You are on page 1of 50

ANATOMI LARING

Ines Carella Verza, S.Ked


FAB 117 027

Pembimbing :
dr. Nunun Chatra, Sp. THT

Kepanitraan Klinik Bagian/ SMF THT


RSUD dr. Doris Sylvanus
Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya
Palangka Raya
Januari
2018
LARING

 Laring (Laryng, Larinx)


Bangunan dibatasi tepi atas trachea dan menonjol
ke hipofaring.

Laring merupakan struktur kompleks yang telah


berevolusi yang menyatukan trakea dan bronkus
dengan faring sebagai jalur aerodigestif umum.
EMBRIOLOGI LARING
ANATOMI LARING

 Laring merupakan bagian yang terbawah dari saluran napas


yang bagian atas.

 Bentuk laring seperti limas segitiga terpancung, dengan bagian


atas lebih besar dari bagian bawah.
ANATOMI LARING
ANATOMI LARING

Laring dibagi menjadi tiga:


Supraglotis,
Glotis
Subglotis.
ANATOMI LARING

 Supraglotis terdiri dari epiglotis, plika ariepiglotis, kartilago


aritenoid, plika vestibular (pita suara palsu) dan ventrikel
laringeal.

 Glotis terdiri dari pita suara atau plika vokalis.

 Daerah subglotik memanjang dari permukaan bawah pita suara


hingga kartilago krikoid.
ANATOMI LARING

 Batas atas laring adalah aditus laring, sedangkan batas


bawahnya adalah batas kaudal kartilago krikoid.

 Laring membentang dari laryngoesophageal junction dan


menghubungkan faring (pharynx) dengan trachea. Laring
terletak setinggi Vertebrae Cervical IV – VI.

 Laring pada bayi normal terletak lebih tinggi pada leher


dibandingkan orang dewasa. Pada bayi laring terletak setinggi
C2 hingga C4, sedangkan pada orang dewasa hingga C6.
STUKTUR PENYANGGA LARING

Bangunan kerangka laring tersusun dari


yaitu :
Tulang hyoid
Beberapa tulang rawan.
TULANG HYOID

 Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U.


Terletak di antara laring dan mandibula.
 Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otot mulut
dan lidah. Jumlah tulang hioid hanya 1 pada setiap manusia.
TULANG RAWAN (KARTILAGO)

 Tulang rawan yang menyusun laring adalah :


 Kartilago Epiglotis,
 Kartilago Tiroid,
 Kartilago Krikoid,
 Kartilago Aritenoid,
 Kartilago Kornikulata,
 Kartilago Kuneiformis
 Kartilago Tritisea.

 Tulang rawan pada laring ada yang sepasang dan ada yang tunggal.
 Yang sepasang antara lain kartilago aritenoid, kartilago kornikulata,
kartilago kuneiformis.
 Sedangkan yang hanya berjumlah satu buah yaitu kartilago
epiglotis, kartilago tiroid, kartilago krikoid.
ANATOMI LARING
TULANG RAWAN (KARTILAGO)
ANATOMI LARING
STUKTUR OTOT LARING

 Otot-otot yang menyusun laring terdiri dari otot -otot ekstrinsik


dan otot-otot intrinsik.

 Otot atau muskulus ekstrinsik adalah otot yang berada diluar


laring.

 Otot intrinsik adalah otot yang berada di dalam laring .


OTOT-OTOT EKSTRINSIK

 Otot-otot ekstrinsik berfungsi menggerakkan laring, sedangkan


otot-otot intrinsik berfungsi membuka rima glotidis sehingga
dapat dilalui oleh udara respirasi.

 Menutup rima glotidis dan vestibulum laringis, mencegah bolus


makanan masuk ke dalam laring (trakea) pada waktu menelan.

 Selain itu, juga mengatur ketegangan (tension) plika vokalis


ketika berbicara.

 Kedua fungsi yang pertama diatur oleh medula oblongata secara


otomatis, sedangkan yang terakhir oleh korteks serebri secara
volunter.
OTOT-OTOT INTRINSIK

 Otot-otot instrinsik yang terletak di bagian lateral laring ialah :


Musculus Krikoaritenoid Lateral,
Musculus Tiroepiglotika,
Musculus Vokalis,
Musculus Tiroaritenoid,
Musculus Ariepiglotika
Musculus Krikotiroid.

