You are on page 1of 22

SISTEM ENDOKRIN

DISUSUN OLEH :
1. Elsa Rahayu Fauziah
2. Lisna Harpiani
3. Silvia Dwiyanti
A. PENGERTIAN ENDOKRIN

• Adalah sistem yang mengatur


hormon pada manusia dan
berhubungan dengan sistem
saraf karena saling
berhubungan dengan satu
sama lain.
B. FUNGSI UMUM ENDOKRIN

• Membedakan sistem saraf pusat dan sistem reproduktif pada


janin yang sedang berkembang
• Menstimulasi urutan perkembangan
• Mengkoordinasikan sistem reproduksi
• Memelihara lingkungan internal optinal
• Melakukan respon korektif dan adatif ketika terjadi stimulasi
darurat
C. KELENJAR ENDOKRIN DAN
HORMON YANG DIHASILKAN
a. Hipofisis

Hypofisis cerebri atau


glandula pituitari adalah
struktur lonjong kecil yang
melekat pada permukaan
bawah otak melalui
infundibulum.
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis
1. Hormon adrenokortikotropik [ACTH]
2. Thyroid stimulating hormone [TSH]
3. Follicle stimulating hormone [FSH]
4. Luteinizing hormone [LH]
5. Hormon pertumbuhan [GH]
6. Hormon releasing hormone [GHRH]
7. Prolaktin
b. Tiroid (Kelenjar Gondok)

• Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk


cuping kembar dan di antara keduanya dapat
daerah yang menggenting.
• Kelenjar tiroid terdiri atas 2 belah yang
terletak di sebelah kanan batang tenggorok
diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yang
melintasi batang tenggorok di sebelah
depan.
• Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin
yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh
dan pengaturan suhu tubuh.
• Hormon yang dihasilkan adalah :
TRIODOTIRONIN [T3] , TIROKSIN [T4]
C. Paratiroid atau Kelenjar Anak Gondok

Dari luar
• Paratiroid menempel pada kelenjar
tiroid.Kelenjar ini menghasilkan parathormon
yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan
kalsium dalam darah.
Dari dalam • Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani
dengan gejala: kadar kapur dalam darah
menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari
tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah,
sukar tidur, dan kesemutan.
• Hormon yang dihasilkan adalah hormon
parathormon
d. Kelenjar thymus

Kelenjar timus adalah organ dalam rongga dada


bagian atas yang memproses limfosit, sejenis sel
darah putih yang melawan infeksi dalam tubuh.
Timus berperan dalam pengembangan miastenia
gravis, suatu kondisi di mana sel-sel T
menyerang saraf di mana mereka terhubung ke
otot.

HORMON YANG DIHASILKAN KELENJAR TIMUS: FUNGSI KELENJAR TIMUS :


• Menghasilkan thymosin.
• Hormon somatotrof Fungsinya untuk membantu
• Kekebalan tubuh manusia.
dalam proses pertumbuhan tubuh
• Hormon timosin Fungsinya untuk merangsang
• Penghubung Sentral Pertahanan Tubuh
limfosit dalam tubuh, merangsang Sendiri.
perkembangan dari sel T sel imun lain.
e. Kelenjar Adrenal Suprarenal l Anak Ginjal

• Kelenjar ini berbentuk bola,


menempel pada bagian atas
ginjal. Pada setiap ginjal terdapat
satu kelenjar suprarenal dan
dibagi atas dua bagian, yaitu
bagian luar (korteks) dan bagian
tengah (medula).
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal

1. Hormon aldosteron
2. Hidrokortison dan kortikosteron
3. Adreogenik steroid
4. Epinefrin dan norepinefin
f . Prankreas

• Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan


yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim
pencernaan serta beberapa hormon penting seperti
insulin.
• Pankreas terletak di retroperitoneal rongga abdomen
atas pada bagian posterior perut dan berhubungan
erat dengan duodenum (usus dua belas jari),
panjang sekitar 10-20 cm. Mendapat pasokan darah
dari arteri mesenterika superior dan splenikus.
• Hormon yang dihasilkan adalah : Insulin , Glukagon ,
Somatostatin
g. Ovarium

• Ovarium merupakan organ


reproduksi wanita. Selain
menghasilkan sel telur, ovarium
juga menghasilkan hormon.
• Ada dua macam hormon yang
dihasilkan ovarium yaitu sebagai
berikut:
1. Estrogen
2. progesteron
h. Testis

