, muara saluran kelenjar
Faal kulit

3. Fungsi ekskresi
– Kelenjar-kelenjar kulit  mengeluarkan sisa
metabolisme dlm tubuh (NaCl, urea, asam
urat, amonia)
– Kelenjar lemak fetus  memproduksi sebum
 melindungi kulitnya terhadap cairan amnion
– Waktu lahir, sebum  vernix caseosa
– Sebum  melindungi kulit  kulit tidak kering
Faal kulit
3. Fungsi persepsi
Diperankan oleh ujung-ujung saraf sensorik
di dermis dan subkutis :
– Badan Ruffini  rangsangan panas
– Badan Krause  rangsangan dingin
– Badan taktil Meissner  raba
– Badan Merkel Ranvier  raba
– Badan Paccini  tekanan
Faal kulit

4. Fungsi pengaturan suhu tubuh


(termoregulasi) :
- pengeluaran keringat
- pengerutan (otot berkontraksi) pembuluh
darah
Faal kulit

5. Fungsi pembentukan pigmen


- Sel pembentuk pigmen (melanosit)
- Jumlah melanosit dan jumlah serta
besarnya butiran pigmen
(melanosomes)  warna kulit ras /
individu
Faal kulit
6. Fungsi keratinisasi
- Keratinosit sel basal membelah  sel
basal lain berpindah keatas  sel
spinosum, makin ke atas makin
gepeng  sel granulosum, makin lama
inti menghilang  keratinosit menjadi
sel tanduk amorf
- Proses ini berlangsung terus menerus
seumur hidup , lamanya 14 – 21 hari
- Perlindungan kulit terhadap infeksi
secara mekanis fisiologik
Faal kulit
7. Pembentukan vitamin D
- Substansi berbahan dasar di kulit adalah
7-Dehidrokolesterol dan sinat UV dari
matahari mengubahnya menjadi vitamin D.
- Substansi ini beredar di darah dan
digunakan bersama kalsium dan fosfat,
dalam pembentukan dan pemeliharaan
tulang