You are on page 1of 13

Pembimbing : dr. Lazuarni, Sp.

M
Bagian Ilmu Kesehatan Mata RSUD Dr.
Pirngadi Medan
Mata
bagian yang sangat penting, karena merupakan
salah satu dari panca indera manusia. Mata
dapat berfungsi dengan baik apabila ada
cahaya. Dengan adanya cahaya ini maka mata
akan dapat melihat dengan baik. Bila di dalam
kegelapan maka mata tidak mampu melihat
benda dikarenakan tidak ada cahaya yang
masuk
Anatomi Mata
Bulu mata (cilia)
Lapisan Retina
Kelopak Mata Atas Lapisan Koroid
Sklera
Serat
Zonula Lensa Otot
Bola Mata

Konjungtiva
Kornea
Iris
Pupil
Lensa

Bilik Mata Depan

Kelopak Mata Bawah


Saraf Optik

Bilik Mata Belakang Badan kaca


(Vitreus)
Badan Siliar
 Fungsi Saraf :
1. Menerima informasi (rangsangan) dari dalam maupun dari luar tubuh
melalui saraf sensori. Saraf sensori disebut juga Afferent Sensory Pathway.
2. Mengkomunikasikan informasi antara sistem saraf perifer dan sistem saraf
pusat.
3. Mengolah informasi yang diterima baik ditingkat medula spinalis maupun di
otak untuk selanjutnya menentukan jawaban atau respon.
4. Mengantarkan jawaban secara cepat melalui saraf motorik ke organ-organ
tubuh sebagai kontrol atau modifikasi dari tindakan. Saraf motorik disebut
juga Efferent Motorik Pathway.

 Neuroglia adalah sel-sel penyokong untuk neuron-neuron SSP. Ada


empat jenis sel neuroglia yaitu: mikroglia, epindima, astrogalia, dan
oligodendroglia.
Anatomi dan fisiologi saraf opticus
Regio Panjang (mm) Diameter (mm)

Intraokular 1.0 1,5 x 1,75

Optic Disc

Prelaminar

Laminar

Intraorbital 25 3–4

Intrakanalikular 4 – 10 3–4

Intrakranial 10 4–7

Ukuran saraf optik berdasarkan regio


(Dikutip dari :Skuta GL, Cantor LB, Weiss JS. Fundamentals and
Principles of Ophtalmology Singapore: American Academy of
Ophtalmology; 2012.)
 Nervus optikus dibagi menjadi beberapa daerah topografi, yaitu 3:
 Regio intraokular yaitu optic disc, prelaminar area dan laminar area
 Region intraorbital (berada di dalam corong otot)
 Regio intrakanalikular (berada didalam kanal optik)
 Regio Intrakranial (berakhir di kiasma optikum)
Suplai Darah Saraf Optik

