You are on page 1of 9

JURNAL READING :

IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO


KEJANG DEMAM BERULANG
Oleh :
Juwita Nurlastry (2012730054)

Pembimbing :
dr. Deden Tommy, Sp.A

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2016
PENDAHULUAN

kejang demam adalah jenis yang paling umum dari kejang


pada anak-anak, terjadi pada 2% sampai 5% dari anak-anak
dengan usia < lima tahun.

Sekitar sepertiga dari anak dengan kejang demam akan


mengalami kejang demam berulang nanti.

Anak-anak dengan kejang demam berulang memiliki risiko


tinggi untuk terjadi keterbelakangan mental dan epilepsi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi


faktor risiko kejang demam berulang.
BAHAN DAN METODE

- Serangan kejang demam pertama di dapatkan dari Rekam medis pasien di RS


Wahidin Sudirohusodo dan RS baji Labuang dari Juni 2006 sampai Juli 2007

- Sampel :anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun yang memiliki kejang yang
berhubungan dengan demam (> 38 C) tetapi tidak ada bukti infeksi intrakranial
atau penyebab yang berbeda (misalnya disfungsi metabolisme), dan status
neurologi normal

- Perbedaan usia, suhu pada onset, dan durasi demam dibandingkan antara kedua
kelompok menggunakan t-test. Jika data tidak terdistribusi normal, sebagaimana
ditentukan oleh tes kolomogrov-Smirnov, perbedaan diperiksa menggunakan
mann-whitney uji U.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, Laki – laki 68% dan perempuan 32%
Karakteristik dasar dari anak-anak dari kedua kelompok yang menunjukkan dalam tabel 1.

Dalam penelitian ini, usia kurang dari 18 bulan (P <0,0001, COR = 71,37), riwayat
keluarga FC (P <0,0001, COR = 6.00) dan durasi demam kurang dari 12 jam sebelum
kejang pertama (P <0,0001, COR = 4.96) dikaitkan dengan risiko kekambuhan.

Suhu yang relatif rendah pada onset bukanlah risiko RFC (P = 1,21) (Tabel 2).

Berdasarkan analisis multivariat, usia (AOR = 212,419) dan durasi demam (AOR =
21,521) ditentukan sebagai faktor risiko untuk terjadinya kejang demam berulang (Tabel
3)
TABEL 1.
TABEL 2.
TABEL 3.
DISKUSI
 Anak yang berusia 18 bulan memiliki risiko 71,37% mengalami kejang demam berulang
dengan CI 95% (18,09-281,47).

 Suhu tubuh rata-rata pada kedua kelompok adalah serupa dengan nilai P 0,102 (P <0,05).
ketidakmampuan untuk menentukan suhu dalam terjadi kejang pada anak dapat
menjelaskan kondisi ini

 Durasi demam yang lebih singkat sebelum terjadinya kejang demam pertama dapat
dikaitkan dengan kejang demam berulang, dengan rasio odds (COR) 4,96 dan CI 95%
(2,12-11,58).

 Pada kelompok tersebut, subjek dengan durasi demam kurang dari 12 jam memiliki risiko
lima kali lebih berisiko terkena kejang demam berulang dibandingkan dengan mereka yang
demam selama lebih dari 12 jam.
KESIMPULAN

analisis multivariat menunjukkan bahwa usia yang lebih muda dan durasi

yang lebih singkat pada serangan demam pertama berkaitan dengan kejang
demam berulang