You are on page 1of 27

Anatomi dan Fisiologi

Sistem Perkemihan
Oleh :
Nuniek Nizmah Fajriyah
TUJUAN UMUM
Setelah mengikuti mata ajar ini peserta
didik dapat menerapkan asuhan
keperawatan pasien gangguan sistem
perkemihan
TUJUAN KHUSUS
Mahasiswa dapat menjelaskan anatomi
fisiologi sistem perkemihan
Bagian Sistem Perkemihan
Sistem perkemihan terdiri atas :
1. Ginjal
2. Ureter
3. Kandung kemih
4. Urethra
Ginjal mengeluarkan sekret urine, ureter
mengeluarkan urine dari ginjal ke kandung
kemih, kandung kemih bekerja sebagai
penampung urine, dan uretra mengeluarkan
urine dari kandung kemih.
Ginjal
Ginjal terletak pada dinding posterior
abdomen, terutama di daerah lumbal,
disebelah kanan dan kiri tulang belakang,
dibungkus lapisan lemak yang tebal,
dibelakang peritorium, atau diluar rongga
peritoneum.
Ketinggian ginjal dapat diperkirakan dari
belakang, mulai dari ketinggian vertebra
torakalis sampai vertebra lumbalis ketiga.
Ginjal
Ginjal kanan lebih rendah dari kiri karena
letak hati yang menduduki ruang lebih
banyak disebelah kanan.
Panjang ginjal Orang dewasa :6-7.5 cm,
tebal 1.5-2.5 cm, Berat 140 gr.
Pada bagian atas ginjal terdapat kelenjar
suprarenal/kelenjar adrenal
Struktur Ginjal
Setiap ginjal diselubungi oleh kapsul tipis dari
jaringan fibrus dan membentuk pembungkus yg
halus. Didalamnya terdapat struktur ginjal
berwarna ungu tua yg terdiri atas korteks di
sebelah luar dan medula disebelah dalam
Bagian medula tersusun atas 15-16 masa piramid
yg disebut piramid ginjal. Puncaknya mengarah
ke hilum dan berakhir di kalises (kaliks)
Kalikes menghubungkanya dengan pelvis ginjal
Nefron
Struktur halus ginjal terdiri atas banyak nefron yg
merupakan satuan fungsional ginjal, jumlahnya
sekitar 1 jt pada setiap ginjal. Setiap nefron
dimulai sebagai berkas kapiler (badan malpighi
atau glomerulus) tertanam dalam ujung atas yg
lebar pd urinefrus atau nefron.bagian pertama
berkelok-kelok dan terdapat sebuah simpai yaitu
simpai henle. Kemudian, tubulus berkelok ke
kelokan kedua atau tubulus distal, yg
bersambung dg tubulus penampung yg berjalan
melintasi korteks dan medula, lalu berakhir di
salah satu piramidalis.
Pembuluh arteri
Arteri renalis membawa darah murni dari aorta
abdominalis ke ginjal. Cabang arteri memiliki
banyak ranting di dalam ginjal dan menjadi
arteriola aferen serta masing-masing
membentuk simpul dari kapiler-kapiler di dalam
salah satu badan malpighi, yaitu glomerulus.
Arteriole aferen membawa darah dari glomerulus.
Kapiler bergabung membentuk vena renalis yg
membawa darah dari ginjal ke vena kava
inferior
Fungsi Ginjal
1. Sebagai tempat mengatur air
2. Sebagai tempat mengatur konsentrasi
garam dalam darah
3. Sebagai tempat mengatur keseimbangan
asam basa darah
4. Sebagai tempat ekskresi dan kelebihan
garam
Sekresi Urine dan
Mekanisme Ginjal
Glomerulus berfungsi sebagai saringan Setiap menit, 1 lt
darah mengandung 500 cc plasma mengalir melalui
semua glomerulus, dan sekitar 100 cc (10%) disaring
keluar. Plasma berisi garam, glukosa dan benda halus
lainnya disaring.
Namun, sel dan protein plasma terlalu besar untuk dapat
menembus pori saringan dan tetap tinggi dalam darah.
Cairan yg disaring, yaitu filtrat glomerulus, kemudian
mengalir melalui tubulus renalis dan sel-selnya
menyerap semua bahan yg diperlukan tubuh serta
membuang yg tidak diperlukan.
Lanjutan…
Dalam keadaan normal, semua glukosa dan
sebagian besar air diabsorpsi kembali,
sedangkan produk buangan dikeluarkan.
Faktor yg mempengaruhi sekresi adalah
filtrasi glumerulus, reabsorpsi tubulus dan
sekresi tubulus.
Jumlah yang disaring dan
dikeluarkan glomerulus setiap hari
No Bahan Disaring Dikeluarkan