• Testis adalah kelenjar jantan


pada hewan dan manusia.
Manusia [pria] mempunyai dua
testis yang dibungkus dengan
skrotum
• Menghasilkan hormon yaitu :
Spermatozoa dan Hormon
Testoteron
JENIS PENYAKIT YANG TERMASUK KE
SISTEM ENDOKRIN.
1. Diabetes mellitus (DM) tipe I
Diabetes mellitus tipe I, organ pankreas pada tubuh penderita
tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Sehingga, untuk
bertahan hidup, penderita bergantung pada pemberian insulin
dari luar melalui suntikan. Karena itu, diabetes mellitus tipe I ini
juga dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus
(IDDM). Faktor penyebab Diabetes mellitus tipe I adalah infeksi
virus atau reaksi auto-imun (rusaknya sistem kekebalan tubuh),
yang merusak sel-sel penghasil insulin. Biasanya, gejala
diabetes tipe 1 muncul mendadak, seperti tiba-tiba sering cepat
merasa haus, sering buang air kecil (pada balita sering
mengompol), badan menjadi kurus, dan lemah.
• 2. Diabetes mellitus (DM) tipe II
• Diabetes mellitus tipe II, adalah penyakit diabetes yang banyak sekali
di derita orang. hampir 90% penderita diabetes adalah tipe II ini.
Diabetes jenis ini disebut juga diabetes life style karena selain faktor
keturunan, penyebab utamanya adalah gaya hidup tidak sehat.
Umumnya, diabetes tipe ini mengenai orang dewasa yang berusia 30
tahun atau lebih, tapi akhir-akhir ini juga banyak mengenai orang-orang
yang lebih muda. Gejala diabetes tipe 2 berkembang sangat lambat,
bisa sampai bertahun-tahun. Penderita diabetes tipe 2 tidak mutlak
memerlukan suntikan insulin karena pankreasnya masih menghasilkan
insulin, tapi kerja insulin menjadi tidak efektif karena di dalam tubuh
tengah terjadi resistensi insulin atau penurunan kemampuan hormon
insulin menurunkan kadar gula darah.
• 3. Hipotiroidisme
• Hipotiroidisme atau disebut juga penyakit tiroid
kurang aktif, merupakan penyakit yang umum dialami
orang-orang. Akibat hipotiroidisme, kelenjar tiroid
tidak memproduksi hormone tiroid yang memadai.
Hipotiroidisme biasanya disebabkan oleh masalah
pada kelenjar tiroid itu sendiri ini dinamakan
hipotiroidisme primer. Apabila penyebabnya adalah
masalah lain yang mengganggu fungsi tiroid , maka
kondisi tersebut dinamakan hipotiroidisme sekunder.
• 4. Hipertiroidisme
• Kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon
tiroid, yang menyebabkan penurunan berat badan,
denyut jantung yang cepat, berkeringat, dan gelisah.
Penyebab paling umum untuk tiroid yang terlalu aktif
adalah gangguan autoimun yang disebut penyakit
Gondok.
a. Nama obat
HUMULIN (Eli Lilly)
b. Kandungan obat
Humulin R: Human insulin regular (DNA rekombinan),kerja cepat
Humulin N: Human insulin isophane (DNA rekombinan ),kerja
sedang
Diabetes
Humulin 30/70 : capuran humulin R dan humulin N dengan
perbandingan 30:70
Melitus
c. Cara pemberian
Injeksi subkutan
Tipe I
d. Dosis
Sesuai kebutuhan
e. Indikasi
Pasien diabetes tipe 1 pasien diabetes yang ,memerlukan
pengobatan dengan suntikan insulin
f. Kontra indikasi
Hypoglikemia
g. Pendokumentasian
Vial 1x 40ml
a. Nama Obat
Benofomin (Bernofarm)
b. Kandungan Obat

c.
Metformin HCl
Cara Pemberian Diabetes
d.
Oral
Dosis Melitus
1 tablet 3 kali sehari
1 kaptab 2 kali sehari Tipe II
e. Indikasi
DM tipe II
f. Kontra Indikasi
Koma diabetikum, ketoasidosis, gangguan ginjal parah, penyakit
hati kronis, payah jantung, alkoholisme, hipoksemia, miokardinfark
g. Pendokumentasian
Tablet 3x500mg = 1500 mg/hari
Kaptab 2x850mg = 1700 mg/hari
a. Nama obat
Tyrax (organon)
b. Kandungan obat
Na L-thyroxin
hipotiroidisme
c. Cara pemberian
Oral
d. Dosis
Dewas : dosis awal 0,05-0,1mg/hari. Tambahkan dosis harian tiap
2 minggu 0,025-0,5mg sampai hasil yang diharapkan tercapai
e. Indikasi
Hipotiroid
f. kontra indikasi
-
g. pendokumentasian
1x100mcg
a. nama obat
Propiltiouracil
b. kandungan obat
Propiltiourasil
c. cara pemberian hipertiroidisme
Oral
d. dosis
untuk anak-anak 5-7 mg/kg/hari atau 150-200 mg/ m2/hari, dosis
terbagi setiap 8 jam. Dosis dewasa 3000 mg/hari, dosis terbagi
setiap 8 jam. untuk hipertiroidisme berat 450 mg/hari, untuk
hipertiroidisme ocasional memerlukan 600-900 mg/hari; dosis
pelihara 100-150 mg/haridalam dosis terbagi setiap 8-12 jam. Dosis
untuk orangtua 150-300 mg/hari
e. indikasi
Hipertiroidisme
f. kontra indikasi
hipersensisitif terhadap Propiltiourasil, blocking replacement
regimen tidak boleh diberikan pada kehamilan dan masa menyusui.
g. pendokumentasian
1x 50mg
THANK YOU