You are on page 1of 35

AGONIS DAN ANTAGONIS

ADRENERGIC
TUGAS BACA II
TONY IRAWAN
DITERJEMAHKAN DARI :
Morgan Clinical Anesthesiology
5th Edition 2013 Chapter 14

PEMBIMBING MODERATOR
Dr. Bhirowo YP, Dr. IG Ngurah Artika
SpAn, KAKV SpAn, KAKV, KAR
PENDAHULUAN
• FISIOLOGI ADRENOSEPTOR
 Sintesis Norepinefrin
 Metabolisme Noreponefrin
 Jenis Reseptor Adrenergik
• AGONIS ADRENERGIK
 Obat-obatan Agonis Adrenergik
 Efek dari Agonis Adrenergik Pada Sistem Organ
• ANTAGONIS ADRENERGIK
 Obat-obatan Antagonis Adrenergik
FISIOLOGI ADRENOSEPTOR
 Istilah adrenergik pada awalnya berasal
dari efek epinefrin (adrenalin) VS asetilkolin
(dilepaskan oleh saraf-saraf simpatis
preganglionik dan seluruh saraf
parasimpatis)
 Sekarang diketahui bahwa nor epinefrin
yang bertanggung jawab pada sebagian
besar aktivitas adrenergik dari sistem saraf
simpatis
SINTESIS NOREPINEFRIN
Dalam sel saraf simpatis post ganglion
Sintesis Nor epinefrin di sitoplasma

Masuk ke vesikel

Pelepasan nor epinefrin secara eksositosis

Diambil kembali oleh dimetabolisme oleh MAO dan COMT

post ganglionik nerve ending

Terikat dengan reseptor


METABOLISME EPINEPRIN DAN
NOREPINEPRIN
JENIS RESEPTOR ADRENERGIK
Reseptor adrenergik

α β

α1 α2 β1 β2 β3
RESEPTOR α-1
• Adalah post sinaptik adrenoseptor
• Lokasinya: otot polos seluruh tubuh
- pembuluh darah
- mata
- paru-paru
- uterus, usus
- sistem urogenital
• Mekanisme kerja reseptor : meningkatkan
konsentrasi ion kalsium intraseluler yang
menimbulkan kontraksi
 Stimulasi α 1: - vasokonstriksi
- midriasis
- bronkokontriksi
- kontraksi uterus
- kontraksi spincter
- menghambat sekresi insulin
lipolisis
 Otot jantung punya reseptor α1 yang
efeknya: inotropik ringan dan negatif
kronotropik
RESEPTOR α-2
• Menghambat adenylate cyclase
masukan kalsium eksositosis isi vesikel
dibatasi (pengeluaran epinefrin dibatasi)
• Stimulasi pada CNS menyebabkan sedasi dan
mengurangi aliran simpatis yang sebabkan
vasodilatasi perifer dan turunnya tekanan
darah
RESEPTOR β-1
• Lokasi terpenting = membran post sinaptik di
Jantung
• Mengaktivasi adenylate cyclase

ATP cAMP

Inisiasi fosforilasi kinase

Kronotropik + dromotropik + inotropik +


RESEPTOR β-2
• Adalah adrenoseptor post sinaptik yang lokasi
utamanya di : otot polos dan sel kelenjar
• Secara umum bekerja merelaksasi otot polos
sehinga terjadi: - bronkodilatasi
- vasodilatasi
- relaksasi uterus, kandung
kemih dan usus
• Efek glikogenolisis, lipopisis, glukoneogenesis dan
pelepasan insulin
• Mengaktivasi pompa Na-K, yang menyebabkan
Kalium masuk ke intrasel dan bisa menyebabkan
hypokalemia dan disritmia
RESEPTOR β-3
• Reseptornya ditemukan divesica urinari dan
jaringan lemak diotak
 Memegang peranan pada terjadinya lipolisis
dan thermogenesis di lemak coklat
RESEPTOR DOPAMIN
• Group dari dopaminergik yang diaktifkan oleh
dopamin
• D1 : Vasodilatasi pembuluh darah pada ginjal,
usus dan jantung
• D2 : anti muntah pada droperidol
: presinap dan menghambat aktifitas dari
adenylate cyclase dan pengeluaran
norepinefrin vasodilatasi
AGONIS ADRENERGIK
• Adrenergik agonis direk
indirek
katekolamin alami
sintetis

non katekolamin
KATEKOLAMIN ALAMI

OBAT DOSIS SEDIAAN


Epinefrin Bolus iv : 0.05-1 mg 1:1000
Anafilaksis : 100-500 mcg 1mg/ml
Dosis Rumatan : 1 mg dlm 250 ml D5W
dengan dosis 2-20 mcg/mnt
Norepinefrine Bolus : 0.1mcg/kgBB 4mg dalam
Dosis Rumatan : 4mg norepinefrin dalam 4ml
500ml D5W kecepatan 2-20 mcg/mnt
Dopamin Dosis kecil ≤ 2 µg /kg/min 1 Ampul 5
Dosis sedang 2-10 µg/kg/min ml isi
Dosis tinggi 10-20 µg/kg/min 200mg atau
400mg
EPINEPHRINE
Epinefrin α1 aliran darah splancnik dan
ginjal berkurang
tekanan perfusi cerebral
dan koroner meningkat
Sistolik naik
β1 CO dan kebutuhan oksigen
Jantung meningkat
β2 - vasodilatasi otot rangka
- bronko dilatasi
NOREPINEFRIN