1 Air 150Lt 1.5 lt

2 Garam 1.700 gr 15 gr

3 Glukosa 170 gr 0 gr

4 Urea 50 gr 30 gr
Berat Jenis Urine
Berat jenis urine tergantung dari jumlah zat
yang terlarut atau terbawa dalam urine.
Berat jenis plasma (tanpa protein) adalah
1.010
Daya pemekatan ginjal diukur menurut berat
jenis tertinggi
Tes Fungsi Ginjal
1. Tes untuk protein. Bila ada kerusakan pd
glomerulus atau tubulus, maka protein bocor
masuk ke urine
2. Mengukur konsentrasi urea darah. Bila ginjal
tidak cukup mengeluarkan ureum, maka
ureum darah meningkat di atas kadar normal
20-40 mg per 100 cc darah karena filtrasi
glomerulus harus turun sampai 50 % sebelum
kenaikan kadar urea darah terjadi.
3. Tes konsentrasi. Tes ini dilakukan dalam
keadaan puasa selama 12 jam untuk melihat
kenaikan BJ urine.
Ureter
Ureter merupakan saluran retroperitoneum
yg menghubungkan ginjal dengan
kandung kemih. Pada awalnya, ureter
berjalan melalui fasia gerota dan
kemudian menyilang muskulus psoas dan
pembuluh darah iliaka komunis. Ureter
berjalan sepanjang sisi posterior pelvis, di
bawah vas deferen dan memasuki basis
vesika pd trigonum.
Ureter
Pasokan darah ureter berasal dari pembuluh
darah renalis, gonad, aorta, iliaka
komunis, dan iliaka interna. Susunan saraf
otonom pd dinding ureter memberikan
aktivitas peristaltik, dimana kontraksi
berirama berasal dari pemacu proksimal
yg mengendalikan transpor halus dan
efisien bagi urine dari pelvis renalis ke
kandung kemih
Kandung Kemih
Kandung kemih berfungsi sebagai
penampung urine. Organ ini berbentuk
seperti buah pir/kendi. Kandung kemih
terletak di dalam panggul besar, di depan
sisi lainnya, dan di belakang simpisis
pubis. Bagian terbawah adalah basis
sedangkan bagian atas adalah fundus.
Puncaknya mengarah kedepan bawah
dan ada di belakang simpisis.
Kandung Kemih
Dinding kandung kemih terdiri atas lapisan serus sebelah
luar, lapisan berotot, lapisan submukosa, dan lapisan
mukosa dan epitelium transisional.
Uretra keluar dari kandung kemih sebelah depan. Daerah
segitiga antara dua lubang ureter dan uretra disebut
segitiga kandung kemih (trigonum vesica urinarius).
Pada wanita kandung kemih terletak antara simpisis pubis,
uterus dan vagina. Dari uterus kandung kemih
dipisahkan oleh lipatan peritoneum ruang uterovesikal
atau ruang douglas
Uretra
Uretra adalah sebuah saluran yg berjalan
dari leher kandung kemih ke lubang luar,
dilapisi oleh membran mukosa yg
bersambung dengan membran yg melapisi
kandung kemih. Meatus urinarius terdiri
atas serabut otot melingkar, membentuk
sfingter uretra. Panjang uretra pd wanita
sekitar 2.5-3.5 cm sedangkan pada pria
17-22.5 cm
Proses Perkemihan
Mikturisi adalah peristiwa pembuangan urine.
Keinginan berkemih disebabkan oleh
penambahan tekanan dalam kandung kemih
dan isi urine di dalamnya. Jumlah urine yg
ditampung kandung kemih dan menyebabkan
miksi yaitu 170-230 ml. Mikturisi merupakan
gerakan yg dapat dikendalikan dan ditahan oleh
pusat persarafan. Kandung kemih dikendalikan
oleh saraf pelvis dan serabut saraf simpatik
dari pleksus hipogastrik.
Ciri-ciri urine normal
Rata-rata jumlah urine normal adalah 1-2 lt,
namun jumlah yg dikeluarkan berbeda
setiap kalinya sesuai jumlah cairan yg
masuk. Warna urine yg nirmal adalah
bening oranye pucat tanpa endapan,
berbau tajam, memiliki reaksi sedikit asam
dengan pH rata-rata 6, BJ berkisar
antara 1010-1025.
Komposisi Urine Normal
Urine terutama terdiri atas air, urea dan
natrium klorida. Ureum merupakan hasil
akhir metabolisme protein dan berasal dari
asam amino dalam hati yg mencapai
ginjal.
Kandungan ureum normal dalam darah
sekitar 30-100 cc, namun tergantung dari
jumlah protein yg dimakan dan fungsi hati
dalam pembentukan ureum
Lanjutan…
Kreatinin adalah hasil buangan metabolisme
protein dalam otot.
Produk metabolisme mencakup benda-
benda purin, oksalat, fosfat dan sulfat
Elektrolit atau garam seperti natrium dan
kalium klorida diekskresikan untuk
mengimbangi jumlah yg masuk melalui
mulut.
Komposisi Urine
No Kandungan Jumlah diekskresikan per
hari
1 Air 96%
2 Benda padat
Urea 2%
Lainnya 2%
3 Ureum 30 mg
4 Asam urat 1.5-2 mg
5 Kreatinin -
6 Elektrolit -
• Alhamdulillah kita telah belajar Anatomi
Fisiologi Sistem Perkemihan
• Semoga ilmu ini bermanfaat
• Selamat Belajar
• Semoga menjadi mahasiswa
Sholeh/Sholekhah dan cerdas
• Amiin