You are on page 1of 15

Disusun oleh :

Dian Sulistyaningrum (B1A017110)


Edi Robiyanto (B1A017112)
Hanum Isna Arifah (B1A017117)
Rosewitha Anggraeni P.H (B1A017118)
Fiqita Mayliani (B1A017119)
Rahayu Nafisah Aziztia (B1A017137)
Alissa Megatari Suprapto (B1A017147)
Nurlita Riski Amalia (B1A017158)
Iis Mulyanah (B1A017159)
Nur’azizah Maulida A.S (B1A017161)
Nadya Tirta (B1A017162)
Biooksidasi adalah :

Reaksi Oksidasi yang dapat didefinisikan sebagai peristiwa kehilangan


elektron atau kehilangan hydrogen, sehingga disebut juga reaksi
dehidrogenasi. Bila suatu senyawa dioksidasi maka harus ada senyawa
lain yang direduksi, yaitu akan memperoleh elektron atau memperoleh
hydrogen.

Proses oksidasi biologis merupakan proses di mana makanan


bergabung dengan 02 sehingga menghasilkan CO2, H2O dan energy.
Reaksi oksidasi biologi selalu diikuti pengeluaran electron dan reduksi.
Oksidasi pada makhluk hidup tingkat tinggi mutlak memerlukan adanya
oksigen. Namun pada makhluk hidup tertentu (bakteri anaerob)
Oksidasi tidak selalu menggunakan oksigen, contohnya Dehidrogenasi.
1. Fosforilasi oksidatif
suatu lintasan metabolisme yang menggunakan energi yang
dilepaskan oleh oksidasi nutrien untuk menghasilkan adenosin
trifosfat (ATP)
2. Glikolisis
proses di mana satu molekul glukosa dipecah untuk membentuk
dua molekul asam piruvat. Proses glikolisis merupakan tahapan
jalur metabolisme yang terjadi dalam sitoplasma sel-sel hewan,
sel tumbuhan, dan sel-sel mikroorganisme. Setidaknya enam
enzim beroperasi di jalur metabolisme.
3.Siklus asam sitrat
jalur metabolisme dalam mitokondria yang mengoksidasi
senyawa asetil bentuk makanan menjadi karbon dioksida dan air.
Juga disebut sebagai siklus Krebs dan siklus asam trikarboksilat
(TCA).
Enzim-enzim yang terlibat dalam reaksi reduksi dan
oksidasi dinamakan enzim oksidoreduktase. Terdapat 4 kelompok
enzim oksidoreduktase yaitu:
1. Oksidase
Enzim oksidase mengkatalisis pengeluaran hidrogen dari
substrat dengan menggunakan oksigen sebagai akseptor
hidrogen. Enzim-enzim tersebut membentuk air atau hidrogen
peroksida. Contoh peran enzim tersebut dilukiskan pada

Termasuk sebagai oksidase antara lain sitokrom oksidase,


oksidase asam L-amino, xantin oksidase, glukosa oksidase.
2. Dehidrogenase
Dehidrogenase tidak dapat menggunakan oksigen sebagai
akseptor hidrogen. Enzim-enzim ini memiliki 2 fungsi utama yaitu:
- berperan dalam pemindahan hidrogen dari substrat yang satu ke
substrat yang lain dalam reaksi reduksi-oksidasi berpasangan.
- sebagai komponen dalam rantai respirasi pengangkutan elektron
dari substrat ke oksigen.

Contoh dari enzim dehidrogenase adalah suksinat dehidrogenase,


asil-KoA dehidrogenase, gliserol-3-fosfat dehidrogenase, semua
sitokrom kecuali sitokrom oksidase.
3. Hidroperoksidase
Enzim hidroperoksidase menggunakan hidrogen
peroksida atau peroksida organik sebagai substrat. Ada 2
tipe enzim yang masuk ke dalam kategori ini yaitu
peroksidase dan katalase. Enzim hidroperoksidase
melindungi tubuh terhadap senyawa-senyawa peroksida
yang berbahaya. Penumpukan peroksida menghasilkan
radikal bebas yang dapat merusak membran sel dan
menimbulkan kanker serta aterosklerosis.
4. Oksigenase
Oksigenase mengkatalisis pemindahan langsung dan
inkorporasi oksigen ke dalam molekul substrat. Enzim ini
dikelompokkan menjadi 2 yaitu monooksigenase dan
dioksigenase.
ALIRAN ELEKTRON DARI SUBSTRAT
SAMPAI KE RANTAI RESPIRASI
 Definisi :
 RANGKAIAN ENZIM DAN SITOKROM
MEMBAWA [H+] DARI SUBSTRAT KE
AKSEPTOR TERAKHIR (OKSIGEN).

 LETAK : MITOKONDRIA
 TEMPAT BERLANGSUNGNYA :
 TRANSPOR EKUIVALEN PEREDUKSI DARI
ENZIM – ENZIM β-OKSIDASI DAN TCA
CYCLE.
 FOSFORILASI OKSIDATIF.
HUBUNGAN TRANSPOR ELEKTRON PADA
RANTAI PERNAPASAN DENGAN β – OKSIDASI
ASAM LEMAK TCA CYCLE DAN SUMBER-
SUMBER EKSTRAMITOKONDRIA.

MITOKONDRIA

Β-OKSIDASI SIKLUS
ASAM LEMAK KREBS

RANTAI
PERNAPASAN
KH NAD FAD
PIRUVAT SITOKROM O2
DH DH

SUMBER EKSTRA MITOKONDRIA


Fosforilasi oksidatif
adalah suatu lintasan
metabolism dengan
menggunakan energy
yang dilepaskan oleh
oksidasi nutrient untuk
menghasilkan ATP, dan
mereduksi gas oksigen
menjadi air. Gradien
proton yang terbentuk
sebagai hasil aliran
elektron ini kemudian
mendorong sintesis ATP
dari ADP dan Pi dengan
bantuan enzim ATP
sintase. Proses tersebut
dinamakan fosforilasi
oksidatif. Dalam hal ini
energi dipindahkan dari
rantai transport elektron
ke ATP sintase oleh
perpindahan proton
melintasi membran.
Proses ini dinamakan
kemiosmosis.
Kompleks I
Pada tahap ini, masing-masing molekul NADH
memindahkan 2 elektron berenergi tinggi ke FMN,
kemudian ke protein besi-sulfur dan terakhir ke koenzim
Q (ubiquinon)
Kompleks II
FADH2 dihasilkan oleh suksinat dehidrogenase dalam
siklus asam sitrat, memindahkan elektron ke CoQ melalui
kompleks II. FADH2 dihasilkan oleh asil KoA
dehidrogenase dalam oksidasi beta asam lemak,
memindahkan elektron ke CoQ melalui kompleks yang
sama.
Kompleks III
CoQ memindahkan elektron ke serangkaian sitokrom
dan protein besi-sulfur. Sitokrom terdiri atas kelompok
heme seperti hemoglobin dan besi dengan heme
menerima elektron.
Kompleks IV
Penerima terakhir dari rantai transport elektron
adalah kompleks besar terdiri atas 2 heme dan 2
atom tembaga.
Kompleks V
Pada tahap ini, protein kompleks yang mengkatalisis konversi ADP
menjadi ATP, diisikan oleh gradien kemiosmotik. Proton mengalir
kembali ke matriks mitokondria melalui kompleks ATP sintase dan
energi berasal dari penurunan gradien pH digunakan untuk
membentuk ATP.