You are on page 1of 39

Anatomi panggul

Diagnosis

Penyakit Tuberculosis tulang dapat mengenai hampir seluruh


tulang, tapi yang paling sering adalah Tuberkulosis pada Tulang
Panjang, Tuberkulosis pada Tulang Belakang, Tuberkulosis pada
Trokanter Mayor, Daktilis Tuberkulosis, Artritis Tuberkulosis,
Koksitis Tuberkulosis, Tuberkulosis Sendi Lutut, Tuberkulosis
Sendi Bahu, Tuberkulosis Sendi Siku. Pemeriksaan klinis yang
dilakukan dengan melihat tanda dan gejala yang ada dan
melakukan pemeriksaan laboratorium ( LED meningkat, test
sputum BTA, test tuberculin ), dan pada pemeriksaan radiologis
dapat dilakukan photo toraks PA karena penyakit TB tulang dapat
disebabkan karena penyebaran dari TB paru, jika ada kecurigaan
infeksi pada tulang maka dapat dilakukan photo pada tulang
(photo polos posisi AP, Lateral dan CT-Scan atau MRI).
Penatalaksanaan
 Obat Anti Tuberkulosis Pilihan Pertama :
• Isoniazid
• Rifampin
• Etambutol
• Pirazinamid
• Streptomisin
Osteomielitis TB
Osteomielitis
tuberkulosa adalah
peradangan
granulomatosa yang
bersifat kronik
destruktif akibat
kuman spesifik yaitu
Mycobacterium
tuberculosa yang
mengenai tulang.
Etiologi
• Staphylcoccus aureus
• Streptococcus pyogenes
• Streptococcus pneumonia
• Haemophilus influenza
• Kingella kingae
• Pseudomonas aerunginosa
Gambaran osteomylitis
Faktor-faktor resiko
Klasifikasi
1. Acute hematogenous osteomielitis
2. Subacute hematogenous osteomielitis
3. Post-traumatic osteomielitis
4. Chronic osteomielitis
5. Garre’s sclerosing osteomielitis
6. Multifocal non-suppurative
osteomielitis/chronic recurrent multifocal
osteomielitis
Morfologi
Osteomielitis akut
• Ditandai dengan infiltrat peradangan
neutrofilik yang hebat ditempat invasi bakteri.
• Pada anak, umumnya di metafisis tulang
panjang.
• Pada orang dewasa, biasanya mengenai korpus
vertebra
• Sekuele infeksi akut.
• Terjadi influks sel
radang kronis ke dalam
fokus osteomielitis
yang mengawali reaksi
pemulihan
• Abses Brodie
Gambaran klinis
1. Menyebabkan manifestasi sistemik yang
serupa dengan yang ditemukan pada infeksi
akut.
2. Gejala dan tanda lokal peradangan tulang
mungkin samar terutama pada bayi dan
anak.
3. Pada orang dewasa dapat timbul nyeri lokal,
pembengkakan, dan kemerahan tanpa
keluhan sistemik.
Diagnosis
• Nyeri
• Demam
• Menolak untuk menahan beban dan
menggerakkan bagian tubuh yang terlibat
• Tidak mau disentuh dibagian yang nyeri
• Limfadenopati
• Pada dewasa, predileksi tersering adalah
vertebra torakolumbar
Pemeriksaan penujang
2. Pemeriksaan Roentgen
Destruksi tulang pada
Pemeriksaan
metafisis dan tanda
Laboratorium
pertama pembentukan
a. CRP meningkat tulang reaktif
dalam 12-24 jam
b. LED meningkat
dalam 24-48 jam
setelah awitan gejala
c. Leukosit meningkat,
Hb menurun
tatalaksana
• Mengistirahatkan bagian yang terinfeksi
• Pemberian antibiotik spektrum luas
• Mengurangi nyeri dan sebagai tata laksana suportif
• Mengidentifikasi organisme yang menginfeksi
• Mengeluarkan pus secepat dan sebersih mungkin serta
mengurangi tekanan intraosseus
• Stabilisasi tulang apabila terjadi fraktur
• Mengeradikasi jaringan avaskular dan nekrotik serta
mengembalikan kontinuitas apabila terjadi gap pada
tulang
• Mempertahankan jaringan lunak dan kulit
osteosarkoma
Osteosarkoma adalah neoplasma tulang primer
yang ganas dan terdiri atas stroma jaringan
penyambung ganas dengan adanya osteoid
ganas, pembentukan tulang atau kartilago.
Etiologi
Penyebab osteosarkoma belum diketahui secara
pasti tetapi ada berbagai macam faktor
predisposisi sebagai penyebab osteosarkoma.
• Trauma
• Ekstrinsik karsinogenik
• Karsinogenik kimia
• Virus
• Perubahan pada oncogene dan tumor suppressor
gene
patofisologi
Penampakan kasar dari sarkoma osteogenik
bervariasi. Neoplasma tersebut dapat berupa
(1) osteolitik, dengan tulang yang telah
mengalami kerusakan dan jaringan lunak
diinvasi oleh tumor, atau (2) osteoblastik
sebagai akibat pembentukan tulang sklerotik
yang baru.
PEMERIKSAAN
• Fisik • Penunjang
Palpasi, adanya massa Foto X-ray
yang lunak dan panas.
Adanya pergerakan
Respiratori, auskultasi
yang tidak normal.
MRI
Tatalaksana
• Farmako
Kemoterapi pada osteosarkoma :
First line therapy (primary/neoadjuvan/adjuvanttherapy or metastaticdisease ) :
 Cisplatin and doxorubicin
 MAP ( High-dosemethotrexate, cisplatin, and doxorubicin )
 Doxorubicin, cisplatin, ifosfamide , and high dose methotrexate
 Ifosfamide, cisplatin, and epirubicin
Second line therapy ( relapsed/ refractory or metastatic disease )
 Docetaxel and gemcitabine
 Cyclophosphamide and etoposide
 Gemcitabine
 Ifosfamide and etoposide
 Ifosfamide, carboplatin, and etoposide
 High dose methotrexate, etoposide, and ifosfamide
Non farmako
Pembedahan
 Amputasi
 Limb sparing surgery
prognosis
Pada mulanya prognosis osteosarkoma adalah
buruk 5 years Survival Rate-nya hanya berkisar
antara 10-20%. Belakangan ini dengan terapi
ajuvan berupa sitostatik yang agresif dan intensif
yang diberikan pra bedah dan pasca bedah maka
Survival Rate menjadi lebih baik dapat mencapat
60-70%. Berkat terapi ajuvan maka terapi
amputasi belakangan ini sudah berkurang,
sekarang pada pusat-pusat pengobatan kanker
yang lengkap, maka terapi non amputasi atau
Limb salvage lebih sering dilakukan.
Mekanisme Nyeri Pinggul
Perjalanan Nyeri
1. Tranduksi
2. Transmisi
3. Modulasi
4. Persepsi
Mekanisme nyeri panggul

