You are on page 1of 29

Skeletal Muscle

 Long cylindrical cells


 Many nuclei per cell
 Striated
 Voluntary
 Rapid contractions
Cardiac Muscle
 Branching cells
 One or two nuclei per cell
 Striated
 Involuntary
 Medium speed
contractions
Smooth Muscle
 Fusiform cells
 One nucleus per cell
 Nonstriated
 Involuntary
 Slow, wave-like
contractions
Isometric Contraction
 Produces no movement
 Used in
 Standing
 Sitting
 Posture
Isotonic Contraction
 Produces movement
 Used in
 Walking
 Moving any part of the body
SKELETAL MUSCLE CELL
- “Striated”; striped appearance is because of the
orderly arrangement of the thin and thick filaments
that makeup the majority of the contractile proteins.

- The contractile proteins are made of 2 types of


filaments;
1. THIN FILAMENT
2. THICK FILAMENT
CONTRACTILE PROTEINS
1. THIN FILAMENT
- Has 3 parts;
i) ACTIN PROTEIN
(i.e. the main molecule of this filament).
FUNCTION: Binds to myosin head.
ii) TROPONIN
FUNCTION: Regulatory function by binding to Ca 2+

iii) TROPOMYOSIN
FUNCTION: Has a regulatory function by blocking/unblocking
the binding site of actin to the myosin head
CONTRACTILE PROTEINS
2. THICK FILAMENT
– made of myosin protein
- has 2 main parts
i) MYOSIN HEAD - forms cross-bridge with actin.
ii) MYOSIN TAIL – forms the shaft of thick bands.
SLIDING FILAMENT THEORY
REFLEKS
 Refleks adalah gerakan yang dilakukan tanpa sadar
dan merupakan respon segera setelah adanya
rangsang. Pada manusia gerak refleks terjadi melalui
reflex arc.
 Gerak refleks dapat digunakan pada pemeriksaan
neurologis untuk mengetahui kerusakan atau
pemfungsian dari sistem saraf pusat dan sistem saraf
tepi.
 Urutan perambatan impuls pada gerak refleks yaitu:
Stimulus pada organ reseptor – sel saraf sensorik – sel
penghubung (asosiasi) pada sumsum tulang belakang
– sel saraf motorik – respon pada organ efektor.
 Jalan pintas pada gerak refleks yang memungkinkan
terjadinya gerakan dengan cepat disebut lengkung refleks.
Macam gerak refleks yaitu refleks batang otak dan refleks
sumsum tulang belakang. Refleks batang otak terjadi bila
saraf penghubung (asosiasi) terdapat di dalam otak, seperti
gerak mengedip atau mempersempit pupil pada saat ada
cahaya yang masuk ke mata. Refleks sumsum tulang
belakang terjadi apabila sel saraf penghubung terdapat di
dalam sumsum tulang belakang seperti refleks pada lutut.
 Ciri gerak refleks yaitu:
 Dapat diramalkan jika rangsangannya sama
 Memiliki tujuan tertentu bagi organisme tersebut
 Memiliki reseptor tertentu dan terjadi pada efektor
tertentu
 Berlangsung cepat, tergantung pada jumlah sinapsis yang
dilalui impuls
 Spontan, tidak dipelajarai dulu
 Fungsi sebagai pelindung dan pengatur tingkah
laku hewan
 Respon terus menerus dapat menyebabkan
kelelahan
Jenis refleks :
1. Tendon refleks
Memberikan informasi integritas dari sistem saraf pusat
dan perifer. Umumnya, penurunan refleks menunjukkan
gangguan di perifier dan
Biceps reflex (C5, C6)
Brachioradialis reflex (C5, C6, C7)
Extensor digitorum reflex (C6, C7)
Triceps reflex (C6, C7, C8)
Patellar reflex or knee-jerk reflex (L2, L3, L4)
Ankle jerk reflex (Achilles reflex) (S1, S2)
Plantar reflex or Babinski reflex (L5, S1, S2)
2. Refleks yang melibatkan saraf kranial

Name Sensory Motor


Pupillary light
II III
reflex
Accommodation
II III
reflex
Jaw jerk reflex V V
Corneal reflex,
dikenal juga
V VII
sebagai refleks
berkedip
Caloric reflex
test/Vestibulo- VIII III, IV, VI +
ocular reflex
Gag reflex(refleks
IX X
muntah)
3. Refleks yang sering dijumpai pada bayi (refleks
primitif) :
• Grasp reflex(menggenggam)
•Hand-to-mouth reflex
•Moro reflex, also known as the startle reflex(refleks
terkejut)
•Sucking(refleks mengisap)