 Sedangkan otot-otot instrinsik yang terletak di bagian posterior


laring adalah :
Musculus Aritenoid Transversum,
Musculus Aritenoid Oblik,
Musculus Krikoaritenoid Posterior.
LIGAMENTUM PADA LARING

Ligamentum merupakan jaringan ikat yang keras


yang mengikat tulang yang satu dengan tulang
yang lain pada persedian.
MEMBRAN PADA LARING

• Membran ekstrinsik antara lain :


• Thyrohyoid Membrane dan
Membran
Ekstrinsik Cricotracheal membrane.

• Membran intrinsik terdiri dari :


• Quadrangular membrane, Cricothyroid
Membran
Intrinsik membrane, conus elasticus
CAVITAS LARYNGIS

 Merupakan suatu ruangan yang meluas dari pintu masuk larynx


sampai setinggi tepi bawah cartilago cricoidea untuk beralih
kedalam lumen trachea.

 Rongga di dalam laring dibagi menjadi tiga yaitu, vestibulum


laring, dibatasi oleh aditus laringis dan rima vestibuli. Lalu
ventrikulus laringis, yang dibatasi oleh rima vestibuli dan rima
glotidis.

 Urutan bangunan yang ada di cavitas laryngis mulai dari atas ke


bawah :
 Aditus laryngis, Vestibulum laryngis, Rima vestibuli, Ventriculus
laryngis, Rima glottidis, cavitas infraglottica.
CAVITAS LARING
SPINTCHER LARYNX

Terdapat dua spintcher pada larynx yaitu :


Aditus laryngis
Rima glottidis.
ADITUS LARYNGIS

 Spintcher pada aditus laryngis hanya berfungsi pada saat menelan.

 Ketika bolus makanan dipindahkan ke belakang di antara lidah dan


palatum durum, larynx tertarik ke atas dibawah bagian lidah. Aditus
laryngis menyempit akibat kontraksi m. arytenoideus obliquus dan m.
aryeepiglottica.

 Epiglottis didorong kebelakang oleh lidah berfungsi sebagai sungkup


di atas aditus laryngis.

 Bolus makanan atau cairan kemudian masuk ke dalam oesophagus


dengan berjalan di atas epiglotti atau turun ke bawah lewat alur pada
sisi-sisi aditus laryngis, yaitu melalui fossa piriformis.
ADITUS LARYNGIS
ADITUS LARYNGIS
ADITUS LARYNGIS
RIMA GLOTTIDIS

 Ketika batuk atau bersin, rima glottidis berfungsi sebagai sphincter.

 Setelah inspirasi, plica vocalis adductio, dan otot-otot ekspirasi


berkontraksi dengan kuat. Akibatnya tekanan dalam tekanan di dalam
thorax meningkat, dan dalam waktu yang bersamaan plica vocalis
mendadak abduksi.

 Pelepasan mendadak dari udara yang terkompresi sering


mengeluarkan partikel asing atau mucus dari saluran pernapasan dan
selanjutnya masuk ke pharynx. Di sini, partikel-partikel ditelan atau
dikeluarkan.
RIMA GLOTTIDIS

 Pada keadaan abdomen tegang seperti pada miksi,


defekasi, dan melahirkan, udara sering ditahan sesaat di
saluran pernapasan dengan cara menutup rima glottidis.

 Sesudah inspirasi dalam, rima glottidis ditutup.


RIMA GLOTTIDIS
PERSARAFAN LARING

Laring dipersarafi oleh cabang-cabang :

N. vagus, yaitu n. Laringeus superior dan n.


Laringeus inferior.

Kedua saraf ini merupakan campuran saraf


motorik dan sensorik.
NERVUS LARINGIS SUPERIOR

 Nervus laringis superior mempersarafi otot Krikotiroid, sehingga


memberikan sensasi pada mukosa laring di bawah pita suara.

 Saraf ini mula-mula terletak di atas otot Konstriktor faring


medial, di sebelah medial arteri Karotis interna dan eksterna,
kemudian menuju ke kornu mayor tulang hioid, dan setelah
menerima hubungan dengan ganglion servikal superior, membagi
diri dalam 2 cabang, yaitu :
 Ramus eksternus
 Ramus internus.
NERVUS LARINGIS INFERIOR

 Nervus laringis inferior merupakan lanjutan dari nervus Rekuren


setelah saraf itu memberikan cabangnya menjadi ramus kardia
inferior.

