You are on page 1of 37

Gambaran Radiologi Infeksi Paru

Oleh : Ulfi Nela Yanar (1102014272)


Pembimbing : dr. Tarmizi, Sp.Rad
Foto Thorax Normal
Foto Thorax yang Normal
Paru radiolusen
Vaskuler paru 2/3 medial
Hilus dekstra lebih rendah daripada hilus sinistra
Letak diafragma dekstra lebih tinggi daripada
diafragma sinistra
Sudut costofrenikus lancip
Lapisan pleura tidak tampak
Iga depan seperti huruf V
Iga belakang seperti huruf A
Pembacaan Foto Thorax Normal
Foto thorax PA, erect, simetris, Diafragma kanan dan kiri licin
kondisi cukup Cor: CTR kurang dari 50%

Tidak ada soft tissue swelling Kesan: Paru dan cor dalam batas
Sistema tulang intak normal
Tampak kedua apeks paru tenang
Tampak coracan bronkhovaskular
lapangan paru normal
Sinus costophrenicus kanan-kiri
lancip
Infeksi Paru
A. Tuberkulosis Paru
B. Pneumonia, Bronkopneumonia
C. Abses Paru
D. Bronchitis
E. Mikosis Paru
A. Tuberkulosis Paru
Definisi : Infeksi paru yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis.
Gejala klinis : Demam, nafsu makan menurun, berkeringat malam,
batuk-batuk berdarah, nyeri dada dan sesak.
Gambaran Radiologi TB Paru
Bercak lunak /perselubungan tipis seperti awan
Pembesaran kelenjar hilus  Terutama pada anak-anak
Garis fibrosis (garis-garis keras ,noda keras, opak padat bulat
/tuberculoma)
Cavitas
TB Paru dengan Cavitas
B. Pneumonia
Peradangan parenkim paru dimana yang terisi oleh cairan radang, dengan atau
tanpa disertai infiltrasi dari sel radang ke dalam interstitium. Dan disebabkan
oleh selain Mycobacterium tuberculosis (bakteri, virus, jamur, parasit).
Gambaran Radiologi Pneumonia
Bayangan opak homogen
Air bronchogram (+)
Segmental
Tidak ada penarikan jaringan sekitar
Volume tetap
PA dan Lateral Pneumonia Lobaris
Lobus Kanan Bawah

Bagian paru yg terkena menunjukkan adanya peningkatan densitas


dikarenakan eksudat dan cairan inflamasi yg menempati ruang alveolus
Udara yg tetap mengisi bronkus yg terlibat tampak sebagai lusensi
berbentuk garis (konsolidasi dengan air bronchogram)
Pneumonia Interstitial
• Pneumonia interstitial ditandai dengan pola linear atau retikuler pada
parenkim paru.
• Pada tahap akhir, dijumpai penebalan jaringan interstitial sebagai
densitas noduler yang kecil.
Pneumonia Interstitial (focal diffuse)

• Terjadi edema dinding bronkioli dan juga edema jaringan interstitial peribronkial. Tampak bayangan udara pada alveolus
masih terlihat, diliputi oleh perselubungan yang tidak merata.
• (A) Menunjukan area konsolidasi yang irreguler di percabangan peribronkovaskuler. (B) CT Scan pada hasil follow up
selama 2 tahun menunjukan area konsolidasi yang irreguler tersebut berkembang menjadi bronkiektasis atau
bronkiolektasis.
H influenzae Pneumonia

•Biasanya tampak gambran bronchopneumonic tambal sulam tetapi juga bisa tampak konsolidasi
segmental dan lobaris
•Sering ditemukan efusi pleura dan multilobar infiltrat
Pneumonia Aspirasi

• Gambaran pneumonia aspirasi bervariasi


• Dapat berupa Inhalasi isi gaster dan orofaring ke laring atau traktus respiratorius
bagian bawah
• Gambaran diatas merupakan gambaran pneumonia aspirasi pada pasien dysphagia,
aspirasi tersebut menyebabkan nekrosis sehingga terjadi hydropneumothorax spontan
dan bronchopleural fistula
Viral Pneumonia

Terdapat nodul-nodul yg tidak begitu jelas


B. Bronchopneumonia

Bercak infiltrat/lunak trutama di lapangan bawah paru—bisa disebut juga


pneumonia infiltrat / mengenai segmen kecil (beberapa alveolus )
Bronchopneumonia Kanan
Multifocal / Lobularis / Bronchopneumonia

Merupakan Pneumonia yang terjadi pada ujung akhir bronkiolus yang tersumbat oleh eksudat
mukopurulen sehingga membentuk bercak konsolidasi dalam lobus. Pada gambar diatas tampak
konsolidasi tidak homogen
C. Abses Paru
• Infeksi destruktif berupa lesi nekrotik pada jaringan paru yang terlokalisir
sehingga membentuk cavitas yg berisi nanah (pus) dalam parenkim paru pada
satu lobus atau lebih

• Gejala klinis : badan lemah, tidak nafsu makan, berat badan turun, batuk kering,
keringat malam, demam intermitten bisa disertai menggigil. Dahak
purulen setelah beberapa hari.
Gambaran Radiologi Abses Paru
Bayangan bulat dinding tebal
Air fluid level
Tidak ada jaringan granulasi di dalamnya
Jaringan infiltrat di sekitarnya
Paling sering di lapangan bawah paru
Abses Paru Kiri
Abses Paru Kanan, Cavitas dengan air fluid level
Abses Paru Kanan
D. Bronchitis
• Peradangan akut membran mukosa bronkus yang disebabkan oleh
infeksi mikroorganisme, virus dan bahan-bahan kimia.
• Gejala : Flu like symptoms, batuk, dahak +
• Pada foto toraks terdapat bronchovascular pattern tidak teratur
karena peradangan.
Bronchitis Kronis
E. Infeksi Jamur Paru
Aspergilosis
• Diketahui ada tujuh spesies yang dapat menginfeksi manusia namun
penyebab infeksi paru-paru 90% adalah Aspergilus fumigatus.
• Aspergilosis paru-paru biasanya adalah suatu secondary disease pada
penderita dengan kelainan menahun seperti tuberkulosis, abses paru-
paru, bronkiectasis, tumor paru dan kelainan bronkus.
(imunocompromised).
Gambaran Klinis Aspergilosis
Bisa berupa pneumonitis. Dalam parenkim paru-paru terjadi lesi-lesi granulomatus,
yang dapat sembuh dan terjadi kalsifikasi membentuk “coin lesion".
Sputum biasanya mukopurulen dan kadang-kadang terdapat bercak darah.
Penyebaran secara hematogen biasanya keginjal dan organ-organ lain.
Aspergilosis fumigatus terbukti menghasilkan endotoksin yang mampu menghemolisa
eritrosit manusia dan hewan.
Aspergilosis bronkopulmoner alergi dan plug mukoid pada seorang pria 19 tahun dengan disertai asma dan
demam intermiten selama 4 tahun, batuk, dan mengi. Sampel darah dan sputum menunjukkan adanya
eosinofil, dan aspergilus yang terdapat pada spesimen sputum. Radiografi dada menunjukkan opasitas
tebal finger in glove pada lobus atas kiri.
Bola jamur (fungus ball) atau Aspergiloma.
TERIMA KASIH