You are on page 1of 18

Shafira Dwi Resnasari

161 0211 119


A1
Eksterna: Interna:
• Penis • Testis epididimis
• Uretra masculina • Ductus Deferens
• Scrotum • Funiculus Spermaticus
• Kelenjar seks tambahan
Anatomi superficialis genitalia maskulina terdiri dari :

 Preputium Penis

 Glans Penis

 Scrotum

 Corpus Penis

 Dorsum Penis

 Pubes
PENIS  Pada bagian distal corpus spongiosum melebar membentuk

gland penis,

 Pada ujung gland penis, terdapat celah yang merupakan

muara uretra ( osteum urethra externum ( OUE )

 Lipatan kulit seperti kerudung yang meutupi gland penis

disebut preputium penis

 Preputium dihubungkan dengan gland penis oleh lipatan

yang tepat terdapat dibawah muara uretra  frenulum

preputii

 Berfungsi : sebagai genitalia eksterna sebagai tempat

pengeluaran urin dan sperma serta merupakan organ

kopulasi
 Merupakan kantong kulit yang terletak dibagian bawah
dinding anterior abdomen dan berisi testis, epididymis, dan
ujung bawah funiculus spermaticus.

 Merupakan penopang testis.

 Dinding scrotum terdiri dari kulit, fascia superficialis, fascia


spermatica externa, fascia chremasterica, fascia spermatica
interna, dan tunica vaginalis.

 Scrotum merupakan kantung tertutup yang meliputi


permukaan anterior, medial, dan lateral masing–masing
testis.
TESTIS
 Testis berbentuk telur dan berukuran 4x3 cm (20-30 g).

 Merupakan organ kuat mudah bergerak dan terletak di


dalam skrotum

 Testis sinistra biasanya lebih rendah daripada dextra

 Masing–masing testis dikelilingi oleh capsula fibrosa yang


kuat (Tunica Albuginea)

 Berfungsi: memproduksi spermatozoa dan menghasilkan


hormon utama testosteron
 Merupakan struktur kuat yang  Berfungsi sebagai

terletak posterior terhadap testis,


1. Tempat penyimpanan sperma
dengan ductus deferens pada sisi
medialnya 2. Saluran keluar yang mengangkut
spermatozoa yang dihasilkan di
 Memiliki ujung atas yang melebar,
testis ke meatus urethra
caput, corpus, dan cauda yang
arahnya ke inferior 3. Tempat mengabsorpsi cairan

 Merupakan saluran yang sangat 4. Menambahkan zat pada cairan

berkelok – kelok yang panjangnya semen untuk memberikan makanan

hampir 6 meter dan tertanam pada spermatozoa yang sedang

didalam jaringan ikat. mangalami proses pematangan

 Saluran yang panjang ini

merupakan tempat penyimpanan


spermatozoa untuk menjadi matang
 Testis dihubungkan dengan caput epididimis
melalui saluran kecil (ductuli efferentes testis).

 Epididimis terdiri dari saluran yang melingkar-


lingkar dengan panjang 6 m berlanjut sebagai
vas deferends pada bagian akhir epididimis.

 Testis dan epididimis didarahi oleh A. Testiculari


dan pleksus vena (plexus pampiniformis).
VAS DEFERENS

 Merupakan saluran berdinding tebal dengan panjang kurang lebih 18 inci ( 45 cm ) yang

menyalurkan sperma matang dari epididimis ke ductus ejakulatorius dan uretra

 Bagian terminal vas deferens melebar membentuk ampulla ductus deferentis.

 Ujung bawah ampulla menyempit dan bergabung dengan ductus vesicular seminalis

membentuk ductus ejakulatorius


KELENJAR SEKS TAMBAHAN LAKI-LAKI
 Secara tidak sempurna semen saat ejakulasi.
terbagi menjadi 5 lobus
2. Mengeluarkan cairan basa
 Lobus anterior yang menetralkan secret /
sekresi vagina yang asam.
 Lobus medius / mediana
3. Memicu pembekuan semen
 Lobus posterior
untuk menjaga sperma
 Lobus prostate dexter tetap berada didalam
vagina pada saat penis
 Lobus prostate sinister
dikeluarkan.
 Berfungsi :
 Secret prostate bersifat alkalis
1. menghasilkan cairan tipis dan membantu menetralkan
seperti susu yang suasana asam didalam vagina
mengandung asam sitrat
dan fosfate asam yang
ditambahkan kedalam
A. ILIACA
INTERNA
A. Vesicalis A. Ductus Deferentis
Inferior

Vesica Duktus Defern


Urinaria

Prostata
A. Rectalis Media
A. Pudenda Interna
Rektum

A. Testicularis

Testis
A. Profunda Penis A. Dorsalis Penis

A. Pudenda Interna,
Corpus Cavernosum
Corpus Rr. Scrotales
Spongiosum Posteriores
Penis
Penis

Scrotum
 Sensorik: n. Dorsalis penis berasal dari n.
Pudendus

 Otonom: Nn. Cavernosi penis (berasal dari


Plexus hypogastricus inferior) menembus dasar
panggul dan berjalan berdekatan dengan n.
Dorsalis penis.

 Stimulasi simpatis menyebabkan vasokontriksi


sedangkan stimulasi parasimpatis
menyebabkan vasodilatasi dan selanjutnya
ereksi.