 Nervus rekuren merupakan cabang dari nervus vagus. N. rekuren


kanan akan menyilang a. Subklavia kanan dibawahnya, sedangkan
n. Rekuren kiri akan menyilang arkus aorta.
NERVUS LARING
PENDARAHAN LARING

Pendarahan untuk laring terdiri dari 2


cabang, yaitu :
A. Laringis Superior
A. Laringis Inferior.
ARTERI LARINGIS INFERIOR

 Arteri laringis inferior merupakan cabang dari a. Tiroid inferior


dan bersama-sama dengan n. Laringis inferior berjalan ke
belakang sendi krikotiroid.

 Di dalam laring arteri itu bercabang -cabang , mempendarahi


mukosa dan otot serta beranastomosis dengan a. Laringis
superior.

 Pada daerah setinggi membran krikotiroid a. Tiroid superior


juga memberikan cabang yang berjalan mendatari sepanjang
membran itu sampai mendekati tiroid.
ARTERI LARING
VENA LARING

 Vena laringis superior dan vena laringis inferior letaknya sejajar


dengan a. Laringis superior dan inferior dan kemudian
bergabung dengan vena tiroid superior dan inferior.

 Vena-vena laring mengikuti arteri -arteri larynx, vena laryngea


superior biasanya bermuara pada vena thyroidea superior, lalu
bermuara ke dalam vena jugularis interna .
PEMBULUH LIMFA LARING

 Pembuluh limfa untuk laring banyak, kecuali daerah lipatan


vokal. Disini mukosanya tipis dan melekat erat dengan
ligamentum vokale. Di daerah lipatan vokal pembuluh limfa
dibagi dalam golongan superior dan inferior.

 Pembuluh eferen dari golongan superior berjalan lewat lantai


sinus piriformis dan a.laringis superior, kemudian ke atas dan
bergabung dengan kelenjar dari bagian superior rantai servikal
dalam.

 Pembuluh eferen dari golongan inferior berjalan kebawah


dengan a.laringis inferior dan bergabung dengan kelenjar
servikal dalam, dan beberapa diantaranya menjalar sampai
sejauh kelenjar supraklavikular.
FISIOLOGI LARING

Laring berfungsi untuk :


 Proteksi
 Batuk
 Respirasi
 Sirkulasi
 Menelan
 Fonasi
Emosi
FUNGSI PROTEKSI

Proteksi
Laring melindungi paru-paru dari benda asing
(aspirasi) , fungsi epiglotis, pita ventricular, pita
suara asli, refleks batuk.

Fungsi laring untuk proteksi ialah


untuk mencegah makanan dan benda asing
masuk ke dalam trakea, dengan jalan menutup
aditus laring dan rima glotis secara bersamaan.
FUNGSI PERNAPASAN

 Pembukaan glotis, yang merupakan bagian sempit dari


laring, mencegah udara terhembus sejak awal dari
paru-paru selama ekspirasi, sebuah tekanan balik
dibuat untuk membantu mencegah alveoli dari kolaps
seutuhnya.

 Fungsi respirasi dari laring ialah dengan mengatur


besar kecilnya rimaglotis. Bila m.krikoaritenoid
posterior berkontraksi akan menyebabkan prosesus
vokalis kartilago aritenoid bergerak ke lateral, sehingga
rimaglotis terbuka (abduksi).
FUNGSI MENELAN

Fungsi laring dalam membantu proses


menelan ialah dengan 3 mekanisme,yaitu :
 Gerakan laring bagian bawah ke atas,
 Menutup aditus laringis
 Mendorong bolus makanan turun ke
hipofaring dan tidak mungkin masuk ke
dalam laring.
FUNGSI FONASI DAN EMOSI

 Fungsi Fonasi adalah produksi suara dari bergetarnya pita suara .

 Produksi suara, fungsi pita suara asli (artikulasi, atau membentuk


suara ke dalam pidato, merupakan fungsi dari langit -langit, lidah,
bibir, dan mandibula).

 Fungsi laring yang lain ialah untuk fonasi, dengan membuat suara
serta menentukan tinggi rendahnya nada. Tinggi rendahnya nada
diatur oleh peregangan plika vokalis .

 Laring juga mempunyai fungsi untuk mengekspresikan emosi.