 Arteri oftalmika membentang dibawah saraf optik.Suplai darah dari saraf optik
berbeda dari satu bagian ke bagian lainnya.
 Daerah retrolamina disuplai oleh pembuluh darah pial dan pembuluh darah silier
posterior. Daerah lamina disuplai oleh arteri silier posterior.
 Daerah prelaminar disuplai oleh arteri silier posterior dan arteri koroidal.Daerah
lapisan fiber disuplai oleh arteri retina medial.
 Daerah intraorbital disuplai oleh pembuluh darah pial bagian proksimal dan cabang-
cabang kecil dari arteri oftalmika.
 Daerah intrakanalikular disuplai oleh sebagian besar arteri oftalmika.
 Daerah intrakranial disuplai oleh cabang utama dari arteri oftalmika dan arteri
karotis interna
Visual Pathway
 Jalur visual dapat dibedakan menjadi jalur aferen (sensoris) dan eferen (motorik). Kerusakan
pada jalur aferen akan menyebabkan kehilangan kemampuan penglihatan. Jalur aferen secara
berurutan dimulai dari retina, saraf optik, kiasma optikum, traktus optikus, dan pada akhirnya
akan mencapai korteks.
1. Retina
 Segmen posterior retina mentransduksikan gambar fotokimia elektromagnetik menjadi
rangsangan impuls. Dimana pada retina terdapat sel batang yang memiliki jumlah sekitar 80 –
120 juta sel dan menyebar diseluruh retina kecuali fovea dan sel kerucut yang memiliki jumlah
5 – 6 juta sel dengan penyebaran hanya terpusat pada fovea yang memiliki kemampuan untuk
mengubah impuls fotokimia menjadi impuls saraf. Ketiadaan kedua sel ini di optic disc
menghasilkan daerah yang disebut sebagai titik buta (physiologic scotoma) yang terletak
sekitar fovea.Sel kerucut dibagi menjadi 3 sub bagian berdasarkan keadaan pigmen yang
masing-masing sensitif terhadap gelombang warna merah, hijau atau biru.
 Signal retina yang berasal dari sel batang dan sel kerucut diproses pertama kali melalui sel
bipolar yang menghubungkan reseptor cahaya ke sel ganglion. Kebanyakan sel ganglion dapat
dibagi menjadi sel parvocellular (Sel P) dan sel magnocellular (Sel M). Sel P sangat lemah
terhadap interpretasi warna dan mempunyai lapangan reseptor yang kecil dan sensitivitas
kontras yang lemah. Sementara sel M memiliki lapangan reseptor yang luas dan lebih
responsif terhadap cahaya dan pergerakan. Neurotransmitter yang didapati pada retina adalah
glutamat, asam gamma-aminobutirat (GABA), asetilkolin dan dopamin.
2. Saraf Optik
 Secara fisiologis, saraf optik dimulai dari lapisan sel ganglion yang menyelubungi seluruh
retina. Akson darisaraf optik tergantung dari produksi metabolik badan sel ganglion retina.
Transpor aksonal baik molekul maupun sistem ekstra dan intraseluler memerlukan oksigen
yang cukup tinggi. Hal ini menyebabkan sistem transpor aksonal sangat sensitif terhadap
kejadian iskemik, inflamasi, dan proses kompresi.
3. Kiasma optikum
 Setelah melewati saraf optik, maka impuls sensoris akan diteruskan melewati kiasma optikum
yang berada dibagian anterior dari hipotalamus dan dibagian anterior dari ventrikel 3. Dibagian
ini akan terjadi persilangan impuls dari kedua mata baik yang berasal dari daerah medial
maupun lateral.
4. Traktus optikus
 Lateral geniculate nucleus merupakan terminal dari akson yang berasal dari sel ganglion
retina. Bagian ini berada dibawah talamus posterior. Dibagi menjadi 6 tingkat, yaitu 4 level
tertinggi adalah terminal untuk akson sel P yang mana hal ini untuk meningkatkan sensitivitas
dari sel P. 2 tingkat dibagian bawah merupakan bagian untuk menerima impuls dari sel M
untuk mendeteksi gerakan. Akson yang berasal dari mata kontralateral memiliki terminal di
lapisan 1,4 dan 6. Sedangkan dibagian kolateral berujung pada lapisan 2,3 dan 5.3
5. Korteks
 Mengikuti sinaps pada nukleus genikularis lateral, akson melintas kebelakang sebagai radiasi
optik di korteks penglihatan primer di dalam lobus oksipital. Korteks penglihatan primer (area
Broadmann 17) tersusun horizontal sepanjang kalkarin yang membagi permukaan medial
lobus oksipital. Penyebaran optik pada korteks penglihatan primer berada pada lapisan ke 4
dari 6 lapisan korteks. Lapisan ini yang disebut sebagai lamina granularis interna lebih lanjut
dibagi menjadi 3 bagian kecil yaitu 4A, 4B dan 4C. Input sel P secara umum berada pada
bagian 4C bagian bawah dan input sel M berada pada bagian 4C bagian atas.4
KESIMPULAN
 Mata adalah bagian yang sangat penting, karena merupakan
salah satu dari panca indera manusia. Mata dapat berfungsi
dengan baik apabila ada cahaya.
 Struktur dan Fungsi Sistem persarafan terdiri dari sel-sel saraf
yang disebut neuron dan jaringan penunjang yang disebut
neuroglia. Saraf Optik merupakan saraf kranial kedua yang
terdiri dari lebih 1 juta akson yang berasal dari lapisan sel
ganglion retina dan menyebar menuju ke korteks oksipital.
 Jalur visual dapat dibedakan menjadi jalur aferen (sensoris) dan
eferen (motorik). Kerusakan pada jalur aferen akan
menyebabkan kehilangan kemampuan penglihatan. Jalur aferen
secara berurutan dimulai dari retina, saraf optik, kiasma
optikum, traktus optikus, dan pada akhirnya akan mencapai
korteks.
DAFTAR PUSTAKA
1. Neuroanatomi Klinik, Snell, EGC, 2007
2. Diagnosis topik Neurologi, Peter duus, EGC, 2007
3.Carta et al. 2012. Visual Prognosis After Indirect Traumatic
Optik Neuropathy . Available in : [ jnnp.bmj.com › Volume 74, Issue
2] .
4. Boughton, Barbara. 2012. Traumatic Optik Neuropathy: Previous
Therapies Now Questioned or Shelved . Available in:
[http://www.aao.org/publications/eyenet/200911/trauma.efm]