Norefinefrin α1 vasokonstriksi arteri dan


vena
β1 Peningkatan tekanan
darah arteri
- Peningkatan dari afterload dan reflek
bradikardi mencegah kenaikan dari CO
- Dibatasi penggunaannya pada shock refrakter
DOPAMINE
• Merupakan non selektif direk dan indirek dari
adrenergik agonis
• Terapi shock untuk memperbaiki CO, mempertahankan
TD dan memelihara fungsi ginjal
• Efek :
 Dosis kecil 0.5-2 µg /kg/min
• Aktivasi reseptor dopaminergik
• Vasodilatasi pembuluh darah ginjal menghasilkan diuresis
 Dosis Sedang 2-10 µg /kg/min
• Stimulasi β1 : kontraktiliti, HR dan CO meningkat
 Dosisi Tinggi 10-20 µg /kg/min
• Stimulasi α1 : penignkatan resisten pembuluh darah
perifer dan turunnya aliran darah ginjal
KATEKOLAMIN SINTETIK

OBAT DOSIS SEDIAAN KETERANGAN


Isoproterenol β agonis
Dobutamin 1 g dalam 250 ml kecepatan 2- vial 20 ml Β1 dan β2
20mcg/kgBB/mnt berisi 250
mg

ISOPROTERENOL
• β agonis murni
• Jarang digunakan karena meningkatkan kebutuhan O2 jantung
dan menurunkan supply O2
DOBUTAMINE
• Selektif β1 agonis yang bekerja relatif
• efek : - CO meningkat
- tekanan pengisian ventrikel kiri
berkurang
- sedikit penurunan resistensi darah
tepi ( efek β 2 agonis )
- aliran darah koroner meningkat
- denyut jantung sedikit meningkat
 Pilihan terbaik gagal jantung kongestif disertai PJK
KATEKOLAMIN NON-SINTETIK

OBAT DOSIS SEDIAAN


Efedrin Bolus : 2.5-10mg, pada anak 0.1/kg 1Ampul= 25 dan
50 mg
Fenilefrin Bolus iv : 50-100 µg ( 0,5- 1 µg/kg) 1% 10mg dalam
Dosis Rumatan : 100 µg kecepatan 0.25-1 1cc
µg/kg/mnt
EPHEDRINE
• Ephedrine ~ epinephrine
• Perbedaannya dalam hal :
- lama kerja lebih panjang
- potensinya kurang
- efeknya langsung dan tidak langsung
- stimulasi CNS ( meningkatkan MAC)
- aliran darah ginjal tidak menurun
PHENYLEPHRINE
• Termasuk golongan non katekolamin
• Sebagian besar beraktivitas pada α1 ( dosis
besar mungkin menstimulasi reseptor α2
dan β)
• Menyebabkan vasokonstriksi perifer
• Memacu reflek bradikardi bila diberikan
parenteral.
• Meningkatkan aliran darah koroner ( efek
vsokonstriksi tertutup oleh efek vasodilatasi
dari faktor metabolik)
α2 AGONIS
OBAT DOSIS
Klonidin Dosis IV : 1-3 µg/kg, intratekal (75-100 µg
dan epidural 1-2 µg/kgBB
Dexmedetomidin Bolus iv : 1mcg/kg
Dosis rumatan : 0.2-0.7 mcg/kg/jam
 Klonididin
mempunyai efek mengurangi tahanan
pembuluh darah perifer dan kronotropik
negatif
• efek lain yang penting :
- menurunkan kebutuhan anti nyeri dan
anestesi (menurunkan MAP)
- memberikan efek sedasi dan mengurangi
cemas
- memperpanjang lama blok
- mengurangi gemetar post operasi, dll
• Dexmedetomidine
-bersifat lipofilik
- afinitas terhadap reseptor α 2 lebih tinggi
daripada klonidin
- efeknya mirip dengan klonidin: sedasi,
analgesi dan simpatolitik
- tidak menyebabkan depresi pernafasan
yang signifikan
OBAT-OBAT AGONIS ADRENERGIK
ANTAGONIS ADRENERGIK
• Mekanisme Kerja
- Mengikat tapi tidak mengaktivasi
adrenoceptor
- Bekerja dengan mencegah aktivasi
agonis adrenergik
α- BLOKER-PHENTOLAMINE
• Antagonis α dan relaksasi otot polos secara
langsung
• Efek takikardi karena hipotensi dikuatkan
dengan blokade α2
• Dibatasi penggunaanya pada
pheocromocytoma dan withdrawal klonididn
MIXED ANTAGONIS- LABETOLOL
• Mengeblok reseptor α 1,β1, dan β2
• Menurunkan tensi tanpa reflek takikardi
• Dosis 2.5 mg – 10 mg
• Sediaan 20 ml dan 40 ml/vial
β - BLOKER
TERIMA KASIH

MOHON BIMBINGAN