Infeksi Fokal berupa osteopenia yang berbulan-


bulan kerusakan pada rawan sendi
Sekuenstrasi tulang penyempitan rongga
sendi infeksi berlangsung lama nyeri
pada pinggul.
Hubungan batuk dengan nyeri panggul
Batuk yang terjadi pada dina adalah batuk yang
disebabkan oleh TBC , kemudian bakteri TBC
(Mycobacterium tuberculosis) masuk ke tulang
panggul melalui pembuluh darah dan
menyebabkan reaksi inflamasi pada daerah yang
terinfeksi sehingga terjadi reaksi nyeri pada
daerah panggul sebagai mekanisme pertahanan
tubuh.
Edukasi Untuk Pasien pada Pemicu
Sebagai antisipasi, sebaiknya sirkulasi udara yang baik
dan usaha untuk menutup mulut saat batuk juga
bersin, menjaga kebersihan diri juga lingkungan
merupakan salah satu untuk menghindari terserang
virus dan bakteri.
Jika ada kelainan pada sistem muskuloskeletal,
sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter agar dapat
ditangani secara tepat secara medis dan tidak
menimbulkan masalah lain jika ditangani oleh orang
yang bukan tenaga medis.
Kesimpulan
Berdasarkan keluhan seperti; Nyeri panggul kiri dan
demam (2 minggu). 2 bulan setelah
pincang,Berjalan pinacang selama 6 bulan ,Berobat
ke dukun dan puskesmas, Kurang lebih 8 bulan
yang lalu sering batuk, Badannya kurus, Gerakan
panggul kiri terbatas dan nyeri baik digerakan,
Posisi panggul kiri dalam sedikit fleksi aduksi ,
Lutut dalam sedikit fleksi, Gambaran radiologi
menunjukan garis permukaan sendi panggul yang
mengabur, dan Densitas tulang panggul yang
menurun. Mengarahkan ke penyakit Coxitis TB
Daftar Pustaka
http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-
02%20Happy%20Setiawan,%20Studi%20Kasus%20Depresi%20Pada%20Pasien%20Karsinoma%2
0Ser.pdf.html

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31956/4/Chapter%20II.pdf

Kamus Saku Kedokteran Doorland ed.28 halaman 792.

Paulse, Friedrich. Jens Waschke. 2012. Sobotta Atlas Anatomi Manusia Anatomi Umum dan Sistem
Muskuloskeletal (Ed. 23) Jilid 1. Jakarta: EGC.

Price and Wilson. 2012. Pathophysiology: Clinical Concepts of Disease Processes (Ed.6) Vol.2. Jakarta:
EGC.

Sherwood, Lauralee. 2011. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 6. Jakarta: EGC.

Vinay Kumar, Ramzi Cotran, Stanley L. Robbins. 2012.Robbins Buku Ajar Patologi (Ed.7) Vol.2. Jakarta:
EGC.