You are on page 1of 23

Anatomi dan Fisiologi Hidung

Oleh : Dewi Rahayu


(17360097)
Bahasan
Struktur : Mukosa Fungsi :
‒ Nasus eksternus ‒Respirasi
‒ Nasus internus ‒Olfaktori
‒ Sinus Paranasalis ‒Resonansi Suara
‒Drainase dan ventilasi
‒Reflek Nasal
Infra struktur:
‒Estetika
‒ Vaskularisasi
‒ Inervasi
Anatomi nasus eksternus
Anatomi nasus internus

CAVUM NASI
‒ Dibatasi oleh vestibulum nasi (anterior) & nares
posterior /koana ( posterior)
‒ Terbagi 2 bagian kanan & kiri oleh septum nasi di
tengah
‒ Mempunyai: dasar (lantai), atap, dinding lateral
& medial
DASAR
1. Proc. Palatinus Os Maxilla MEDIAL  SEPTUM
( ¾ depan ) NASI
2. Proc. Horizontalis Os Bagian Tulang
Palatinus ( ¼ blkg ) 1. Lamina Perpendikularis
Os Ethmoid
ATAP 2. Vomer
1. Proc. Nasalis Os Frontalis 3. Krista Nasalis Os
( depan ) Maxilla
2. Lamina Cribosa Os 4. Krista Nasalis Os
Ethmoidalis ( tengah ) Palatina
3. Os Sphenoidalis (blkg)
LATERAL Bagian Tulang Rawan
Berbatasan dg dinding 1. Lamina Kuadrangularis
medial Sinus Maxillaris ( kartilago septum )
Os Maxilla 2. Kolumela
Terdapat 3 konka
KONKA NASI MEDIUS
KONKA NASI Dibawahnya ada Meatus Nasi
INFERIOR Medius muara Sinus Frontalis,
Etmoid Anterior & Maxillaris
Terbesar &
terpanjang Kompleks Ostiomeatal ( KOM )
a. Proc. Unsinatus
Kaya pembuluh darah b. Infundibulum Ethmoid
 Plx. Cavernosus c. Hiatus Semilunaris
Concharum d. Bula Ethmoid
e. Agger Nasi
Dibawahnya ada f. Recessus Frontal
Meatus Nasi
Inferior muara KONKA NASI SUPERIOR
Duct. Dibawahnya ada Meatus Nasi
Nasolacrimalis Superior muara Sinus Ethmoid
( Katub Hasner ) Posterior & Sphenoid
SINUS PARANASALIS
Sinus Frontal (SF)
• Pada os frontal (tulang
SF
dahi)
SF • Sepasang, kanan dan kiri,
tidak sama besar, kadang-
kadang hanya tumbuh
sebelah
• Ke atas dan belakang
berbatasan dengan fosa
kranii anterior
• Ke bawah berbatasan
dengan rongga orbita
• Ostium di meatus nasi
medius (di KOM)

11
Sinus (sel) Etmoid (SE)
• Terdiri banyak sel di dalam
tulang etmod, dibagi : grup
anterior dan grup posterior
• Grup anterior drainase ke
meatus nasi medius di KOM,
Grup posterior ke meatus
SE SE
nasi superior
• Atap berbatasan dengan fosa
SS
SS
kranii anterior, dinding
lateral: lamina papirasea
(dinding medial orbita)

12
Sinus Sfenoid (SS)
• Di tulang sfenoid, kanan
dan kiri
• Ostium di resesus sfeno-
etmoid
• Ke atas berbatasan dengan
hipofise
• Ke lateral berbatasan
dengan fosa kranii medius
• Ke bawah berbatasan
SS dengan nsofaring
SSS

13
Sinus Maksila (SM) • Terletak di tulang
maksila kanan dan kiri
• Sinus paling besar
• Atap : dasar orbita(X)
• Dinding medial sinus =
Dinding lateral rongga
hidung(XX)

X ‒ Dasar sinus tempat


Ost akar gigi geraham atas
SM (P2 M1dan M2)
‒ Lantai sinus maksila 5 –
XX
10 mm lebih rendah dp
dasar cavum nasi
‒ Ostium di meatus nasi
DS medius (di KOM) 14
VASKULARISASI
INERVASI
• Saraf pembau : N.Olfaktorius
• Saraf sensoris : cabang N.Trigeminus
▫ N.Ophtalmicus : N.Ethmoidalis Superior
▫ N.Maxillaris : melalui ganglion sphenopalatina
FUNGSI HIDUNG
I. FUNGSI PERNAFASAN
Menyiapkan udara ~ keadaan fisiologis paru
1. Mengatur jumlah udara yang masuk
2. Menyiapkan udara pernafasan
a. Menyaring
▫ Vibrissae  partikel kasar
▫ Mucous Blanket ( selaput lendir)  partikel halus
b. Melembabkan
- Sel Goblet  selaput lendir
c. Memanaskan
- Conchae nasi ( terutama konka inferior), kaya
pembuluh darah
3. Desinfeksi
• Mucous Blanket
• Enzym Lyzozym
• Suasana asam (Ph 6,5)
• Silia
• Sel fagosit, limfosit, histiosit (sub mucosa)
• Kelenjar getah bening regionalmucocillary blanked
II. FUNGSI PENGHIDU
mukosa olfaktorius di atap cavum nasi, concha superior
& 1/3 bagian atas septum bekerja sama dengan fungsi
pengecapan

III. FUNGSI RESONANSI SUARA & PROSES


BICARA
‒ Bila buntu hidung  bindeng sulit mengucapkan
huruf m, n, ng, ny, (rinolalia oklusa).
‒ Bila hidung terbuka, mis celah bibir (labioshcisis) dan
celah langit-langit (palatoshcisis) sulit mengucapkan
huruf b, d, p, k, g, t (rinolalia aperta)

IV. FUNGSI DRAINASE & VENTILASI


 dari sinus paranasales & kelenjar lacrimalis
Reflek Nasal.
 Bila mekanisme pembersihan yg diatas
blm efektif  Mengiritasi terjadinya
bersin (bakteri dan debu dlm palud lendir,
partikel-partikel lbh besar, benda asing, bau
tertentu)

Mekanisme spt batuk, ttp epiglotis menutup → semburan


melalui hidung
- Kecepatan 160 km /jam, semua dilontarkan
- Mata terpejam  duktus nasolakrimalis tertutup  tak ke
mata
TERIMAKASIH…