You are on page 1of 25

Anatomi Palpebra

Dr. Putrigusti Admira


Dr. Muhammad Syauqie

1
• Palpebra  melindungi bagian anterior bola
mata dari trauma
• Fissura palpebra terletak di antara palpebra
superior dan inferior
• Palpebra superior lebih mobile

2
Saat lahir, fissura palpebra horizontal ±18mm
dan vertikal ±8mm.

Dewasa :

3
Lapisan palpebra
• Skin & subcutaneus tissue
• Muscle of protraction
• Orbital septum
• Orbital fat
• Muscle of retraction
• Tarsus
• Conjunctiva

4
1. Lapisan KULIT
• Bagian tertipis dari tubuh
• Mengandung rambut, kelenjar sebacea, dan kelenjar
keringat
• Tidak memiliki lapisan lemak di subcutaneus nya
• Eyelid crease di bagian atas : perlekatan levator
aponeurosis ke M. Orbicularis pretarsal dan kulit
• Eyelid fold di bagian atas terdiri dari kulit preseptal yang
longgar dan jaringan subkutaneus di atas pertemuan
antara levator aponeurosis dan septum

5
Margo palpebra
• Margo palpebra superior terletak 1-2 mm di bawah limbus
superior
• Terdapat punctum superior dan inferior
• Margo mengandung kelenjar Zeiss dan Moll
• Di sepanjang margo, terdapat gray line (intermarginal sulcus) :
bagian paling superficial dari M. Orbicularis oculi (M. Riolan)
• Anterior dari gray line : silia (bulu mata)
• Posterior dari gray line : kelenjar meibom
• Gray line memisahkan lamella anterior (kulit dan M. Orbicularis)
dan lamella posterior (tarsus, retractor, dan konjungtiva)

6
7
Subcutaneus connective tissue
• Tidak mengandung lemak

8
2. Lapisan Otot Protractor
 M. Orbicularis oculi
• Mempersempit fissura palpebra (N. VII)
• Dibagi atas :
– Bagian orbita
– Bagian palpebra : pretarsal & preseptal
• Memiliki serat otot yang pendek dan berdiameter kecil.
Dihubungkan oleh myomyous junction
• M. Orbicularis pretarsal melekat ke tarsus

9
10
3. Orbital Septum

 Jaringan ikat yang tipis yang mengelilingi orbita dan terdiri


dari beberapa lapis
• Mulai dari periosteum di atap dan lantai orbita melewati
rima orbita superior dan inferior
• Pada palpebra superior, orbital septum bergabung dengan
levator aponeurosis sekitar 2-5mm di atas tarsus
• Pada papebra inferior, orbital septum bergabung dengan
fascia kapsulopalpebra di tarsus

11
• Posterior dari septum terdapat orbital fat
• Orbital septum berfungsi sebagai barrier
extravasasi darah atau menyebarnya inflamasi

12
4. Orbital Fat
• Terletak posterior dari septum orbita dan
anterior dari levator aponeurosis di palpebra
superior atau anterior dari fascia
capsulopalpebral dari palpebra inferior

13
2 fat pocket pada
palpebra superior
and
3 fat pocket pada
palpebra inferior

14
• Fat pocket tersebut dikelilingi oleh selubung
jaringan ikat yang tipis yang berhubungan
dengan septum orbita
• Central orbital fat terletak tepat di belakang
septum orbita dan di depan levator
aponeurosis

15
5. Otot retraktor

• Pada palpebra superior : M. Levator palpebra


& M. Tarsalis superior (Muller muscle)
• Pada palpebra inferior : capsulopalpebra fascia
& M. Tarsalis inferior

16
M. Levator palpebra berasal dari apex orbita, mulai dari
periorbita (lesser wing os sfenoid), tepat di atas
annulus Zinnii. Panjang ±40mm, panjang aponeurosis
±14-20mm.

17
• Pada area tempat transisi M. Levator palpebra
dengan aponeurosisnya terdapat ligamentum
Whitnall yang berfungsi sebagai penyangga
palpebra superior dan jaringan sekitar,
termasuk sebagai penopang M. Levator
palpebra

18
• Muller muscle : disarafi oleh saraf simpatis
• Berawal dari bagian bawah M. Levator
palpebra dan melekat pada tarsus dan
konjungtiva.
• Terletak 12-14mm dari margo palpebra
superior
• Berfungsi untuk menambah elevasi palpebra
±2mm

19
• Capsulopalpebral fascia analog dengan M.
Levator palpebra
• Berawal dari capsulopalpebral head (tempat
perlekatan M. Rectus inferior dan melekat ke
tarsus inferior dan bergabung dengan septum
orbita
• M. Tarsalis inferior analog dengan Muller
muscle

20
6. Tarsus
• Jaringan penyambung yang berfungsi sebagai
rangka palpebra
• Melekat pada periosteum melalui kantus
medial dan kantus lateral
• Pada palpebra superior dan inferior : panjang
tarsus 29mm dengan tebal 1mm
• Lebar tarsus superior : 11mm
• Lebar tarsus inferior : 4mm
21
22
7. Konjungtiva
• Membran transparan dengan banyak
pembuluh darah yang terdiri dari epitel
skuamous non keratin
• Mengandung sel goblet dan kelenjar Wollfring
(di batas tarsus)dan Krause (di konjungtiva
forniks)

23
Daftar Pustaka
• Skuta GL dkk. Basic and Clinical Science Course
Section 2 : Fundamentals and Principles of
Ophthalmology. San Fransisco : American
Academy of Ophthalmology, 2009.pp.22-29
• Skuta GL dkk. Basic and Clinical Science Course
Section 7 : Orbit, Eyelids, and Lacrimal System.
San Fransisco : American Academy of
Ophthalmology, 2009.pp.141-147
• Gladstones dkk. Gladstones and Nesi’s :
Oculoplastic Surgery Atlas. New York : Springer,
2005.pp.3-13

24
25