You are on page 1of 12

ANATOMI DAN FISIOLOGI

KELENJAR TIROID
Kelompok 2
Nama Anggota :
Defindra Yudha Pramana (108116037)
Myelinda Ariyanti (108116047)
Icha Cahya Puspita (108116065)
PENGERTIAN
Tiroid merupakan kelenjar kecil, dengan diameter sekitar 5 cm dan
terletak di leher, tepat dibawah jakun.Kedua bagian tiroid
dihubungkan oleh ismus, sehingga bentuknya menyerupai huruf H
atau dasi kupu-kupu.
ANATOMI
Kelenjar tiroid terletak pada leher bagian depan, tepat di bawah
kartilago krikoid, disamping kiri dan kanan trakhea. Pada orang
dewasa beratnya lebih kurang 18 gram. Kelenjar ini terdiri atas dua
lobus yaitu lobus kiri kanan yang dipisahkan oleh isthmus. Masing-
masing lobus ini mempunyai ketebalan lebih kurang 2 cm, lebar 2,5
cm, dan panjangnya 4 cm. Tiap-tiap lobus mempunyai lobuli yang di
masing-masing lobuli terdapat folikel dan parafolikuler.
FISIOLOGI
Kelenjar tiroid berfungsi untuk pertumbuhan dan mempercepat metabolisme.
Kelenjar tiroid menghasilkan dua hormon yang penting yaitu tiroksin
tetraiodothyronine (T4) dan triiodothyronine (T3).
Karakteristik triiodothyronine adalah berjumlah lebih sedikit dalam serum
karena reseptornya lebih sedikit dalam protein pengikat plasma di serum tetapi ia
lebih kuat karena memiliki banyak resptor pada jaringan. Tiroksin memiliki
banyak reseptor pada protein pengikat plasma di serum yang mengakibatkan
banyaknya jumlah hormon ini di serum, tetapi ia kurang kuat berikatan pada
jaringan karena jumlah reseptornya sedikit.
HORMON Yang DIHASILKAN
Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3, T4, dan
sedikit kalsitonin. Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel
sedangkan kalsitonin dihasilkan oleh parafolikuler. Bahan dasar
pembentukan hormon-hormon ini adalahyodiumyang diperoleh dari
makanan dan minuman.
Fungsi Hormon-Hormon Tiroid
1. Mengatur laju metabolisme tubuh. Baik T3 dan T4 kedua-duanya meningkatkan metabolisme
karena peningkatan komsumsi oksigen dan produksi panas.
2. Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda dalam intensitas dan cepatnya reaksi.
T3 lebih cepat dan lebih kuat reaksinya tetapi waktunya lebih singkat dibanding dengan T4. T3 lebih
sedikit jumlahnya dalam darah. T4 dapat dirubah menjadi T3 setelah dilepaskan dari folikel kelenjar.
3. Pertumbuhan tulang dan saraf pada fetus
4. Mempertahankan sekresi Growth Hormon dan gonadotropin
5. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatan kontraksi otot dan
menambah irama jantung.
6. Merangsang pembentukan sel darah merah
7. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasi tubuh terhadap kebutuhan
oksigen akibat metabolisme.
8. Bereaksi sebagai antagonis insulin
Mekanisme Kerja Hormon
Saat cukup hormon tiroid telah dihasilkan, hipotalamus menghentikan pembentukan hormon
pelepas tiroid.

Saat tiroksin dilepaskan, otak sistem hormonal-hipotalamus-mengirimkan sebuah perintah (TRH,


hormon pelepas tirois) ke kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid, sebagai titik akhir rantai perintah
ini,segera menanggapi dengan melepaskan tiroksin menyebarkannya ke seluruh tubuh melalui
darah.

Saat tiroksin dibutuhkan, hipotalamus mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari (TRH). Kelenjar
pituitari yang menerima perintah ini memahami bahwa kelenjar tiroid harus diaktifkan. Kelenjar
pituitari segera mengirimkan perintah ke kelenjar tiroid (TSH). Sesuai dengan perintah yang
diterima kelenjar tiroid segera menghasilkan tiroksin, dan menyebarluaskannya ke seluruh tubuh
lewat aliran darah.
Jumlah tiroksin yang dilepasan ditentukan oleh sebuah sistem khusus, sistem ini didasarkan pada
dua mekanisme arus balik negatif, saat jumlah tiroksin dalam darah naik ke atas normal, hormon
tiroksin mempengaruhikelenjar pituitari dan terkadang langsung ke hipotalamus : kelenjar ini
mengurangi kepekaan kelenjar pituitari terhadap hormon TRH.

Fungsi hormon TRH adalah mengaktifkan kelenjar pituitari agar mengirimkan perintah
(berbentuk hormon TSH) ke kelenjar tiroid. Perintah ini adalah titik kedua dalam rantai perintah
produksi hormon tiroksin.
Proses Pembentukan Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid mulanya merupakan dua buah tonjolan dari dinding depan bagian tengah farings,
yang terbentuk pada usia kelahiran 4 minggu. Tonjolan pertama disebut pharyngeal pouch, yaitu
antara arcus brakhealis 1 dan 2. Tonjolan kedua pada foramen ceacum, yang berada ventral di
bawah cabang faring 1.
Pada minggu ke-7 tonjolan dari foramen caecum akan menuju pharyngeal pouch melalui
saluran yang disebut ductus thyroglossus. Kelenjar tiroid akan mencapai kematangan pada akhir
bulan ke-3 dan ductus thyroglossus akan menghilang. Posisi akhir kelenjar tiroid terletak di depan
vertebra cervicalis 5, 6, dan 7.
Namun pada kelainan klinis,sisa kelenjar tiroid ini juga masih sering ditemukan ditemukan
di pangkal lidah (ductus thyroglossus / lingua thyroid) dan pada bagian leher yang lain.